MUI (ISW)

Presiden Prabowo Saksikan Pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030, Pimpinan IAI Rawa Turut Hadir

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri dan menyaksikan langsung prosesi pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026) ini mengusung tema besar “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Kehadiran jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam perhelatan nasional ini menegaskan keikutsertaan perguruan tinggi di Konawe Selatan dalam agenda nasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan simbol vital persatuan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan). Ia meyakini bahwa bersatunya kedua elemen ini adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, makmur, dan berdaulat.

Momentum ini juga mendapat perhatian khusus dari akademisi, salah satunya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Dalam keterangannya di sela acara, Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi mendalam atas pengukuhan ini. Ia menyatakan bahwa pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian struktur, melainkan energi baru dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah di seluruh pelosok tanah air. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program-program akademik dan pengabdian masyarakat dengan visi besar MUI dalam menjaga moralitas bangsa. Ismail juga menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memberikan legitimasi kuat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan politik dan bimbingan spiritual ulama adalah fondasi tak tergoyahkan bagi stabilitas nasional.

Senada dengan pengamatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pernyataan langsung terkait signifikansi acara ini. “Kami melihat pengukuhan ini sebagai tonggak penting di mana nilai-nilai agama dan kebijakan negara berjalan beriringan untuk kemaslahatan umat,” ujar Ismail. 

Ia juga menambahkan, “IAI Rawa Aopa akan terus menjadi mitra strategis MUI dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.” Menutup pernyatannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini adalah cerminan nyata dari semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pengukuhan pengurus MUI ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. Dengan formasi kepengurusan baru ini, MUI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membimbing umat serta mendukung komitmen pemerintah, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi dan perlindungan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

YLD (ISW)

Bersiap Menghadiri Youth Leadership di Universiti Kebangsaan Malaysia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Meneruskan Kerjasama dengan UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan mempererat kemitraan strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini ditandai dengan persiapan keberangkatan delegasi pimpinan institusi untuk menghadiri ajang bergengsi Youth Leadership yang akan diselenggarakan di kampus UKM, Bangi, Malaysia (11 Februari 2026). 

Kunjungan ini tidak sekadar menghadiri undangan seremonial, melainkan menjadi momentum krusial dalam menindaklanjuti serta mempererat kerja sama akademik yang telah terjalin selama ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut terkait peta jalan institusi menuju rekognisi global. 

Ismail menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan di Malaysia bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir kesepakatan yang akan ditandatangani dapat diimplementasikan dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan mahasiswa dan dosen. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi papan atas seperti UKM akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan standar mutu di lingkungan IAI Rawa Aopa.

“Kehadiran kami di UKM adalah bukti nyata komitmen institusi dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan internasional yang relevan dengan tantangan zaman,” tegas Ismail Suardi Wekke saat menerima konfirmasi bahwa akan hadir di sana, usai menerima undangan setelah menghadiri kegiatan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia di Masjid Istiqlal (Sabtu, 7 Februari 2026). 

Beliau menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup pertukaran riset dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi. “Kami tidak ingin kerja sama ini sebagai pemenuhan akreditasi saja. Sehingga pertemuan di Bangi nanti akan fokus pada kolaborasi penelitian lintas negara yang lebih mendalam,” lanjutnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya platform kepemimpinan pemuda sebagai sarana bagi mahasiswa untuk membangun jejaring lintas budaya. Ismail menyebutkan bahwa forum Youth Leadership di UKM akan menjadi jembatan bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk belajar langsung dari ekosistem akademik internasional. 

Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif dalam agenda internasional akan membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang inklusif dan berdaya saing global. Ismail berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses transformasi IAI Rawa Aopa menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara yang diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya kesinambungan hubungan baik dengan institusi di luar negeri. “Hubungan antara IAI Rawa Aopa dan UKM telah melewati fase perkenalan, dan saat ini adalah momentum untuk melangkah ke level berikutnya,” pungkas Ismail. Melalui kunjungan ini, IAI Rawa Aopa menargetkan adanya pembaharuan LoI yang lebih spesifik pada bidang inovasi digital dan tata kelola perguruan tinggi, guna mendukung percepatan akreditasi institusi di masa mendatang.

ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.

Kuliah Umum (ISW)

Persiapan Kuliah Umum dan Lokakarya Penyusunan Proposal Penelitian

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merencanakan sebuah kegiatan di awal semester dihelat dengan bentuk Kuliah Umum dan Lokakarya Nasional Penyusunan Proposal Penelitian yang dijadwalkan berlangsung pekan depan (Sabtu, 14 Februari 2026). Agenda ini dirancang untuk menyelaraskan produktivitas sivitas akademika, khususnya dalam menghasilkan rancangan penelitian yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai awal semester seiring dengan agenda enam bulanan. Ini juga dirancang menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. 

Beliau menyampaikan bahwa persiapan teknis maupun substantif telah memasuki tahap akhir guna memastikan setiap peserta mendapatkan manfaat maksimal dari kegiatan ini. “Kita mengundang Prof Dwi Cahyono, sebagai kesempatan belajar bersama,” tutur Ismail Suardi Wekke di Bandung (Rabu, 4 Februari 2026) di sela-sela pertemuan dengan komite saintifik ICOSBE 2025.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada kualitas luaran penelitian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap proposal yang lahir dari lokakarya ini memiliki inovasi dan mampu menjawab persoalan riil di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Paskal, Bandung. 

Beliau juga menambahkan komitmen institusi dalam mendukung penuh langkah ini dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menyediakan ekosistem yang mendukung bagi tumbuhnya tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan menegaskan bahwa sinergi antarpeneliti adalah bagian untuk menembus hibah penelitian di masa depan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memperluas jaringan publikasi hasil penelitian nantinya. 

Ismail juga mengungkapkan harapan besar agar kegiatan ini mampu menjadi katalisator bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan pilar penelitian. Terakhir, Ismail memastikan bahwa manajemen kampus telah mengalokasikan sumber daya yang optimal agar seluruh rangkaian acara, mulai dari kuliah umum hingga sesi lokakarya, dapat berjalan dengan standar operasional yang tinggi.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan draf proposal penelitian yang siap diajukan ke berbagai lembaga pemberi hibah, sekaligus mempertegas posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara. Panitia pelaksana kini tengah melakukan sinkronisasi jadwal dengan para pakar yang akan hadir sebagai mentor dalam sesi pendampingan penulisan proposal tersebut.

“Kita juga mengajukan permohonan, sehingga ada dukungan dari BRIDA Konawe Selatan untuk turut memberikan pengantar terkait dengan orientasi riset dan inovasi daerah sebagai bagian dari RPJMD Kabupaten Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ruko (ISW)

Bertamu ke Rumah Kolaborasi, IAI Rawa Aopa Diskusi Terkait Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Tidak saja dengan institusi perguruan tinggi, tetapi juga lembaga pengembangan semisal The Local Enabler (TLE).  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring kemitraan strategis guna mengembangan kapasitas kelembagaan.

Termasuk dalam kaitan meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. Terbaru, pimpinan perguruan tinggi tersebut bersiap untuk mengadakan kunjungan ke Rumah Kolaborasi untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat (Rabu, 4 Februari 2026).

Pertemuan ini akan berfokus pada penyelarasan visi antara akademisi dan praktisi di Rumah Kolaborasi. Kedua belah pihak mengeksplorasi peluang integrasi program, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi untuk menjadi lebih terbuka dan adaptif. Ismail menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Rumah Kolaborasi sebagai silaturahmi. Juga merupakan upaya serius untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. 

Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor saat ini menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap kesepakatan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat luas. 

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru dalam pengelolaan institusi, terutama dalam aspek perencanaan dan pengembangan kepegawaian yang berbasis pada semangat kebersamaan. Ia juga menambahkan bahwa ruang-ruang diskusi seperti ini sangat diperlukan untuk memetakan tantangan sekaligus peluang yang tersedia di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan pernyataan secara gamblang mengenai arah kebijakan kampus ke depan. “Kami memandang Rumah Kolaborasi sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mendorong kemajuan daerah melalui jalur edukasi dan pemberdayaan,” ujar Ismail usai mengikuti diskusi di Universitas Pasundan, Bandung (Selasa, 3 Februari 2026).

Ia juga menekankan perluasan kerjasama yang dibangun agar memiliki jejaring yang bertahan dan berkelanjutan. “Kerja sama ini harus melampaui aktivitas; kita butuh program untuk memperkuat daya inovasi,” tegasnya. 

Kunjungan ini diharapkan menjadi kesempatan dalam meneruskan program-program kolaboratif lainnya di masa depan. Sekaligus, memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kemitraan yang inklusif dan inovatif.

Menutup pembicaraan, Ismail memberikan catatan mengenai pentingnya keberlanjutan dari rencana pertemuan tersebut. “Diskusi hari ini adalah fondasi awal, dan kami akan segera merumuskan langkah teknis agar potensi kolaborasi ini dapat segera kita eksekusi bersama,” pungkasnya.

Kerjasama dengan UniSZA (ISW)

Bersiap Menggelar SEASIHE 2026, IAI Rawa Aopa Jadwalkan FGD dengan UniSZA

Rawaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mematangkan langkah strategis untuk menjadi tuan rumah perhelatan internasional Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Sebagai bagian dari persiapan intensif tersebut, IAI Rawa Aopa menjadwalkan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) khusus bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia guna menyelaraskan persiapan teknis penyelenggaraan.

FGD tersebut dijadwalkan berlangsung daring pada Rabu, 4 Februari 2026. “Kita mulai menyiapkan acara, selain dengan UniSZA, kami telah berkomunikasi awal dengan perguruan tinggi lain semisal UNISBA Bandung, dan juga UII Yogyakarta,” kata Ismail.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan di Bandung (Selasa, 3 Februari 2026) bahwa kolaborasi dengan UniSZA merupakan langkah untuk memastikan kesuksesan kegiatan. Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini juga untuk meneruskan dengan dokumentasi LoI. Sekaligus sebagai upaya serius untuk membangun ekosistem akademik yang relevan di tingkat regional. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara guna menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa pemilihan UniSZA sebagai mitra diskusi didasari oleh reputasi kampus tersebut dalam menyelenggarakan forum internasional yang berbobot.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan komitmen institusi melalui pernyataan yang lebih mendalam. “Kami memandang FGD dengan UniSZA ini sebagai fondasi utama dalam merancang persiapan konferensi SEASIHE 2026 agar memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Ismail. 

Ia melanjutkan dengan visi yang lebih luas mengenai peran kampus di kancah global. “Melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa setiap detail teknis, mulai dari publikasi ilmiah hingga jejaring riset, telah siap menyambut delegasi dari berbagai negara,” ujarnya. 

Sebagai penutup, ia menegaskan posisi momentum ini bagi daerah. “Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah panggung bagi Konawe Selatan melalui ibukota Andoolo untuk mengenalkan secara global bahwa institusi di daerah dapat menjadi bagian diskusi intelektual Islam di tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Persiapan ini diharapkan dapat memperkuat posisi IAI Rawa Aopa tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi internasional. Agenda FGD mendatang akan fokus pada pematangan tema besar konferensi, mekanisme seleksi karya ilmiah, serta skema publikasi yang berafiliasi dengan jurnal-jurnal bereputasi global. 

Dengan dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan mitra strategis seperti UniSZA, IAI Rawa Aopa optimis SEASIHE 2026 akan menjadi bagian dalam membawa transformasi dalam perjalanan akademik kampus tersebut. “Kita senantiasa bersedia untuk membawa IAI Rawa Aopa tidak sampai di institut saja, tetapi juga sampai ke universitas,” pungkas Ismail.

PKBM Maju Jaya (ISW)

IAI Rawa Aopa Rencanakan Kerjasama Dengan PKBM Maju Jaya di Lalembu

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan perluasan jejaring pengabdian dan pengembangan pendidikan di wilayah Konawe Selatan. Terbaru, IAI Rawa Aopa merencanakan kolaborasi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Jaya yang berlokasi di Kecamatan Lalembuu. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata perguruan tinggi dalam menyentuh akar rumput pendidikan nonformal.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke yang saat ini berada di Bandung, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat, melainkan harus hadir memberikan solusi bagi tantangan pendidikan lokal. 

Ia juga menjelaskan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis lokal serta pendampingan manajerial bagi PKBM agar kualitas lulusan kesetaraan semakin kompetitif. “Saatnya bergerak dengan konsep Menara Air,” tutur Ismail di Bandung (Selsa, 3 Februari 2026) mengawali perencanaan terkait dengan penyediaan sarana PKBM bagi anak yang putus sekolah atau ATS (anak tidak sekolah).

“Kami melihat potensi besar di PKBM Maju Jaya untuk menjadi mitra strategis dalam meningkatkan angka literasi dan akses pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait rencana tersebut. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di wilayah manapun, termasuk di daerah pedalaman. “Kerjasama ini bagian komitmen moral kami untuk memastikan masyarakat di pedesaan mendapatkan hak pendidikan. Sehingga program Konawe Selatan SETARA, juga dapat tercakup di pendidikan non formal,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan bahwa pihak kampus akan melihat potensi pengembangan, termasuk dalam kaitan kapasitas pengajar di sana. “IAI Rawa Aopa akan berjalan berdampingan dengan pola berkelanjutan agar tata kelola pendidikan nonformal di sini bisa mencapai standar nasional yang lebih baik,” pungkasnya.

Ismail Suardi Wekke pun memaparkan bahwa rencana ini akan segera diimplementasikan melalui program-program yang lebih teknis, termasuk pengabdian dosen dan mahasiswa di lingkungan PKBM. Beliau berharap keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Lalembuu, khususnya dalam mendorong minat belajar sepanjang hayat melalui jalur formal maupun nonformal.

 

Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Raker (ISW)

Usai Rapat Kerja, Saatnya Merencanakan Riset dan Inovasi 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara parallel juga menyusun fokus kerja ke arah pengembangan akademik fundamental usai merampungkan agenda Rapat Kerja tahunan. Dalam langkah strategis menuju tahun 2026, institusi ini memprioritaskan transformasi bidang riset dan inovasi sebagai motor penggerak utama kualitas perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum pasca-Rapat Kerja harus segera diikuti dengan tindak lanjut di lapangan. Menurutnya, perencanaan riset tidak bisa ditunda karena merupakan pilar utama dalam mencapai visi kampus.

“Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan tahun 2026 berorientasi pada hasil riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ismail saat menyampaikan catatan usai rapat kerja di kampus Andoolo (2 Februari 2026). Ia menambahkan bahwa transformasi ini memerlukan komitmen kolektif dari seluruh sivitas akademika agar target inovasi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara presisi. 

Ismail juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam setiap tahapan penelitian guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dengan menyatakan bahwa inovasi bukan lagi sebuah pilihan. Bahkan riset dan inovasi sebuah kebutuhan mutlak bagi IAI Rawa Aopa untuk terus bersaing di level nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihak rektorat kini tengah menyusun skema yang lebih kompetitif guna memicu produktivitas para dosen dalam menghasilkan jurnal-jurnal bereputasi. Beliau juga memaparkan rencana mengenai pembentukan unit inkubasi inovasi yang akan berfungsi untuk menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk kebijakan atau teknologi tepat guna bagi daerah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar seluruh program studi dapat menyinergikan rencana operasional mereka dengan arah besar pengembangan riset nasional yang berbasis pada potensi lokal Indonesia Timur. Fokus pada tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi pusat unggulan dalam kajian keagamaan dan sains yang inovatif dalam kerangka keislaman. Dengan sinkronisasi antara perencanaan keuangan dan target riset, kampus optimis dapat melahirkan berbagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan desa secara berkelanjutan.