Diskusi dengan Binus (ISW)

Pertemuan dengan SOA Binus University, Usulkan Persiapan Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa berusaha mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memenuhi undangan diskusi daring dari School of Accounting (SOA) Bina Nusantara University (Sabtu, Januari 2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan draf kerja sama formal antar kedua institusi.

Diskusi tersebut berfokus pada pengembangan kualitas riset dan penguatan kapasitas dosen. Ismail Suardi Wekke menilai kolaborasi dengan Binus University sangat strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, sinergi ini akan membuka akses bagi dosen IAI Rawa Aopa untuk mendalami tata kelola akuntansi modern dan publikasi ilmiah berstandar internasional.

Dalam forum tersebut, Ismail menyampaikan antusiasmenya terhadap penyelarasan program akademik. “Pertemuan ini adalah momentum penting bagi kami untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan tinggi dari Binus University,” ujar Ismail Suardi Wekke di tengah sesi diskusi. Ia berharap draf kolaborasi ini segera rampung untuk diimplementasikan pada semester mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kerja sama ini menjadi peluang untuk bersama-sama dalam pelbagai bentuk kolaborasi. “Kami mengusulkan persiapan kolaborasi yang menyentuh aspek fundamental, terutama dalam pengabdian masyarakat berbasis literasi keuangan,” tegasnya. Baginya, IAI Rawa Aopa membutuhkan mitra yang kuat untuk mengakselerasi transformasi digital di lingkungan kampus.

Ismail juga memberikan arahan khusus mengenai target yang ingin dicapai melalui kemitraan ini. “Saya ingin memastikan bahwa setiap dosen di IAI Rawa Aopa mendapatkan manfaat nyata dari jejaring dengan School of Accounting Binus,” kata Ismail Suardi Wekke yang mengikuti diskusi (daring) saat berada di Bombana dalam kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi dengan penelitian dan publikasi. 

Hal ini menjadi komitmen pimpinan untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke turut menjelaskan bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini akan melibatkan penyusunan poin-poin kesepahaman (MoU) yang lebih detail. 

Ia menyatakan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap masukan teknologi dari Binus yang dapat diterapkan pada kurikulum lokal. Pihaknya berencana mengundang tim SOA Binus untuk melakukan pendampingan teknis secara daring maupun luring.

Rencana kolaborasi ini juga mencakup bidang penulisan buku dan artikel jurnal secara bersama. Ismail menyebutkan bahwa potensi riset di Sulawesi Tenggara sangat melimpah namun memerlukan metodologi yang lebih tajam. 

Melalui kemitraan ini, ia meyakini karya-karya akademisi IAI Rawa Aopa akan mempelajari teknis dalam menembus indeksasi global dengan bimbingan dari pakar di Binus University. Pertemuan daring ini berakhir dengan catatan untuk mengadakan pertemuan lagi berikutnya dalam terkait teknis. 

IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus bergerak progresif dalam menjalin aliansi strategis. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Ismail Suardi Wekke dalam membawa kampus tersebut menjadi pusat unggulan untuk berperan dalam ekosistem keilmuan.

Pertemuan (ISW)

IAI Rawa Aopa Bergabung Dalam Riset Kolaboratif Indonesia Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperluas jangkauan akademiknya ke level internasional. Kampus hijau ini menyatakan bergabung dalam agenda Riset Kolaboratif Indonesia-Australia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di kancah global. Pertemuan awal dilaksanakan daring (Jumat, 23 Januari 2026).

Kerja sama ini melibatkan berbagai perguruan tinggi ternama dari kedua negara. Fokus utama riset akan menyasar pada pengembangan sumber daya manusia di wilayah pesisir. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam pengumpulan data dan analisis kebijakan regional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, hadir dan menjadi bagian dalam kelompok penelitian. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan jembatan emas bagi institusi untuk bertransformasi. “Bergabungnya kami dalam riset lintas negara ini adalah wujud nyata dari upaya peningkatan mutu akademik di Konawe Selatan,” ujar Ismail saat ditemui setelah selesai kegiatan Peningkatan Kapasitas Dosen 2026..

Ismail menegaskan bahwa keterlibatan ini akan membuka peluang besar bagi dosen untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal internasional bereputasi. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh seluruh biaya yang diperlukan dalam proses penelitian bersama tersebut. 

“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi pemain utama dalam setiap inovasi yang dihasilkan dari kemitraan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa program ini akan menitikberatkan pada kajian sosial dan pendidikan Islam kontemporer yang relevan dengan kebutuhan kedua negara. Ia berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan publik. 

“Target kami adalah menghasilkan rekomendasi penelitian yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas melalui penguatan sektor pendidikan,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mengungkapkan bahwa pihak kampus telah menyiapkan tim khusus untuk mengawal jalannya riset tersebut agar sesuai dengan jadwal. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan universitas di Australia akan memberikan perspektif baru bagi para peneliti lokal dalam melihat isu-isu global. Dukungan infrastruktur digital di lingkungan IAI Rawa Aopa pun terus ditingkatkan demi memfasilitasi komunikasi jarak jauh dengan mitra riset di luar negeri.

Ismail menyampaikan harapannya agar program riset kolaboratif ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu proyek saja. Ia meyakini bahwa jaringan internasional yang terbangun akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. Melalui kemitraan ini, ia optimistis standar kualitas lulusan kampus akan semakin kompetitif di pasar kerja internasional.

Kegiatan riset ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada semester genap 2025/2026 dengan melibatkan pertukaran data secara intensif. Semua pihak berharap kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama lain yang akan dilakukan antara IAI Rawa Aopa dengan institusi global. Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan segera dilakukan sebagai landasan hukum bagi kedua belah pihak.

RKT 2026 (ISW)

Usai Kegiatan Pengembangan Kapasitas, Dosen dan Unsur Pimpinan Diskusikan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kapasitas, peserta bersama-sama unsur pimpinan mengadakan sesi diskusi informal. Mereka bersama-sama diskusi terkait dengan Rencana Kerja Tahunan 2026.

“Ini sebagai upaya awal untuk proyeksi kegiatan yang menjadi kebutuhan 2026,” ujar Ismail usai penutupan kegiatan di aula kampus Andoolo (23 Januari 2026).

Dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas, tantangan akreditasi menjadi materi utama. Baik akreditasi institusi, maupun akreditasi program studi.

Flyer Kegiatan (ISW)

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Menyamakan Perspesi untuk Penyusunan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kegiatan Pengembangan Kapasitas yang dilaksanakan yayasan pendidikan Al Asri bertempat di Aula Kampus Andoolo, sukses terselenggara (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan yang dibuka oleh Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menghadirkan panel pembicara.

Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dalam sambutan pembukaan menyampaikan amanah untuk kesatuan gerak dalam mutu tri dharma.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi pimpinan dan dosen dalam menghadapi rencana kerja tahunan, 2026,” ujar rektor.

Kegiatan tersebut juga diteruskan dengan pembekalan dari Prof. La Ino (Universitas Halu Oleo), salah satu assesor akreditasi.

Kuliah Umum (ISW)

Kuliah Umum Kolaboratif: Kerjasama Perguruan Tinggi dengan CIDES ICMI dan UNESCO Chair COSDEV

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat sinergi akademik dan wawasan global, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar Kuliah Umum Kolaboratif yang bekerja sama dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI. Acara yang berlangsung daring khidmat ini menghadirkan Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, sebagai pemateri (Selasa, 20 Januari 2026). 

Kehadiran beliau yang juga merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pemegang takhta UNESCO Chair in Communication and Sustainable Development (COSDEV) memberikan bobot strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi moderator kuliah umum ini, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. 

“Pelaksanaan kuliah umum dengan kolaborasi lintas perguruan tinggi diantaranya Universitas Muhammadiyah Barru, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, STIT Al Chaeriyah Mamuju, STIT Sunan Giri Bima, STEBI Al Muhsin Yogyakarta,” kata Ismail Suardi Wekke.

Beliau menyatakan bahwa kehadiran pakar kaliber internasional seperti Prof. Andi Faisal Bakti menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. Ismail menjelaskan bahwa kerja sama dengan CIDES ICMI adalah bagian dari peta jalan besar universitas untuk memperluas jejaring intelektual yang berdampak pada pembangunan daerah secara berkelanjutan. Lebih lanjut, ia juga menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif demi memperkaya cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam sesi penyampaian kuliah umum, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada pentingnya transfer pengetahuan melalui kemitraan strategis. “Kuliah umum kolaboratif ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan bagi mahasiswa kami untuk mengakses pemikiran-pemikiran global dari tokoh sekaliber Prof. Andi Faisal Bakti,” tegas Ismail dalam pernyataan langsungnya. 

Ia menambahkan bahwa institusi saat ini tengah fokus pada penguatan fondasi akademik yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan semangat yang diusung oleh UNESCO. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama yang dijalin, termasuk dengan CIDES ICMI, memberikan kontribusi konkret bagi akselerasi kapasitas kelembagaan IAI Rawa Aopa menuju standar internasional,” lanjutnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “Sinergi antara praktisi kebijakan dari ICMI dan akademisi kampus harus terus dipupuk agar melahirkan solusi-solusi nyata bagi permasalahan di Konawe Selatan dan Indonesia secara luas.”

Prof. Dr. Andi Faisal Bakti dalam paparannya mengupas tuntas mengenai peran komunikasi dan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Sebagai pimpinan CIDES ICMI, beliau menyambut baik antusiasme IAI Rawa Aopa dalam menginisiasi kerja sama ini. Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepahaman baru mengenai bagaimana perguruan tinggi di daerah dapat berperan aktif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terukur.

Pembukaan Peningkatan Kapasitas (ISW)

IAI Rawa Aopa Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026, Rektor Tekankan Profesionalisme Civitas Akademika

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) tahun 2026. Acara yang menjadi agenda awal athun dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A. (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tersebut dalam menghadapi tantangan pendidikan global.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Andoolo, IAI Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan. Ruangan yang menjadi pusat kegiatan akademik ini dipenuhi oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan yayasan yang antusias mengikuti jalannya kegiatan yang direncanakan dilangsungkan selama dua hari. Lokasi ini dipilih guna memperkuat atmosfer akademik dan kedekatan antar unit kerja di dalam lingkungan internal kampus.

Dalam sambutannya, Dr. Basrin Melamba menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas menjadi agenda kegiatan rutin tahunan, juga sebuah kebutuhan mendesak. Beliau menekankan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metodologi pengajaran terkini. Hal ini penting demi menjaga mutu lulusan agar tetap kompetitif di pasar kerja nasional maupun internasional.

Dr. Basrin juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme bagi setiap civitas akademika. Menurutnya, kapasitas individu yang mumpuni harus dibarengi dengan etika kerja yang baik serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau berharap melalui pelatihan ini, akan lahir inovasi-inovasi baru dalam tata kelola administrasi maupun teknik instruksional di ruang-ruang kelas.

Selain aspek manajerial, kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 ini juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan riset dan publikasi ilmiah bagi para dosen. Rektor menegaskan bahwa reputasi IAI Rawa Aopa sangat bergantung pada karya-karya akademik yang dihasilkan oleh para pengajarnya. Oleh karena itu, dukungan institusi terhadap kegiatan penelitian akan terus ditingkatkan sejalan dengan visi misi kampus ke depan.

Selama kegiatan berlangsung di Aula Kampus Andoolo, para peserta akan disuguhkan berbagai materi yang relevan, mulai dari kepemimpinan hingga penguasaan perangkat digital pendukung pendidikan. Panitia penyelenggara telah menyiapkan narasumber kompeten yang diharapkan mampu memicu diskusi kritis dan solutif. Dinamika kelompok juga menjadi bagian penting untuk mempererat silaturahmi antar pegawai.

Pihak rektorat berharap, pasca pelaksanaan kegiatan ini, ada perubahan signifikan dalam budaya kerja di IAI Rawa Aopa. Efisiensi pelayanan administrasi kepada mahasiswa diharapkan meningkat, sementara kualitas pengajaran diharapkan menjadi lebih interaktif dan inspiratif. Momentum tahun 2026 ini dipandang sebagai titik tolak bagi kampus untuk melangkah lebih jauh menuju akreditasi unggul.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian agenda peningkatan kapasitas tersebut secara formal. Dr. Basrin Melamba menutup arahannya dengan optimisme bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan terus tumbuh menjadi mercusuar pendidikan di Sulawesi Tenggara. Semangat kolaborasi yang terbangun di Aula Kampus Andoolo menjadi modal utama bagi kemajuan institusi di masa depan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 dengan nara sumber Prof. Dr. La Ino, M.Hum., Dr. Sarman, S.Pd., M.Pd., dengan kegiatan yang berlangsung selama dua hari. “Kegiatan ditujukan untuk menjadi upgrading skill dan sekaligus recharger,” pungkas ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., yang hadir sepanjang acara berlangsung.

Tunas Cendekia (ISW)

Tunas Cendekia: Memupuk Ekosistem Talenta Intelektual Masa Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tunas Cendekia merujuk pada generasi muda yang memiliki potensi (atau peminatan) pada aktivitas intelektual. Mereka adalah bibit unggul yang dapat dilatih untuk menjadi warga masa depan bangsa. Istilah ini dikaitkan dengan program beasiswa atau pengembangan bakat. Fokus utamanya adalah pada pengasahan nalar dan karakter sejak usia dini.

Pendidikan berkesinambungan menjadi nutrisi utama bagi para Tunas Cendekia. Tanpa sistem belajar yang tepat, potensi besar mereka bisa layu sebelum berkembang. Kurikulum yang adaptif sangat diperlukan untuk merespons kecepatan berpikir mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang menjaga agar semangat eksplorasi tetap menyala.

Lingkungan sosial juga memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ini. Tunas Cendekia membutuhkan ekosistem yang mendukung rasa ingin tahu mereka. Diskusi yang sehat di rumah dan sekolah membantu membentuk pola pikir kritis. Dukungan emosional memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Pemanfaatan teknologi menjadi katalisator penting bagi perkembangan Tunas Cendekia. Akses terhadap informasi global kini terbuka lebar melalui internet. Mereka dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu melampaui batas ruang kelas. Namun, literasi digital tetap diperlukan agar mereka bijak dalam menyaring informasi.

Aspek etika dan moral tidak boleh diabaikan dalam proses ini. Kecerdasan intelektual tanpa integritas dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Tunas Cendekia diarahkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka diharapkan menjadi pemecah masalah, bukan sekadar pengumpul gelar akademik.

Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab bersama dalam penyediaan fasilitas dan memastikan habitat tumbung kembang talenta dapat terjaga. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kreatif adalah investasi jangka panjang yang vital. Beasiswa pendidikan membantu meratakan peluang bagi mereka yang kurang mampu. Kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan jalan bagi potensi yang terpendam.

Tantangan di era globalisasi menuntut adaptabilitas dari Tunas Cendekia. Mereka harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional. Penguasaan bahasa asing dan keterampilan interpersonal menjadi senjata tambahan yang wajib dimiliki. Kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) adalah kunci untuk tetap relevan.

Sebagai penutup, Tunas Cendekia adalah aset warga negara. Investasi pada pengembangan mereka akan membuahkan kemajuan peradaban di masa depan. Mari kita jaga agar setiap tunas dapat tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan bermanfaat. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang terus belajar dan berkarya.

ICEASD (ISW)

Agenda: ICEASD 2026, Madrasah Riset, dan Tunas Cendekia, Sekaligus Pembukaan Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, tahun ini menuju tahun yang kesepuluh. Untuk itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD) 2026 sebagai sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. 

Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan inovasi terbaru serta tantangan global dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran ide dan hasil penelitian, ICEASD diharapkan dapat melahirkan solusi konkret yang mampu menyeimbangkan kemajuan peradaban dengan kelestarian ekosistem di masa depan.

Kegiatan ini menjadi kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan seremoni pembukaan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-X. Dekade pertama perjalanan institusi ini menandai tonggak sejarah penting dalam dedikasinya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Penggabungan agenda konferensi lingkungan internasional dengan peringatan “ulang tahun” ini mencerminkan semangat institusi untuk terus tumbuh secara global tanpa melupakan akar historis dan visi besarnya dalam menjaga bumi.

Prosesi pembukaan rangkaian Dies Natalis X mengundang jajaran pimpinan, mitra strategis, dan tamu undangan mancanegara. Atmosfer kemeriahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Integrasi kedua acara ini menunjukkan sinergi antara tradisi akademik yang kuat dengan ambisi riset yang progresif demi keberlanjutan global.

Selain aspek kebijakan dan sains lingkungan, agenda ini juga memberikan ruang khusus bagi pengembangan pendidikan dasar dan menengah melalui partisipasi dalam menyukseskan program Madrasah Riset yang merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Agama RI. Integrasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nalar kritis sejak dini, di mana madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu agama tetapi juga pusat inkubasi penelitian lingkungan bagi generasi muda. 

Penyelenggaraan ICEASD 2026 dan perayaan Dies Natalis ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui inisiasi program Tunas Cendekia. Sekaligus mengenalkan kembali Akademi Tunas Cendekia. Program ini merupakan hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dirancang khusus untuk memajukan kualitas pendidikan di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah melalui penguatan literasi serta pendidikan berbasis karakter.

Dengan adanya Tunas Cendekia, pemerintah daerah dan institusi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Sehingga bakat-bakat muda dari Konawe Selatan dapat berkembang menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan turut menyukseskan program Madrasah Riset dan menginisiasi Tunas Cendekia, diharapkan tercipta generasi yang mampu bersaing secara global dengan bekal integritas moral serta kesadaran ekologis yang kuat. Selain pemaparan makalah ilmiah, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi panel, keynote speech dari pakar lingkungan internasional, dan pameran inovasi teknologi ramah lingkungan. 

Para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang menjadi esensi dari tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat. Di sisi lain, kemeriahan Dies Natalis diisi dengan berbagai kompetisi bertema lingkungan dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas internal maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, penyelenggaraan ICEASD 2026 dan pembukaan Dies Natalis X ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi reputasi institusi di kancah internasional. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi telah siap menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan dengan pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan alam. Peringatan selain sebagai sebuah seremoni kesyukuran, juga akan momentum transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan gemilang.

Research Network (ISW)

Pertahankan Jejaring Riset, IAI Rawa Aopa Kembali Dapatkan Dana Hibah Penelitian dari Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global. 

Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik. 

“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.

Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus. 

“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.

Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.

Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.

Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Menerima BPKP (ISW)

IAI Rawa Aopa Kembali Salurkan Beasiswa KIP Kuliah, Dukung Akses Pendidikan di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Kampus ini kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program strategis ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan studi namun terkendala biaya.

Kepercayaan yang diberikan kepada IAI Rawa Aopa tercermin dari jumlah kuota mahasiswa penerima manfaat dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 20 mahasiswa telah berhasil mendapatkan beasiswa penuh melalui skema ini. Sementara itu, untuk tahun akademik 2025, program ini terus berlanjut dengan menyasar 15 orang mahasiswa baru yang memenuhi kriteria seleksi nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya program ini bagi keberlanjutan akademik mahasiswa. Menurutnya, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jembatan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Ia berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa proses seleksi dan penyaluran beasiswa KIP Kuliah ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan Bupati Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026). 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran beasiswa ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah mahasiswa IAI Rawa Aopa. “Para mahasiswa harus membuktikan rasa syukur mereka dengan prestasi akademik yang membanggakan di setiap semester,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kampus akan melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan studi para penerima beasiswa tersebut secara berkala. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat ingin memastikan setiap dana yang dikeluarkan negara berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Pihak kampus juga disebutnya akan memberikan pembinaan khusus agar para mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki daya saing yang tinggi.

Selain aspek finansial, Ismail menekankan bahwa integritas mahasiswa menjadi poin utama dalam mempertahankan status sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi tepat waktu. “Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan karena ada tanggung jawab moral dan akademik yang besar di pundak saudara sekalian,” pesan Ismail kepada para mahasiswa.

Pihak kampus berharap kuota beasiswa ini dapat terus meningkat pada masa yang akan datang seiring dengan peningkatan akreditasi dan fasilitas di IAI Rawa Aopa. Penambahan kuota ini dinilai penting mengingat tingginya minat lulusan sekolah menengah di wilayah sekitar untuk menempuh pendidikan tinggi. Dengan adanya KIP Kuliah, kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang utama bagi generasi muda untuk meraih gelar sarjana.

Saat ini, IAI Rawa Aopa terus melakukan sosialisasi intensif ke berbagai sekolah menengah agar informasi mengenai KIP Kuliah dapat menjangkau pelosok desa. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi informasi yang merata bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang religius, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan beasiswa, Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan evaluasi atas optimalisasi dana bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Swasta (Adiktis) pada Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan (24 Juli 2025).  

Kegiatan evaluasi yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan dana bantuan pendidikan, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasi akar permasalahan serta hambatan dalam pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan dan implementasi.

“Sehingga dengan adanya audit dari BPKP Sulawesi Tenggara menjadi kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan bagi kepatuhan terhadap proses akuntabilitas keuangan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa.