Wisuda 2026 (ISW)

Undangan Wisuda Tahun 2026, Direncanakan Tanggal 16 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan menyelenggarakan prosesi Wisuda Sarjana. Acara ini merupakan momentum kesyukuran bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studi. Seluruh civitas akademika turut bersukacita merayakan keberhasilan akademik mahasiswa. Direncanakan, Sabtu 16 Mei 2026 di Kendari.

Momen wisuda tahun ini terasa sangat istimewa bagi institusi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-10 (X) IAI Rawa Aopa. Satu dekade perjalanan kampus menjadi bukti dedikasi dan partisipasi dalam dunia pendidikan.

Dies Natalis X tahun 2026 mengusung semangat kesyukuran yang mendalam. Kampus telah melewati berbagai dinamika pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir. Pencapaian ini dirayakan sebagai bentuk syukur atas dukungan untuk keberlanjutan visi pendidikan di Indonesia melalui Kabupaten Konawe Selatan.

Maklumat ini menjadi informasi awal bagi calon wisudawan dan tamu kehormatan. Kehadiran para tokoh masyarakat dan mitra strategis sangat diharapkan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh keluarga besar kampus.

Panitia telah menyiapkan rangkaian acara dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Harapannya, lulusan dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Selamat atas wisuda dan selamat hari jadi yang X untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan dengan BRIDA (ISW)

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Kesiapan Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan ini berlangsung di gedung perkantoran Andoolo dengan agenda utama memperkuat sinergi antara dunia akademisi dan pemerintah daerah (Rabu, 21 Januari 2026). Kedatangan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diterima Kepala BRIDA Konawe Selatan, Drs. I Putu Darta, MT.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk kemajuan daerah. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra penelitian bagi pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi pembangunan berbasis data dan riset di wilayah Konawe Selatan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, dalam pertemuan tersebut memberikan pernyataan kesediaan untuk berkolaborasi. Ismail yang juga Direktur Pascasarjana, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung inovasi di daerah. Ia melihat BRIDA sebagai mitra strategis dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset para akademisi dan mahasiswa.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menyelaraskan kurikulum dan riset kampus dengan kebutuhan pembangunan di Konawe Selatan,” ujar Ismail di hadapan Kepala BRIDA. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi jalan bagi kampus untuk berkontribusi lebih nyata. 

“Kami siap menerjunkan dosen dan mahasiswa yang dapat berfungsi sebagai peneliti untuk belajar bersama BRIDA dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pada data ilmiah,” tegasnya. 

Terakhir, ia menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah awal dari transformasi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu lokal.

Selain itu, Ismail juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam program-program inovasi daerah. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa pascasarjana memiliki potensi besar untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan ekonomi di Konawe Selatan. Menurutnya, hasil studi tersebut nantinya dapat menjadi rujukan penting bagi BRIDA dalam menyusun rekomendasi kebijakan bagi Bupati.

Ismail turut menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dapat bersama-sama BRIDA menyiapkan peta jalan riset yang relevan dengan visi pembangunan daerah dan didukung dengan keberadaan habitat pendidikan, diantaranya melalui perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa integrasi antara keahlian akademis dan kewenangan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. 

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa keberadaan BRIDA dalam memberi pendampingan untuk aktivitas kampus akan menciptakan ekosistem inovasi yang sehat di Andoolo. “BRIDA Konsel dapat menjadi mitra strategis bagi keberadaan lembaga penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampus kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University. 

Kepala BRIDA Konawe Selatan, I Putu Darta, menerima kedatangan pimpinan IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh keterbukaan. Ismail menyampaikan bahwa Kepala BRIDA, memberikan eksplorasi dan juga kesediaan untuk bekerja bersama. 

Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis dalam waktu dekat. Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin diskusi dalam program kerja nyata. 

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan BRIDA Konawe Selatan dapat melanjutkan dengan pertemuan berikutnya dengan salah satu agenda terkait inovasi daerah. Langkah ini diproyeksikan akan membawa wajah baru bagi pembangunan Konawe Selatan yang lebih modern dan terukur.

Apresiasi dari Busan (ISW)

Unggah Ucapan Pelantikan Rektor Media Sosial, Pimpinan IAI Rawa Aopa Apresiasi Guru Besar Busan University Korea Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Pelantikan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa periode 2026-2030 mendapatkan atensi luas dari dunia internasional. Hal ini terlihat dari deretan ucapan selamat yang membanjiri berbagai kanal media sosial kampus. Salah satu yang memberi perhatian adalah ungkapan apresiasi dari Guru Besar Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan, Prof. Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si..

Unggahan ucapan tersebut segera mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Pimpinan kampus menilai dukungan dari kampus internasional ini menjadi energi baru bagi pengembangan institusi di masa depan. Kolaborasi lintas negara kini menjadi fokus utama dalam membangun reputasi akademik yang lebih kompetitif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi mendalam atas kiriman ucapan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Guru Besar dari Busan University of Foreign Studies melalui media sosial,” ujar Ismail saat memberikan pernyataan kepada media usai silaturahmi dengan Bupati Konawe Selatan di Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026). Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa dapat dikenali oleh perguruan tinggi di tingkat global.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa apresiasi dari mancanegara tersebut menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam membangun jejaring intelektual. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran dukungan digital ini menjadi bukti nyata kekuatan konektivitas akademik antara Indonesia dan Korea Selatan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengakuan dari profesor di Busan University of Foreign Studies tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai jembatan diplomasi kampus. “Unggahan ini bukan sekadar seremoni digital, melainkan bentuk pengakuan tulus terhadap proses transisi kepemimpinan di kampus kami,” tegas Ismail dengan nada optimis. Ia memandang fenomena ini sebagai langkah awal yang baik untuk memperkuat hubungan bilateral dalam bidang riset dan pengajaran.

Terkait dengan rencana pengembangan kampus kedepan, Ismail memaparkan bahwa pihak rektorat akan menindaklanjuti dukungan ini dengan komunikasi yang lebih intensif. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas, terutama dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi rektor yang baru dilantik untuk membawa kampus menuju standar internasional.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan komitmennya untuk mendukung penuh fasilitas penunjang akademik yang memadai. “Melalui perencanaan yang matang, kami akan memastikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini dapat terakomodasi dalam program kerja tahunan,” pungkasnya. 

Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi kesempatan meneruskan posisi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan studi Islam di tingkat global. “Kita sudah ada kerjasama, dan kita pertahankan. Senyampang itu, terus menggalang dukungan perguruan tinggi lainnya,” imbuh Ismail Suardi Wekke yang baru saj amendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan rangkaian pelantikan yang berlangsung pelan lalu ditandai dengan semangat optimisme dari seluruh staf dan pimpinan. Kehadiran tokoh-tokoh penting di kolom komentar media sosial kampus memberikan warna tersendiri bagi kemeriahan acara. IAI Rawa Aopa kini bersiap melangkah lebih jauh di bawah kepemimpinan baru dengan dukungan moral yang kuat dari mitra domestik maupun internasional.

Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Seminar Proposal (ISW)

Mahasiswa IAI Rawa Aopa yang Memprogramkan Skripsi, Ditargetkan Sampai ke Publikasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan program dalam meningkatkan mutu akademik, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menempuh penyelesaian tugas akhir. Saat ini, kampus tersebut melatih mahasiswa yang memprogramkan skripsi untuk tidak sekadar menuntaskan penelitian di atas kertas, melainkan harus menargetkan luaran hingga ke tahap publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi.

Langkah ini diambil guna memastikan kontribusi intelektual mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diakses oleh masyarakat luas dan diakui secara akademis di level nasional maupun internasional. Transformasi skripsi menjadi artikel jurnal ini menjadi salah satu indikator utama dalam pemenuhan standar kualitas perguruan tinggi di era digital.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa mahasiswa harus mulai mengubah pola pikir dari sekadar menggugurkan kewajiban akademik menjadi upaya diseminasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, publikasi adalah bukti otentik bahwa sebuah penelitian memiliki nilai kebermanfaatan yang nyata bagi perkembangan disiplin ilmu terkait.

“Kita tidak ingin karya ilmiah mahasiswa hanya berakhir menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan harus menjadi rujukan bagi peneliti lain melalui publikasi jurnal yang terakreditasi,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka Seminar Proposal yang terintegrasi dengan Pengabdian Masyarakat, di Poleang Timur (Kamis, 15 Januari 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema dukungan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing agar proses konversi skripsi ke artikel jurnal dapat berjalan lebih sistematis. Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menjaga standar kualitas tulisan agar layak tembus ke jurnal bereputasi.

“Proses publikasi ini adalah jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem ilmiah yang lebih luas, sehingga kemampuan menulis mereka akan teruji secara objektif oleh para reviewer,” tambahnya dalam sebuah sesi diskusi usai kegiatan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa target publikasi ini juga berdampak positif pada akreditasi institusi dan program studi. Ia meyakini bahwa dengan meningkatnya jumlah publikasi dari mahasiswa, reputasi IAI Rawa Aopa akan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

“Saya berharap setiap mahasiswa yang memprogramkan skripsi tahun ini memiliki semangat yang sama untuk menembus batas-batas ruang kelas melalui tulisan yang dipublikasikan secara daring,” tegasnya menutup pernyataan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang positif dalam dunia akademik. Pihak kampus berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahap penyusunan hingga naskah mereka berhasil diterbitkan.

Salam Setara (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Silaturahmi Dengan Bupati Konsel, Laporkan Pelantikan Rektor hingga Apresiasi Bantuan UKT

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Jajaran Yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) menggelar audiensi dengan Bupati Konawe Selatan di Rumah Jabatan Bupati pada Rabu (21 Januari 2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempertahankan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konsel yang baru saja dilantik, Dr. Basrin Melamba, melaporkan secara resmi proses transisi kepemimpinan di kampus hijau tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa IAI Rawa Aopa sebagai mitra strategis pemerintah.

“Kehadiran kami hari ini selain untuk bersilaturahmi, juga melaporkan hasil pelantikan rektor. Kami sangat memohon dukungan dan arahan dari Bapak Bupati agar perguruan tinggi ini terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah Konawe Selatan,” ujar Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., di hadapan Bupati.

Senada dengan hal itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi pembangunan fisik dan non-fisik antara yayasan dan pemerintah kabupaten. Demikian pula terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang sudah berlangsung yang juga mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

“Kami menyadari bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah. Dukungan Bapak Bupati sangat kami harapkan, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan fasilitas yang menunjang aktivitas akademik mahasiswa kami,” kata Al Asri.

Salah satu poin utama dalam audiensi ini adalah penyampaian apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan mahasiswa. Tercatat, sebanyak 200 mahasiswa IAI Rawa Aopa menerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir mendampingi rektor, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat meringankan beban mahasiswa. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Bupati atas bantuan UKT bagi 200 mahasiswa kami. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Konsel tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan yang sama, Ismail Suardi Wekke yang juga Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, menyoroti aspek pengembangan mutu lulusan dan riset daerah. Ia melihat peluang besar dalam kerja sama yang lebih luas di masa depan.

“Sinergi ini harus terus kita rawat. Kami di Pascasarjana selalu menjadi mitra berpikir pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset untuk kemajuan Konawe Selatan,” tutur Ismail.

Salah satu yang dilaporkan Ismail kepada Bupati Konawe Selatan terkait dengan mahasiswa magang di Jepang. “Sementara ini berlangsung pelatihan bahasa Jepang dengan bekerja sama LPK Salewangang di Maros,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Tak hanya dari sisi akademik, aspek ekonomi kerakyatan juga menjadi bahasan dalam pertemuan ini. Wakil Ketua Koperasi Jasa Rawa Aopa, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., yang turut hadir, menyatakan kesiapan institusi dalam mendukung program ekonomi kreatif di lingkungan kampus dan sekitarnya.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa siap bersinergi dengan program-program pemberdayaan ekonomi daerah, sehingga kemandirian mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus dapat terwujud sejalan dengan visi Bupati,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti beberapa poin kerja sama teknis guna mempercepat akselerasi pendidikan tinggi di Kabupaten Konawe Selatan.