IMG-20260314-WA0043

IAI Rawa Aopa dan GSB UKM Sepakati Kerjasama Akademik demi Pengembangan Ekonomi Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas cakrawala akademik di kancah internasional. Seiring dengan momentum pembukaan dan pengembangan ekonomi syariah yang kian masif, IAI Rawa Aopa secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan Graduate School of Business (GSB) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyelaraskan kurikulum dan riset institusi dengan standar global di sektor ekonomi Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jembatan emas bagi institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri syariah saat ini. Ismail menyampaikan bahwa kerjasama dengan GSB UKM bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan atmosfer akademik internasional di Sulawesi Tenggara.

“Kita baru saja menerima SK untuk izin penerimaan mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Maka, sejak awal sudah disiapkan untuk melampaui standar nasional, sebagaimana panduan lembaga akreditasi mandiri,” papar Ismail Suardi Wekke yang menyatakan kegembiraannya seiring dengan kesediaan UKM untuk meneruskan kerjasama.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait urgensi kemitraan ini.

“Kerjasama ini adalah tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui sinergi pendidikan lintas negara,” tegas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Sabtu (14/3 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat optimis kolaborasi ini akan melahirkan riset-riset inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kajian ekonomi Islam yang lahir dari kampus ini memiliki standar kualitas yang dapat bersanding di dunia internasional, khususnya dari pakar di GSB UKM,” imbuhnya.

Selain pernyataan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pelajar dan dosen yang akan memperkaya pengalaman akademik kedua belah pihak.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa pengembangan kurikulum ekonomi syariah di IAI Rawa Aopa nantinya akan banyak mengadopsi modul-modul mutakhir dari Malaysia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi Islam dunia. Ia pun menuturkan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah di tingkat regional agar lebih profesional dan transparan.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level manajerial, tetapi juga merambah ke program-program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi syariah. Dengan adanya dukungan dari GSB Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa optimis dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ekonomi Islam di wilayah Indonesia Timur.

Terakhir, ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengintegrasikan kearifan lokal dengan praktik ekonomi global.

“Dengan dukungan GSB UKM, kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di pasar ekonomi syariah global tanpa melupakan akar budaya kita,” ujar Ismail.

70 Tahun Prof Jimly (ISW)

Announcement: The International Seminar “Bridge to Justice”. in Honors to 70 Years of Dedication and Service to Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH., MH.

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The International Seminar “Bridge to Justice: Cross-Border Perspectives on Constitutional Governance”, Jakarta (hybrid) 6-7 April 2026 in honors to 70 Years of dedication and service to Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH., MH.

Welcome to the International Seminar, “Bridge to Justice: Cross-Border Perspectives on Constitutional Governance.” We gather here at a moment in history, where the traditional boundaries of the nation-state are increasingly intersected by global challenges. In Southeast Asia, a region defined by its diverse political systems—ranging from constitutional monarchies to socialist republics—the constitution serves as more than just a legal document; it is the fundamental blueprint for social order and the primary safeguard of collective aspirations.

The “Bridge to Justice” represents our commitment to dialogue over isolation. While each nation maintains its unique legal heritage, the core tenets of constitutionalism—the limitation of power and the protection of fundamental liberties—provide a common language for us to share. This seminar seeks to explore how different jurisdictions within Southeast Asia and beyond interpret these tenets, fostering a comparative environment where we can learn from each other’s successes and setbacks in the pursuit of a stable legal order.

In the current global climate, constitutional governance faces unprecedented pressure. From the rapid integration of digital technologies and AI into the legal sphere to the shifting dynamics of regional security, our “supreme laws” are being tested like never before. This seminar will delve into the complexities of judicial independence, the evolving role of constitutional courts, and the mechanisms through which the rule of law can be upheld in an era of rapid socio-political change.

Furthermore, we recognize that justice is rarely a solitary pursuit. By focusing on cross-border perspectives, we acknowledge that the legal developments in one neighbor often ripple across the entire region. Whether we are discussing environmental regulations, human rights standards, or trade governance, a constitutional framework that looks outward is essential for regional stability. Our goal over these sessions is to identify the “common threads” that can strengthen the fabric of justice across the Southeast Asian landscape.

As we begin this intellectual journey, we invite you to engage with candor and curiosity. The “bridge” we build today is made of ideas, arguments, and shared experiences. We hope that the insights generated here will not remain within these walls but will instead inform policy, inspire legal reform, and ultimately contribute to a more transparent, accountable, and just society for all. Thank you for being a vital part of this essential conversation.

 

IMG-20260314-WA0034

Wujud Kepedulian HMI IAI Rawa Aopa: Tebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IAI Rawa Aopa Cabang Konawe Selatan turun ke jalan untuk menggelar aksi sosial berbagi takjil. Kegiatan ini menyasar masyarakat dan pengguna jalan di Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mempererat solidaritas serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ketua HMI Komisariat IAI Rawa Aopa, Cabang Konawe Selatan, Muslim Hidayat R., menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, kepedulian sosial harus menjadi identitas yang melekat pada diri setiap kader HMI.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Muslim dalam pernyataan resminya usai kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Muslim juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan emosional antara kaum intelektual kampus dengan warga sekitar agar tercipta sinergi yang harmonis.

Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Kohati HMI Cabang Konawe Selatan, Putri Susanti, mengungkapkan bahwa dana kegiatan ini bersumber dari kontribusi kolektif.

Putri menyebutkan bahwa terselenggaranya pembagian takjil ini berkat adanya sumbangsih dari para alumni serta dukungan dari pihak birokrasi kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Ia menambahkan bahwa suntikan dana yang diberikan sangat membantu kelancaran acara sehingga kegiatan dapat berjalan dengan sangat baik dan tertib.

Inisiatif para mahasiswa ini disambut hangat oleh warga setempat. Banyak pengendara yang merasa terbantu, terutama mereka yang masih menempuh perjalanan jauh saat waktu berbuka puasa tiba.

Salah satu pengguna jalan menyatakan apresiasinya terhadap mahasiswa yang dinilai peka terhadap kondisi lapangan, di mana akses mendapatkan penganan berbuka terkadang sulit bagi mereka yang masih di atas kendaraan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, HMI Komisariat IAI Rawa Aopa berharap semangat berbagi tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, namun terus tumbuh menjadi budaya di lingkungan kampus dan menginspirasi organisasi lain untuk menebar kebaikan serupa.

ICERTP 2026 (ISW)

UMMA dan Dewan Pendidikan Kab Maros Persiapkan Menggelar ICERTP 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Universitas Muslim Maros bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dengan dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan akan menggelar kembali kegiatan International Conference on Educational Research and Teacher Practice (ICERTP) 2026.

Kegiatan yang sama, ICERTP telah dilaksanakan kali pertama, pada tahun sebelumnya dengan kehadiran mitra dari Tohoku University (Jepang), UCYP University (Malaysia), dan Necmettin Erbakan University (Turkiye).

Pelaksanaan ICERTP juga akan menyertakan sesi paralel menjadi ajang “Forum Literasi Keuangan Syariah” yang dilaksanakan bersama dengan perbankan dan juga institusi keuangan, diantaranya Bank Aladin Syariah, Koperasi Syariah Bakti Hurriyah, dan CIDES ICMI.

Komite Saintifik ICERTP, Ismail Suardi Wekke, yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, menyampaikan bahwa ini merupakan platform kerjasama yang menjadi fasilitasi Dewan Pendidikan Kab Maros bagi perguruan tinggi. “Tidak lagi sebatas perguruan tinggi di Maros saja, tetapi juga dengan perguruan tinggi regional Sulawesi Selatan,dan Asia Tenggara,” tutur Ismail.

Selanjutnya, kegiatan ICERTP akan diteruskan dengan agenda rutin yang juga menjadi wadah bagi penelitian kolaboratif. Sejak awal, ICERTP telah mendapatkan dukungan Tohoku University (Jepang) dan BOLT (mitra kolaborasi dalam pengajaran dan pembelajaran yang didirikan di Jepang).

“Terima kasih atas dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Graduate School of Business, sehingga kegiatan ICERTP bisa terlaksana kembali tahun ini. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, siap untuk menjadi bagian kegiatan ini dan turut menyukseskannya,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa,