Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan dan juga penguatan kapasitas dosen, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah dalam memperkuat integritas akademik melalui rintisan integrasi pembelajaran anti korupsi. Program inovatif ini mendapat dukungan penuh dari para pegiat anti korupsi yang tergabung dalam IMprove Foundation, sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih dan transparan di Sulawesi Tenggara.
Diskusi antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan IMprove Foundation telah dilaksanakan dalam satu kesempatan FGD, dan juga satu kali dalam partisipasi IMprove Foundation pada seminar internasional. Ahad malam, dilaksanakan kembali FGD (daring) untuk mematangkan persiapan kegiatan (Andoolo, 25 Januari 2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons institusi terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai kejujuran sejak dini di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, kurikulum pembelajaran di IAI Rawa Aopa akan diperkaya dengan muatan edukasi anti korupsi yang disusun bersama para pakar dan praktisi dari IMprove Foundation.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini sebagai bagian program untuk penyiapan rencana reakreditasi. Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi ini merupakan komitmen institusi untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memegang teguh integritas moral yang tinggi.
Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan IMprove Foundation akan memberikan dimensi praktis bagi mahasiswa dalam memahami risiko dan dampak destruktif korupsi bagi pembangunan bangsa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan tata kelola keuangan dan kepegawaian di internal kampus juga menjadi prioritas utama seiring dengan peluncuran program pembelajaran ini.
Komitmen tersebut dipertegas oleh Ismail Suardi Wekke melalui pernyataan langsungnya di sela-sela diskusi program. “Kami ingin menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai bagian dalam melahirkan generasi yang memiliki imunitas kuat terhadap perilaku koruptif di Sulawesi Tenggara,” tegas Ismail.
Ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program tersebut dengan menyatakan bahwa pembelajaran ini tidak akan berdiri sebagai mata kuliah tunggal yang kaku, melainkan diintegrasikan ke dalam berbagai rumpun ilmu agar nilai-nilai kejujuran menjadi ruh dalam setiap nafas pendidikan.
Menutup keterangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi eksternal dengan mengatakan bahwa kehadiran IMprove Foundation sangat vital untuk menjaga standar objektivitas dan kualitas materi anti korupsi yang disampaikan kepada para mahasiswa.
Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain di wilayah tersebut untuk mengadopsi langkah serupa. Dengan adanya dukungan dari pegiat anti korupsi, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan lingkungan kampus yang akuntabel serta menghasilkan kader bangsa yang berintegritas tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat.
