Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar bersama mitra, diantaranya Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian persiapan konferensi internasional melalui agenda Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang berlangsung daring ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan institut, para dekan, serta panitia pelaksana guna mematangkan teknis pelaksanaan International Conference of NITRO yang dijadwalkan akan berlangsung pada April mendatang (Senin, 26 Januari 2026).
Dalam kesempatan tersebut, selaku moderator Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang juga didapuk sebagai Co-Chair International Conference (ICON) 2026. Kehadirannya mempertegas rintisan sinergi antarperguruan tinggi dalam skala global. “Ini kesempatan bagi IAI Rawa Aopa dalam kaitan mempersiapan prodi Ekonomi Syariah yang dalam proses menunggu SK dari Kementerian Agama RI,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).
Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar bagi kedua institusi. “Kami menyampaikan apresiasi dan sangat menghargai kesediaan IBK NITRO untuk menjadikan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan konferensi internasional ini,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.
Menurutnya, kolaborasi lintas institusi seperti ini akan memperkuat posisi akademik kedua kampus di tingkat internasional. Selain itu, Ismail menekankan pentingnya persiapan yang matang agar luaran dari konferensi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia menegaskan bahwa forum internasional ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan untuk inovasi yang berkelanjutan. “Melalui Kick Off Meeting ini, kita sedang meletakkan fondasi kuat untuk sebuah forum yang akan mempertemukan berbagai pemikiran brilian dari berbagai negara pada April nanti,” tambahnya dengan optimis.
Ismail juga menyoroti relevansi tema yang diangkat oleh NITRO dengan kebutuhan industri dan akademik saat ini. Ia menilai bahwa sinergi ini akan membuka peluang riset yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. “Sinergi ini harus menjadi energi baru bagi kita untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperluas jaringan riset di kancah global,” tegas Ismail yang dua pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).
Lebih lanjut, dalam pemaparannya, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus aktif dalam kegiatan akademik internasional meskipun berada di wilayah kabupaten. Ia menjelaskan pula bahwa keterlibatan pihaknya sebagai mitra strategis akan membawa perspektif baru dalam pengelolaan konferensi tersebut.
Terakhir, ia menuturkan bahwa agenda FGD ini sangat krusial untuk memetakan tantangan teknis serta memastikan seluruh pimpinan dan panitia memiliki visi yang selaras menuju pelaksanaan di bulan April. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak IBK NITRO dan panitia pelaksana untuk segera menindaklanjuti poin-poin teknis hasil FGD.