Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Timur Indonesia terus mendapat perhatian serius. Sebagai langkah nyata, Yayasan SMILE Tanah Papua mulai menjalin sinergi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara. Kerjasama ini difokuskan pada program akselerasi pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penguatan literasi bagi generasi muda Papua.
Sinergi ini lahir dari kesadaran bersama bahwa tantangan geografis dan aksesibilitas pendidikan di Tanah Papua memerlukan kolaborasi lintas lembaga dan lintas wilayah. Dengan menggandeng institusi akademis seperti IAI Rawa Aopa, diharapkan terjadi pertukaran gagasan serta implementasi program yang lebih terukur.
Beberapa poin utama dalam kerjasama ini meliputi diantaranya pemberian beasiswa: skema bantuan pendidikan bagi putra-putri Papua untuk menempuh studi lanjut. Bergitu pula, Peningkatan Kompetensi Guru: Pelatihan metode pengajaran inovatif bagi tenaga pendidik di daerah terpencil. Terakhir, Literasi Digital: Pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk ekonomi kreatif.
Akademisi sekaligus praktisi pendidikan yang mengawal inisiatif ini, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini sebagai langkah awal, juga akan menjadi langkah konkret untuk menjemput masa depan Papua yang lebih cerah.
“Pengembangan SDM di Tanah Papua tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita memerlukan ekosistem yang saling mendukung. Sinergi antara Yayasan SMILE dan IAI Rawa Aopa adalah jembatan ilmu pengetahuan yang menghubungkan potensi lokal dengan standar akademik yang mumpuni. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas demi kemajuan bangsa,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Sementara itu, Yayasan SMILE Tanah Papua yang baru saja didirikan pada desember yang lalu menyampaikan bahwa kerjasama ini dapat menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk bersama-sama turut berkontribusi. Dengan SDM yang unggul, pengelolaan potensi alam Papua diharapkan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat Papua.
Implementasi program perdana dari sinergi ini dimulai pada awal semester ini, dengan fokus awal pada pemetaan kebutuhan pendidikan di wilayah pesisir dan pegunungan. Kemudian menawarkan bagi alumnus sekolah menengah untuk menempuh pendidikan sarjana dengan metode belajar hybrid pada program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan juga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) pada Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.
