Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bersama Kepala Desa Sambahule menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban kebakaran rumah di lokasi kebakaran, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (4/8/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum HMJ HTN IAI Rawa Aopa, Hendarwan Supriyadi, dan diterima oleh Ibu Neni Astrianingsih, istri dari Ali Takdir, yang rumahnya hangus dilalap api.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Penyaluran bantuan juga menjadi wujud sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan Pemerintah Desa Sambahule dalam membantu warga yang membutuhkan.
Ketua Umum HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Hendarwan Supriyadi, berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga korban.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban dan menjadi bukti bahwa kepedulian serta gotong royong masih hidup di tengah masyarakat,” ujar Hendarwan.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen HMJ HTN IAI Rawa Aopa untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Sementara itu, keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa bersama Pemerintah Desa Sambahule atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Kepala Desa Sambahule turut mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah bersinergi dengan pemerintah desa dalam membantu warganya yang tertimpa musibah.
Melalui kegiatan ini, HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian.
Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Sambahule diharapkan dapat memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
