Beasiswa UKT (ISW)

Webinar Women in Science, Peserta Aktif Mendapatkan Beasiswa UKT

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Webinar bertajuk “Women in Science: Melangkahi Batas dan Mengukir Prestasi” akan diselenggarakan (Senin, 16 Maret 2026) sebagai wadah akselerasi bagi para mahasiswa dan mahasiswa di bidang kajian interdisipliner. Acara ini bertujuan untuk mematahkan stigma gender dalam dunia penelitian serta mendorong peran perempuan agar lebih berani mengambil posisi strategis di kancah global. Melalui diskusi interaktif, para narasumber berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang bagi ilmuwan perempuan di era modern yang serba digital ini.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung, terbukti dengan banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan kepada para panelis. Penyelenggara menekankan bahwa keterlibatan aktif bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan dalam membangun jaringan profesional sejak dini. Keaktifan ini menjadi tolok ukur utama bagi panitia untuk menyaring peserta yang benar-benar memiliki visi kuat dalam memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, panitia memberikan penghargaan khusus berupa Beasiswa UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi para peserta yang terpilih sebagai peserta paling aktif. Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengejar prestasi akademik maupun riset. Proses seleksi dilakukan secara transparan berdasarkan kualitas kontribusi, pertanyaan, dan partisipasi selama sesi tanya jawab berlangsung.

Dukungan penuh dalam pemberian beasiswa ini datang dari Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai mitra utama penyelenggara. BSN menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan nasional melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar pemberdayaan perempuan di sektor pendidikan tinggi. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara institusi keuangan syariah dan dunia akademik mampu menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan regenerasi ilmuwan di masa depan.

Acara akan ditutup dengan pesan motivasi yang menekankan pentingnya kegigihan dan kolaborasi antarperempuan dalam dunia sains. Dengan adanya dukungan dari Bank Syariah Nasional, diharapkan semakin banyak mahasiswi yang termotivasi untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi penggerak inovasi. Webinar ini menjadi bukti nyata bahwa kesempatan emas selalu terbuka bagi mereka yang berani beraksi dan berkontribusi secara aktif dalam forum-forum ilmiah.

Literacy (ISW)

Research Group Inclusive Financial Literacy, Collaboration between Higher Education of Indonesia and GSB UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The partnership between Indonesian higher education institutions and the Graduate School of Business (GSB) at Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) represents a strategic alliance aimed at tackling one of Southeast Asia’s most pressing economic challenges: financial exclusion. By forming a dedicated Research Group on Inclusive Financial Literacy, these institutions are bridging the gap between academic theory and grassroots economic empowerment. 

This collaboration leverages the diverse economic landscapes of both nations to create a robust framework for understanding how different demographics interact with financial systems. A primary focus of this research group is the digital transformation of finance and its impact on marginalized communities. 

As fintech continues to reshape the Southeast economy, researchers from Indonesia and Malaysia are investigating how digital tools can be made more accessible to small business owners and rural populations. By sharing data and localized insights, the group aims to develop educational modules that are not just theoretically sound, but culturally relevant and easy to implement across different social strata.

The synergy between Indonesian universities and UKM’s GSB provides a unique cross-border perspective that enriches the quality of the research. Indonesia’s vast experience with microfinance and its massive “unbanked” population offers a rich field for study, while UKM provides sophisticated analytical methodologies and a track record of high-impact business research in the region. 

This exchange of intellectual capital ensures that the resulting strategies are comprehensive, accounting for both the macro-economic policies and the micro-level behaviors of consumers. Beyond academic publications, this collaboration is deeply committed to social impact and policy advocacy. The Research Group works to translate complex findings into actionable recommendations for government bodies and financial regulators in both countries. By advocating for “inclusive” literacy, the group emphasizes that financial education is not a one-size-fits-all solution; rather, it must be tailored to address the specific barriers faced by women, youth, and the elderly in the modern economy.

Finally, the partnership between Indonesian Higher Education and GSB UKM serves as a model for regional academic cooperation under the ASEAN umbrella. It fosters a sense of shared responsibility for the region’s financial stability and growth. By cultivating a new generation of researchers who are experts in inclusive finance, the collaboration ensures that the quest for financial literacy remains a priority, paving the way for a more equitable and resilient economic future for both Indonesia and Malaysia.

Petani (ISW)

Beasiswa Bagi Anak Petani, Kerjasama Antara IAI Rawa Aopa dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –

Program beasiswa bagi anak petani merupakan inisiatif strategis yang lahir dari kolaborasi antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA). Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan regenerasi sektor pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. 

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk memutus mata rantai kemiskinan di perdesaan dengan memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi putra-putri petani yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Tujuan utama dari beasiswa ini adalah untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap pembangunan daerah. 

Dengan menempuh pendidikan di IAI Rawa Aopa, para mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Hal ini sangat penting agar setelah lulus nanti, mereka dapat kembali ke kampung halaman untuk mengabdi dan membawa inovasi baru dalam mengelola potensi sumber daya alam di desa masing-masing.

Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) berperan aktif dalam melakukan kurasi dan identifikasi terhadap calon penerima beasiswa agar tepat sasaran. Kerjasama ini memastikan bahwa bantuan pendidikan menjangkau keluarga petani yang benar-benar membutuhkan dukungan untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang sarjana. 

Selain bantuan biaya kuliah, para penerima beasiswa juga seringkali mendapatkan pembinaan khusus mengenai kewirausahaan pertanian dan pengembangan karakter guna mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan di sektor agraris.

Dari sisi institusi, IAI Rawa Aopa menyediakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan tantangan zaman. Dukungan fasilitas pembelajaran dan tenaga pengajar yang mumpuni diharapkan dapat menumbuhkan semangat kritis dan kreatif pada mahasiswa. Sinergi ini juga menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi swasta dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial dengan menjalin kemitraan erat bersama organisasi kemasyarakatan yang fokus pada pemberdayaan sektor akar rumput.

Secara keseluruhan, program beasiswa ini tidak sebatas bantuan finansial, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat petani. Dengan memberikan kesempatan bagi anak petani untuk meraih gelar sarjana, IAI Rawa Aopa dan Gempita sedang membangun fondasi ekonomi perdesaan yang lebih kokoh. 

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi prakarsa untuk turut berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sering terpinggirkan.

70 Tahun Prof Jimly (ISW)

Announcement: The International Seminar “Bridge to Justice”. in Honors to 70 Years of Dedication and Service to Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH., MH.

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The International Seminar “Bridge to Justice: Cross-Border Perspectives on Constitutional Governance”, Jakarta (hybrid) 6-7 April 2026 in honors to 70 Years of dedication and service to Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH., MH.

Welcome to the International Seminar, “Bridge to Justice: Cross-Border Perspectives on Constitutional Governance.” We gather here at a moment in history, where the traditional boundaries of the nation-state are increasingly intersected by global challenges. In Southeast Asia, a region defined by its diverse political systems—ranging from constitutional monarchies to socialist republics—the constitution serves as more than just a legal document; it is the fundamental blueprint for social order and the primary safeguard of collective aspirations.

The “Bridge to Justice” represents our commitment to dialogue over isolation. While each nation maintains its unique legal heritage, the core tenets of constitutionalism—the limitation of power and the protection of fundamental liberties—provide a common language for us to share. This seminar seeks to explore how different jurisdictions within Southeast Asia and beyond interpret these tenets, fostering a comparative environment where we can learn from each other’s successes and setbacks in the pursuit of a stable legal order.

In the current global climate, constitutional governance faces unprecedented pressure. From the rapid integration of digital technologies and AI into the legal sphere to the shifting dynamics of regional security, our “supreme laws” are being tested like never before. This seminar will delve into the complexities of judicial independence, the evolving role of constitutional courts, and the mechanisms through which the rule of law can be upheld in an era of rapid socio-political change.

Furthermore, we recognize that justice is rarely a solitary pursuit. By focusing on cross-border perspectives, we acknowledge that the legal developments in one neighbor often ripple across the entire region. Whether we are discussing environmental regulations, human rights standards, or trade governance, a constitutional framework that looks outward is essential for regional stability. Our goal over these sessions is to identify the “common threads” that can strengthen the fabric of justice across the Southeast Asian landscape.

As we begin this intellectual journey, we invite you to engage with candor and curiosity. The “bridge” we build today is made of ideas, arguments, and shared experiences. We hope that the insights generated here will not remain within these walls but will instead inform policy, inspire legal reform, and ultimately contribute to a more transparent, accountable, and just society for all. Thank you for being a vital part of this essential conversation.

 

ICERTP 2026 (ISW)

UMMA dan Dewan Pendidikan Kab Maros Persiapkan Menggelar ICERTP 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Universitas Muslim Maros bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dengan dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan akan menggelar kembali kegiatan International Conference on Educational Research and Teacher Practice (ICERTP) 2026.

Kegiatan yang sama, ICERTP telah dilaksanakan kali pertama, pada tahun sebelumnya dengan kehadiran mitra dari Tohoku University (Jepang), UCYP University (Malaysia), dan Necmettin Erbakan University (Turkiye).

Pelaksanaan ICERTP juga akan menyertakan sesi paralel menjadi ajang “Forum Literasi Keuangan Syariah” yang dilaksanakan bersama dengan perbankan dan juga institusi keuangan, diantaranya Bank Aladin Syariah, Koperasi Syariah Bakti Hurriyah, dan CIDES ICMI.

Komite Saintifik ICERTP, Ismail Suardi Wekke, yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, menyampaikan bahwa ini merupakan platform kerjasama yang menjadi fasilitasi Dewan Pendidikan Kab Maros bagi perguruan tinggi. “Tidak lagi sebatas perguruan tinggi di Maros saja, tetapi juga dengan perguruan tinggi regional Sulawesi Selatan,dan Asia Tenggara,” tutur Ismail.

Selanjutnya, kegiatan ICERTP akan diteruskan dengan agenda rutin yang juga menjadi wadah bagi penelitian kolaboratif. Sejak awal, ICERTP telah mendapatkan dukungan Tohoku University (Jepang) dan BOLT (mitra kolaborasi dalam pengajaran dan pembelajaran yang didirikan di Jepang).

“Terima kasih atas dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Graduate School of Business, sehingga kegiatan ICERTP bisa terlaksana kembali tahun ini. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, siap untuk menjadi bagian kegiatan ini dan turut menyukseskannya,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa,

Digital Thinking (ISW)

Pengumuman Workshop dan ToT Digital Thinking, Maros, 17 Maret 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Turikale – Kami mengundang pelaksana (panitia pelaksana dan panitia pengarah; dan mitra) pengabdian masyarakat untuk hadir di Maros. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2026 (14.00 – 18.30) bertempat di LPK Salewangang Indonesia, kegiatan akan diakhiri dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan makan malam.

Fokus utama kita adalah memperkuat langkah-langkah pengabdian di lapangan. Kita akan belajar cara bekerja yang lebih efektif dan modern. Dunia saat ini sudah berubah ke arah serba digital. Pengabdian masyarakat pun tidak boleh tertinggal di belakang. Kegiatan ini bertujuan membekali Anda dengan pola pikir digital yang praktis. Anda akan belajar bagaimana teknologi mempermudah proses pemberdayaan warga.

Peserta akan dipandu memahami langkah-langkah integrasi teknologi yang tepat. Mulai dari perencanaan program hingga pelaporan hasil kerja secara sistematis. Tidak perlu khawatir dengan istilah teknis yang rumit. Semua materi akan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipraktikkan.

Kegiatan ini didukung oleh PT. Solusi Teknologi Insani (STI) yang merupakan Google for Education partner. STI akan menjadi fasilitator dalam workshop ini, sekaligus akan menjadi mitra dalam implementasi lapangan saat kegiatan nanti. Kegiatan ini sebagai awal dalam kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga pendidikan dalam pengabdian masyarakat kolaboratif.

Sesi Training of Trainers (ToT) juga akan diadakan secara khusus. Tujuannya agar setelah kegiatan bisa mengajarkan kembali ilmu ini kepada rekan sejawat. Kita ingin menciptakan jaringan pengabdi yang melek teknologi di seluruh wilayah. Semangat kolaborasi adalah kunci utama kesuksesan acara ini.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk meningkatkan kualitas pengabdian Anda. Mari jadikan program pengabdian kita lebih berdampak luas bagi masyarakat. Sampai jumpa di Maros untuk memulai transformasi digital bersama. Kami tunggu kehadiran dan kontribusi terbaik Anda.

Asia Tenggara (ISW)

Pengumuman: IAI Rawa Aopa Akan Siap Gelar Simposium Perguruan Tinggi Islam se-Asia Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menjadi bagian pertemuan akademisi regional dengan rencana penyelenggaraan Simposium Perguruan Tinggi Islam se-Asia Tenggara. Perhelatan akbar ini dirancang untuk memperkuat jejaring intelektual serta merumuskan arah pendidikan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini selain sebagai sebuah wadah silaturahmi, juga sebuah ikhtiar besar untuk memposisikan institusi di kancah internasional. Beliau menegaskan bahwa simposium ini akan menjadi momentum bersejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk menunjukkan dedikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

“Kami berkomitmen menjadikan simposium ini sebagai jembatan kolaborasi bagi seluruh perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di Jakarta (Selasa, 10 Maret 2026). Ia menambahkan bahwa sinergi antarlembaga pendidikan sangat krusial untuk menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif. “Ini adalah langkah nyata kami dalam mendorong internasionalisasi kampus serta memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa persiapan teknis dan substansi materi sedang dimatangkan oleh tim internal agar acara dapat berjalan maksimal. Ia menyebutkan bahwa topik yang akan diangkat bakal menyentuh isu-isu kontemporer, mulai dari digitalisasi pendidikan hingga moderasi beragama di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, output dari pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang berdampak luas bagi kebijakan pendidikan Islam di masa depan.

Dalam pernyataan penutup, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh elemen akademis untuk menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang emas bagi daerah. “Kita ingin berpartisipasi bahwa dari Konawe Selatan, kita bisa memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan bagi dunia Islam di Asia Tenggara,” pungkasnya penuh optimisme.

Jurnalistik (ISW)

Pesantren Jurnalistik, Amaliah Ramadhan dengan Belajar Menulis

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –

Kegiatan Pesantren Jurnalistik menjadi kegiatan dalam mengisi agenda Amaliah Ramadhan, mengubah rutinitas ibadah menjadi lebih produktif dan kreatif. Alih-alih hanya berfokus pada hafalan teks keagamaan secara konvensional, para santri diajak untuk mengeksplorasi makna spiritualitas melalui untaian kata. 

Diprakarsai bersama Kreasi Communication dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, didukung oleh pelbagai media nasional, dilaksanakan kegiatan Pesantren Jurnalistik (daring). Insya Allah dilaksanakan, Ahad, 15 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta).

Pesantren Jurnalistik (ISW)
Pesantren Jurnalistik (ISW)

Program ini mempertemukan kedalaman nilai-nilai Islam dengan keterampilan literasi modern, sehingga Ramadhan tidak hanya menjadi momen transformasi batin, tetapi juga ajang pengembangan kapasitas intelektual. Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali dengan teknik dasar penulisan, mulai dari cara menentukan sudut pandang berita hingga seni merangkai opini yang berbobot. 

Belajar menulis di bulan puasa menuntut konsentrasi yang unik; di tengah rasa lapar dan dahaga, para santri dilatih untuk tetap tajam dalam berpikir dan jernih dalam menuangkan gagasan. Proses kreatif ini menjadi bentuk “tadabbur” masa kini, di mana setiap fenomena Ramadhan yang mereka lihat di sekitar dipotret ke dalam tulisan yang inspiratif dan informatif.

Selain teknik penulisan berita, Pesantren Jurnalistik juga menekankan pentingnya etika komunikasi atau adabul lisan dalam bentuk teks. Di era informasi yang serba cepat ini, santri diajarkan untuk menjadi penyaring berita bohong (hoaks) dan penebar narasi positif yang menyejukkan. Melalui bimbingan mentor, mereka memahami bahwa setiap huruf yang diketik adalah tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan, selaras dengan semangat kejujuran yang diajarkan dalam ibadah shaum.

Hasil dari proses belajar ini biasanya dituangkan dalam bentuk karya nyata, seperti buletin Ramadhan, majalah dinding masjid, hingga konten kreatif di media sosial. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi para santri saat melihat gagasan mereka dapat dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain. 

Dengan menulis, pesan-pesan kebaikan yang mereka pelajari selama bulan suci tidak akan menguap begitu saja setelah Idul Fitri tiba, melainkan terdokumentasi secara abadi dan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Pada akhirnya, Pesantren Jurnalistik dalam rangkaian Amaliah Ramadhan ini berhasil menciptakan generasi muda yang melek media dan religius secara bersamaan. 

Menulis menjadi sarana dakwah kontemporer yang sangat efektif di tangan para santri yang terampil. Dengan berakhirnya program ini, diharapkan kegemaran membaca dan menulis terus berlanjut sebagai gaya hidup, menjadikan literasi sebagai salah satu pilar utama dalam membangun peradaban Islam yang lebih maju.

Women in Science (ISW)

Pengumuman: Webinar Ramadhan “Women in Science”

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Bank Syariah Nasional (Cabang kendari) melaksanakan inisiatif bersama Webinar “Women in Science”.

Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sembari memperkuat nilai-nilai spiritual. Menanggapi semangat tersebut, kami dengan bangga mengundang Bapak/Ibu, rekan-rekan mahasiswa, dan pemerhati isu gender dalam dunia akademik untuk bergabung dalam Webinar Ramadhan bertajuk “Women in Science: Menyeimbangkan Intelektualitas dan Spiritualitas”. Acara ini dirancang sebagai wadah diskusi inklusif untuk merayakan peran penting perempuan dalam memajukan batas-batas ilmu pengetahuan.

Webinar ini bertujuan untuk menyoroti kontribusi luar biasa para ilmuwan perempuan dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dasar hingga teknologi terapan. Kita akan mendengarkan kisah inspiratif tentang bagaimana mereka menavigasi tantangan di lapangan kerja yang sering kali didominasi oleh laki-laki, serta cara mereka menjaga integritas profesional di tengah tanggung jawab sosial dan domestik. 

Fokus utama kami adalah memberikan gambaran nyata bahwa keterlibatan perempuan dalam riset bukan hanya soal representasi, melainkan kebutuhan krusial untuk inovasi yang lebih beragam. Selain membahas aspek profesional, sesi ini juga akan menyentuh sisi spiritual yang relevan dengan suasana Ramadhan. Kita akan mendiskusikan bagaimana mengejar ilmu pengetahuan dipandang sebagai bentuk ibadah dan bagaimana nilai-nilai kesabaran serta ketekunan dalam riset selaras dengan esensi berpuasa. 

Para pembicara akan berbagi tips praktis mengenai manajemen waktu dan menjaga kesehatan mental agar tetap produktif selama bulan suci, sehingga peserta dapat meraih keberkahan ganda, baik secara intelektual maupun rohani. Acara ini akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada akhir Ramadhan mendatang (Senin, 16 Maret 2026; Pukul 15.30-17.30 WITA). 

Kami telah menyiapkan panel pembicara yang terdiri dari akademisi senior, peneliti muda yang berdedikasi, serta praktisi industri yang akan dipandu oleh moderator berpengalaman. Peserta tidak hanya akan mendapatkan wawasan baru, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring profesional dan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam diskusi yang mencerahkan ini.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai peran perempuan dalam ekosistem sains global. Segera daftarkan diri Anda melalui tautan resmi yang tertera pada poster di bawah ini karena kuota peserta sangat terbatas. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai langkah awal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih setara, suportif, dan penuh berkah bagi seluruh ilmuwan di masa depan.

Nantinya, catatan dan hasil diskusi akan dipublikasikan melalui Penerbit Rawa Aopa Konawe Selatan https://penerbit.rawaaopakonsel.ac.id.

AI (ISW)

International Seminar, Understanding AI and The Contemporary IT Development; Yogyakarta-Makassar-Andoolo (hybrid), 2-4 March 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan with a kind collaborative host from STEBI Al Muhsin Yogyakarta and Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam HMI Cabang Makassar Timur will conduct International Seminar.

The seminar will be run from Yogyakarta-Makassar-Andoolo (hybrid). The seminar gain a support from Universitas Jakarta, DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, HMI Cabang Konawe Selatan, and Forum Anggota Mahasiswa Persatuan Insinyur Indonesia (FAM PII) Universitas Hasanuddin.