SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pengumuman Pelaksanaan SEASIHE 2026, Menerima Kesediaan Cohost

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, kami umumkan bahwa persiapan konferensi Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 telah mencapai tahapan awal dalam persiapan pelaksanaan. Melalui kolaborasi, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) telah memulai untuk menyelenggarakan forum kolaboratif SEASIHE yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Kemitraan ini menandai sinergi yang kuat antara inisiatif konservasi lingkungan, institusi akademik prestisius, dan jaringan luas perguruan tinggi Islam swasta, yang menjamin pendekatan multifaset dalam menghadapi tantangan inovasi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen strategis terhadap keberagaman pemikiran dan keahlian. 

UniSZA, yang dikenal dengan keunggulan akademik dan kurikulum berbasis riset, menyediakan fondasi intelektual yang diperlukan untuk diskusi tingkat tinggi. Sementara itu, BKSPTIS menghadirkan jaringan institusi swasta yang memastikan hasil konferensi ini beresonansi di seluruh demografi pendidik dan mahasiswa. Melengkapi kekuatan tersebut, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan memberikan perspektif unik yang menekankan pada titik temu kritis antara pelestarian ekologi dan kerangka pendidikan di wilayah Taman Nasional Rawa Aopa.

Di tengah transisi dunia menuju teknologi hijau dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang etis, SEASIHE 2026 bertujuan untuk menjadi forum utama dalam menampilkan ide-ide transformatif. Para penyelenggara akan bekerja secara terpadu untuk menyusun program yang menonjolkan riset terobosan dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan kampus berkelanjutan, serta literasi digital. Dengan menyatukan sumber daya yang ada, UniSZA, BKSPTIS, dan IAI Rawa Aopa menciptakan sebuah platform di mana kearifan lokal bertemu dengan inovasi global, sekaligus menumbuhkan dialog yang berakar pada budaya dan berpandangan maju dalam kerangka keislaman.

Persiapan saat ini telah berjalan untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi para delegasi dari berbagai lokasi di Asia Tenggara. Kemitraan ini mewakili lebih dari sekadar pengaturan teknis; ia merupakan visi bersama bagi masa depan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Melalui sesi pleno gabungan, lokakarya, dan pameran, para tuan rumah bersama bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberikan wawasan nyata kepada para peserta yang dapat diimplementasikan di institusi masing-masing guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kami mengundang para peneliti, akademisi, dan pemimpin industri untuk mencatat tanggal agenda bergengsi ini dalam kalender kegiatan mereka. Termasuk bagi institusi yang bersedia menjadi cohost pelaksanaan simposium. Formalisasi kesepakatan tuan rumah bersama ini merupakan aksi nyata dari tekad kolektif para mitra kami untuk memimpin gerakan inovasi berkelanjutan. Kami menantikan kehadiran Anda dalam lingkungan pertukaran akademik yang ketat dan semangat kolaboratif, selagi kita bekerja bersama untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi yang tangguh dan inovatif di kawasan kita.

SEASIHE (ISW)

Announcement of Cohost Acceptance, Rawa Aopa – UniSZA – BKSPTIS will Organize SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – With shukur and thankfully to Allah, We announce that the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 conference has reached a significant milestone in its organizational journey. In a landmark collaboration, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), and the Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) already started discussion to organize  a collaborative forum namely SEASIHE (6-10 May 2026; Kendari-Andoolo, Southeast Sulawesi, Indonesia). 

This partnership marks a synergy between environmental conservation initiatives, prestigious academic institutions, and a robust network of private Islamic higher education bodies, ensuring a multifaceted approach to the challenges of sustainable innovation. The collaboration reflects a strategic commitment to diversity in thought and expertise. UniSZA, renowned for its academic excellence and research-driven curriculum, provides the intellectual foundation necessary for high-level discourse. 

Furthermore, BKSPTIS brings a network of private institutions, ensuring that the conference’s outcomes resonate across a wide demographic of educators and students. Complementing these is the unique perspective of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, emphasizing the critical intersection of ecological preservation and educational frameworks in the home of Taman Nasional Rawa Aopa.

As the world pivots toward greener technologies and ethical AI integration, SEASIHE 2026 aims to be the premier forum for showcasing transformative ideas. The cohosts will work in tandem to curate a program that highlights groundbreaking research in renewable energy, sustainable campus management, and digital literacy. By pooling their resources, UniSZA, BKSPTIS, and IAI Rawa Aopa are creating a platform where local wisdom meets global innovation, fostering a dialogue that is both culturally grounded and forward-looking in the framework of Islam.

Logistical preparations are already underway to ensure a seamless experience for delegates from across the globe. This partnership signifies more than just a logistical arrangement; it represents a shared vision for the future of higher education in Southeast Asia. Through joint plenary sessions, workshops, and exhibitions, the cohosts aim to bridge the gap between theory and practice, providing attendees with actionable insights that can be implemented within their respective institutions to drive sustainable growth.

We invite researchers, academicians, and industry leaders to mark their calendars for this prestigious event. The formalization of this cohost agreement is a testament to the collective resolve of our partners to lead the charge in sustainable innovation. We look forward to welcoming you to an environment of rigorous academic exchange and collaborative spirit, as we work together to shape a resilient and innovative future for higher education in our region.

Seminar (ISW)

Introducing SEASIHE 2026, The Collaboration Platform of Southeast Asia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – SEASIHE 2026, or the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education, marks a landmark moment for regional academic synergy. Scheduled to take place in Kendari and Andoolo from May 6 to 10, 2026, this symposium is a collaborative effort initiated by Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan of Indonesia. 

By bringing together these two prominent institutions, the event establishes a dedicated space for scholars and educators to bridge the gap between national borders and academic disciplines. The primary mission of SEASIHE 2026 is to serve as a dynamic collaboration platform that addresses the evolving challenges of the 21st century. In an era where digital transformation, ethical governance, and social stability are paramount, the symposium provides a forum to harmonize Islamic educational values with modern research methodologies. 

This gathering is designed not just for passive listening, but for active engagement through Focus Group Discussions (FGDs) and workshops that aim to produce tangible research outputs and policy recommendations. Furthermore, sessions will run workshop, FGD, mini exhibition, and competition.

A key highlight of the symposium is its focus on inclusive growth and regional identity. By centering the discussion in Southeast Asia, the platform highlights the unique cultural and intellectual landscape of the region. It seeks to empower local institutions—often far from traditional urban centers—to take their place on the global stage. This “Menara Air” (Water Tower) approach ensures that high-level academic discussions flow down to benefit local communities, fostering an environment where knowledge is shared rather than hoarded.

The event’s structured pathways for collaboration include joint research initiatives, student mobility programs, and the publication of findings in globally reputable journals. By aligning technical expertise from Malaysia with the rich social fabric of Indonesia, SEASIHE 2026 facilitates a cross-pollination of ideas that is vital for the region’s intellectual resilience. It is an invitation to educators, technologists, and practitioners to participate in a “connected intelligence” that spans the diverse markets and cultures of ASEAN.

As we look toward the future, SEASIHE 2026 stands as a testament to the power of inter-institutional partnership. It is more than a conference; it is a catalyst for long-term strategic alliances that will shape the trajectory of Islamic higher education for years to come. By fostering a spirit of unity and shared purpose, the symposium ensures that Southeast Asia remains at the forefront of global intellectual and ethical discourse.

SEASIHE (ISW)

IAI Rawa Aopa dan UniSZA Bersiap Menggelar SEASIHE, Kendari 6-10 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 6-10 Mei 2026 mendatang. Pertemuan ilmiah berskala regional ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempererat sinergi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara didahului dengan rapat dari kedua belah pihak (Rabu, 4 Februari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan telah mulai berjalan sesuai target. Menurutnya, pelaksanaan SEASIHE 2026 sebagai sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kompetitif di level global. 

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kegiatan SEASIHE ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menginternasionalisasi institusi sekaligus menyediakan panggung bagi para akademisi untuk bertukar gagasan strategis,” ujar Ismail Suardi Wekke usai pertemuan dari dari Bandung. 

Beliau menambahkan bahwa pemilihan Kendari sebagai tuan rumah bertujuan untuk memperkenalkan potensi intelektual lokal ke kancah mancanegara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sesi dalam simposium ini mampu menghasilkan rencana kerja dan rencana aksi yang berdampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa sinergi dengan UniSZA merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama, sehingga koordinasi antar-kedua pihak berjalan sangat efektif. Ia juga menyampaikan bahwa panitia sedang mengupayakan kehadiran para pakar terkemuka dari berbagai negara tetangga guna memperkaya perspektif dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. Selain itu, Ismail optimis bahwa dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika akan menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di peta pendidikan internasional.

Penyelenggaraan simposium ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi budaya bagi Sulawesi Tenggara. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas di Asia Tenggara diprediksi akan memperluas jejaring penelitian dan publikasi bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu serta akreditasi lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.

Kerjasama dengan UniSZA (ISW)

Bersiap Menggelar SEASIHE 2026, IAI Rawa Aopa Jadwalkan FGD dengan UniSZA

Rawaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mematangkan langkah strategis untuk menjadi tuan rumah perhelatan internasional Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Sebagai bagian dari persiapan intensif tersebut, IAI Rawa Aopa menjadwalkan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) khusus bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia guna menyelaraskan persiapan teknis penyelenggaraan.

FGD tersebut dijadwalkan berlangsung daring pada Rabu, 4 Februari 2026. “Kita mulai menyiapkan acara, selain dengan UniSZA, kami telah berkomunikasi awal dengan perguruan tinggi lain semisal UNISBA Bandung, dan juga UII Yogyakarta,” kata Ismail.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan di Bandung (Selasa, 3 Februari 2026) bahwa kolaborasi dengan UniSZA merupakan langkah untuk memastikan kesuksesan kegiatan. Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini juga untuk meneruskan dengan dokumentasi LoI. Sekaligus sebagai upaya serius untuk membangun ekosistem akademik yang relevan di tingkat regional. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara guna menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa pemilihan UniSZA sebagai mitra diskusi didasari oleh reputasi kampus tersebut dalam menyelenggarakan forum internasional yang berbobot.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan komitmen institusi melalui pernyataan yang lebih mendalam. “Kami memandang FGD dengan UniSZA ini sebagai fondasi utama dalam merancang persiapan konferensi SEASIHE 2026 agar memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Ismail. 

Ia melanjutkan dengan visi yang lebih luas mengenai peran kampus di kancah global. “Melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa setiap detail teknis, mulai dari publikasi ilmiah hingga jejaring riset, telah siap menyambut delegasi dari berbagai negara,” ujarnya. 

Sebagai penutup, ia menegaskan posisi momentum ini bagi daerah. “Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah panggung bagi Konawe Selatan melalui ibukota Andoolo untuk mengenalkan secara global bahwa institusi di daerah dapat menjadi bagian diskusi intelektual Islam di tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Persiapan ini diharapkan dapat memperkuat posisi IAI Rawa Aopa tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi internasional. Agenda FGD mendatang akan fokus pada pematangan tema besar konferensi, mekanisme seleksi karya ilmiah, serta skema publikasi yang berafiliasi dengan jurnal-jurnal bereputasi global. 

Dengan dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan mitra strategis seperti UniSZA, IAI Rawa Aopa optimis SEASIHE 2026 akan menjadi bagian dalam membawa transformasi dalam perjalanan akademik kampus tersebut. “Kita senantiasa bersedia untuk membawa IAI Rawa Aopa tidak sampai di institut saja, tetapi juga sampai ke universitas,” pungkas Ismail.

UniSZA (ISW)

UniSZA and Indonesian Islamic Higher Institutions Foster Strategic Postgraduate Partnership

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Graduate School of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) has signaled a new era of regional academic synergy following a high-level strategic dialogue with four prominent Indonesian Islamic Higher Education Institutions (HEIs).

The virtual meeting, held on January 19, 2026, focused on establishing a sustainable research and mobility ecosystem across Southeast Asia. Led by Assoc. Prof. Dr. Mutia Sobihah Abd Halim, Dean of the UniSZA Graduate School, the meeting resulted in a concrete roadmap for student exchange, joint seminars, and matching grant initiatives.

The Indonesian delegation was moderated by Prof. Ismail Suardi Wekke, Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, representing a broad network that includes STAI DDI Makassar, STIT Sunan Giri Bima, Universitas Muhammadiyah Bima, and the extensive Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) network, which oversees 12 HEIs and approximately 700 madrasahs.

Prof. Wekke emphasized that this partnership aims to move beyond ad-hoc projects. “We are building an annual forum designed to efficiently serve 20 to 30 Indonesian universities,” he stated, citing the success of the Southeast Asia Student Symposium (ISOFSEAS), which has already generated over 200 Scopus-indexed articles. “The ISOFSEAS is the instrumen for collaboration under the mobility student program,” said Ismail Suardi Wekke that appointed as reserach fellow of INTI International University (Malaysia) last week.

“This collaboration is a strategic milestone for IAI Rawa Aopa and our partner institutions in Indonesia. By aligning our research agendas with UniSZA, we are not just pursuing academic credentials, but creating a bridge for our students to compete at a global level while maintaining our unique Islamic identity,” Prof. Ismail remarked during the session.

He further emphasized the operational improvements of the partnership, stating, “Alhamdulillah, we are seeing a remarkable transformation in institutional governance. Communication via WhatsApp and email with the UniSZA Graduate School is now swift and highly responsive—a far improved experience from previous years that allows us to execute our joint programs with much higher precision.”

“Our focus for 2026 is sustainability and tangible impact. Through the matching grant schemes and the series of international symposia we have planned, we are ensuring that the collaboration produces high-quality Scopus publications and fosters a genuine intellectual exchange that benefits the entire ASEAN academic community,” he added.

The collaboration has outlined a rigorous schedule for the coming year to ensure measurable academic output. The agenda begins with the activation of matching grants for collaborative research from February through November, followed closely by the ASEAN Symposium at Binus University in Jakarta, scheduled for March 31 to April 3 or the official announcement will be coming soon. These initiatives will be complemented by UniSZA student mobility programs taking place in April and August.

Furthering this momentum, the Southeast Asian Symposium on Higher Education (SEASIHE) is set to be hosted in Southeast Sulawesi from May 6 to 10. The year’s strategic activities will culminate in December with an interdisciplinary academic program held in Vietnam.

Assoc. Prof. Dr. Mutia introduced her newly restructured administrative team, pledging expedited processes for Letters of Intent (LoI) and Memoranda of Understanding (MoU). To support Indonesian students, the meeting discussed grouping MAIDAM scholarships and establishing MoUs with three regencies in Southeast Sulawesi—Konawe Selatan, Bombana, and Konawe—to facilitate dedicated funding channels.

The partners agreed to finalize LoI signings via an online ceremony prior to the month of Ramadan. Additionally, a promotional seminar targeting the “Sulawesi cluster” is scheduled for the near future.

The collaboration sets ambitious targets for 2026, including more than 30 new postgraduate enrollments at UniSZA and the publication of at least 20 Scopus-indexed papers. This alliance solidifies UniSZA’s standing as an innovative hub for Islamic postgraduate excellence in the ASEAN region.

Kuliah (Rawa Aopa)

Peluang Melanjutkan Pendidikan Magister atau Doktoral di ESERI-UniSZA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Bagi para akademisi dan peneliti yang berhasrat untuk mendalami studi di bidang energi lestari dan industri hijau, East Coast Environmental Research Institute (ESERI) di bawah naungan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, menawarkan prospek yang sangat menarik. ESERI merupakan pusat penelitian (dengan status Centre of Excellent) terkemuka yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan dan energi global. 

Dengan lingkungan akademik yang kondusif dan fasilitas riset yang mumpuni, mahasiswa magister dan doktoral akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek mutakhir, berkontribusi pada publikasi ilmiah bereputasi, serta mengembangkan jaringan profesional yang luas di tingkat internasional. Ini adalah kesempatan emas untuk mengasah keahlian riset dan memperluas cakrawala keilmuan di salah satu institusi yang paling relevan dalam pengembangan energi lestari.

ESERI-UniSZA menyediakan berbagai program pascasarjana yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis dalam berbagai disiplin ilmu terkait energi lestari dan lingkungan. Mulai dari energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga kebijakan lingkungan, kurikulum yang komprehensif didukung oleh staf pengajar yang ahli di bidangnya. Mahasiswa akan didorong untuk melakukan penelitian independen yang inovatif, seringkali berkolaborasi dengan mitra industri dan lembaga penelitian lain, memastikan relevansi dan dampak dari temuan mereka. 

Fleksibilitas program juga memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan fokus studi mereka sesuai dengan minat dan tujuan karir pribadi, mempersiapkan mereka untuk peran kepemimpinan di sektor akademik, industri, maupun pemerintahan.

Melanjutkan pendidikan di ESERI-UniSZA bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis dan berdedikasi. Selain dukungan akademik yang kuat, ESERI juga berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan presentasi, penulisan ilmiah, dan jaringan profesional mahasiswa. 

Lulusan dari program magister dan doktoral ESERI akan siap untuk menghadapi tantangan global dalam bidang energi dan lingkungan, membawa dampak positif melalui penelitian dan inovasi mereka. Kesempatan ini sangat ideal bagi mereka yang ingin menjadi agen perubahan dan berkontribusi secara signifikan terhadap masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dan ESERI-UniSZA telah dirintis melalui pertemuan bersama (9 Juli 2025 di Kantor ESERI-UniSZA), kemudian dilanjutkan dengan FGD membahas peluang kerjasama yang dapat dilakukan (16 Juli 2025 di Kampus UniSZA, Gong Badak).

Selanjutnya, melalui sambungan telepon (27 Juli 2025) pihak ESERI-UniSZA menawarkan peluang studi lanjut bagi calon magister atau doktor, dengan dalam tiga orang, untuk mendaftar pada semester yang akan datang (September 2025).

FGD Bersama (IAI Rawa Aopa)

Undangan FGD IAI Rawa Aopa, STIT Sunan Giri Bima, dan ESERI UniSZA: Persiapan dan Tindak Lanjut Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Undangan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan tiga institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda— IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan STIT Sunan Giri Bima dari Indonesia, serta ESERI UniSZA (Universiti Sultan Zainal Abidin) dari Malaysia akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025.

Undangan ini merupakan langkah lanjutan, sekaligus langkah strategis untuk menjajaki teknis dan mempererat kolaborasi lintas batas. Fokus utama FGD ini adalah persiapan dan tindak lanjut kerjasama yang diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sinergi antara ketiga institusi ini berpotensi menciptakan ekosistem akademik yang lebih kaya, mendorong inovasi, dan menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas akademik maupun masyarakat umum.

Diskusi dalam FGD ini tentunya akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penjajakan potensi bidang kerjasama yang relevan bagi masing-masing institusi hingga perumusan kerangka kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Misalnya, kolaborasi bisa berfokus pada penelitian bersama di bidang studi keagamaan dan sosial, kegiatan bersama mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum bersama, atau bahkan proyek pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Pentingnya FGD ini terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan visi dan misi ketiga pihak, mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang dapat saling melengkapi, serta merumuskan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan tujuan bersama.

Keberhasilan FGD ini akan menjadi fondasi kokoh bagi terjalinnya kemitraan strategis yang bermanfaat jangka panjang. Tindak lanjut dari diskusi ini diharapkan akan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama (MoA) yang lebih spesifik, yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai program dan kegiatan kolaboratif.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ketiga institusi dapat saling belajar, berbagi pengalaman terbaik, dan bersama-sama menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan tinggi. Ini adalah langkah maju yang menjanjikan dalam upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kapasitas keilmuan di kancah internasional.

FKI UniSZA (Dok IAI Rawa Aopa)

Bertemu Dekan dan Wakil Dekan FKI UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Laksanakan Student Mobility

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Terengganu, Malaysia – Fakultai Kontemporari Islam (FKI) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) hari ini menerima kunjungan dari delegasi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara, Indonesia (Ahad, 13 Juli 2025). Kunjungan ini menandai langkah konkret dalam persiapan program Student Mobility yang direncanakan akan segera terlaksana, membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih erat antara kedua institusi.

Pertemuan berlangsung di kantor Dekan FKI UniSZA, yang dihadiri langsung oleh Dekan FKI,  Prof. Dr. Engku Muhammad Tajuddin bin Engku Ali, dan Wakil Dekan (Penyelidikan dan Pembangunan), Prof. Madya Dr. Rahimah binti Embong. Turut hadir dosen Dr. Muhammad Rashidi Bin Wahab yang merupakan Ketua Pusat Pengajian Ushuluddin.

Dari pihak IAI Rawa Aopa, hadir Dr. Ismail Suardi Wekke. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan secara rinci kerangka kerja program Student Mobility, termasuk kurikulum, akomodasi, dan kegiatan yang akan diikuti oleh mahasiswa. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam bagi mahasiswa, memungkinkan mereka untuk memperluas wawasan akademik dan budaya di lingkungan internasional.

Prof. Dr. Engku Muhammad Tajuddin bin Engku Ali menyambut baik inisiatif ini, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. “Kami sangat antusias menyambut mahasiswa dari IAI Rawa Aopa. Program ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman akademik mereka, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa FKI UniSZA telah menjadi bagian kerjasama dengan IAI Rawa Aopa sejak 2022. “Kami bersyukur bahwa lingkungan belajar yang kondusif dan fasilitas yang memadai untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman terbaik selama mereka di sini. Kami berharap program ini menjadi jembatan untuk kolaborasi yang lebih luas di masa depan,” jelasnya.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan hangat dan kesediaan FKI UniSZA untuk menjalin kerja sama ini. Dalam pernyataannya, Dr. Wekke menekankan visi strategis di balik program Student Mobility ini.

“Student Mobility ini adalah wujud nyata komitmen IAI Rawa Aopa untuk membuka cakrawala global bagi mahasiswa kami. Kami percaya bahwa pengalaman belajar di luar negeri, khususnya di institusi sekelas UniSZA yang memiliki reputasi baik di bidang komputer dan informatika, akan sangat memperkaya pemahaman dan keterampilan mereka,” ujar Dr. Ismail Suardi Wekke dengan penuh semangat.

Beliau melanjutkan, “Kami tidak hanya ingin mereka menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memahami keberagaman budaya dan membangun jaringan internasional. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan sumber daya manusia kami, agar mereka siap bersaing di kancah global dan membawa pulang pengetahuan serta pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan daerah dan bangsa.”

Dr. Wekke juga mengungkapkan harapannya agar program ini menjadi titik awal bagi kerja sama yang lebih mendalam, termasuk dalam penelitian bersama, pertukaran dosen, dan pengembangan kurikulum. “Potensi kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan FKI UniSZA sangat besar. Kami berharap ini akan berkembang melampaui Student Mobility, menuju kemitraan strategis yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama, menandai komitmen kedua belah pihak untuk segera merealisasikan program Student Mobility ini. Dengan persiapan yang matang dan semangat kolaborasi yang tinggi, diharapkan program ini akan berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa serta kedua institusi.