Penelitian Kolaboratif (ISW)

Jalin Kerja Sama Penelitian dengan Binus dan UKM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berikhtiar memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional melalui keterlibatan dalam proyek penelitian kolaboratif lintas negara. Dalam perencanaan awal tahun ini, institusi ini menggandeng dua perguruan tinggi ternama, yakni Binus University dari Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan berbagai keahlian multidisiplin guna menjawab tantangan regional di Asia Tenggara.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium penelitian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas luaran akademik dan reputasi institusi. Melalui kemitraan ini, ketiga universitas berkomitmen untuk melakukan pertukaran data, pengembangan metodologi bersama, hingga publikasi karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat keunggulan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan Binus University dan UKM Malaysia akan memberikan warna baru bagi iklim akademik di IAI Rawa Aopa. Ia menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti UKM akan memperkuat aspek komparatif dalam riset yang dilakukan, sehingga hasil penelitian memiliki dampak yang lebih luas secara global.

Dalam kesempatan saat tiba di Kuala Lumpur, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan dosen dan peneliti di lingkungan kampus. “Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata bagi dosen kami untuk mendalami standar riset internasional bersama pakar dari Binus dan UKM,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Bangi (Malaysia), Senin, 9 Februari 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kolaborasi ini karena menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung dunia. “Kami percaya bahwa jarak geografis justru menjadi peluang untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi dan relevan bagi publik global,” tuturnya dengan optimis.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa alokasi sumber daya institusi akan diarahkan untuk mendukung penuh setiap tahapan penelitian kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendukung agar para peneliti dapat fokus bekerja sama dengan mitra dari Malaysia dan Jakarta tanpa terkendala urusan administratif. 

Dengan komitmen yang kuat tersebut, IAI Rawa Aopa berharap hasil riset ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan. “Terima kasih kepada BINUS dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang bersedia menerima kehadiran kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ramadhan (ISW)

IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima Perkuat Sinergi Lewat Program Kolaboratif Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Kedua institusi pendidikan tinggi Islam ini sepakat untuk meluncurkan serangkaian program kolaboratif yang fokus pada pengembangan pengabdian masyarakat dan penguatan literasi keagamaan.

“Kita bertemu di Jakarta, dan mendiskusikan sebuah program untuk belajar bersama sepanjang Ramadhan dengan kegiatan intensif bagi penelitian dan publikasi,” papar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan syiar akademik di luar batas wilayah masing-masing kampus. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih bermakna.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi sarana dalam penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Beliau juga menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi menara gading, melainkan harus hadir dimulai dari soliditas internal. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa luaran dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menuliskan program riset yang telah dijalankan melalui program-program yang inovatif dan relevan.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail menegaskan komitmen institusinya terhadap keberlanjutan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, Dalam kesempatan selama Ramadhan justru kita bisa terus belajar,” ujar Ismail yang bersiap berangkat ke Kuala Lumpur.

Ia juga menambahkan mengenai aspek teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. “Kerja sama ini telah berjalan dan justru meomentum Ramadhan menjadi kesempatan mempertahankan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini,” tegasnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan pesan mengenai visi jangka panjang dari kemitraan ini. “Momentum ini adalah awal dari kolaborasi lintas provinsi yang akan menjadi pola kerja dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Program kolaboratif ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, dan tidak terbatas pada dua kampus. “Kita sebagai pelaksana teknis saja, namun justru menjadi platform kerjasama lintas kampus,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260209-WA0029

Pusat Halal Rawa Aopa Segera Terbentuk, Pimpinan Kampus Perdalam Kompetensi di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mematangkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem halal di Sulawesi Tenggara. Sebagai bentuk komitmen nyata, pimpinan kampus dijadwalkan akan mengikuti pelatihan intensif di Universitas Indonesia (UI) guna mempersiapkan pendirian Pusat Halal Rawa Aopa.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa lembaga yang akan dibentuk memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional dan mampu melayani kebutuhan sertifikasi serta edukasi halal bagi masyarakat luas.

“Kita sudah mendapatkan konfirmasi atas pendaftaran untuk menjadi peserta dalam pelatihan yang dilaksanakan Pusat Halal Universitas Indonesia,” ungkap Ismail di Jakarta, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur, Senin (9/2/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar kampus dalam mendukung kemandirian ekonomi umat. Beliau menyatakan bahwa kehadiran pimpinan dalam pelatihan di Universitas Indonesia adalah upaya untuk menyerap metodologi dan tata kelola pusat halal yang profesional.

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa Pusat Halal Rawa Aopa nantinya tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi juga pusat kajian yang mendalam mengenai produk halal di kawasan tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan institusi sekelas Universitas Indonesia akan memberikan landasan akademik yang kokoh bagi operasional pusat halal di masa depan.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait urgensi program ini bagi institusi.

“Kami menyadari bahwa pendirian Pusat Halal memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni, sehingga pelatihan di UI ini menjadi kunci utama bagi jajaran pimpinan,” ujar Ismail saat berada di bandara Soekarno Hatta dalam persiapan menghadiri kegiatan di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Ia juga menambahkan rincian mengenai fokus kegiatan tersebut dengan menyatakan, “Partisipasi kami di Universitas Indonesia adalah langkah awal untuk memastikan Pusat Halal Rawa Aopa memiliki kredibilitas tinggi dalam memberikan layanan sertifikasi nantinya”.

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen keberlanjutan dari program ini dengan berkata, “Setelah pelatihan ini selesai, kami segera merumuskan struktur organisasi dan program kerja teknis agar Pusat Halal Rawa Aopa dapat langsung beroperasi melayani UMKM di Sulawesi Tenggara”.

Upaya pengembangan ini dipandang strategis mengingat potensi produk lokal di Konawe Selatan yang membutuhkan pendampingan sertifikasi halal untuk menembus pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dan peningkatan kapasitas pimpinan di level nasional, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menjadi pelopor dalam gerakan halal di wilayahnya.

Ke depannya, Pusat Halal Rawa Aopa diharapkan mampu bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha, guna menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan.