IMG-20260409-WA0047

Targetkan Predikat Unggul, IAI Rawa Aopa Adopsi Tata Kelola Kampus Modern di Bandung

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam meningkatkan mutu institusi melalui kunjungan strategis ke dua perguruan tinggi terkemuka di Bandung, Jawa Barat. Pada Kamis, 9 April 2026, delegasi IAI Rawa Aopa menyambangi Telkom University dan Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama dengan perguruan tinggi dari Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara guna melaksanakan program benchmarking dalam upaya akselerasi menuju predikat perguruan tinggi unggul.

Kunjungan ini berfokus pada penguatan tata kelola universitas, pengembangan ekosistem digital, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan kemajuan teknologi modern. Pihak IAI Rawa Aopa disambut hangat oleh jajaran pimpinan kedua universitas tersebut, yang membuka ruang diskusi lebar terkait manajemen perencanaan dan keuangan berbasis efisiensi tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar institusi untuk bertransformasi secara fundamental. Ismail menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memilih Telkom University dan Unisba karena kedua kampus tersebut memiliki reputasi yang sangat solid dalam bidang tata kelola serta integrasi ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait visi kunjungan tersebut. “Kami datang ke Bandung untuk menyerap energi inovasi dan standarisasi internasional yang telah diterapkan dengan sukses di Telkom University dan Unisba,” ujar Ismail di sela-sela pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen IAI Rawa Aopa untuk mencapai predikat unggul bukan sekadar wacana, melainkan target terukur yang harus segera diwujudkan. “Akselerasi menuju perguruan tinggi unggul menuntut kami untuk belajar dari yang terbaik, sehingga sistem perencanaan dan keuangan kami bisa lebih akuntabel serta progresif,” tegasnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke memaparkan beberapa poin penting secara tidak langsung mengenai tindak lanjut dari kunjungan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil dari diskusi di Bandung akan segera diadaptasi menjadi instrumen kebijakan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Ismail juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi lintas institusi ini dapat melahirkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas utama yang dipelajari guna mendukung efisiensi birokrasi kampus di masa depan.

Melalui benchmarking ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat mengimplementasikan standar-standar baru yang ditemukan di Telkom University dan Unisba untuk memperkuat daya saing di tingkat nasional. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Young Scholar (ISW)

IYSSAMB 2026 as The Pillar for Fostering Collaboration in Research and Publication

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), serves as a pillar to bridge between undergraduate curiosity and professional academic rigor. By positioning itself as a collaborative ecosystem, it transforms the often-intimidating world of research into an accessible, mentored experience.

The Core Mission: Collaboration & Mentorship

Unlike traditional conferences that focus purely on the final result, the YSS emphasizes the process. It functions as a “sandbox” where students can test their theories under the watchful eye of experienced academics.

  • Student-Led, Faculty-Guided: While students take the lead in data collection and drafting, lecturer supervision ensures that the methodology remains sound and the conclusions are grounded in existing literature.
  • Peer-to-Peer Synergy: The platform encourages students from different disciplines to cross-pollinate ideas, fostering a community of practice rather than a siloed competitive environment.

Training Ground for Publication

One of the most significant barriers for young researchers is the “black box” of academic publishing. The YSS demystifies this through structured training:

  1. Drafting & Formatting: Students learn the nuances of IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) structures.
  2. The Peer-Review Cycle: Participants often receive constructive feedback that mimics the professional peer-review process, allowing them to refine their work before it hits a public repository.
  3. Ethics and Integrity: Training includes critical modules on plagiarism, citation standards, and ethical data handling.

Breaking Barriers: The “Free” Advantage

Financial constraints often prevent talented students from participating in high-tier symposiums. By remaining free of charge, the Young Scholar Symposium ensures that:

  • Inclusivity is prioritized over institutional wealth.
  • Meritocracy thrives, as the quality of the research is the only “currency” required for entry.
  • Open Access principles are instilled in students early, viewing knowledge as a public good rather than a gated commodity.

Impact on Career After Graduation

Participating in the symposium isn’t just about adding a line to a CV; it’s about building the “Soft Skills” of Science:

  • Public Speaking: Defending a thesis in front of an audience builds immense confidence.
  • Networking: Connecting with lecturers and peers can lead to future graduate school recommendations or joint research ventures.
  • Professional Identity: Students begin to see themselves not just as “learners,” but as active contributors to the global knowledge base.

The Symposium will serve as a catalyst, turning student potential into scholarly presence by removing the price tag and adding the guidance.