Kampus (ISW)

Program Studi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengelola empat program studi, yaitu:

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  2. Program Studi Pendidikan Islam Usia Dini (PIAUD), dengan gelar lulusan S.Pd.
  3. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  4. Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dengan gelar lulusan S.H.

Saat ini, sementara menunggu Surat Keputusan (SK) persetujuan Kementerian Agama RI, untuk program studi Ekonomi Syariah dengan gelar lulusan S.E.

Kampus (ISW)

Alamat Kampus

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, sebanyak 3 lokasi.

Pertama, di Kampus Induk, Kampus Lamooso, terletak di Kecamatan Lamooso, Kab. Konawe Selatan.

Kedua, di Kampus Ibukota Kabupaten, Kampus Andoolo, di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kab. Konawe Selatan.

Ketiga, di Kampus Penghubung Kota Kendari, di Jalan THR, Kota Kendari.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

Guangzhou (ISW)

Memajukan Kolaborasi Akademik Global di Asia: Pimpinan IAI Rawa Aopa Kunjungi Guangzhou

Rawaaopakonsel.ac.id, Guangzhou – Dalam misi untuk memperluas jangkauan internasional akademisi Asia, Ismail Suardi Wekke baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan di Guangzhou, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan upaya eksplorasi terhadap institusi akademik transformatif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengadopsi model fasilitasi yang dapat meningkatkan visibilitas global serta dampak penelitian universitas-universitas di tingkat regional (Selasa, 23 Desember 2025).

“Sudah saatnya kita mulai memperluas kerja sama regional dari Asia Tenggara ke Asia secara luas,” ujar Wekke setelah menyelesaikan kunjungannya ke Guangzhou di kantor AiScholar. Kunjungan Wekke ke Guangzhou merupakan kelanjutan dari dedikasinya terhadap integrasi regional. Ismail Suardi Wekke, saat ini juga menjabat sebagai wakil rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagai tokoh ilmiah kunci dan pendiri Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang didirikan pada tahun 2016, beliau telah menghabiskan hampir satu dekade membangun jembatan antar institusi di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Singapura. SEAAM lahir dari visi untuk mendobrak sekat-sekat akademik tradisional, memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan dosen yang bersifat swadaya dan didorong oleh komunitas. 

Di bawah jejaring SEAAM, persahabatan ini telah bertransformasi dari jaringan sarjana menjadi platform kokoh untuk kolokium internasional dan penelitian bersama. Misinya ke Tiongkok kali ini memperluas filosofi “mobilitas” tersebut ke panggung global, menghubungkan koridor akademik Asia Tenggara dengan pusat pendidikan Asia Timur yang berkembang pesat.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang dalam bulan November 2025 lalu, memeringati Dies Natali IX (2025) menjadikan itu sebagai tonggak dalam menapaki perjalanan dari STAI ke IAI. “Insya Allah dalam kurun waktu di bawah 5 tahun, semoga kita mendapatkan pertolongan Allah untuk menuju universitas Islam,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Salah satu agenda utama Dr. Wekke adalah observasi langsung terhadap institusi transformatif di Guangzhou, seperti KEO. Pusat ini berada di garda terdepan dalam menggabungkan pedagogi teknologi tinggi dengan kerangka penelitian internasional. Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa institusi-institusi ini tidak hanya fokus pada mobilitas keluar, tetapi unggul dalam “Internationalization at Home” (Internasionalisasi di Dalam Negeri).

Konsep ini melibatkan integrasi standar global, kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI), dan repositori digital lintas batas langsung ke dalam budaya kampus. Hal ini memastikan setiap mahasiswa mendapatkan manfaat dari pendidikan global tanpa harus terkendala kemampuan untuk bepergian ke luar negeri.

Misi ini disusun berdasarkan pendekatan berlapis untuk pertumbuhan institusional: antara lain pertama, Peningkatan Visibilitas: Prof. Wekke mengeksplorasi penggunaan arsip digital global agar kontribusi akademik lokal mendapatkan audiens dunia dan meningkatkan dampak sitasi.

 

Selanjutnya, Fasilitasi Institusional: Mempelajari bagaimana universitas di Guangzhou mengelola kompleksitas finansial dan budaya dalam membangun kemitraan internasional berkelas dunia sebagai model bagi perguruan tinggi di Asia Tenggara.

Ketiga, Revolusi AI dan Masyarakat Pendidikan Tinggi: Diskusi mengenai model di mana AI bertindak sebagai katalis bagi literasi sains maupun agama, menghasilkan lulusan yang mahir secara teknis namun tetap memiliki landasan etika yang kuat.

Melalui diskusi meja bundar dengan administrator akademik Tiongkok, Dr. Wekke mempertegas pentingnya “lintas wilayah akademik.” Model Guangzhou menunjukkan bahwa ketika sebuah institusi berfungsi sebagai simpul dalam jaringan global, hal itu secara alami akan menarik talenta internasional, prestise, dan pendanaan yang lebih besar.

Kunjungan ini telah meletakkan dasar bagi potensi Nota Kesepahaman (MoU) dan proyek penelitian bersama yang berfokus pada Pendidikan Interdisipliner. Dengan mengadopsi filosofi “Double First-Class” yang diterapkan dalam kebijakan pendidikan tinggi Tiongkok, Prof. Wekke berniat menerapkan kerangka kerja yang memungkinkan institusi Asia Tenggara bersaing dan berkolaborasi secara setara dengan mitra global.

Strategi transformatif ini rencananya akan diintegrasikan ke dalam program fellowship pengembangan akademik SEAAM dan kolokium penelitian internasional sepanjang tahun 2026. Peta jalan ini bukan sekadar tentang pertumbuhan institusi, melainkan komitmen untuk memastikan masa depan di mana pendidikan interdisipliner dan pembangunan berkelanjutan menjadi pilar keamanan manusia dan keunggulan akademik.

IPRC (ISW)

Call for Papers, International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Welcome to the official announcement for the International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. This academic gathering serves as a dynamic platform for postgraduate scholars, early-career researchers, and seasoned academics to showcase innovative research and engage in interdisciplinary dialogue.

This year, IPRC will conduct in cooperation Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

IPRC 2026 (ISW)
IPRC 2026 (ISW)

Introduction

The International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026 is dedicated to fostering global academic excellence and collaborative innovation. This year’s conference, themed “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration,” seeks to bridge the gap between theoretical research and practical application. By bringing together diverse perspectives from around the world, IPRC 2026 aims to address contemporary global challenges through rigorous inquiry and evidence-based discourse.

The conference provides a supportive environment for postgraduate students to refine their research methodologies and present their findings to an international audience. Participants will have the opportunity to engage with keynote addresses from distinguished scholars, participate in thematic parallel sessions, and build professional networks that transcend geographical boundaries. It is more than just a presentation venue; it is a community built on shared intellectual curiosity and the pursuit of impactful scholarship.

We invite researchers from all academic domains—including STEM, Social Sciences, Humanities, and Business—to contribute to this vibrant exchange of ideas. Whether you are presenting a full paper, a poster, or attending as a delegate, your presence will contribute to the rich tapestry of knowledge that defines IPRC. Join us as we explore new frontiers in research and empower the next generation of academic leaders.

Abstract Submission

Abstract and presentation should be registered through the Google Form below: (latest submission is March 26, 2026)

https://forms.gle/JWoCKmWEYSiw4yz67

Registration Fees

Registration is required for all presenters and attendees. Please refer to the table below for the applicable rates based on your category.

Category

USD Rate 

Rupiah Rate 

Faculty Member / Academic $ 150 USD Rp. 4.000.000
Student $ 100 USD Rp. 2.000.000

> Note: Student registrants must provide a valid University ID or a letter from their department to qualify for the student rate.

Call for Papers

We welcome original research contributions in the following tracks:

  • Track 1: Science, Technology, Engineering, and Medicine (STEM)
  • Track 2: Accounting, Business, and Management
  • Track 3: Humanities and Social Sciences
  • Track 4: Multidisciplinary & Interdisciplinary Studies

Conference Timeline

To ensure your work is considered for the conference proceedings and special journal issues, please adhere to the following deadlines:

  • Abstract Submission Opens: January 2 – March 26, 2026
  • Full Paper Submission Opens: January 2 – April 15, 2026
  • Submission Deadline: April 15, 2026
  • Author Notification: January 2 – April 15, 2026
  • Revised Paper Submission: April 20, 2026
  • Registration Deadline: March 30, 2026
  • Conference Dates: April 26-27, 2026

Contact Person

For any inquiries regarding submissions, registration, or logistics, please contact the Conference Secretariat:

  • Name: Ir. Arifuddin Rachmat Fisu (Conference Co-Chair)
  • Email: informasi@rawaaopakonsel.ac.id 
  • Office: Director Partnership, Southeast Asia Academic Mobility
MoU (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe dan UNISSA Brunei Darussalam Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe, Sulawesi Tenggara, secara resmi memperkuat jaringan internasionalnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Prosesi penandatanganan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di Kampus UNISSA (Brunei Darussalam), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Rektor UNISSA, Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, menyambut hangat kunjungan muhibah delegasi dari Sulawesi tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara. Delegasi IAI Rawa Aopa sendiri dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Al Asri, M.Si.,

MoU (ISW)
MoU (ISW)

Ketua Dewan Penyantun IAI Rawa Aopa Konawe, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemitraan ini. “Kami memandang UNISSA sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi akademik internasional yang sangat baik, sehingga kolaborasi ini akan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen kami untuk memperluas cakrawala di kancah global,” ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting, termasuk pertukaran pelajar dan kolaborasi riset lintas negara. “Fokus utama kami adalah memastikan bahwa implementasi dari MoU ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kajian keislaman yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tegas Al Asri.

Lebih lanjut, Al Asri menekankan pentingnya adopsi kurikulum yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman. “Melalui sinergi dengan UNISSA, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai dengan visi besar institusi kami,” pungkasnya.

Di sisi lain, Al Asri menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja besar yayasan dalam melakukan akselerasi mutu sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara melalui jalur kerja sama internasional. Ia menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa telah menyiapkan peta jalan yang jelas untuk menindaklanjuti setiap poin kesepakatan agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata.

Beliau pun menyebutkan bahwa pihak UNISSA menyambut baik inisiatif kolaborasi ini, terutama dalam hal pengembangan dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif di wilayah regional. Menurutnya, kesamaan visi dalam mencetak generasi rabbani menjadi alasan kuat mengapa kedua institusi ini memutuskan untuk saling mengikatkan diri dalam dokumen Nota Kesepahaman tersebut.

Sebagai penutup, Al Asri mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia untuk berani melangkah ke level internasional. Ia meyakini bahwa dengan terjalinnya hubungan formal ini, akses terhadap referensi akademik dari Brunei Darussalam akan semakin terbuka lebar bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe.

Raker (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rampungkan Raker Akademik: Perkuat Budaya Mutu dan Atmosfer Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) telah sukses merampungkan Rapat Kerja Akademik (Raker Akademik) tahunan yang berlangsung dalam Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di gedung akademik, kampus Andoolo. 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan kerangka kerja akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya mutu dan atmosfer akademik yang kondusif di lingkungan kampus. Raker Akademik ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, dan staf tenaga kependidikan, menunjukkan komitmen kolektif terhadap kemajuan institusi.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Ismail Suardi Wekke, menegaskan urgensi Raker Akademik sebagai platform krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari kualitas proses pembelajaran dan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan pengembangan diri.

Ismail Suardi Wekke secara khusus menyoroti pentingnya membangun budaya mutu sebagai pilar utama dalam mencapai visi institusi. Menurutnya, budaya mutu bukanlah sekadar slogan atau standar administratif semata, melainkan sebuah filosofi yang harus meresap dalam setiap lini kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.

“Budaya mutu adalah ketika setiap individu di IAI Rawa Aopa, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, merasa memiliki tanggung jawab personal terhadap kualitas pekerjaan dan layanan yang mereka berikan,” ujar Ismail. 

“Ini berarti komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah puas dengan status quo. Mutu harus menjadi napas kita, baik dalam penyusunan kurikulum, proses pengajaran, penelitian, hingga pelayanan kemahasiswaan. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan daya saing yang tinggi.”

Rektor menambahkan bahwa implementasi budaya mutu memerlukan sistem evaluasi internal yang kuat dan berkelanjutan, serta kesediaan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu ini, menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan yang diakui secara regional maupun nasional.

Selain budaya mutu, Prof. Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kondusif. Atmosfer ini, jelasnya, adalah fondasi bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan lingkungan penelitian yang produktif.

“Atmosfer akademik yang baik adalah suasana di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa rasa takut atau canggung,” kata Ismail. “Ini adalah lingkungan di mana dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penelitian, saling menginspirasi, dan mendorong batas-batas pengetahuan. Kita harus menciptakan ruang di mana perbedaan pendapat dihargai, inovasi didukung, dan setiap individu merasa menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis.”

Untuk mencapai hal ini, Rektor meminta agar fasilitas perpustakaan diperkaya, akses terhadap sumber daya digital ditingkatkan, serta kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan diskusi rutin digalakkan. Ia juga mendorong pengembangan program mentoring bagi mahasiswa, serta kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan mereka melalui studi lanjut dan partisipasi dalam konferensi internasional.

“Atmosfer akademik juga berarti menjunjung tinggi etika akademik, integritas, dan objektivitas dalam setiap penelitian dan publikasi,” tambahnya. “Ini adalah tentang membangun kepercayaan antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari plagiarisme dan praktik-praktik tidak etis lainnya.”

Raker Akademik ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh unit kerja di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan selama satu tahun ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan digitalisasi layanan akademik, penguatan jejaring kemitraan dengan institusi lain, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penutupan Raker Akademik ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil-hasil yang telah disepakati. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.

ICSHAIS (Rawa Aopa)

Announcement: International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) 2025 (3-5 December)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – STAI DDI Makassar is once again preparing to host the International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) in 2025. This significant academic event will be held in collaboration with IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, marking a continued commitment to fostering intellectual discourse and scholarly collaboration in the field. The partnership between these esteemed institutions aims to create a robust platform for the exchange of ideas and research findings.

ICSHAIS (3-5 December) 2025 is designed to bring together academics, researchers, and practitioners from diverse backgrounds to explore critical issues and innovative perspectives within social sciences and humanities, particularly as they relate to Islamic studies. While the specific theme and sub-themes for the 2025 conference are yet to be unveiled, the event promises to uphold its tradition of stimulating meaningful discussions and contributing to advancements in the academic sphere.

All researchers and academics actively engaged in related fields are cordially invited to participate in ICSHAIS 2025. This conference offers a unique opportunity to present cutting-edge research, engage in vibrant debates, and network with peers from various national and international institutions. Participants are encouraged to prepare their scholarly contributions as the conference will provide a valuable forum for intellectual growth and collaboration.

Further essential information, including the official theme of ICSHAIS 2025, detailed sub-themes, and the complete registration schedule, will be announced in due course. Prospective attendees and presenters are advised to regularly check official channels for these crucial updates to ensure they do not miss any key deadlines or important information regarding the conference proceedings.

The organizing committees from STAI DDI Makassar and IAI Rawa Aopa Konawe Selatan eagerly anticipate the active participation of scholars and researchers. ICSHAIS 2025 is set to be another successful endeavor in advancing knowledge and fostering academic excellence within the realm of social sciences and humanities with an Islamic focus. Stay tuned for forthcoming announcements and prepare to be a part of this enriching academic experience.

ICSHAIS 2025 (Rawa Aopa)

STAI DDI Makassar Kembali Selenggarakan Konferensi Internasional ICSHAIS 2025 bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Kota Makassar akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) pada November 2025 mendatang. Kali ini, STAI DDI Makassar menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra kolaborasi utama (Selasa, 22 Juli 2025).

ICSHAIS sendiri bukanlah nama baru dalam kancah konferensi internasional di bidang studi Islam. Ajang ini telah menunjukkan konsistensinya sejak pertama kali diadakan. Pada tahun 2020, ICSHAIS memulai debutnya dengan kolaborasi antara IAIN Gorontalo (sekarang IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan STAI DDI Makassar, sebagaimana diberitakan sebelumnya di situs IAIN Gorontalo.

Kemudian, ICSHAIS 2022 melangkah lebih jauh secara internasional. Konferensi ini sukses diselenggarakan di Hatyai, Thailand, melalui kerja sama strategis antara STAI DDI Makassar, Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM), dan Andaman Anatolian Technology College (Thailand).

Kini, di tahun 2025, ICSHAIS kembali ke tanah air dengan mitra dengan melangkah bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas jangkauan keilmuan dalam bidang studi Islam, sosial, dan humaniora.

“Insya Allah, ICSHAIS 2025 akan berlangsung pada November mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu dengan pihak STAI DDI Makassar di Hotel Claro. “Kami optimis konferensi ini akan menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan, temuan, serta inovasi terbaru dalam studi Islam di era kontemporer.”

Informasi lebih lanjut mengenai tema, sub-tema, dan jadwal pendaftaran ICSHAIS 2025 akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para peneliti dan akademisi di bidang terkait diundang untuk turut serta dalam agenda ilmiah yang prestisius ini.