IMG-20260228-WA0004

Langkah Nyata IAI Rawa Aopa Bangun Pusat Halal di Bawah Koordinasi LPPM

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa beriktiar untuk turut mendukung penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai langkah nyata dalam berpartisipasi aktif pada ekosistem halal nasional, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan pembentukan Pusat Halal (Halal Center).

Kehadiran lembaga ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha, khususnya di wilayah Konawe Selatan, untuk mendapatkan pendampingan dan sertifikasi produk halal secara kredibel.

“Siang ini, kami mengikuti remedial dalam kaitan pelatihan penyelia halal yang dilaksanakan Universitas Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke (Jumat, 28 Februari 2026).

Pusat Halal IAI Rawa Aopa untuk saat ini dikoordinir langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap proses inisiasi berjalan selaras dengan kaidah akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi LPPM, perguruan tinggi berupaya melakukan pemetaan potensi produk lokal yang membutuhkan legalitas halal agar dapat bersaing di pasar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjawab kebutuhan zaman. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan Pusat Halal sebagai bagian dari partisipasi masyarakat. Juga sebuah ikhtiar besar untuk mengawal kualitas konsumsi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi umat.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah dalam memahami regulasi serta standar halal yang berlaku. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesadaran akan pentingnya ekosistem halal harus dimulai dari institusi pendidikan yang memiliki akses terhadap riset dan edukasi.

Beliau menyatakan, “Kami memandang bahwa Pusat Halal ini adalah instrumen strategis untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya hadir dalam ruang kelas, tetapi juga hadir dalam solusi ekonomi masyarakat”.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dengan berujar, “Kehadiran pusat ini akan menjadi laboratorium pengabdian yang nyata, di mana dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam proses standardisasi produk.”

Ismail juga menambahkan mengenai visi jangka panjang lembaga ini dengan mengatakan, “Pusat Halal ini kami siapkan untuk menjadi pionir di Sulawesi Tenggara dalam mendukung percepatan wajib sertifikasi halal yang dicanangkan pemerintah.”

Selain itu, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk mendukung operasional awal lembaga tersebut di bawah naungan LPPM. Beliau juga memaparkan bahwa rencana pengembangan Pusat Halal ini mencakup pelatihan bagi para pendamping proses produk halal (P3H) agar memiliki kompetensi yang mumpuni.

Di akhir keterangannya, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa target utama dari inisiasi ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui jaminan kualitas produk yang telah terstandarisasi secara halal.

“Kita sementara menunggu surat keputusan izin pembukaan program studi ekonomi syariah. Sehingga dengan adanya prodi baru ini, menjadi kesempatan untuk membentuk ekosistem ekonomi syariah yang komprehensif,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Acara Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Pertemuan Terakhir: Ngabuburit Produktif dan Berintegritas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sore hari menjelang berbuka adalah waktu yang begitu membahagiakan. Energi mulai menurun namun semangat harus tetap terjaga. Mahasiswa, dosen, dan juga peneliti dapat berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kita dapat memilih untuk belajar bersama terkait orisinalitas karya tulis ilmiah. Momen ini menjadi ajang belajar sekaligus menunggu azan magrib tiba. Turnitin menjadi perangkat utama dalam sesi ngabuburit khusus ini.

Sesi terakhir dari dua sesi, akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) – 15.00 WITA (Andoolo/Makassar) – 16.00 WIT (Papua/Wamena). Melalui aplikasi pertemuan zoom.

Ngabuburit with Turnitin adalah sebuah konsep kegiatan kolektif yang memadukan tradisi menunggu berbuka puasa dengan penguatan integritas akademik. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk meninjau orisinalitas karya tulis mereka secara santai.

Fokus utamanya adalah mengubah waktu tunggu yang biasanya pasif menjadi sesi konsultasi naskah yang produktif. Melalui kegiatan ini, budaya jujur dalam menulis ditekankan sebagai bagian dari nilai-nilai kejujuran di bulan suci.

Salah satu tujuan agar peserta mengetahui letak kesalahan sitasi sebelum naskah tersebut dikumpulkan secara resmi. Teknologi digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri yang objektif dan transparan.

Kegiatan ini sesi diskusi terkait dengan “Parafrase” yang interaktif. Kegiatan ini juga mengusung konsep pendampingan sebaya (peer-review) dalam membaca laporan hasil Turnitin. Peserta dapat saling memberikan masukan mengenai bagian tulisan yang perlu diperbaiki atau diperjelas sumbernya.

Pemahaman bahwa skor tinggi tidak selalu berarti plagiarisme akan dijelaskan secara mendalam dan mendetail. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terhadap perangkat lunak pendeteksi kemiripan tersebut. Kerjasama antarpeserta diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang saling mendukung dan kompetitif.

Unsur spiritual tetap diintegrasikan ke dalam konsep ini melalui refleksi tentang integritas diri. Menjaga orisinalitas tulisan dimaknai sebagai bentuk kejujuran yang selaras dengan nilai-nilai ibadah puasa.

Peserta diajak menyadari bahwa karya yang berkah adalah karya yang dihasilkan dari pemikiran sendiri. Integritas akademik bukan sekadar aturan formal, melainkan prinsip moral yang harus dijaga selamanya. Konsep ini membangun karakter peneliti yang bertanggung jawab atas setiap kata yang ditulisnya.

Acara dirancang untuk menjadi bagian amaliah ramadhan. Konsep “Ngabuburit with Turnitin” ini diharapkan menjadi rangkaian kegiatan selama Ramadhan. Sebuah cara mengisi waktu-waktu Ramadhan untuk meraih kesuksesan akademik sekaligus keberkahan di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Turnitin Indonesia”

Screenshot_2026_0226_233032

Momentum Ramadhan, IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah Sulawesi Tenggara Pererat Ukhuwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat jejaring sosial dan keagamaan melalui kolaborasi strategis. Kali ini, IAI Rawa Aopa bersama-sama dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara dalam agenda Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini selain Ketua Program Studi HTN, Suriansyah, M.H., juga turut hadir hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan spiritualitas di tengah masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan sebagai upaya menyemarakkan Ramadhan. Juga menjadi jembatan untuk mendengar langsung aspirasi warga serta memperkokoh ukhuwah islamiyah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan syiar Islam yang berdampingan dengan pengembangan keilmuan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Prodi HTN di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hukum tata negara juga memiliki peran penting dalam mengatur tatanan sosial yang harmonis dan religius. Ia berharap melalui momentum Ramadhan ini, kerjasama dengan Al Washliyah dapat terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan umat lainnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan “Kegiatan Safari Ramadhan ini adalah wujud implementasi pengabdian masyarakat yang menjadi pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Rawa Aopa,” tegasnya di hadapan jamaah yang juga dihadiri Kepala Kelurahan Potoro.

Ia juga menambahkan, “Kami memilih berkolaborasi dengan Al Washliyah karena memiliki visi yang sama dalam merawat tradisi keislaman dan mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan optimisme, “Semoga kehadiran kami di Masjid Al Hidayah ini mampu mempererat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kemajuan Konawe Selatan.”

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara delegasi kampus, pengurus Al Washliyah, dan pengurus Masjid Al Hidayah mengenai rencana pengembangan dakwah dan pendidikan di wilayah Potoro dan sekitarnya.