Pengumuman Kegiatan International Student Seminar on Health and Environment 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dengan syukur melalui kolaborasi STIKES Panrita Husada (Bulukumba), IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, STEBI Al Muhsin Yogyakarta, dan IUCSRS – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, mengumumkan kegiatan Bersama International Student Seminar on Health and Environment 2025 (ISSHEn 2025).

Sebuah forum ilmiah yang berdedikasi untuk mempromosikan pemahaman mendalam dan inovasi di persimpangan kesehatan dan lingkungan. Seminar ini akan menjadi platform penting bagi mahasiswa, peneliti muda, dan akademisi dari berbagai belahan dunia untuk berbagi temuan, bertukar ide, dan menjalin kolaborasi yang erat demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Mengapa ISSHEn 2025 Dilaksanakan?

Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, polusi, dan pandemi, hubungan antara kesehatan manusia dan kondisi lingkungan semakin nyata dan krusial. ISSHEn 2025 hadir untuk mendorong diskusi multidisiplin mengenai dampak lingkungan terhadap kesehatan, serta peran penting praktik kesehatan dalam mitigasi dan adaptasi terhadap krisis lingkungan. Kami percaya bahwa solusi inovatif lahir dari kolaborasi lintas batas dan pertukaran perspektif yang beragam.

Tema dan Lingkup Topik

ISSHEn 2025 akan mengangkat tema besar “Sinergi Kesehatan dan Keberlanjutan Lingkungan untuk Masa Depan” Seminar ini akan mengundang submisi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan topik berikut, namun tidak terbatas pada:

  • Kesehatan Lingkungan: Kualitas udara dan air, pengelolaan limbah, sanitasi, dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
  • Epidemiologi Lingkungan: Penyakit yang berhubungan dengan lingkungan, dampak perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit, dan mitigasi risiko.
  • Kesehatan Global: Tantangan kesehatan di negara berkembang, kesetaraan kesehatan, dan kebijakan kesehatan yang berkelanjutan.
  • Teknologi Hijau dan Kesehatan: Inovasi dalam energi terbarukan, material ramah lingkungan, dan teknologi pengawasan kesehatan lingkungan.
  • Kebijakan dan Tata Kelola Lingkungan: Regulasi lingkungan, diplomasi lingkungan, dan partisipasi publik dalam perlindungan lingkungan.
  • Edukasi Kesehatan dan Lingkungan: Peningkatan kesadaran masyarakat, pengembangan kurikulum, dan kampanye lingkungan.

Kesempatan Berharga bagi Peserta

ISSHEn 2025 menawarkan berbagai kesempatan bagi para peserta:

  • Presentasi Ilmiah: Kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian Anda dalam sesi oral atau poster, mendapatkan umpan balik dari para ahli, dan memperluas jaringan profesional Anda.
  • Sesi Pleno dan Kuliah Tamu: Mendengarkan paparan dari pembicara utama yang merupakan pakar terkemuka di bidang kesehatan dan lingkungan.
  • Diskusi Interaktif: Berpartisipasi dalam diskusi panel dan sesi tanya jawab yang merangsang pemikiran, memungkinkan Anda untuk berinteraksi langsung dengan pembicara dan sesama peserta.
  • Jaringan Internasional: Membangun koneksi dengan mahasiswa, peneliti, dan profesional dari berbagai negara, membuka peluang kolaborasi penelitian di masa depan.
  • Publikasi: Kesempatan untuk mempublikasikan makalah Anda dalam prosiding seminar (dengan peninjauan sejawat), atau berpotensi di jurnal mitra terkemuka.

Informasi Pendaftaran dan Tanggal Penting

Kgiatan ISSHEn 2025 dilaksanakan ing (29-30 Juli 205). Pendaftaran melalui tautan Google Form, dan juga kemitraan dengan perguruan tinggi melalui organisasi kemahasiswaan, begitu pula organisasi ekstra kampus.

Kami menantikan partisipasi Anda di ISSHEn 2025. Mari bersama-sama berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi nyata untuk tantangan kesehatan dan lingkungan global.

Civitas Academica Sampaikan Selamat Atas Promosi Doktor Yanuardi Syukur, Ketua Umum Rumah Produktif Indonesia

Rawaaopa.ac.id, Andoloolo – Kabar gembira menyelimuti dunia akademik dan komunitas kepemudaan Indonesia dengan selesainya program doktoral Yanuardi Syukur, sosok yang dikenal luas sebagai Ketua Umum Rumah Produktif Indonesia (RPI).

Yanuardi Syukur secara resmi meraih gelar Doktornya pada hari ini, memicu gelombang ucapan selamat dan apresiasi dari berbagai elemen civitas academica serta kolega dan aktivis di seluruh penjuru negeri (Selasa, 1 Juli 2025).
Promosi doktor yang berlangsung khidmat di Universitas Indonesia (kampus Depok) dihadiri oleh sejumlah akademisi terkemuka, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan.

Disertasi Yanuardi Syukur mendapat pujian atas orisinalitas, kedalaman analisis, dan kontribusinya yang signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Ilmu Sosial, Ilmu Pendidikan.

Dalam pernyataanya, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang juga pengurus Rumah Produktif Indonesia menyampaikan kesyukurannya atas dedikasi dan kerja keras Yanuardi Syukur selama menempuh studi doktoralnya.

“Yanuardi adalah sosok yang gigih, memiliki visi yang kuat, dan selalu berorientasi pada solusi. Disertasinya tidak hanya memenuhi standar akademik tertinggi, tetapi juga memberikan implikasi praktis yang besar bagi pemberdayaan pemuda di Indonesia,” ujarnya.

Yanuardi Syukur, yang juga dikenal sebagai inisiator berbagai program inovatif melalui Rumah Produktif Indonesia, menerima dukungan yang tiada henti dari keluarga, dosen pembimbing, rekan-rekan, dan seluruh anggota RPI.

“Gelar doktor ini bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan juga amanah dan motivasi untuk terus berkontribusi dalam memajukan bangsa, khususnya melalui pengembangan potensi pemuda,” tutur Ismail dengan penuh kerendahan hati.
Berbagai ucapan selamat mengalir deras melalui berbagai platform, baik secara langsung maupun media sosial.

Ismail menyatakan, “Promosi doktor Yanuardi Syukur adalah inspirasi bagi banyak pemuda untuk terus mengejar pendidikan setinggi-tingginya dan tidak berhenti berinovasi.”

Sementara itu, diantara mahasiswa IAI Rawa Aopa mengungkapkan bahwa pencapaian ini akan semakin memperkuat posisi Yanuardi Syukur sebagai pemimpin muda yang berintegritas dan berkapasitas.

“Kami yakin, dengan gelar doktor ini, bang Yanuardi akan semakin mampu membawa Rumah Produktif Indonesia ke jenjang yang lebih tinggi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Rumah Produktif Indonesia (RPI) sendiri di bawah kepemimpinan Yanuardi Syukur telah banyak melahirkan program-program yang fokus pada peningkatan literasi digital, kewirausahaan, dan pengembangan soft skill bagi pemuda di berbagai daerah.

Pencapaian akademik tertinggi Yanuardi Syukur ini diharapkan akan menjadi katalisator bagi RPI untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan program-programnya.

Promosi Doktor Yanuardi Syukur menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan dedikasi untuk kemajuan bangsa adalah dua hal yang tak terpisahkan. Selamat kepada Doktor Yanuardi Syukur! Semoga ilmu yang diperoleh dapat terus bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Sulawesi Tenggara: STAI Rawa Aopa Resmi Menjadi Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tonggak sejarah baru telah ditorehkan dalam dunia pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi telah bertransformasi dan diluncurkan sebagai Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Peresmian ini merupakan puncak dari upaya panjang dan dedikasi seluruh civitas akademika serta dukungan penuh dari berbagai pihak, menandai peningkatan status dan komitmen dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Acara peluncuran yang berlangsung khidmat dan meriah pada hari Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Kampus Andoolo, IAI Rawa Aopa. Sejumlah tokoh penting hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Bupati Konawe Selatan, Kepala Pengadilan Agama, KNPI Kabupaten Konawe Selatan, tokoh masyarakat, alim ulama, serta seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Selatan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa perjalanan panjang sejak berdirinya STAI Rawa Aopa hingga saat ini resmi menjadi Institut Agama Islam Rawa Aopa adalah buah kerja keras dan kolaborasi tak kenal lelah.

Ini bukan hanya perubahan nama, melainkan juga peningkatan tanggung jawab dan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Bupati Konawe Selatan, dalam pidato kuncinya mengapresiasi tinggi transformasi ini.

Beliau menekankan bahwa peningkatan status dari sekolah tinggi menjadi institut adalah indikator nyata dari kematangan institusi, baik dari segi tata kelola, kualitas sumber daya manusia, maupun pengembangan program studi.

IAI Rawa Aopa diharapkan dapat menjadi lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Ini adalah investasi besar bagi masa depan pendidikan Islam di Indonesia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., turut menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Konawe Selatan ini merupakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pengembangan IAI Rawa Aopa.

Ia berharap kehadiran Institut Agama Islam di Konawe Selatan ini menjadi aset berharga bagi Sulawesi Tenggara dan dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerah serta bangsa. Pemerintah Provinsi pun menyatakan siap bersinergi dalam berbagai program pengembangan.

Bupati Konawe Selatan, juga tidak ketinggalan menyampaikan kebanggaannya. Beliau mengungkapkan bahwa mimpi memiliki institut agama Islam di Konawe Selatan kini terwujud, dan IAI Rawa Aopa akan menjadi pusat keunggulan serta ikon pendidikan di daerah tersebut.

Bupati berharap institut ini dapat menjadi pencerah dan penggerak kemajuan masyarakat Konawe Selatan. Perubahan status ini memungkinkan IAI Rawa Aopa untuk membuka program studi baru yang lebih beragam, tidak hanya pada strata sarjana, tetapi juga memungkinkan pengembangan ke jenjang pascasarjana di masa mendatang.

Hal ini tentu akan memberikan lebih banyak pilihan bagi calon mahasiswa serta memperluas cakupan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menuju Keunggulan Akademik dan Kontribusi Nyata: Visi dan Misi Iai Rawa Aopa Konawe Selatan

Transformasi STAI Rawa Aopa menjadi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bukan hanya sekadar perubahan nomenklatur, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan visi dan misi yang lebih luas dan ambisius. Dengan status institut, IAI Rawa Aopa kini memiliki cakupan yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu umum yang terintegrasi.

Pendiri Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, sekaligus Ketua Dewan Pembina yang mengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.M., dalam pidato perdananya dalam nama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memaparkan diantara wawasan Institut, yaitu “Menjadi Institut Agama Islam Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global Berlandaskan Nilai-nilai Keislaman Moderat pada Tahun 2035.”

Untuk mencapai visi tersebut, beliau menguraikan beberapa misi utama. Misi-misi tersebut meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan berjiwa enterpreneur; pengembangan penelitian ilmiah yang relevan dan inovatif untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyelesaian masalah-masalah sosial.

Begitu pula, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui program-program yang solutif dan memberikan dampak positif; pengembangan tata kelola institusi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi; serta menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk peningkatan kualitas akademik dan non-akademik.

Al Asri juga menekankan pentingnya peran IAI Rawa Aopa dalam menjaga moderasi beragama di tengah masyarakat. Beliau berkomitmen untuk mencetak sarjana yang memiliki pemahaman Islam yang moderat, toleran, dan inklusif. Lulusan IAI Rawa Aopa diharapkan menjadi agen perdamaian dan perekat persatuan bangsa.

Saat ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan mengelola dua fakultas dengan empat program studi unggulan yang menampung ribuan mahasiswa. Beberapa program studi yang telah mendapatkan akreditasi baik dan sangat baik antara lain Pendidikan Agama Islam.

Dengan status institut, diharapkan akan ada penambahan program studi baru di bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan, seperti Sains Data Islam, Pariwisata Halal, atau bahkan Program Studi Profesi Guru.

Infrastruktur pendukung juga terus ditingkatkan. Selain gedung perkuliahan yang modern, IAI Rawa Aopa juga memiliki perpustakaan digital, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, pusat penelitian, serta fasilitas penunjang kegiatan kemahasiswaan lainnya. Pengembangan asrama mahasiswa dan sarana olahraga juga menjadi prioritas dalam beberapa tahun ke depan.

Peluncuran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan ini diakhiri dengan peletakan batu pertama gedung perkuliahan, sebagai simbol dibukanya lembaran baru bagi institusi ini. Seluruh hadirin berharap IAI Rawa Aopa dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Indonesia secara keseluruhan.

Momentum bersejarah ini menjadi awal dari era baru yang penuh harapan bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Bumi Anoa. Begitu pula akan menjadi bagian dalam menyediakan akses bagi pendidikan di seluruh kawasan.

MoU dengan PT (ISW)

Pemkab Konsel Luncurkan Program SETARA, 10 Kampus Mitra Salah Satunya IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel, Andoolo – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo bersama Wakil Bupati, Wahyu Ade Pratama Imran resmi melaunching program unggulan 100 hari kerja, yakni program Konsel Setara (Sehat, Cerdas dan Sejahtera). Peluncuran program unggulan tersebut, berlangsung di pelataran Kantor Bupati Konawe Selatan Jumat (2/5/2025).

Momen Bupati Konsel bersama PT (ISW)
Momen Bupati Konsel bersama PT (Sumber: Dinas Infokom)

Seusai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Konawe Selatan, dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU/Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Konsel dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta terkait program UKT atau SPP gratis mahasiswa S1 asal Konsel, di pelataran Kantor Bupati.

Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo mengatakan dirinya bersama Wakil Bupati (Wahyu Imran) belum 100 hari memimpin Konsel namun telah resmi meluncurkan berbagai program unggulannya. “Alhamdulillah belum 100 hari kami kerja sudah 90% program kami terwujud,” kata Irham Kalenggo.

Pada gelombang pertama ini, Pemkab Konsel menandatangani MoU dengan 10 Kampus antara lain, IAI Rawa Aopa Konsel. Dalam kesempatan ini,

Dalam momen hari jadi Kabupaten Konawe Selatan tersebut, Irham Kalenggo juga memaparkan sejumlah program unggulannya yang akan dirasakan bagi seluruh masyarakat Konsel.

Pertama, lanjut Irham, biaya SPP atau UKT gratis bagi mahasiswa S1 Konsel yang sedang kuliah di 10 perguruan tinggi negeri dan swasta di Sultra. Penerima bantuan UKT ini diantaranya adalah IAI Rawa Aopa yang telah menandatangani MoU.

“Kurang lebih 5.000 orang mahasiswa Konsel yang sedang kuliah di Kendari ini akan menjadi skala prioritas kami. Harapan saya ke depan tidak boleh lagi ada anak-anak Konsel yang putus kuliah hanya karena tidak bisa bayar SPP atau UKT,” jelas Irham.

Sebab, sambung Irham, hal ini sudah menjadi persoalan selama 20 tahun dirinya menjadi anggota DPRD yang selalu menerima keluhan tersebut.

“Dimana-mana saya jalan ini adalah keluhan orang tua, dan saat saya kampanye bersama pak Wahyu (Wakil Bupati. Red) itu yang kami janjikan dan sekarang kami wujudkan,” sambungnya.

“Dengan semangat HUT ke-22 ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pembangunan yang merata dan berkeadilan demi terwujudnya masyarakat Konsel Setara (sehat, cerdas, dan sejahtera),” pungkasnya.

UKM (ISW)

16 Kampus Indonesia Kolaborasi Riset dengan PT Malaysia Singapura dan Thailand, Ada dari Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – 16 perguruan tinggi Indonesia menjajaki 10 Perguruan Tinggi (PT) di Malaysia, Singapura dan Thailand lewat program Student Mobility 2022, belum lama ini.

Ke 16 perguruan tinggi yang didominasi asal Sulsel ini diantaranya UIN Alauddin Makassar, STIA Abdul Haris Makassar, Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, STAI DDI Maros, STAI DDI Sidrap, STAI Yapnas Jeneponto, STAI Al Furqan Makassar, STIT Sunan Giri Bima, STAI Rawa Aopa Kendari, IAI DDI Polman, IAI Al-Amanah Jeneponto, IAIN Manado, IAIN Ponorogo, Universitas Mandala Waluya, Universitas Islam Negeri Padangsidimpuan, STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan.

Pencetus Student Mobility Ismail Suardi Wekke, mengetakan kegiatan ini dalam rangka mendiskusikan bagaimana peluang-peluang kolaborasi dilaksanakan.

Ismail menyampaikan bahwa kolaborasi dalam taraf global sudah menjadi keharusan bagi perguruan tinggi, khususnya dalam bidang research (riset), demi pembaharuan dan terbarukan dalam ilmu pengetahuan dan peradaban.

“Kegiatan ini dimulai di kampus University College of Yayasan Pahang (UCYP), Malaysia sekaligus tempat kerjasama UCYP, Malaysia bersama 16 perguruan tinggi Indonesia. Kemudian dilanjutkan ICIESEA di Kampus Faoni University dan terakhir Student Mobilty di Universiti Utara Malaysia (UUM), Malaysia,” ungkap Ismail Suardi Wekke, yang juga Ketua STIA Abdul Haris Makassar, via rilis ke tribun Jumat (18/11/2022).

Kegiatan ini berlokasi di University College of Yayasan Pahang (UCYP), Malaysia, Univerisitas Pengeran Songkla (UPS) , Thailand, Fatoni University, Thailand, Univeristi Utara Malaysia (UUM), Malaysia.

Rombongan juga berkunjung ke Perpustakaan Tuanku bainun, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Tanjung Malim, Malaysia.

“Dengan kunjungan ini, sudah ada kontak yang dapat dijadikan awal dalam kaitan kerjasama perpustakaan dan kearsipan di Malaysia, dalam hal ini UPSI,” kata Ismail.

Dalam kerjasama ini perguruan tinggi akan menjadi platform kerjasama dalam pengembangan keilmuan.

“Sehingga akan menjadi paltform kebersamaan antara Malaysia dan Indonesia,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni Universiti Kebangsaan Malaysia.

Pertemuan dengan Naib Canselor UKM (ISW)

Student Mobility 2022 SEAAM Bersama STAI Rawa Aopa Dengan Dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia

Rawaaopakonsel.ac., Lamooso – Pertemuan awal dalam rangka persiapan Student Mobility 2022 dilaksanakan bersama STAI DDI Maros, STAI Al Furqan, dan STAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam kesempatan yang sama juga hadir Naib Canselor Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Dato Ekhwan Toriman (Selasa, 24 Mei 2022) bertempat di ruang pertemuan bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Dr. Habibah, Ketua STAI Al Furqan, Makassar, disertai Wakil Ketua, Dr. Muhammad Tang, Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, M.Pd.I., Ketua STAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I. M.Si., begitu pula Wakil Rektor Universitas Muslim Maros, Dr. Muhammad Nurjaya yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Student Mobility 2022 akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober s.d. 6 November 2022. Sejak pandemi 2020 student mobility dilaksanakan daring. “Untuk itu 2022 akan dilaksanakan kali pertama kembali dengan pertemuan tatap muka,” kata Ismail Suardi Wekke, scientific committee Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM).

SEAAM sejak 2016 telah melaksanakan student mobility bersama dengan perguruan tinggi di Asia Tenggara, terutama Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ketika dilaksanakan jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga (2016), dari perjalanan tersebut kemudian membawa pada pertemuan International Postgraduate Research Conference pada tahun yang sama di Manado.

Kesamaan keperluan dan juga aktivitas, kemudian 16 perguruan tinggi membentuk SEAAM yang bertahan sampai sekarang. Dalam perkembangannya, SEAAM tidak lagi hanya untuk mahasiswa dan dosen di program studi magister. Tetapi juga menyediakan platform aktivitas bersama dengan mahasiswa secara luas, termasuk dalam kegiatan student mobility.

“Pengembangan wawasan melalui pengenalan Kawasan, menjadi bagian dalam kegiatan student mobility. Sekaligus sebagai daya dukung bagi pelaksanaan Kampus Merdeka,” pungkas Ismail Suardi Wekke.