IMG-20260201-WA0002

Pimpinan IAI Rawa Aopa Berbagi Gagasan Solutif Masalah Pemuda di Pascasarjana UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tempat kegiatan diskusi pada Jumat (30/1/2026) saat ratusan pemuda berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) ini bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (KAPASGAMA) serta Sekolah Pascasarjana UGM untuk merumuskan langkah nyata pemuda dalam pembangunan nasional.

“Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi, sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Ismail Suardi
Wekke sebelum acara dimulai. Sebagaimana diketahui, Ismail Suardi Wekke, selain sebagai Komite Saintifik Asian Youth Forum (AYF) juga adalah Wakil Rektor di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, dalam keterangannya menyoroti fenomena memprihatinkan yang tengah melanda generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa saat ini remaja kian rentan terjebak dalam masalah sosial seperti kejahatan jalanan yang meresahkan, tindak kekerasan, hingga jeratan judi online.
Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional yang digelar di UGM tersebut bertujuan untuk membangun ruang dialog konstruktif guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial dan infrastruktur.

Selain itu, pengaruh buruk lingkungan dan media sosial turut memicu maraknya penyalahgunaan narkoba serta minuman keras yang menjauhkan pemuda dari harapan menjadi penerus bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Faishal menegaskan bahwa problematika ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, berpendapat bahwa berbagai problematika yang menimpa remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan. Dengan mendorong keterlibatan aktif dalam sektor sosial, ekonomi, hingga infrastruktur, diharapkan generasi muda dapat mengalihkan energi mereka ke arah positif dan berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Diskusi ini diperkuat oleh kehadiran narasumber lintas sektor, mulai dari Ahmad Syauqi Suratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke dari Scientific Committee Asian Youth Forum, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, hingga GM Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha.

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa salah satu instrumen utama kemajuan adalah pemeliharaan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas kepemudaan sebagai warisan nilai luhur bangsa.

Ismail Suardi Wekke mengemukakan bahwa gotong royong merupakan salah satu instrumen penting bagi kemajuan bangsa yang harus terus diteruskan dalam berbagai aktivitas pemuda.

“Keberagaman latar belakang pembicara dalam paneli telah menjadi perspektif diskusi yang kaya,” kata Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media.

“Dalam kapasitas pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas undangan ini. Ruang Kolaborasi Pemuda, sebagaimana namanya, juga telah menjadi ruang ekspresi bagi kami perguruan tinggi di timur Indonesia,” papar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara saat menyapa panitia dan menyampaikan apresiasi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah serta Ketua KAPASGAMA Dr. H. Khamim Zarkasih Putro.

Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan perspektif diskusi yang lebih kaya, sehingga tercipta kolaborasi inklusif untuk mengawal arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

M. Asruri Faishal Alam menegaskan, “Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

Empat Kota (ISW)

Proyeksi Perencanaan Bermitra dengan 9 Kampus di 3 Kota Taiwan

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional. Dalam proyeksi perencanaan terbaru, kampus ini membidik kerja sama komprehensif dengan sembilan perguruan tinggi yang tersebar di tiga kota besar di Taiwan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat transformasi akademik dan peningkatan mutu sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas negara. “Kita mulai merintis kerjasama dengan Taiwan,” kata Ismail Suardi Wekke usai menghadiri acara diskusi (daring) dengan konsultan pendidikan Taiwan (Jumat, 30 Januari 2025) yang saat itu berada di Yogyakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini sebagai rencana awal, juga kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan global. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan sembilan kampus di Taiwan ini merupakan langkah konkret untuk membawa atmosfer akademik internasional langsung ke jantung Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan potensi sinergi di tiga kota utama yang memiliki keunggulan riset dan teknologi, sehingga implementasi program nantinya akan lebih terukur dan tepat sasaran. Ia juga meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi katalisator bagi dosen dan mahasiswa dalam mengeksplorasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.

9 Kampus (ISW)
9 Kampus (ISW)

Dalam sebuah kesempatan usai diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang memaparkan target di balik program internasionalisasi ini. “Kami menargetkan sembilan kampus di Taiwan sebagai mitra strategis karena reputasi mereka dalam integrasi teknologi dan pendidikan sangat selaras dengan visi pengembangan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail menegaskan rencana institusinya.

“Sekalipun dalam perjalanan di kereta api, situasinya tetap aman dan nyaman sehingga memungkinkan untuk mengikuti acara diskusi. Ini sebuah peluang emas,” papar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menghadiri acara diskusi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia juga menyoroti pentingnya mobilitas akademik bagi civitas akademika dalam waktu dekat. “Proyeksi ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, di mana kami ingin memastikan bahwa pengalaman belajar di tiga kota di Taiwan tersebut memberikan dampak transformatif bagi kurikulum kita,” tambahnya. 

Selain itu, Ismail memberikan penekanan pada keberlanjutan program melalui dukungan manajerial yang kuat dengan mengatakan bahwa perencanaan anggaran dan kepegawaian telah disesuaikan untuk mendukung penuh mobilitas internasional ini guna menjamin efektivitas kemitraan jangka panjang. Strategi yang diusung IAI Rawa Aopa ini diharapkan mampu memperkuat posisi institusi dalam kerjasama global serta membuka peluang beasiswa dan riset kolaboratif. 

Dengan integrasi perencanaan yang matang, kemitraan dengan kampus-kampus di Taiwan tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun akademik mendatang, menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di Konawe Selatan. “Terima kasih kepada GROW Consulting yang telah memberikan peluang ini,” papar Ismail Suardi Wekke.

Rapat Kerja (ISW)

Undangan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa 2026, Awal Tahun untuk Konsolidasi Internal

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar Rapat Kerja (Raker) yang difokuskan pada penguatan fondasi organisasi. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan konsolidasi internal guna memastikan target-target institusi sepanjang tahun dapat tercapai dengan lebih terukur dan sistematis. 

Rapat Kerja dijadwalkan sebagaimana undangan yang sudah disampaikan ke masing-masing unit, da juga civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin, 2 Februari 2026. Rencana raker akan dilangsungkan di Kampus Andoolo, Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa rapat kerja kali sebagai pemenuhan administratif, juga menjadi upaya mendalam untuk menyelaraskan visi antar unit kerja. Beliau menyampaikan bahwa konsolidasi di awal tahun sangat krusial agar seluruh gerak langkah institusi berada dalam satu komando yang sama. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa efisiensi pengelolaan keuangan akan menjadi prioritas utama guna mendukung program-program akademik yang lebih inovatif ke depannya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin serta profesionalisme pegawai sebagai pilar utama dalam transformasi institusi yang sedang berjalan.

Dalam penyampaiannya terkait dengan persiapan rapat, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan langsung terkait urgensi sinergi di lingkungan kampus. “Rapat kerja ini adalah fondasi utama kita untuk menyusun peta jalan yang jelas selama setahun penuh, sehingga akan menyelaraskan semua program kerja,” tegas Ismail. 

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya. “Kita harus memastikan bahwa setiap aktivitas yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan mahasiswa dan pengembangan riset dosen untuk bermuara pada pemenuhan akerditasi,” imbuhnya. 

Sebagai penutup pernyataannya, ia mengajak seluruh staf untuk mengubah pola pikir kerja menuju digitalisasi. “Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi universitas, sheingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Rapat kerja yang akan berlangsung di aula kampus Andoolo ini ditargetkan untuk melahirkan rumusan kebijakan yang aplikatif dan solutif. Melalui konsolidasi yang matang, IAI Rawa Aopa optimistis dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkokoh eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan dan dunia global. “Kita ikhtiarkan, bukan saja unggul di lokal, tetapi memiliki visibility di dunia globa,” pungkas Ismail.

Pembukaan Rakernas (ISW)

Hadir dalam Pembukaan Rakernas PPMPI di Yogyakarta, Sampaikan Kesediaan untuk Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) melaksanakan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun ini di Yogyakarta (Rabu, 28 Januari 2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh anggota dari seluruh penjuru Indonesia. Sementara itu, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para pimpinan program studi dari pelbagai perguruan tinggi dalam forum ini menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu di lingkungan pendidikan Islam. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir langsung dalam seremoni pembukaan tersebut yang berlangsung di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menjawab tantangan global dalam kaitan pengelolaan program studi. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama agar program studi pendidikan Islam dapat bersaing secara internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Ismail Suardi Wekke menyampaikan komitmen institusinya secara lugas. “Kami di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memandang Rakernas ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus kami,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kesediaan untuk berkolaborasi, juga sebagai langkah konkret untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan. “Saya menyatakan bahwa institusi kami sangat terbuka untuk menjalin kemitraan strategis dengan anggota PPMPI lainnya demi kemajuan bersama,” tegas Ismail.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga memaparkan visi manajerialnya terkait pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan tekad PPMPI. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan skema dukungan finansial dan kebijakan untuk pembukaan prodi di kampusnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar Rakernas di Yogyakarta ini mampu merumuskan program kerja yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi di daerah, termasuk di Konawe Selatan. Ia pun menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada kualitas dosen, tetapi juga pada soliditas jaringan kerja sama antar-prodi yang tergabung dalam PPMPI.

Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi seluruh pengelola prodi manajemen pendidikan Islam. Dengan adanya dukungan dari jajaran pimpinan rektorat seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, akselerasi akreditasi di lingkungan perguruan tinggi Islam optimis dapat tercapai dalam waktu dekat.

UGM (ISW)

Dinamika Persoalan Kalangan Pemuda dan Remaja di Pascasarjana UGM, Pimpinan IAI Rawa Aopa Didaulat Menjadi Panelis

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Seminar Nasional dengan tema Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (30 Januari 2026). Kegiatan yang diprakarsai Ruang Kolaborasi Pemuda bersama-sama dengan KAPASGAMA dan Sekolah Pascasarjana UGM.

Forum yang mempertemukan tokoh nasional, legislator, akademisi, dan praktisi ini untuk membahas peran nyata pemuda dalam arah kebijakan dan pembangunan Indonesia. “Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi. Sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” awal Ismail Suardi Wekke sebelum acara dimulai.

Tampil sebagai narasumber Ahmad Syauqi Suratno Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Scientific Committee Asian Youth Forum, Ambar Purwoko, Wakil Bupati Kulon Progo, Ruly Artha GM Bandara Internasional Yogyakarta.

Sedang sambutan disampaikan Muhamad Asruri Faishal Alam Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua KAPASGAMA UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D Dekan Sekolah Pascasarjana UGM.

Dinamika persoalan dikalangan pemuda dan remaja saat ini kian memprihatinkan, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online dan kenakalan remaja lainnya. Kasus yang kerap kali muncul di media sosial adalah kejahatan jalanan semakin meresahkan masyarakat.

Seyogyanya generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas, namun realita yang terjadi saat justru jauh dari harapan. M. Asruri Faishal Alam selaku Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY berpendapat bahwa problematika yang terjadi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder dalam mengatasinya.

Asruri Faishal Alam atau yang akrab disapa Faishal saat ditemui awak media disela acara Seminar Nasional,) siang menyatakan siap untuk berkolaborasi bersama semua pihak untuk bergerak berdampak agar generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi postif dalam sosial masyarakat dan juga dalam membangun bangsa ini.

Bahwa Seminar yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” bertujuan terbangunnya ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan, wadah pertukaran gagasan guna mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga terhindar dari perilaku-perilaku negatif ataupun menyimpang,” jelas Faishal.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gajah Mada) tersebut menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno(Anggota DPD RI), Ismail Suardi Wekke, Ph.D. (Scientific Committee Asian Youth Forum), Ruly Artha (GM Bandara YIA), Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo).

Acara ini dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama) dan diikuti oleh sekitar 300 orang dari kalangan mahasiswa, remaja / pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. “Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya dialog dan kolaborasi pemuda yang konstruktif dalam merespons arah pembangunan wilayah secara inklusif dan berkelanjutan”, ujar faishal.

Lebih lanjut Faishal menyampaikan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, miras, narkoba, judol dll. Oleh sebab itu melalui momentum kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, begerak dan berdampak.

“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045”, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. yang didaulat sebagai panelis dalam acara tersebut mengemukakan bahwa salah satu instrument kemajuan adalah dengan gotong royong. “Kita perlu meneruskan semangat dan tradisi gotong royong dalam pelbagai aktivitas,” tutur Ismail yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke menuturkan bahwa sebuah kehormatan bisa turut memberikan pandangan dan gagasan dalam kegiatan ini. “Terima kasih kepada Ruang Kolaborasi Pemuda yang telah mengundang kami,” tutup Ismail Suardi Wekke.

(Bahan Berita diambil dari Harian Merapi)

Save the Date

Agenda: Public Lecture and Collaborative Research

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (The Rawa Aopa Islamic Studies Institute of South Konawe) will host an academic session On February 20, 2026, from 1:30 PM to 3:00 PM UK time. This event brings together scholars and researchers in collaboration with Dublin City University (Ireland), University of South Wales (United Kingdom), and Institut Barcelona d’Estudis Internacionals (IBEI), Spain. The session is designed to foster international academic synergy, bridging expertise from Ireland, the United Kingdom and Spain, to address contemporary global challenges.

The first segment of the program features a Public Lecture, offering an open platform for rigorous intellectual exchange. This lecture will delve into critical themes within international studies, providing attendees with fresh perspectives and evidence-based insights. By leveraging the combined academic strengths of the participating institutions, the talk aims to stimulate critical thinking and provide a comprehensive overview of current trends and theoretical frameworks relevant to the field.

Following the lecture, the agenda shifts to a focused Discussion on Collaborative Research. This interactive session serves as a strategic planning forum for faculty and researchers to identify shared objectives and develop frameworks for future joint projects. By facilitating direct dialogue between Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, on fostering collaboration with IBEI, Dublin City University, and the University of South Wales, the session aims to formalize research pathways that enhance global academic mobility and produce impactful, cross-border scholarly contributions.

India (ISW)

Conference Announcement: The 7th International Conference, Hosted Speakingcube Foundation

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – The Speakingcube Foundation is honored to announce the 7th International Conference, a premier global gathering dedicated to fostering innovation, collaboration, and impactful discourse across diverse sectors. As we navigate an era of rapid technological and social transformation, this year’s summit serves as a vital platform for thought leaders, researchers, and practitioners to exchange ideas that transcend borders.

Speakingcube (ISW)
Speakingcube (ISW)

Hosted by Speakingcube, the event continues its legacy of bridging the gap between theoretical insights and practical applications, ensuring that every voice contributes to a larger global narrative. This year’s program features an expansive lineup of keynote addresses, interactive workshops, and panel discussions led by world-class experts. Participants can expect deep dives into emerging trends, with a particular focus on sustainable development, digital integration, and inclusive leadership. 

Beyond the formal sessions, the conference is designed to facilitate high-level networking, providing attendees with unique opportunities to forge strategic partnerships and collaborate on projects that address the most pressing challenges of our time. We cordially invite professionals, academics, and visionaries from around the world to join us for this landmark event. Registration will officially open through the Speakingcube Foundation website, with early-bird options available for those looking to secure their place in this influential community. Join the Speakingcube Foundation as we convene to inspire change, ignite curiosity, and build a more connected future. We look forward to welcoming you to an environment where innovation meets impact.

India-Indonesia (ISW)

IAI Rawa Aopa Initiates Partnership with Indian NGO, Begins with Initial Discussion

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – The Rawa Aopa Islamic Institute (IAI) of South Konawe has taken a strategic step onto the international stage by establishing a partnership with the Speaking Online Mental Health Consulting Foundation, a non-governmental organization (NGO) based in India. This collaboration kicked off on Wednesday, January 28, 2026, with an in-depth virtual discussion focused on strengthening the knowledge framework between the two nations.

Ismail Suardi Wekke, the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel at IAI Rawa Aopa, emphasized that this meeting serves as a cornerstone for the institution’s global networking efforts. “This cooperation is a necessity and a concrete step for us to initiate cross-border academic collaboration. We are starting with intensive discussions on mental health and education issues,” stated Ismail during his briefing from Yogyakarta.

During the session, both parties agreed on several follow-up agendas aimed at elevating academic standards through joint research and publication efforts. Ismail highlighted that prioritizing the investigation into India-Indonesia knowledge frameworks will be a primary focus, with plans already in motion for collaborative scientific journals and book publications. By merging the insights of Indonesian academics with Indian practitioners, the partnership aims to contribute significantly to the global body of science.

The collaboration also serves as a catalyst for institutional exposure, specifically focusing on the preparation of international conference presentations. Ismail noted that by involving lecturers and researchers in these global forums, the institution aims to transcend national educational standards. Furthermore, IAI Rawa Aopa is committed to bringing the local perspectives of Southeast Sulawesi to the international stage, ensuring that regional wisdom informs global solutions for social challenges.

The virtual nature of the meeting highlighted how technology is being leveraged to break down geographical barriers in higher education. This partnership solidifies IAI Rawa Aopa’s position as a progressive institution committed to building meaningful international alliances that offer tangible benefits to the academic community and society at large.

India-Indonesia (ISW)

Mulai Jalin Kerjasama dengan NGO India, IAI Rawa Aopa Awali Dengan Diskusi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah strategis internasional dengan menjalin kerja sama bersama Speaking Online Mental Health Consulting Foundation, sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) asal India. Inisiasi kolaborasi ini diawali melalui diskusi mendalam dalam pertemuan daring yang fokus pada penguatan kerangka pengetahuan antara kedua negara (Rabu, 28 Januari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan fondasi bagi institusi dalam memperluas jejaring global. “Kerja sama ini sebagai sebuah keperluan, juga menjadi langkah konkret kami untuk mengawali kolaborasi akademik yang melintasi batas negara, dimulai dengan diskusi intensif mengenai isu-isu kesehatan mental dan pendidikan,” ujar Ismail dalam keterangannya usai diskusi yang saat ini berada di Yogyakarta.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati sejumlah agenda tindak lanjut yang mencakup bidang penelitian dan publikasi. Ismail menekankan pentingnya sinergi ini dengan menyebutkan bahwa kolaborasi riset mengenai kerangka pengetahuan India-Indonesia akan menjadi salah satu prioritas utama. Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menghadirkan perspektif lokal Sulawesi Tenggara dalam kancah internasional melalui kemitraan strategis ini.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa diskusi ini juga mematangkan persiapan untuk presentasi dalam konferensi internasional yang akan datang. Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dan peneliti dalam forum bersama NGO India tersebut akan melampaui standar nasional pendidikan dalam bidang akademik serta eksposur institusi di tingkat global. Beliau berharap hasil dari diskusi awal ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata yang bermanfaat bagi kedua lembaga.

Selain rencana presentasi konferensi, agenda kerja sama ini mencakup program publikasi bersama, baik dalam jurnal ilmiah maupun penerbitan buku. Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi pemikiran antara akademisi Indonesia dan praktisi dari India akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Beliau juga menambahkan bahwa ke depannya, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan karya-karya akademik yang bereputasi dan memberikan solusi atas tantangan sosial di kedua negara.

Pertemuan yang berlangsung secara virtual tersebut menjadi bukti pemanfaatan teknologi dalam menembus sekat geografis demi kemajuan pendidikan tinggi. Melalui tautan rekam medis pertemuan yang telah didokumentasikan, seluruh sivitas akademika dapat memantau progres kolaborasi ini. Dengan adanya kesepakatan awal ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang progresif dalam membangun kemitraan internasional.

IMG-20260127-WA0031

Kick Off Meeting dan FGD antara IAI Rawa Aopa dengan NITRO dalam Pelaksanaan ICON 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menjalin sinergi strategis dengan Institut Bisnis dan Keuangan NITRO melalui agenda ICON 2026. Telah terlaksana daring kegiatan Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD), Senin (26/1/2026).

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka mematangkan persiapan perhelatan internasional International Conference on NITRO (ICON) 2026 yang dijadwalkan menjadi agenda akademik penting kedua institusi di bulan April mendatang.

Dalam suasana diskusi yang produktif tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni akademik saja.

Ia menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi fondasi awal untuk menyatukan visi besar dalam mengangkat kearifan lokal ke panggung global melalui riset-riset yang berkualitas.

Menurutnya, sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO akan memberikan warna baru bagi penyelenggaraan ICON 2026, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan perkembangan bisnis dan keuangan modern. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke secara tegas memberikan instruksi dan harapan besar terhadap tim teknis kedua belah pihak agar bekerja secara profesional.

“Kita harus memastikan bahwa seluruh instrumen pelaksanaan ICON 2026 telah siap secara matang, mulai dari manajemen tata kelola konferensi hingga output publikasi ilmiah yang akan dihasilkan nantinya,” ujar Ismail saat memberikan pengantar mengawali kegiatan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa prakarsa dan kesediaan NITRO merupakan langkah untuk memperkuat jaringan nasional dan juga perluasan kerjasama internasional melalui konferensi.

“KIta akan berusaha semaksimal mungkin, sehingga kegiatan ini insya Allah sukses,” papar Ismail Suardi Wekke yang merupakan Co-Chair ICON 2026.

“Kerja sama ini adalah bukti komitmen kami untuk membawa IAI Rawa Aopa bertransformasi menjadi institusi yang inklusif dan progresif di mata dunia,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, Ismail mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas akademik selama proses persiapan berlangsung.

“Saya berharap dengan Kick Off ini melahirkan kerangka kerja yang solid sehingga ICON 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan para pakar, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat di era digital,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail turut menjelaskan bahwa keberhasilan agenda internasional ini akan sangat bergantung pada bagaimana kedua institusi mampu mengelola sumber daya manusia dan dukungan finansial secara transparan dan akuntabel.

Melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa dan NITRO berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan persiapan demi memastikan standar kualitas internasional tetap terjaga hingga hari pelaksanaan nanti.