IMG-20260402-WA0029

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tegaskan Keperluan Jejaring Internasional dalam ASHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Semangat integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui perhelatan “Indonesia-Malaysia Week of Academic Friendship”. Agenda besar ini menjadi panggung bagi para akademisi dan mahasiswa melalui dua kegiatan utama, yakni ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026 dan ASEAN Student Leadership Forum.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dengan Pusat Strategi PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta mendapat dukungan diantaranya dari Bina Nusantara University (Jakarta).

“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah mendukung, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia dan Bina Nusantara University (Jakarta),” kata Ismail Suardi Wekke, usai pertemuan daring dengan pihak UKM, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan jejaring intelektual yang lebih solid di antara negara-negara serumpun, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Keterlibatan institusi dari berbagai wilayah, termasuk partisipasi aktif dari perwakilan perguruan tinggi di daerah, menunjukkan bahwa semangat persahabatan akademik ini telah merambah luas melampaui batas administratif dan geografis.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut memberikan pandangannya mengenai nilai strategis kolaborasi ini. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi di ASEAN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia secara global.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk belajar sekaligus berbagi praktik terbaik dalam tata kelola akademik. Ia juga menekankan bahwa melalui forum kepemimpinan mahasiswa, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan regional yang inklusif dan progresif.

Lebih lanjut, dalam wawancara di sela-sela pertemuan daring, Ismail menyampaikan aspirasinya secara lugas bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. “Kegiatan persahabatan akademik ini adalah jembatan emas bagi kampus-kampus di pelosok Indonesia untuk meraih standar internasional melalui kemitraan strategis dengan Malaysia,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mobilitas intelektual bagi dosen dan mahasiswa demi memperkaya perspektif keilmuan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bina Nusantara University dan peran SEAAM yang konsisten membuka ruang bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat ASEAN,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan penekanan pada dampak jangka panjang dari pertemuan ini. “Ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan investasi peradaban untuk memastikan Asia Tenggara menjadi pusat keunggulan akademik dunia,” pungkasnya.

ASHE 2026 adalah salah satu rangkaian Indonesia-Malaysia Week dan forum kepemimpinan tersebut, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi kebijakan pendidikan yang aplikatif. Kerjasama antara SEAAM dan PERMATA UKM ini diproyeksikan akan terus berlanjut menjadi program rutin yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih dinamis di kawasan ASEAN.

Strategi IAI Rawa Aopa Tingkatkan Mutu Kampus Lewat Kemitraan dengan PT Sarajevo

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring global melalui rencana ekspansi kerja sama ke wilayah Eropa Tenggara. Institusi yang berbasis di Konawe Selatan ini kini tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan di level internasional.

“Kita sementara berdikusi intensif dengan perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia – Herzegovina, untuk melaksanakan kemitraan perguruan tinggi,” paparan awal Ismail Suardi Wekke sekaitan dengan aspek pengembangan program studi ekonomi syariah, di Andoolo, Rabu (1/4/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari desain besar pengembangan kampus. Ia menyatakan bahwa Sarajevo dipilih karena memiliki akar sejarah dan tradisi akademik yang kuat, terutama dalam studi keislaman dan kemanusiaan yang relevan dengan visi IAI Rawa Aopa. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak diharapkan dapat saling bertukar perspektif dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kami memandang Sarajevo sebagai mitra strategis yang memiliki kemiripan nilai kultural sekaligus keunggulan akademik di wilayah Balkan untuk memperkuat posisi institusi kami,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan mengenai rencana tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mencakup berbagai aspek fundamental pendidikan tinggi.

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan bahwa dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki wawasan global yang inklusif dan kompetitif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya implementasi yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen agar rencana ini segera dituangkan dalam dokumen kerja sama resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara mendalam mengenai teknis dan arah kebijakan yang akan diambil. Beliau menyampaikan bahwa penjajakan ini bertujuan untuk membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, yang nantinya akan memberikan pengalaman belajar di lingkungan internasional bagi seluruh komponen kampus.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kolaborasi riset antarnegara menjadi salah satu poin utama dalam draf kerja sama tersebut guna meningkatkan jumlah publikasi ilmiah IAI Rawa Aopa di jurnal bereputasi internasional. Terakhir, beliau menguraikan bahwa rencana ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi IAI Rawa Aopa menuju universitas yang memiliki rekognisi internasional, sejalan dengan rencana strategis pengembangan kepegawaian dan infrastruktur akademik.

Rencana kolaborasi ini disambut positif oleh berbagai pihak di lingkungan kampus. Dengan terjalinnya kemitraan dengan perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. Kerja sama lintas benua ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran serta mempererat hubungan diplomatik melalui jalur pendidikan antara Indonesia dan Bosnia-Herzegovina.