IMG-20260411-WA0013

Jajaki Kerjasama, Pertemuan Awal Satu University IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara mempertahankan spirit kolaborasi lintas institusi. Baru-baru ini, Satu University melakukan kunjungan awal guna menemui jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan awal ini menjadi momentum krusial dalam menginisiasi rencana kerja sama strategis yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini membahas berbagai potensi integrasi program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset antar-dosen. Kedua belah pihak sepakat bahwa tantangan pendidikan di era digital memerlukan tangan-tangan yang saling menggenggam agar mampu menghadirkan kualitas lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring institusi. Ia menekankan bahwa sinergi antara universitas umum dan institut berbasis keagamaan akan menciptakan perpaduan keilmuan yang unik dan komprehensif bagi para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangannya secara lugas.

“Pertemuan ini merupakan fondasi awal bagi kami untuk menyatukan visi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap setiap peluang inovasi yang dibawa oleh Satu University.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan segera bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” lanjutnya dengan optimis.

Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya bersama dengan menyatakan, “Sinergi antara Satu University dan IAI Rawa Aopa adalah kunci untuk menciptakan akselerasi dalam bidang penelitian dan pengabdian di tingkat lokal maupun nasional”.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan kampus di masa depan. Ia menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi segala bentuk administrasi dan perencanaan keuangan guna mendukung program kerja sama yang akan disepakati nantinya.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar implementasi kolaborasi dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Ismail juga memaparkan bahwa integrasi sistem pendidikan antara kedua lembaga ini diharapkan mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi yang saat ini tengah dihadapi oleh dunia akademis di Indonesia.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan rencana kerjasama yang lebih detail. Baik Satu University maupun IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap agar kerja sama ini dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260411-WA0008

Gelar FGD, IAI Rawa Aopa dan FISIP Unibos Fokus pada Penguatan Riset dan Pengabdian

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam memperluas jejaring institusional. Terbaru, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bosowa (Unibos) guna menginisiasi rencana kerjasama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di antai 7 Gedung Rektorat Universitas Bosowa, Jumat (10/4/ 2026).

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sulawesi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi menuju standar keunggulan yang lebih tinggi.

Beliau menyampaikan bahwa pertemuan dengan FISIP Unibos merupakan langkah awal yang konkret untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif dan kolaboratif.

Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa melalui sinergi ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap praktik terbaik dari Unibos guna memperkuat tata kelola lembaga yang mandiri dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan antarlembaga dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.

“Kami melihat FISIP Unibos sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan ilmu sosial, sehingga kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi mahasiswa dan dosen kami,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan FGD tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa rencana kerjasama ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan diimplementasikan melalui program-program nyata.

“Fokus utama kami adalah bagaimana inisiasi ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk pertukaran dosen serta kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan dan sekitarnya,” tutur Ismail dengan nada optimis.

Beliau juga menambahkan sebuah harapan besar agar kesepakatan ini menjadi pintu pembuka bagi inovasi-inovasi akademik lainnya. “Saya berharap penandatanganan nota kesepahaman nantinya menjadi momentum sejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Pihak FISIP Unibos menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk berbagi sumber daya serta pengalaman demi kemajuan bersama. Diskusi tersebut juga mencakup rencana pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan program pengabdian masyarakat lintas provinsi. Dengan adanya pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk segera menyusun draf perjanjian kerjasama teknis yang akan ditandatangani dalam waktu dekat sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa depan.