Skip to main content

Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap mempertahankan jangkauan akademiknya. Kampus ini akan menggelar program Student Mobility 2026 yang melintasi tiga negara jiran: Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyebutkan bahwa lawatan akademik ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, merentang dari 26 Oktober hingga 4 November 2026. Ismail, yang juga duduk sebagai Komite Saintifik Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), menyatakan program ini dirancang melampaui batas kunjungan institusional biasa.

Ada gagasan esensial yang diusung dalam muhibah ini: Panca Dharma.

Jika perguruan tinggi di Indonesia berpijak pada pilar Tri Dharma — pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat — IAI Rawa Aopa mendorong perluasan konsep tersebut menjadi lima pilar. “Selain dalam kegiatan kunjungan, program ini mengintegrasikan Tri Dharma dengan pengembangan diri dan publikasi. Untuk itu disebut Panca Dharma,” kata Ismail.

Penambahan dua elemen krusial, yakni pengembangan kapasitas personal dan kewajiban publikasi, dirancang untuk merespons dinamika pendidikan tinggi. Lewat perjalanan melintasi semenanjung ini, para peserta dituntut untuk tidak hanya menyerap praktik baik dari institusi di tiga negara, tetapi juga menghasilkan luaran akademik yang nyata sekembalinya ke tanah air.

Langkah ini menjadi penegasan komitmen IAI Rawa Aopa. Sebuah manuver strategis dari Konawe Selatan untuk mencetak sivitas akademika yang tidak sekadar jago kandang, melainkan adaptif dan membumi di panggung Asia Tenggara.