Koperasi (ISW)

Program Sarjana Penggerak Koperasi melalui Kuliah di Program Studi Hukum Tata Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Program ini fokus pada akselerasi talenta muda. Target utamanya adalah lulusan sarjana berpotensi tinggi dan dengan minat khusus. Ini sebagai kesempatan membangun ekosistem profesional di lingkungan koperasi. Tujuannya adalah memperkuat daya saing kelembagaan secara nasional.

Para peserta akan menjalani pelatihan intensif dalam kerangka program sarjana di program studi Hukum Tata Negara, lulusan akan memperoleh gelar S.H. Materi diantaranya mencakup manajemen modern dan teknologi digital. Kami mengasah jiwa intelektual. Mereka disiapkan untuk menjadi motor inovasi. Kompetensi SDM menjadi prioritas utama dalam program ini.

Selama kuliah, peserta akan ditempatkan langsung bergabung dengan Koperasi Rawa Aopa. Mereka juga dapat bertugas mendampingi koperasi di berbagai daerah. Peran mereka adalah memperbaiki tata kelola organisasi. Selain itu, mereka membantu pengembangan unit bisnis baru. Transformasi koperasi dimulai dari tangan para profesional muda.

Daya saing koperasi akan meningkat secara signifikan. Digitalisasi sistem menjadi agenda kerja nyata. Efisiensi operasional akan tercipta melalui ide-ide segar. Koperasi tidak lagi dipandang sebelah mata. Lembaga ini bertransformasi menjadi entitas bisnis yang tangguh.

Sinergi ini menciptakan keberlanjutan ekonomi rakyat. Sarjana penggerak menjadi jembatan modernitas dan tradisi. Kualitas pelayanan anggota akan semakin profesional. Program ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Masa depan koperasi ada di tangan generasi terpelajar.

Penyiapan SDM bagi menyukseskan kegiatan “Sarjana Penggerak Koperasi” merupakan program Kementerian Koperasi RI yang akan menjadi fasilitator dalam kurikulum dan juga magang di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sementara itu, akselerasi juga akan mendapatkan dukungan NR Institute dan PT. Nusantara Multiglobal Sinergi yang merupakan bagian dari Nusantara Group.

IMG-20260201-WA0002

Pimpinan IAI Rawa Aopa Berbagi Gagasan Solutif Masalah Pemuda di Pascasarjana UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tempat kegiatan diskusi pada Jumat (30/1/2026) saat ratusan pemuda berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) ini bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (KAPASGAMA) serta Sekolah Pascasarjana UGM untuk merumuskan langkah nyata pemuda dalam pembangunan nasional.

“Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi, sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Ismail Suardi
Wekke sebelum acara dimulai. Sebagaimana diketahui, Ismail Suardi Wekke, selain sebagai Komite Saintifik Asian Youth Forum (AYF) juga adalah Wakil Rektor di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, dalam keterangannya menyoroti fenomena memprihatinkan yang tengah melanda generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa saat ini remaja kian rentan terjebak dalam masalah sosial seperti kejahatan jalanan yang meresahkan, tindak kekerasan, hingga jeratan judi online.
Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional yang digelar di UGM tersebut bertujuan untuk membangun ruang dialog konstruktif guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial dan infrastruktur.

Selain itu, pengaruh buruk lingkungan dan media sosial turut memicu maraknya penyalahgunaan narkoba serta minuman keras yang menjauhkan pemuda dari harapan menjadi penerus bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Faishal menegaskan bahwa problematika ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, berpendapat bahwa berbagai problematika yang menimpa remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan. Dengan mendorong keterlibatan aktif dalam sektor sosial, ekonomi, hingga infrastruktur, diharapkan generasi muda dapat mengalihkan energi mereka ke arah positif dan berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Diskusi ini diperkuat oleh kehadiran narasumber lintas sektor, mulai dari Ahmad Syauqi Suratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke dari Scientific Committee Asian Youth Forum, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, hingga GM Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha.

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa salah satu instrumen utama kemajuan adalah pemeliharaan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas kepemudaan sebagai warisan nilai luhur bangsa.

Ismail Suardi Wekke mengemukakan bahwa gotong royong merupakan salah satu instrumen penting bagi kemajuan bangsa yang harus terus diteruskan dalam berbagai aktivitas pemuda.

“Keberagaman latar belakang pembicara dalam paneli telah menjadi perspektif diskusi yang kaya,” kata Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media.

“Dalam kapasitas pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas undangan ini. Ruang Kolaborasi Pemuda, sebagaimana namanya, juga telah menjadi ruang ekspresi bagi kami perguruan tinggi di timur Indonesia,” papar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara saat menyapa panitia dan menyampaikan apresiasi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah serta Ketua KAPASGAMA Dr. H. Khamim Zarkasih Putro.

Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan perspektif diskusi yang lebih kaya, sehingga tercipta kolaborasi inklusif untuk mengawal arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

M. Asruri Faishal Alam menegaskan, “Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

IMG-20260127-WA0018

Turun ke Boepinang, IAI Rawa Aopa Kawal Program Wajib Belajar 13 Tahun dengan Akses Pendidikan Bagi Guru

Rawaaopakonsel.ac.id, Boepinang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan perkuliahan lapangan yang terintegrasi dengan program pengabdian masyarakat di Boepinang, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan bertajuk “Diskusi Akhir Semester bersama Mahasiswa dan Guru PAUD” ini salah satu fokus pembahasan pada upaya mendukung akselerasi program Wajib Belajar 13 Tahun di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, bersama dosen, mahasiswa, puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Boepinang (Bombana).

Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif bagi anak usia dini di Bombana.

“Kita mengajak guru-guru PAUD bahwa dalam 4 tahun ke depan, semua guru yang masih lulusan sekolah menengah, sudah menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana,” papar Ismail di awal acara diskusi.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa agenda ini selain sebagai kegiatan akademik, melainkan langkah nyata dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibangun dengan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini merupakan bagian integral dalam implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bombana dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memajukan sektor pendidikan,” ujar Ismail saat membuka diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kualitas pendidikan dari akar rumput, termasuk pada level PAUD. Ia menjelaskan bahwa melalui diskusi akhir semester yang melibatkan praktisi di lapangan, pihaknya ingin memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan kepada mahasiswa selaras dengan tantangan nyata yang dihadapi para guru di Boepinang.

Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus terus dihidupkan.

“Dulu dalam satu masa, perguruan tinggi dipandang sebagai menara gading. Kini, kita perlu beranjak ke paradigma Menara Air,” komentar Ismail terkait dengan posisi perguruan tinggi kontemporer.

Dalam pemaparannya di hadapan para peserta, Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pendidik di wilayah pesisir. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para guru PAUD di Boepinang agar memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menyambut program wajib belajar 13 tahun,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis dan pengembangan metode pembelajaran yang inovatif. Di sisi lain, Ismail turut menyoroti pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial melalui pendidikan.

Ia menyatakan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan informasi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di pelosok. Baginya, pengalaman lapangan ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif antara dosen dan guru PAUD mengenai kendala administratif dan pedagogis di lapangan. Ismail kembali menekankan bahwa integrasi pengabdian masyarakat ini menjadi bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir secara fisik dan pemikiran untuk kemajuan daerah.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada anak di Boepinang yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan dasarnya,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.

IMG-20260126-WA0030

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam Pembangunan Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah terus digalakkan di Kabupaten Konawe Selatan. Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan guna mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi strategis dalam pengembangan daerah berbasis data dan riset, Senin, 26/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk menyelaraskan visi. IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan tinggi di Konawe Selatan memandang bahwa riset tidak boleh hanya berhenti di perpustakaan kampus, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi nyata bagi kebijakan publik.

Delegasi IAI Rawa Aopa dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan di Konawe Selatan didukung oleh kajian akademik yang kuat.

“Turut bersama-sama dalam delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dekan Fakultas Syariah, dan juga Ketua Program (prodi) Studi PAI dan prodi PGMI,” tutur Ismail Suardi Wekke mengawali pertemuan yang berlangsung di auditorium BRIDA Konawe Selatan.

“Kami datang dengan semangat bahwa kampus dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan budaya riset,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menyelaraskan visi dan misi kedua lembaga sehingga bisa berjalan seiring. Menurutnya, potensi Konawe Selatan sangat besar, namun memerlukan sentuhan riset yang tepat agar pengembangannya lebih terukur dan berkelanjutan.

“Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan BRIDA akan menjadi jembatan bagi para akademisi untuk dapat memperkaya keilmuan mereka dalam bentuk belajar pada program yang dijalankan BRIDA,” tegasnya kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail juga menyoroti kemungkinan keterlibatan mahasiswa yang menerima bantuan dalam program SETARA Konawe Selatan dalam program-program riset daerah. Beliau mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia di tingkat lokal menjadi kunci utama agar inovasi daerah tidak stagnan dan terus berkembang mengikuti zaman.

“Fokus kami bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan aksi nyata di mana hasil penelitian dosen dan mahasiswa kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dalam mengambil keputusan,” pungkas Ismail.

Sementara itu, pihak BRIDA Konawe Selatan menyambut positif inisiatif ini dan berencana menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan penyusunan nota kesepahaman yang lebih teknis. Kepala BRIDA Konawe Selatan beserta jajaran Kepala Bidang, Sekretaris, dan juga staf, bersama-sama dalam diskusi tersebut.

Kolaborasi ini diproyeksikan untuk menjadi instrumen motor penggerak bagi ekosistem riset dan inovasi di wilayah Konawe Selatan ke depan.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala BRIDA Konawe Selatan dan seluruh tim kerja yang telah bersedia menerima kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke usai kegiatan yang diakhiri dengan photo bersama.

dari Gontor ke Rawa Aopa (ISW)

Dari Gontor ke Rawa Aopa: Mengadaptasi Arsitektur Kelembagaan Gontor untuk Akselerasi Menara Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ini merupakan catatan, dalam kaitan untuk eksplorasi kerjasama antara Universitas Darussalam Gontor dan Gontor Kampus 6 (Pudahoa, Konawe Selatan) dengan Institut Agama Islam Rawa Konawe Selatan.

Dalam peta pendidikan Islam di Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah bertransformasi menjadi “Menara Pendidikan”. Keberhasilannya dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan modernitas menjadi role model bagi institusi baru. 

Bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyerap energi dan metodologi dari Gontor bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan langkah strategis untuk melakukan lompatan kualitas (quantum leap) dalam penguatan kapasitas internal. Berikut adalah pilar-pilar penguatan yang dapat diadaptasi melalui kolaborasi strategis tersebut:

Pertama: Standarisasi Manajemen Tata Kelola (Total Quality Management)

Gontor memiliki sistem tata kelola yang mandiri, disiplin, dan berkelanjutan. IAI Rawa Aopa dapat belajar mengenai sistem administrasi dan manajemen organisasi yang berbasis pada nilai keikhlasan namun dijalankan dengan profesionalisme tinggi. Pendampingan dari UNIDA Gontor dalam hal penjaminan mutu internal akan membantu IAI Rawa Aopa membangun sistem kelembagaan yang kokoh, transparan, dan akuntabel sejak dini.

Kedua: Pengembangan Kapasitas SDM melalui “Kaderisasi” Akademik

Salah satu kekuatan utama Gontor adalah sistem kaderisasinya yang tak pernah putus. Melalui kolaborasi ini, dosen dan staf IAI Rawa Aopa dapat mengikuti program short course atau magang manajerial di UNIDA Gontor. Tujuannya adalah untuk mentransfer etos kerja, kedisiplinan, dan pola pikir pengabdian yang menjadi ciri khas tenaga pendidik di Gontor, sehingga tercipta SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi institusi.

Ketiga: Internalisasi “Panca Jiwa” dalam Budaya Kampus

Pendidikan Islam bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. IAI Rawa Aopa dapat mengadopsi nilai-nilai “Panca Jiwa” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) ke dalam budaya kampus. Dengan belajar dari Gontor, IAI Rawa Aopa dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk integritas moral mahasiswa di Konawe Selatan.

Keempat: Pendampingan Akreditasi dan Publikasi Ilmiah

Sebagai institusi yang telah mapan, UNIDA Gontor memiliki pengalaman luas dalam menavigasi regulasi pendidikan tinggi dan standar akreditasi nasional maupun internasional. Gontor dapat memberikan asistensi teknis bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan borang akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga strategi peningkatan jabatan fungsional dosen, sehingga proses penguatan status kelembagaan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kelima: Pemanfaatan Jaringan Global Gontor untuk Aksesibilitas

Gontor memiliki jejaring alumni dan kemitraan internasional yang sangat luas di Timur Tengah maupun Barat. Dengan bernaung di bawah bimbingan “Menara” ini, IAI Rawa Aopa mendapatkan akses untuk terhubung dengan mitra-mitra internasional tersebut. Hal ini membuka peluang bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat dalam forum-forum ilmiah dunia, program beasiswa, dan kolaborasi global yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.

Penutup

Belajar dari Gontor berarti belajar tentang ketahanan dan visi jangka panjang. Dengan memposisikan Gontor sebagai mentor kelembagaan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak perlu memulai semuanya dari nol. 

Melalui bimbingan dari UNIDA Gontor dan dukungan kewilayahan dari Gontor Kampus 6, IAI Rawa Aopa siap bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang berakar kuat pada tradisi dan menjulang tinggi dalam prestasi.

 

Ketua Dewan Pembina Yayasan (ISW)

Peluang Beasiswa BDGS Brunei Darussalam 2026/2027: IAI Rawa Aopa Perkuat Implementasi MoU dengan UNISSA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pemerintah Brunei Darussalam melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan resmi membuka pendaftaran Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menawarkan beasiswa penuh bagi siswa-siswi Indonesia untuk jenjang Diploma, Sarjana (S1), dan Magister (S2).

Pembukaan beasiswa ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika, khususnya bagi keluarga besar IAI Rawa Aopa. Hal ini merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara IAI Rawa Aopa dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).

Melalui program BDGS, para lulusan maupun dosen memiliki peluang besar untuk melakukan mobilitas akademik di UNISSA, salah satu institusi mitra dalam program beasiswa ini. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset, pertukaran pelajar, serta peningkatan kualifikasi SDM di lingkungan IAI Rawa Aopa guna mewujudkan visi internasionalisasi kampus.

Pelamar juga dapat memilih institusi pendidikan tinggi terkemuka di Brunei, yaitu UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali) sebagaimana telah ditandantangani 20 November 2025., 

Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan finansial yang komprehensif, meliputi:

  • Tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi.
  • Pembebasan biaya kuliah secara penuh.
  • Tunjangan uang saku bulanan sebesar BND 500.
  • Fasilitas asrama, asuransi kesehatan, serta tunjangan lainnya.

Informasi Pendaftaran

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa pemerintah Brunei Darussalam. Pelamar diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui tautan pendaftaran yang tersedia (https://www.mfa.gov.bn/Pages/scholarship.aspx).

Batas Akhir Pendaftaran: 15 Februari 2026

Perkuliahan dimulai: Juli/Agustus 2026

IMG-20260120-WA0023

Semester Tuntas, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Masuki Masa Libur Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Seiring dengan berakhirnya kalender akademik semester ganjil, seluruh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memasuki masa libur panjang. Momentum ini diberikan setelah para mahasiswa menuntaskan seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung dengan tertib dan kondusif dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai menutup acara Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil 2025/2026 menyampaikan bahwa masa libur ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama satu semester penuh.

Ia menekankan bahwa waktu jeda ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai masa berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan sosial.

Dalam keterangan, Ismail Suardi Wekke memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi cermin bagi institusi saat berada di luar kampus selama masa libur ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di Hotel Zam Zam, Andoolo dalam rangkaian pelaksanaan UAS yang ditutup dengan sambutan Wakil Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini sangat berharga untuk merekatkan kembali hubungan emosional mahasiswa dengan orang tua masing-masing. “Gunakanlah kesempatan ini untuk berbakti dan mendampingi orang tua, karena doa mereka adalah keberkahan bagi studi kalian,” lanjutnya dengan tegas.

Terkait makna liburan itu sendiri, Ismail kembali menegaskan nilai filosofis di balik jeda akademik tersebut. Beliau berpesan secara langsung bahwa masa rehat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkaya pengalaman di luar buku teks.

“Bukan hanya libur, tetapi bisa beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerja Rektorat IAI Rawa Aopa.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa pihak kampus sangat mengharapkan mahasiswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial ataupun keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini dianggap penting agar teori-teori yang didapatkan di bangku kuliah dapat mulai diimplementasikan dalam skala kecil di masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Rektor tersebut juga menginformasikan bahwa seluruh pelayanan administrasi di bidang keuangan dan kepegawaian akan tetap berjalan secara optimal untuk mempersiapkan semester berikutnya. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk tetap memantau informasi mengenai registrasi ulang agar tidak terlambat saat perkuliahan kembali dimulai. Terakhir, Ismail menitipkan pesan bahwa liburan yang berkualitas adalah liburan yang mampu menyeimbangkan antara istirahat fisik dan pengembangan karakter di tengah keluarga.

Kini, suasana kampus IAI Rawa Aopa mulai nampak lengang seiring dengan banyaknya mahasiswa yang telah bertolak menuju daerah asal masing-masing. Pihak kampus berharap para mahasiswa kembali pada semester depan dengan semangat baru dan motivasi yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Ismail Suardi Wekke juga menguraikan konsep liburan terintegrasi.

“Tidak sebatas liburan, tetapi bisa menjadi kesempatan observasi kegiatan, ataupun penelitian dan pengabdian masyarakat,”, urai Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagai penutup, Ismail menegaskan bahwa saatnya nanti ketika perkuliahan dibuka kembali, maka mahasiswa dapat menjadikan hasil observasi itu ke dalam bagian diskusi dan perkuliahan.

“Mari gunakan masa-masa libur untuk tetap belajar dan berkarya. Sejatinya belajar bukan hanya di ruang kelas dan bangku kuliah,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga menyandang Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

IMG-20260118-WA0041

IAI Rawa Aopa Perkuat Struktur Organisasi: Rektor dan Pejabat Struktural Resmi Dilantik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan rektor beserta jajaran pejabat struktural baru untuk periode 2026-2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi kampus menuju institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/1/2026).

Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan pengurus yayasan ini menekankan pada penguatan tata kelola universitas, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita berkumpul di aula kampus ini sebagai bagian dalam memperkuat kelembagaan perguruan tinggi,” kata ketua yayasan, Mardan, SkM., M.Si.

Kegiatan pelantikan diawali dengan Pelantikan Rektor, Dr. Basri Melamba, S.Pd., M.A., dan selanjutnya pejabat di lingkup IAI Rawa Aopa Kenawe Selatan, diantaranya wakil rektor, kepala biro, dan kepala bagian, serta ketua prodi, dan kepala lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat visi besar kampus. Ismail mengungkapkan bahwa dalam dua tahun mendatang ditargetkan untuk transformasi kelembagaan ke universitas.

“Pelantikan hari ini adalah momentum bagi IAI Rawa Aopa untuk mempertahankan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel di semua lini,” ujar Ismail saat ditemui seusai acara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikelola akan berorientasi sepenuhnya pada peningkatan mutu akademik dan fasilitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menaruh harapan besar kepada jajaran yang baru diambil sumpahnya.

“Saya berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja, karena tantangan dunia pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dari biasanya,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan, Ismail Suardi Wekke turut menyoroti aspek profesionalisme di lingkungan kerja kampus. Ia menjelaskan bahwa pihak rektorat ke depannya akan mempertahankan pengawasan terhadap kinerja kepegawaian guna memastikan seluruh aparatur kampus bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Terkait kebijakan anggaran, Ismail menggarisbawahi bahwa perencanaan keuangan akan diprioritaskan untuk mendukung riset dosen dan pengabdian masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik kampus di tingkat regional.

Menutup keterangannya, Ismail menyebutkan bahwa integritas pejabat struktural adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap IAI Rawa Aopa sebagai pusat pendidikan Islam di Konawe Selatan. Dengan formasi kepemimpinan yang baru ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat meningkatkan status akreditasi dan memperluas jaringan kerjasama baik di tingkat nasional maupun internasional.

Jepang (ISW)

Fasilitasi Magang ke Jepang, IAI Rawa Aopa Tawarkan Bagian dari Merdeka Belajar

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melakukan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kerja sama internasional. Salah satu program unggulan yang kini tengah digalakkan adalah fasilitasi magang mahasiswa ke Jepang. Program ini tidak hanya sekadar praktik kerja, namun dirancang secara sistematis sebagai bagian integral dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperpendek jarak antara dunia akademik dan kebutuhan industri global. “Kami berkomitmen untuk menyediakan jembatan bagi mahasiswa agar mereka bisa mencicipi atmosfer kerja di negara maju seperti Jepang,” ungkap Ismail Suardi Wekke sebagai pernyataan pertamanya.

Implementasi program ini dipastikan akan mempermudah mahasiswa dalam penyelesaian studi karena sistem konversi nilai yang jelas. Ismail Suardi Wekke menegaskan dalam pernyataan kedua bahwa melalui skema MBKM, pengalaman praktis yang didapatkan mahasiswa di luar negeri akan diakui sepenuhnya sebagai pemenuhan beban SKS, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir akan keterlambatan kelulusan selama menjalani magang.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihak kampus sedang menyusun regulasi pendukung agar sinkronisasi antara kurikulum prodi dengan aktivitas di lokasi magang dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau optimis bahwa rekognisi pengalaman internasional ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi portofolio akademik mahasiswa saat mereka menyelesaikan pendidikan nanti.

Lebih lanjut, program ini menitikberatkan pada pengembangan karakter dan etos kerja yang menjadi ciri khas industri di Negeri Sakura. “Magang ini merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mengadopsi kedisiplinan dan budaya kerja profesional yang sangat ketat,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Ia berharap sekembalinya dari Jepang, mahasiswa membawa pola pikir baru yang dapat memicu inovasi di daerah asal mereka. “Kita punya kesempatan belajar ke negara lain,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang juga beberapa kali menerima undangan menyajikan makalah di Jepang melalui Tohoku University.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan menekankan pentingnya jejaring internasional dalam membangun karier di masa depan. “Di era disrupsi ini, memiliki ijazah saja tidak cukup; mahasiswa membutuhkan koneksi dan pemahaman lintas budaya untuk dapat bersaing di tingkat global,” lanjutnya.

Dengan adanya program ini, IAI Rawa Aopa memposisikan diri sebagai institusi yang tanggap terhadap dinamika global demi masa depan generasi muda Sulawesi Tenggara. “Awalnya Oxford, Cambdridge, dan lokasi-lokasi kampus masyhur hari ini berawal dari kampung juga. Maka, dengan aktifasi kegiatan ini, menjadikan Andoolo juga masyhur di pentas global,” pungkas Ismail.

Pelantikan Rektor (ISW)

Transformasi IAI Rawa Aopa: Perkuat Struktur Kelembagaan Melalui Pelantikan Rektor dan Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa tengah memasuki babak baru dalam sejarah perkembangannya. Seiring dengan pelantikan rektor (periode 2026-2030), institusi ini secara progresif menetapkan langkah strategis dengan mempersiapkan pembentukan Direktorat Pascasarjana (Sabtu, 17 Januari 2026) bersama dengan pelantikan rektor di aula kampus Andoolo. 

Langkah besar ini merupakan respon konkret terhadap meningkatnya permintaan akan akses pendidikan tinggi pada level magister. Sekaligus menjadi upaya institusi dalam memperkuat posisi tawarnya sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.

Fokus utama dari pembentukan direktorat ini adalah melakukan akselerasi pada sistem penjaminan mutu dan standarisasi akreditasi. Melalui manajemen yang terintegrasi, Direktorat Pascasarjana bertugas untuk menyiapkan instrumen pembukaan program studi baru yang ketat secara kualifikasi, sehingga nantinya program-program magister yang dilahirkan mampu menjawab tantangan industri dan kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat. 

Upaya ini dilakukan dengan memastikan seluruh kelengkapan administratif dan akademik memenuhi standar nasional pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kita menyiapkan pendidikan magister, dan segera mengajukan permohonan izin ke direktur pendidikan tinggi Islam di Kementerian Agama,” ujar Ismail Suardi Wekke, usai pelantikan.

Selain penguatan internal, direktorat ini dirancang untuk menjadi motor penggerak dalam membangun jejaring kolaborasi internasional. Di bawah kepemimpinan yang baru, IAI Rawa Aopa memproyeksikan transformasi menjadi universitas Islam. 

Begitu pula, perluasan kemitraan strategis dengan berbagai universitas ternama di luar negeri. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pertukaran mahasiswa atau dosen, tetapi juga difokuskan pada program riset bersama (joint research) yang mampu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah global. Transformasi ini diharapkan dapat membawa atmosfer akademik internasional ke lingkungan kampus Rawa Aopa secara lebih intensif.

Aspek literasi ilmiah juga menjadi prioritas yang ditekankan dalam pengembangan struktur baru ini. Direktorat Pascasarjana berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang produktif dengan mendorong para dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif. Fokusnya adalah memastikan hasil-hasil penelitian dari IAI Rawa Aopa dapat menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional. 

Dengan meningkatnya output publikasi ilmiah, institusi ini optimistis dapat mempercepat proses transformasi kelembagaan serta memberikan dampak nyata melalui inovasi pemikiran yang dihasilkan dari rahim akademis IAI Rawa Aopa. “Penambahan jumlah mahasiswa yang tetap stabil dan signifikan, menjadi pondasi yang kuat untuk menuju universitas,” kata Ismail Suardi Wekke.

Dalam momentum yang bersejarah ini, IAI Rawa Aopa secara resmi menunjuk Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D. untuk menakhodai Direktorat Pascasarjana tersebut. Penunjukan beliau dinilai sebagai langkah yang sangat tepat mengingat latar belakang akademisnya yang mumpuni sebagai alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). 

Dengan pengalaman panjang dalam tata kelola pendidikan tinggi dan jaringan luas di tingkat regional Asia Tenggara, Ismail diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai profesionalisme dan standar internasional ke dalam struktur pascasarjana yang sedang dirintis. Kehadiran beliau dipandang sebagai katalisator yang akan mempercepat visi IAI Rawa Aopa untuk tumbuh menjadi institusi yang berdaya saing global.