Guangzhou (ISW)

Memajukan Kolaborasi Akademik Global di Asia: Pimpinan IAI Rawa Aopa Kunjungi Guangzhou

Rawaaopakonsel.ac.id, Guangzhou – Dalam misi untuk memperluas jangkauan internasional akademisi Asia, Ismail Suardi Wekke baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan di Guangzhou, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan upaya eksplorasi terhadap institusi akademik transformatif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengadopsi model fasilitasi yang dapat meningkatkan visibilitas global serta dampak penelitian universitas-universitas di tingkat regional (Selasa, 23 Desember 2025).

“Sudah saatnya kita mulai memperluas kerja sama regional dari Asia Tenggara ke Asia secara luas,” ujar Wekke setelah menyelesaikan kunjungannya ke Guangzhou di kantor AiScholar. Kunjungan Wekke ke Guangzhou merupakan kelanjutan dari dedikasinya terhadap integrasi regional. Ismail Suardi Wekke, saat ini juga menjabat sebagai wakil rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagai tokoh ilmiah kunci dan pendiri Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang didirikan pada tahun 2016, beliau telah menghabiskan hampir satu dekade membangun jembatan antar institusi di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Singapura. SEAAM lahir dari visi untuk mendobrak sekat-sekat akademik tradisional, memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan dosen yang bersifat swadaya dan didorong oleh komunitas. 

Di bawah jejaring SEAAM, persahabatan ini telah bertransformasi dari jaringan sarjana menjadi platform kokoh untuk kolokium internasional dan penelitian bersama. Misinya ke Tiongkok kali ini memperluas filosofi “mobilitas” tersebut ke panggung global, menghubungkan koridor akademik Asia Tenggara dengan pusat pendidikan Asia Timur yang berkembang pesat.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang dalam bulan November 2025 lalu, memeringati Dies Natali IX (2025) menjadikan itu sebagai tonggak dalam menapaki perjalanan dari STAI ke IAI. “Insya Allah dalam kurun waktu di bawah 5 tahun, semoga kita mendapatkan pertolongan Allah untuk menuju universitas Islam,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Salah satu agenda utama Dr. Wekke adalah observasi langsung terhadap institusi transformatif di Guangzhou, seperti KEO. Pusat ini berada di garda terdepan dalam menggabungkan pedagogi teknologi tinggi dengan kerangka penelitian internasional. Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa institusi-institusi ini tidak hanya fokus pada mobilitas keluar, tetapi unggul dalam “Internationalization at Home” (Internasionalisasi di Dalam Negeri).

Konsep ini melibatkan integrasi standar global, kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI), dan repositori digital lintas batas langsung ke dalam budaya kampus. Hal ini memastikan setiap mahasiswa mendapatkan manfaat dari pendidikan global tanpa harus terkendala kemampuan untuk bepergian ke luar negeri.

Misi ini disusun berdasarkan pendekatan berlapis untuk pertumbuhan institusional: antara lain pertama, Peningkatan Visibilitas: Prof. Wekke mengeksplorasi penggunaan arsip digital global agar kontribusi akademik lokal mendapatkan audiens dunia dan meningkatkan dampak sitasi.

 

Selanjutnya, Fasilitasi Institusional: Mempelajari bagaimana universitas di Guangzhou mengelola kompleksitas finansial dan budaya dalam membangun kemitraan internasional berkelas dunia sebagai model bagi perguruan tinggi di Asia Tenggara.

Ketiga, Revolusi AI dan Masyarakat Pendidikan Tinggi: Diskusi mengenai model di mana AI bertindak sebagai katalis bagi literasi sains maupun agama, menghasilkan lulusan yang mahir secara teknis namun tetap memiliki landasan etika yang kuat.

Melalui diskusi meja bundar dengan administrator akademik Tiongkok, Dr. Wekke mempertegas pentingnya “lintas wilayah akademik.” Model Guangzhou menunjukkan bahwa ketika sebuah institusi berfungsi sebagai simpul dalam jaringan global, hal itu secara alami akan menarik talenta internasional, prestise, dan pendanaan yang lebih besar.

Kunjungan ini telah meletakkan dasar bagi potensi Nota Kesepahaman (MoU) dan proyek penelitian bersama yang berfokus pada Pendidikan Interdisipliner. Dengan mengadopsi filosofi “Double First-Class” yang diterapkan dalam kebijakan pendidikan tinggi Tiongkok, Prof. Wekke berniat menerapkan kerangka kerja yang memungkinkan institusi Asia Tenggara bersaing dan berkolaborasi secara setara dengan mitra global.

Strategi transformatif ini rencananya akan diintegrasikan ke dalam program fellowship pengembangan akademik SEAAM dan kolokium penelitian internasional sepanjang tahun 2026. Peta jalan ini bukan sekadar tentang pertumbuhan institusi, melainkan komitmen untuk memastikan masa depan di mana pendidikan interdisipliner dan pembangunan berkelanjutan menjadi pilar keamanan manusia dan keunggulan akademik.

IPRC (ISW)

Call for Papers, International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Welcome to the official announcement for the International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. This academic gathering serves as a dynamic platform for postgraduate scholars, early-career researchers, and seasoned academics to showcase innovative research and engage in interdisciplinary dialogue.

This year, IPRC will conduct in cooperation Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

IPRC 2026 (ISW)
IPRC 2026 (ISW)

Introduction

The International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026 is dedicated to fostering global academic excellence and collaborative innovation. This year’s conference, themed “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration,” seeks to bridge the gap between theoretical research and practical application. By bringing together diverse perspectives from around the world, IPRC 2026 aims to address contemporary global challenges through rigorous inquiry and evidence-based discourse.

The conference provides a supportive environment for postgraduate students to refine their research methodologies and present their findings to an international audience. Participants will have the opportunity to engage with keynote addresses from distinguished scholars, participate in thematic parallel sessions, and build professional networks that transcend geographical boundaries. It is more than just a presentation venue; it is a community built on shared intellectual curiosity and the pursuit of impactful scholarship.

We invite researchers from all academic domains—including STEM, Social Sciences, Humanities, and Business—to contribute to this vibrant exchange of ideas. Whether you are presenting a full paper, a poster, or attending as a delegate, your presence will contribute to the rich tapestry of knowledge that defines IPRC. Join us as we explore new frontiers in research and empower the next generation of academic leaders.

Abstract Submission

Abstract and presentation should be registered through the Google Form below: (latest submission is March 26, 2026)

https://forms.gle/JWoCKmWEYSiw4yz67

Registration Fees

Registration is required for all presenters and attendees. Please refer to the table below for the applicable rates based on your category.

Category

USD Rate 

Rupiah Rate 

Faculty Member / Academic $ 150 USD Rp. 4.000.000
Student $ 100 USD Rp. 2.000.000

> Note: Student registrants must provide a valid University ID or a letter from their department to qualify for the student rate.

Call for Papers

We welcome original research contributions in the following tracks:

  • Track 1: Science, Technology, Engineering, and Medicine (STEM)
  • Track 2: Accounting, Business, and Management
  • Track 3: Humanities and Social Sciences
  • Track 4: Multidisciplinary & Interdisciplinary Studies

Conference Timeline

To ensure your work is considered for the conference proceedings and special journal issues, please adhere to the following deadlines:

  • Abstract Submission Opens: January 2 – March 26, 2026
  • Full Paper Submission Opens: January 2 – April 15, 2026
  • Submission Deadline: April 15, 2026
  • Author Notification: January 2 – April 15, 2026
  • Revised Paper Submission: April 20, 2026
  • Registration Deadline: March 30, 2026
  • Conference Dates: April 26-27, 2026

Contact Person

For any inquiries regarding submissions, registration, or logistics, please contact the Conference Secretariat:

  • Name: Ir. Arifuddin Rachmat Fisu (Conference Co-Chair)
  • Email: informasi@rawaaopakonsel.ac.id 
  • Office: Director Partnership, Southeast Asia Academic Mobility