Koperasi Jasa (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Koperasi, Segera Dikenalkan ke Publik Melalui Peluncuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat dalam melakukan penguatan kelembagaan pasca prosesi pelantikan Rektor yang berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Aula Kampus Andoolo. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah pendirian Koperasi Jasa Rawa Aopa, sebuah unit usaha yang dirancang untuk mendukung ekosistem ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari peta jalan pengembangan institusi yang lebih mandiri. Dalam pernyataan dalam kesempatan yang sama, Ismail menjelaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi simbol kemandirian lembaga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara profesional.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa kami persiapkan sebagai pilar ekonomi yang akan menopang berbagai kegiatan strategis di kampus serta menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh civitas akademika,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan usai kegiatan pelantikan.

Melanjutkan pemaparannya, Ismail juga mengungkapkan secara tidak langsung bahwa persiapan peluncuran perdana koperasi tersebut kini tengah memasuki tahap akhir dan akan segera diperkenalkan secara luas kepada publik dalam waktu dekat dengan target sekitar bulan Syawal. Hal ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperkuat struktur keuangan internal melalui unit bisnis yang legal dan terorganisir.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh regulasi dan struktur manajemen koperasi sudah siap sepenuhnya sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik agar peluncurannya nanti memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegas Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Pada pernyataan di kesempatan yang sama Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa melalui koperasi ini, sinergi antara aspek akademik dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan demi kemajuan IAI Rawa Aopa di masa depan. Beliau berharap unit usaha ini menjadi motor penggerak bagi inovasi-inovasi lain yang sedang direncanakan oleh pihak rektorat dalam masa jabatan baru ini.

“Peluncuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan civitas akademika dan masyarakat luas melalui model ekonomi berbasis keumatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, dimana melantik struktur pejabat di lingkup institusi Rawa Aopa.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi Koperasi, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mematangkan koordinasi internal. Ia menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan langkah konkret pengembangan kelembagaan yang diambil segera setelah pelantikan Rektor baru. Sementara itu, pihak Humas Koperasi mengonfirmasi bahwa persiapan peluncuran perdana kini menjadi prioritas agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami manfaat strategis dari kehadiran Koperasi Jasa Rawa Aopa.

Rapat Koordinasi (ISW)

Sinergi Yayasan dan Pengelola IAI Rawa Aopa Perkuat Tata Kelola Perguruan Tinggi, Gelar Rapat Koordinasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi strategis antara pihak yayasan dan jajaran pengelola perguruan tinggi (Jumat, 16 Januari 2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di Hotel Zam Zam, Andoolo ini dihadiri langsung dan mendengarkan paparan dan pengarahan Dewan Pembina, Al Asri, S.Pd., M.Si., dan Ketua Yayasan Mardan, S.KM., M.Si., guna membahas penguatan institusi dan sinkronisasi program kerja tahun akademik mendatang. 

Sinergi antara kebijakan yayasan dan implementasi di tingkat pengelola menjadi poin utama yang ditekankan untuk memastikan IAI Rawa Aopa tetap relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Pertemuan diawali dengan pengarahan Dewan Pembina yang memesankan untuk pengelola senantiasa tetap berada dalam koridor hukum pendidikan tinggi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dalam kegiatan tersebut memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen internal. Beliau menyatakan bahwa Konsolidasi ini merupakan langkah vital bagi kita semua untuk menyusun peta jalan institusi yang lebih terukur dan berkelanjutan. 

Ismail Suardi Wekke juga menekankan perlunya persiapan penerimaan mahasiswa baru dan juga menargetkan bahwa jurnal yang dikelola oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dalam tahun ini sudah terindeks SINTA. “Penerimaan mahasiswa baru, segera dibuka. Begitu pula, kita beriktiar bersama, supaya jurnal kita sudah terakreditasi,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Menurutnya, koordinasi ini sangat krusial bagi masa depan lembaga. Ismail kembali menegaskan dengan mengatakan, “Pertemuan hari ini adalah momentum emas untuk menyatukan visi antara regulasi yayasan dengan kebutuhan operasional di lapangan secara presisi,” kata Ismail Suardi Wekke. 

Tak hanya itu, ia juga menekankan aspek akuntabilitas dengan menyatakan bahwa pihak rektorat akan memastikan setiap alokasi anggaran dan penataan kepegawaian berjalan selaras dengan standar mutu nasional demi kemajuan mahasiswa di masa depan.

Dalam tinjauan manajerial yang lebih formal, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa efektivitas organisasi pendidikan tinggi sangat bergantung pada koherensi antara perencanaan strategis dan ketersediaan sumber daya yang dialokasikan secara proporsional. Beliau menegaskan bahwa implementasi kebijakan good university governance menuntut adanya integrasi data yang akurat guna meminimalisir asimetri informasi antara pihak yayasan sebagai pemegang kebijakan dan rektorat sebagai pelaksana operasional. 

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa penguatan pilar kepegawaian harus didasarkan pada analisis beban kerja dan pengembangan kompetensi berkelanjutan yang berorientasi pada luaran (output) akademik yang kompetitif. Melengkapi arahan tersebut, Ismail Suardi Wekke turut menyampaikan sejumlah poin strategis melalui pernyataan tidak langsung lainnya. 

Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan administratif merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Beliau juga memaparkan pandangannya mengenai urgensi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan internal agar seluruh staf mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika digitalisasi kampus yang kian masif. Beliau menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin erat antara pembina, yayasan, dan pengelola dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan prestasi IAI Rawa Aopa di masa depan.

Dalam sesi pendalaman, Ismail Suardi Wekke menambahkan tiga pernyataan langsung lainnya untuk mempertegas komitmen institusi. Beliau berujar, “Kita tidak boleh berpuas diri dengan capaian saat ini, karena tantangan global menuntut kita untuk terus melakukan inovasi di sektor perencanaan.” 

Terkait tata kelola keuangan, beliau menegaskan, “Setiap rupiah yang dikelola harus memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan akademik dan fasilitas pendukung bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail memberikan motivasi kepada seluruh pengelola dengan mengatakan, “Dedikasi kita dalam menata kepegawaian hari ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul dari Konawe Selatan.”

PMB 2026 (ISW)

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kabar gembira bagi para calon mahasiswa di manapun berada, khususnya di Sulawesi Tenggara. Mulai hari ini, Senin (19/01/2026), proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka. Jadwal penerimaan mahasiswa baru sampai dengan 31 Agustus 2026.

Penerimaan tahun ini mengusung tema “Inovasi dan Integritas: Menyiapkan Generasi Unggul 2045”, dengan fokus pada penjaringan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi.

Jalur Seleksi yang Tersedia

Terdapat beberapa skema masuk yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa sesuai dengan minat dan prestasinya:

  • Jalur Prestasi (Undangan): Seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi non-akademik tingkat nasional/internasional.
  • Jalur Tes Mandiri: Ujian berbasis komputer yang mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran kognitif.
  • Jalur Beasiswa: Khusus bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Juga bagi yang memenuhi persyaratan untuk menerima KIP Kuliah.
  • Jalur Internasional: Dibuka khusus untuk program PPL & KKA dengan institusi mitra luar negeri semisal di Jepang.

Persyaratan Umum Pendaftaran

Bagi Anda yang berencana mendaftar, berikut adalah dokumen utama yang perlu dipersiapkan:

  1. Scan ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), tamatan sekolah menengah atau Paket C.
  2. Pas foto terbaru.
  3. Kartu Identitas (KTP & Kartu Keluarga).
  4. Sertifikat pendukung (khusus jalur prestasi).

Catatan Penting: Proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring (online) atau datang langsung ke kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Calon mahasiswa diimbau untuk waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi, terutama dari nomor WhatsApp yang tidak dikenal.

Informasi Lebih Lanjut:

Kunjungi situs web resmi di https://rawaaopakonsel.ac.id/2026/01/19/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun-akademik-2026-2027/ atau hubungi Call Center Bagian Informasi dan Data IAI Rawa Aopa tertera di laman website kampus (https://rawaaopakonsel.ac.id/2026/01/18/kontak-dan-narahubung-pendaftaran-mahasiswa-baru/).

FGD dengan UniSZA (ISW)

Perkuat Kolaborasi Regional, Pascasarjana UniZSA Malaysia Gelar Diskusi Terpumpun Bersama Empat Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Program Pascasarjana Universiti Sultan Zainal Abidin (UniZSA) Malaysia memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bersama empat perguruan tinggi dari Indonesia. Pertemuan ini difokuskan pada pendokumentasian dan pemantapan implementasi kerja sama yang mencakup bidang studi lanjut, riset, dan publikasi (Ahad, 18 Januari 2026).

Turut hadir dosen dan pimpinan perguruan tinggi selain UniSZA, juga STAI DDI Makassar, Universitas Muhammadiyah Bima, dan STIT Sunan Giri Bima, bersama-sama dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Moderator dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan pandangan strategis mengenai arah kolaborasi ini. Dalam sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah krusial untuk memastikan perguruan tinggi daerah di Indonesia dapat sejajar dengan institusi global.

Ia menekankan pentingnya integrasi akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Ismail yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana ini menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mempercepat hilirisasi riset agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di kedua negara.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung mengenai visi kolaborasi ini:

“Diskusi ini merupakan kelanjutan, sekaligus upaya kita untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa pascasarjana memiliki akses terhadap literatur dan mentor internasional melalui jaringan UniZSA (Malaysia),” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia memaparkan pentingnya dokumentasi kerja sama yang rapi sebagai basis keberlanjutan program ke depan.

“Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen agar dapat diwujudkan satu MoU. Kita ingin ada output nyata berupa publikasi bersama pada jurnal bereputasi global dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dan anggaran di institusinya kini mulai diprioritaskan untuk mendukung mobilitas akademik lintas negara.

“Internasionalisasi adalah keharusan. Dengan skema pembiayaan yang terencana, kami ingin dosen dan mahasiswa kami memiliki cakrawala berpikir yang luas melalui kolaborasi strategis seperti ini,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi cetak biru bagi kolaborasi pendidikan tinggi di Asia Tenggara, di mana UniZSA dan empat mitra Indonesia tersebut sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk program kerja nyata pada semester mendatang.

Pelantikan PP IAPIM (ISW)

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Atas Pengukuhan PP IAPIM

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan ucapan selamat dan sukses secara resmi atas pengukuhan jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi alumni pesantren tersebut, disampaikan Ismail Suardi Wekke di sela-sela pelaksanaan ujian akhir semester IAI Rawa Aopa (Sabtu, 17 Januari 2026).

Dalam keterangan persnya, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat jejaring alumni pesantren yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menilai bahwa alumni pesantren memiliki keunggulan komparatif karena mampu memadukan kedalaman spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

“Dalam pelbagai kesempatan, alumnus pesantren merupakan bagian dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga alumnus pesantren IMMIM.

Beliau berharap agar amanah yang diemban oleh pengurus baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa organisasi IAPIM menjadi lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Lebih lanjut, ia juga melihat adanya potensi besar bagi kedua belah pihak untuk menjalin sinergi di masa depan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan tinggi.

“Melalui pesantren kita bisa belajar banyak. Ketika duduk di bangku pesantren, saat itu kami mendapatkan peluang belajar banyak hal semisal bahasa Inggris dan Arab sehingga kini mendapatkan pelbagai peluang di tingkat global,” tutur Ismail yang kini juga memegang jabatan sebagai Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Selain urusan akademik, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan pakar serta praktisi dari kalangan alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat literasi Islam dan moderasi beragama, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Pengukuhan ini diyakini akan menjadi titik awal bagi IAPIM untuk semakin solid dalam menjalin ukhuwah antaralumni. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dan pemerintah dalam upaya mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

“Dengan adanya regenerasi ini, menjadi peluang bagi IAPIM untuk tetap berkontribusi bagi pemajuan ilmu pengetahuan,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang menulis disertasi terkait pembelajaran bahasa di Pesantren IMMIM.

Sebagai catatan, tegas Ismail bahwa pesantren menjadi sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada saat yang sama, kita perlu mempertahankan bahwa pesantren menyediakan akses pendidikan yang selama ini tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah dan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga research fellow INTI International University (Malaysia).

Pelantikan Rektor (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rintis Kerjasama Strategis Dengan PW Al Washliyah Sultra

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring kelembagaan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam kesempatan mendatang, IAI Rawa Aopa akan menjajaki rintisan kerjasama strategis dengan pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan ini disampaikan Ismail Suardi Wekke usai turut hadir dalam kegiatan pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Sabtu, 17 Januari 2026) di Hotel Zam Zam, Andoolo. Komunikasi dengan PW Al Washliyah telah terjalin selama ini. “Sehingga kita akan mulai merintis kerjasama yang strategis dan komprehenisf,” ungkap Ismail Suari Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian. 

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaboratif, mulai dari beasiswa pendidikan bagi kader Al Washliyah, penelitian bersama, hingga pemberdayaan masyarakat di wilayah pelosok Konawe Selatan. “Al Washilyah, salah satu kekuatan ormas Indonesia. Untuk itu, menjadi peluang untuk bersinergi dan berjalan bersama untuk kemajuan Indonesia melalui institusi pendidikan tinggi,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Ismail Suardi Wekke, dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk menghadapi tantangan zaman.

“Kerjasama ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan langkah nyata dalam mengintegrasikan potensi akademik kampus dengan basis massa organisasi. IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah memiliki napas yang sama dalam memajukan umat melalui pendidikan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada beberapa agenda krusial yang menyentuh langsung aspek akademik dan sosial. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan literasi keagamaan melalui pengembangan kurikulum dakwah yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer saat ini.

Selain itu, kolaborasi ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah, khususnya bagi mereka yang berada di bawah naungan Al Washliyah, agar mendapatkan peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan tinggi di IAI Rawa Aopa. Di sisi lain, kedua belah pihak juga berencana mengintegrasikan program pengabdian masyarakat melalui skema KKN tematik yang akan difokuskan pada wilayah-wilayah binaan Al Washliyah di Sulawesi Tenggara.

“Kita akans egera bertemu dengan pihak PW Al Washliyah Sultra. Sekaligus berkomitmen untuk segera menindaklanjuti poin-poin kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang lebih teknis. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan IAI Rawa Aopa semakin kokoh sebagai pusat keunggulan (center of excellence) di Sulawesi Tenggara, dan juga dalam dunia akademik global.

IMG-20260116-WA0038

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi dan publikasi ilmiah di tingkat nasional, sebuah langkah teknis diambil melalui inisiasi kerjasama dengan BINUS University. Langkah awal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam undangan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) mengenai strategi penerbitan buku yang berlangsung daring, Kamis (15/1/2025).

Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi penerbitan untuk memetakan tantangan serta peluang dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya jangkau luas. Fokus utama diskusi mencakup integrasi teknologi digital dalam distribusi buku serta standarisasi mutu konten akademik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, akademisi dan yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang turut dalam memberikan pandangannya mengenai teknis persiapan dalam penerbitan buku. Ismail menyampaikan terima kasih atas kesediaan FDCHT Bina Nusantara University (Indonesia) yang menjadi tuan rumah diskusi.

“Kerjasama dengan BINUS University ini merupakan langkah awal dalam mempertautkan potensi akademik dengan keahlian manajerial penerbitan yang modern. Kita tidak hanya bicara soal mencetak kertas, tetapi bagaimana gagasan-gagasan segar dari ruang kelas dan laboratorium dapat dikonversi menjadi literatur yang aksesibel dan diakui secara global,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui diskusi terpumpun ini, diharapkan lahir skema penerbitan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam mendukung program hilirisasi riset di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Ismail memberikan uraian bahwa dengan penerbitan buku ini, bukan sekadar mendokumentasikan pemikiran, melainkan jembatan peradaban.

“Kita punya kesempatan untuk membawa catatan kita, tidak saja dari penelitian, tetapi juga dharma perguruan tinggi dari aspek pembelajaran dan pengabdian masyarakat,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Diskusi ini juga menyoroti peran penting penerbit universitas (university press) dalam menaikkan indeks literasi nasional. BINUS University, dengan reputasi globalnya, dinilai sebagai mitra strategis yang tepat untuk mengembangkan model penerbitan buku yang mampu bersaing di kancah internasional.

Rintisan kerjasama ini direncanakan akan berlanjut pada kegiatan teknis yang mencakup kolaborasi penulisan, penyuntingan bersama, hingga distribusi karya ilmiah populer bagi masyarakat luas. Begitu pula, direncanakan satu kegiatan bersama ASEAN Symposium on Higher Education. Sebuah perhelatan perguruan tinggi Asia Tenggara yang akan dilaksanakan Maret sampai awal April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

IMG-20260114-WA0003

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperingati Dies Natalis ke-IX dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis sekaligus penegasan komitmen institusi dalam memperluas jejaring dan wawasan keilmuan di tingkat global.

Peringatan Dies Natalis IX berlangsung khidmat di Kampus IAI Rawa Aopa, Andoolo, Senin (11/11/2025), dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra strategis institusi.

Dalam sambutannya, Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa usia sembilan tahun merupakan momentum refleksi dan penguatan komitmen institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Sembilan tahun hanyalah sebuah angka. Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T. Setiap capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Al Asri.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, IAI Rawa Aopa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan menyelenggarakan Dialog Publik Internasional. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium Al Asri, Hotel Zam Zam, Andoolo, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber dan peserta lintas negara.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk mitra perguruan tinggi luar negeri IAI Rawa Aopa, seperti Fatoni University (Thailand) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya integrasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pengembangan teknologi digital, strategi kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa dan riset bersama, serta penguatan literasi lintas budaya dan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan global.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia pendidikan tinggi.

“Kolaborasi pendidikan tinggi antar negara adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tinggi. IAI Rawa Aopa telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam membuka ruang diskusi global ini,” kata Ismail.

Menurut Ismail, peringatan Dies Natalis IX ini juga menjadi momentum strategis bagi IAI Rawa Aopa untuk menegaskan visi jangka panjangnya, yakni bertransformasi dari institut menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

“Tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dinilai menjadi indikator kesiapan IAI Rawa Aopa berkontribusi dalam kancah akademik global.

Acara Dies Natalis IX dan Dialog Publik Internasional ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili Asisten II. Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memperkenalkan sejumlah program akademik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penelitian berbasis isu lokal dan global.

Peringatan Dies Natalis IX ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

SEAAM dan IAI Rawa Aopa Bersama Mitra Perguruan Tinggi Mengadakan Diskusi Terpumpun, Mempersiapkan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra perguruan tinggi, SEAAM menggelar Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang digelar daring guna mematangkan persiapan perhelatan akbar ASEAN Symposium on Higher Education.

Pagi ini, Selasa (13/1/2026), mengadakan diskusi terpumpun. Pertemuan ini dihadiri calon mitra jajaran pimpinan perguruan tinggi yang berfokus akan menjadi panitia pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui skema kerja sama lintas negara. Diskusi ini bertujuan untuk memetakan persiapan teknis untuk kegiatan.

Termasuk, tantangan terkini serta peluang kolaborasi riset dan mobilitas mahasiswa di lingkungan ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, yang merupakan Komite Saintifik dalam jaringan akademik ini, menekankan pentingnya sinergi yang konkret antar-institusi pendidikan di Asia Tenggara.

“Simposium ini merupakan pertemuan awal, juga akan menjadi sebuah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa perguruan tinggi di ASEAN mampu menjadi episentrum kemajuan ilmu pengetahuan. Kita perlu menciptakan ekosistem di mana pertukaran ide, publikasi bersama, dan mobilitas akademik dapat berjalan tanpa sekat yang berarti,” ujar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan Research Fellow di INTI Internasional University (Malaysia).

Beliau juga menambahkan bahwa melalui ASEAN Symposium on Higher Education, diharapkan akan menjadi paltform strategis yang dapat diimplementasikan oleh pemangku kebijakan pendidikan di masing-masing negara anggota.
Beberapa poin krusial yang akan menjadi bahasan utama dalam simposium mendatang meliputi: Digitalisasi Pendidikan: Adaptasi kurikulum berbasis teknologi di era transformasi digital. Berikutnya, Mobilitas Akademik: Mempermudah pertukaran dosen dan mahasiswa antar-negara ASEAN.

Demikian pula, Riset Kolaboratif: Mendorong pendanaan dan publikasi riset bersama yang berdampak pada masyarakat regional. Selanjutnya, Standarisasi Mutu: Penyetaraan standar kualitas lulusan agar kompetitif di pasar kerja global.

Kegiatan diskusi terpumpun ini ditutup dengan diskusi jadwal pelaksanaan simposium dan pembentukan tim teknis yang melibatkan mitra perguruan tinggi. Semangat kolaborasi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di kawasan ASEAN. Kegiatan simposium akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret s.d. 3 April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

“Kita akan mengumumkan segera, perguruan tinggi yang akan berpartisipasi saat sudah mendapatkan surat resmi. Hari ini, masih dalam status FGD untuk mendapatkan maklumat terkait dengan kegiatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang merupakan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sesi Diskusi (ISW)

Pemkab Konawe Salurkan Beasiswa Konawe Cerdas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Salah Satu Mitra Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa Konawe Cerdas (Jumat, 9 Januari 2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan studi putra-putri daerah. Sebanyak 60 mahasiswa yang terdaftar di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang merupakan warga Kabupaten Konawe hadir langsung untuk menerima hak mereka.

Sesi Dokumentasi (ISW)
Sesi Dokumentasi (Dok: Ipri Yanti)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Konawe, Fitriani Sunggu, S.IP., mewakili pihak pemerintah daerah. Beliau memastikan bahwa seluruh proses verifikasi hingga penyaluran telah mengikuti prosedur yang ditetapkan. Penyaluran ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Pihak IAI Rawa Aopa juga turut mengawal jalannya acara melalui kehadiran Wakil Rektor III, Sardin, S.Pd.I, M.Pd. Beliau hadir dalam kapasitasnya sebagai pengelola, dosen, sekaligus mendukung aktif dalam Beasiswa Konawe Cerdas. Didampingi oleh dosen pengelola, Ipri Yanti, M.Pd., Sinergi antara birokrasi dan akademisi ini bertujuan agar program beasiswa tepat sasaran dan memberikan dampak akademik yang signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Warek III IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Sardin, memberikan motivasi mendalam kepada para mahasiswa penerima manfaat. Ia menyampaikan bahwa pemberian bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) ini adalah bentuk kepedulian besar Pemda Konawe terhadap pembangunan SDM. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah jalan satu-satunya bagi daerah untuk keluar dari belenggu ketertinggalan di berbagai sektor.

Sejalan dengan hal itu, pihak Kesra Kabupaten Konawe menekankan bahwa komitmen Pemda terhadap sektor pendidikan tidak akan luntur. Kabid Kesra yang hadir mewakili Pemda menyatakan bahwa pelayanan pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama dalam masa pemerintahan saat ini. Pemerintah daerah meyakini bahwa pondasi kemajuan sebuah daerah terletak pada seberapa baik kualitas intelektual masyarakatnya.

Lebih lanjut, Kabid Kesra menyampaikan bahwa pembangunan daerah yang sesungguhnya bukanlah sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata. Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan yang paling hakiki adalah terjadinya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara merata. Oleh karena itu, anggaran beasiswa terus dialokasikan guna memastikan setiap mahasiswa berbakat memiliki kesempatan yang sama untuk sarjana.

Para penerima beasiswa Konawe Cerdas tampak mengikuti arahan dengan saksama sepanjang pertemuan berlangsung. Program ini tidak hanya memberikan bantuan dana, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral bagi para mahasiswa untuk berprestasi. Pihak pengelola beasiswa akan terus memantau perkembangan akademik setiap penerima agar bantuan ini benar-benar memberikan output yang produktif bagi daerah.

Acara yang berlangsung lancar ini ditutup dengan koordinasi teknis mengenai administrasi lanjutan untuk periode semester berjalan. Penyaluran Beasiswa Konawe Cerdas ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam mendukung cita-cita anak muda di Kabupaten Konawe. Semua pihak berharap agar para penerima manfaat dapat segera merampungkan studi dan kembali untuk membangun tanah kelahiran mereka.