Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan perluasan jejaring pengabdian dan pengembangan pendidikan di wilayah Konawe Selatan. Terbaru, IAI Rawa Aopa merencanakan kolaborasi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Jaya yang berlokasi di Kecamatan Lalembuu. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata perguruan tinggi dalam menyentuh akar rumput pendidikan nonformal.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke yang saat ini berada di Bandung, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat, melainkan harus hadir memberikan solusi bagi tantangan pendidikan lokal.
Ia juga menjelaskan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis lokal serta pendampingan manajerial bagi PKBM agar kualitas lulusan kesetaraan semakin kompetitif. “Saatnya bergerak dengan konsep Menara Air,” tutur Ismail di Bandung (Selsa, 3 Februari 2026) mengawali perencanaan terkait dengan penyediaan sarana PKBM bagi anak yang putus sekolah atau ATS (anak tidak sekolah).
“Kami melihat potensi besar di PKBM Maju Jaya untuk menjadi mitra strategis dalam meningkatkan angka literasi dan akses pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait rencana tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di wilayah manapun, termasuk di daerah pedalaman. “Kerjasama ini bagian komitmen moral kami untuk memastikan masyarakat di pedesaan mendapatkan hak pendidikan. Sehingga program Konawe Selatan SETARA, juga dapat tercakup di pendidikan non formal,” tegasnya.
Ismail juga menambahkan bahwa pihak kampus akan melihat potensi pengembangan, termasuk dalam kaitan kapasitas pengajar di sana. “IAI Rawa Aopa akan berjalan berdampingan dengan pola berkelanjutan agar tata kelola pendidikan nonformal di sini bisa mencapai standar nasional yang lebih baik,” pungkasnya.
Ismail Suardi Wekke pun memaparkan bahwa rencana ini akan segera diimplementasikan melalui program-program yang lebih teknis, termasuk pengabdian dosen dan mahasiswa di lingkungan PKBM. Beliau berharap keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Lalembuu, khususnya dalam mendorong minat belajar sepanjang hayat melalui jalur formal maupun nonformal.

