Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global.
Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).
Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik.
“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.
Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus.
“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.
Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.
Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.
Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.









