IMG-20260401-WA0028

Sinergi Kampus dan Rakyat: Pasar Potoro Jadi Pusat Riset Mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Rawa Aopa

Kabar Panrita.com, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan terobosan signifikan dalam menyambut tahun akademik baru. Program Studi Ekonomi Syariah kini secara resmi mengintegrasikan Pasar Rakyat Potoro sebagai laboratorium pembelajaran lapangan bagi para mahasiswa.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga memahami dinamika transaksi ekonomi riil yang bernafaskan nilai-nilai islami di tengah masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kesiapan menyambut mahasiswa baru tahun ini ditandai dengan penguatan fasilitas praktik yang aplikatif.

Menurutnya, keberadaan Pasar Rakyat Potoro akan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana etika bisnis syariah diimplementasikan dalam skala ekonomi kerakyatan.

“Pasar Rakyat Potoro menjadi laboratorium terpadu,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Potoro, usai meninjau akselerasi pasar, Rabu (1/4/2026).

Ia menyatakan bahwa kampus berkomitmen penuh untuk menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, di mana pasar tradisional menjadi pusat riset dan pengembangan kemitraan strategis. Dalam sebuah kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai peran laboratorium hidup ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki kepekaan terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat melalui kehadiran laboratorium di Pasar Rakyat Potoro ini,” ujar Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan pedagang pasar akan menciptakan ekosistem pendidikan yang saling menguntungkan.

“Laboratorium ini bukan sekadar tempat observasi, melainkan ruang pengabdian di mana mahasiswa memberikan edukasi terkait tata kelola keuangan syariah kepada para pedagang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pembelajaran tinggi. “Kesiapan kami menerima mahasiswa baru adalah janji kualitas, di mana teori di bangku kuliah akan langsung diuji dengan realitas pasar yang dinamis,” pungkas Ismail.

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kurikulum Prodi Ekonomi Syariah telah dirancang sedemikian rupa agar jadwal perkuliahan terintegrasi dengan aktivitas di pasar tersebut.

Beliau menyampaikan pula bahwa pihak rektorat telah menjalin koordinasi dengan pengelola pasar guna menjamin kenyamanan dan keamanan mahasiswa selama melakukan praktik lapangan.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa melalui laboratorium ini, IAI Rawa Aopa bercita-cita mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mahir dalam melakukan pendampingan ekonomi syariah di tingkat akar rumput.

Dengan adanya fasilitas laboratorium di Pasar Rakyat Potoro, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis dapat menarik minat calon mahasiswa yang menginginkan pengalaman belajar yang nyata dan berdampak luas.

Penggabungan antara tradisi pasar rakyat dan prinsip ekonomi modern berbasis syariah ini diharapkan mampu melahirkan inovator-inovator ekonomi baru dari Sulawesi Tenggara.

Pendidikan slam (ISW)

Menyongsong 67 Tahun AGH Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Undangan Menulis Terkait Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menjelang capaian usia 67 tahun AGH Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A., dunia pendidikan Islam di Indonesia seakan diingatkan kembali pada sosok yang mampu menjembatani kedalaman tradisi pesantren dengan ketajaman analisis akademis modern. Beliau bukan sekadar tokoh agama, melainkan arsitek pemikiran yang gigih memperjuangkan moderasi dan inklusivitas. Melalui undangan menulis ini, kita diajak untuk merefleksikan bagaimana gagasan-gagasan beliau telah mewarnai kurikulum kehidupan, di mana nilai-nilai spiritualitas tidak pernah dipisahkan dari semangat kemajuan intelektual.

Pendidikan Islam dalam kacamata Prof. Nasaruddin Umar selalu menitikberatkan pada aspek humanisasi dan spiritualitas yang mendalam. Beliau sering menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga transformasi karakter (transformation of character). Di bawah kepemimpinan dan pengaruh pemikirannya, institusi pendidikan Islam didorong untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mahir dalam ilmu tekstual keagamaan, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

Salah satu kontribusi monumental beliau yang patut diulas dalam tema pendidikan adalah pengarusutamaan kesetaraan gender dalam bingkai teologi Islam. Melalui karya-karya akademisnya, beliau membuktikan bahwa pendidikan Islam yang autentik adalah pendidikan yang membebaskan dan menghargai martabat setiap insan tanpa sekat gender. Bagi beliau, akses pendidikan yang merata adalah kunci untuk membangun peradaban Islam yang kuat, di mana perempuan dan laki-laki berdiri sejajar sebagai subjek pembangunan intelektual yang beradab.

Lebih lanjut, kiprah beliau di Masjid Istiqlal sebagai Imam Besar telah mengubah wajah rumah ibadah menjadi pusat pendidikan peradaban. Program-program pendidikan kader ulama yang beliau inisiasi mencerminkan visi tentang pentingnya mencetak pemimpin agama yang berwawasan global namun tetap mengakar pada tradisi luhur Nusantara. Di tangan beliau, pendidikan Islam tampil sebagai instrumen perdamaian, yang mampu menjawab tantangan radikalisme dengan pendekatan tasawuf yang menyejukkan dan dialog antarumat beragama yang konstruktif.

Menginjak usia 67 tahun, dedikasi AGH Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar tetap menjadi obor bagi para pendidik dan pencari ilmu di tanah air. Undangan menulis ini merupakan momentum bagi kita semua untuk mendokumentasikan jejak pemikiran beliau, sekaligus membedah relevansi metodologi pendidikan yang beliau tawarkan di era disrupsi digital ini. Semoga melalui refleksi karya ini, kita dapat terus merawat warisan intelektual beliau demi masa depan pendidikan Islam yang lebih mencerahkan, moderat, dan berdampak bagi kemanusiaan universal.

Editor
Muhammad AKbar
Ismail Suardi Wekke

IMG-20260401-WA0007

Tali Silaturahmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Wakil Bupati Konsel di Momentum Syawal

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum hangat Bulan Syawal 1447 H, jajaran pengurus Yayasan bersama pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah demi kemajuan sumber daya manusia di Bumi Syekh Yusuf, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Yayasan dan Pendiri, Al Asri, M.Si., bersama dengan Pimpinan IAI Rawa Aopa, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. “Kita silaturahmi, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungannya selama ini,” papar Ismail.

Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, menyambut hangat kehadiran rombongan akademisi tersebut. Dalam dialog yang mengalir santai, Wahyu menekankan pentingnya peran perguruan tinggi lokal dalam memberikan kontribusi pemikiran dan mencetak kader-kader daerah yang religius serta kompeten secara intelektual. Kehadiran IAI Rawa Aopa dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong indeks pembangunan manusia di wilayah tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus dengan arah pembangunan daerah. Ismail menegaskan bahwa momen Syawal merupakan waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru kerja sama yang lebih erat dan produktif.

“Kami datang membawa semangat Idulfitri untuk memperbarui komitmen dalam memajukan pendidikan di Konawe Selatan melalui koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah kabupaten,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela pertemuan.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa pihak kampus memiliki harapan besar agar kolaborasi ini mampu menyentuh aspek-aspek mendasar bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi motor penggerak transformasi sosial dan keagamaan di bawah bimbingan dan arahan pemerintah daerah agar setiap program pendidikan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Ismail juga memberikan pandangannya mengenai integrasi akademik dan birokrasi dalam memajukan daerah. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa lulusan mereka nantinya bukan sekadar pencari kerja, melainkan sosok yang mampu menjawab tantangan riil di Konawe Selatan dengan dukungan kebijakan dari pimpinan daerah seperti Wakil Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menjelaskan bahwa institusinya kini tengah memfokuskan diri pada penguatan struktur organisasi dan peningkatan kualitas layanan akademik guna menunjang target besar kampus. Ia menyebutkan bahwa proses penguatan internal ini membutuhkan dukungan moral dan administratif dari pemerintah daerah agar IAI Rawa Aopa dapat terus berkembang sebagai ikon pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya harmoni antara ulama dan umara yang tercermin dalam silaturahmi ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara dunia kampus dan pemerintah kabupaten adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial serta mengakselerasi program pembangunan yang berkelanjutan di segala bidang.

“Silaturahmi ini adalah langkah mempertahankan program kolaboratif yang sudah dan akan tetap kita laksanakan ke depan. Terima kasih, kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang telah menganggarkan bantuan UKT bagi mahasiswa. Ini merupakan langkah stategis demi masa depan generasi muda Konawe Selatan yang lebih gemilang,” pungkas Ismail.