Diskusi Panel (ISW)

Diskusi Panel terkait Situasi Hukum Internasional Kontemporer, Bersama Universitas Hasanuddin

Andoolo – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar diskusi panel strategis guna membedah dinamika dan tantangan hukum internasional di era kontemporer. Forum akademik ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi hukum untuk mendiskusikan posisi Indonesia di tengah pergeseran geopolitik global serta penegakan norma-norma internasional.

Diskusi yang akan berlangsung hari ini (Jumat, 16 Januari 2026) menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari sengketa wilayah, hukum humaniter, hingga kerja sama ekonomi lintas negara yang memerlukan landasan hukum kuat dan adaptif.

Akan turut hadir dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dan dosen Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Dr. Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam pandangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi antar-institusi pendidikan dalam merespons cepatnya perubahan regulasi di tingkat global.

“Diskusi ini bukan sekadar pertukaran ide akademis, melainkan langkah krusial dalam memetakan posisi hukum kita di kancah internasional. Kita perlu memastikan bahwa sumber daya manusia di perguruan tinggi memiliki literasi hukum yang memadai agar mampu berkontribusi dalam diplomasi dan kerja sama luar negeri yang menguntungkan bangsa,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan Seminar Proposal di Poleang Timur, Bombana yang merupakan Tri Dharma Terpadu.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi Program Studi Hukum Tata Negara yang dikelola institusi tersebut. Sebagai prodi yang fokus pada penguatan pilar konstitusi dan tata kelola pemerintahan, keterlibatan dalam diskusi internasional ini diharapkan dapat memperkaya kurikulum dan wawasan mahasiswa di Konawe Selatan, sehingga lulusannya mampu mengontekstualisasikan hukum nasional dengan standar dan dinamika hukum internasional yang sedang berkembang.

Ismail juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa terus berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama, termasuk dengan Universitas Hasanuddin, guna memperkuat kajian-kajian hukum yang relevan dengan kebutuhan daerah maupun nasional. “Ini boleh menjadi rintisan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin melalui departemen hukum internasional,” kata Ismail yang juga Research Fellow University of South Wales, Britannia Raya.

Acara ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi pemikiran yang konstruktif bagi para pemangku kebijakan. Dekan Fakultas Hukum Unhas dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas kampus seperti ini menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas hukum internasional yang semakin dinamis.

Melalui diskusi panel ini, Universitas Hasanuddin kembali mempertegas perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia Timur, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi bagi perguruan tinggi lainnya di pelbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara.

Kelas Pemikir (ISW)

Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5, Dibuka Pendaftaran

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta, Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina akan mengadakan kegiatan Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5. Salah satu pendukung KPII Angkatan 5 – 2026, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan ke internal civitas akademika IAI Rawa Aopa untuk mulai mendaftar.

Kegiatan KPII ini sebagai bagian dari pengayaan wawasan materi yang telah ada sebelumya dalam ruang-ruang perkuliahan. Baik yang terlaksana dalam bentuk pertemuan tatap muka, maupun kegiatan daring.

Untuk kegiatan KPII akan berlangsung setiap Jumat, pukul 19.00-21.00 WIB | 20.00- 22.00 WITA (Andoolo), dengan pelaksanaan 23 Januari s.d. 27 Februari 2026 yang akan berlansgung selama 6 kali pertemuan (daring).

Pendaftaran dapat melalui tautan berikut ini:🔖LINK PENDAFTARAN: https://bit.ly/DAFTAR-KPII5.

Sinopsis Kelas

Kajian ini mengeksplorasi krisis ekologis sebagai persoalan teologis, etis, dan struktural melalui perspektif Islam yang dialogis dengan tradisi agama lain dan ilmu-ilmu kontemporer. Anda akan diajak bergerak dari refleksi teologis ke kritik struktural sampai praksis lintas iman.

Di atas dalam flyer, rancangan 6 tema kursus Ekoteologi Islam yang antar-disiplin dan antar-agama, sehingga cocok untuk dialog lintas iman dan konteks global–lokal.

Keenam pertemuan ini akan menggali ekoteologi Islam sebagai proyek teologis, etis, dan praksis yang utuh, yang mengintegrasikan: Diagnosis krisis spiritual, Kritik antroposentrisme, Visi tauhid kosmik, Norma syariah dan keadilan, Kritik ekonomi struktural, dan Spiritualitas dan aksi lintas iman. Ekoteologi Islam menegaskan satu pesan kunci: merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari penghambaan kepada Tuhan Yang Esa.

FGD Persiapan Seminar (Raawa Aopa)

FGD Persiapan Pelaksanaan Webinar Internasional Kolaboratif: STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Makassar dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan hari ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan webinar internasional kolaboratif (Ahad, 27 Juli 2025) yang berlangsung daring. 

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan konsep, materi, dan teknis penyelenggaraan webinar yang akan menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman di kancah global. Kolaborasi strategis antara dua institusi pendidikan tinggi ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam pengembangan keilmuan di bidang kesehatan dan keagamaan yang saling mendukung.

FGD yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, termasuk panitia pengarah, dan panitia pelaksana dari kalangan mahasiswa. Diskusi intensif meliputi penentuan tema-tema relevan untuk diskursus internasional, identifikasi pembicara kunci dari berbagai negara, serta penjadwalan agar webinar dapat diakses secara optimal oleh peserta dari zona waktu yang berbeda. 

Aspek teknis seperti platform webinar, promosi, dan mekanisme pendaftaran juga menjadi fokus pembahasan untuk memastikan kelancaran acara. Komitmen kuat dari kedua institusi terlihat jelas dalam upaya bersama menyukseskan inisiatif penting ini.

Webinar internasional kolaboratif ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan manifestasi dari komitmen STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jejaring akademik di tingkat global. 

Dengan menghadirkan narasumber internasional dan memfasilitasi diskusi lintas budaya, diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan baru bagi peserta, mendorong riset kolaboratif, serta memperkuat reputasi kedua institusi di mata dunia internasional. Persiapan yang matang melalui FGD ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan webinar yang sukses dan berdaya guna.

Dalam kesempatan FGD tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pembina Kegiatan Kemahasiswaan STIKES Panrita Husada, Dr. A. Suswani Makmur, SKM, S.Kep, Ns, M.Kes, secara bersama-sama menyampaikan pernyataan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dan meneruskan aktivitas di ruang kuliah ke dalam skala yang lebih luas. 

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan webinar, sebagai bekal pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh hanya di dalam kelas. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam dunia akademik dan profesional di masa depan.

Diklat DSI (Rawa Aopa)

Persiapan Diklat Mediator dengan Sertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sebagai kompetensi tambahan, keterampilan profesional “mediaor” menjadi sebuah solusi bagi wujudnya sengketa. Ini, bisa diikuit oleh semua kalangan (sarjana). Tidak harus dengan menyelesaikan pendidikan sarjana hukum.

Bahkan bagi mahasiswa sekalipun, untuk menjadi bagian dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Untuk itu, sebagai kesempatan meneruskan hasil Rapat Kerja Akademik 2025/2026, akan dilaksanakan Diklat Mediator (online) bersertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Untuk itu, pendaftaran mulai dibuka sampai terpenuhi minimal 10 orang. Kemudian diajukan ke DSI untuk mendapatkan persetujuan jadwal.

Mengenal Profesi Mediator

Seorang mediator adalah seorang profesional netral yang membantu pihak-pihak yang berselisih mencapai kesepakatan secara damai di luar jalur litigasi tradisional. Peran utama mediator adalah memfasilitasi komunikasi yang efektif, mengidentifikasi akar masalah, dan membantu para pihak menjelajahi berbagai opsi penyelesaian. 

Berbeda dengan hakim atau arbiter, mediator tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan atau memaksakan solusi. Sebaliknya, mereka bertindak sebagai fasilitator, membimbing diskusi dan memastikan bahwa semua suara didengar, dengan tujuan akhir mencapai resolusi yang disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat.

Profesi mediator mencakup berbagai bidang, mulai dari sengketa keluarga seperti perceraian dan hak asuh anak, sengketa bisnis, perselisihan perburuhan, hingga konflik komunitas. Keterampilan yang sangat penting bagi seorang mediator meliputi kemampuan mendengarkan secara aktif, empati, objektivitas, dan keterampilan negosiasi yang kuat. 

Mereka juga harus mampu menjaga kerahasiaan dan menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati agar para pihak merasa nyaman untuk berterus terang dan mencari solusi yang konstruktif. Mediator seringkali memiliki latar belakang di bidang hukum, psikologi, atau hubungan masyarakat, dan banyak yang menjalani pelatihan khusus serta sertifikasi untuk mengembangkan keahlian mereka.

Pemanfaatan jasa mediator semakin populer karena menawarkan alternatif yang lebih cepat, lebih efisien (berbasis pada kearifan lokal), dan seringkali lebih efektif dibandingkan proses pengadilan yang panjang dan mahal. Mediasi memberdayakan para pihak untuk tetap memegang kendali atas hasil akhir, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan tangguh karena disepakati oleh mereka sendiri. 

Dengan fokus pada penyelesaian masalah dan pembangunan kembali hubungan, profesi mediator berperan penting dalam mempromosikan keadilan restoratif dan mengurangi beban pada sistem peradilan formal, membantu individu dan organisasi mencapai resolusi yang berkelanjutan dan memuaskan.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.

Kuliah Umum (Rawa Aopa)

Pengumuman: Persiapan Kuliah Umum bersama Peneliti Stanford University Amerika Serikat

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami dengan syukur mengumumkan persiapan kuliah umum yang sangat dinantikan bersama seorang peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat. Acara ini merupakan kesempatan emas bagi para mahasiswa, dan akademisi untuk mendapatkan wawasan langsung dari salah satu institusi riset terkemuka di dunia. 

Kuliah umum ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian akademik mutakhir dan pemahaman publik, sehingga topik-topik kompleks dapat disajikan dengan cara yang mudah diakses dan relevan. Kami percaya bahwa inisiatif ini akan menjadi kesempatan berdiskusi dan menstimulasi minat dalam bidang-bidang inovatif yang sedang digeluti oleh peneliti tersebut.

Persiapan sedang dilakukan secara cermat untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara ini. Detail mengenai tanggal pasti, waktu, lokasi, serta topik spesifik yang akan dibahas oleh peneliti akan diumumkan dalam waktu dekat melalui saluran komunikasi resmi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan media sosial. 

Kami merekomendasikan para calon peserta untuk memantau pengumuman lebih lanjut dan segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka, mengingat keterbatasan tempat dan antusiasme yang diperkirakan tinggi. Ini adalah kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan akademisi global dan mendalami perspektif baru dalam disiplin ilmu terkait.

Partisipasi dalam kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik dan profesional Anda. Acara ini tidak hanya akan membahas penemuan terbaru dan tren penelitian, tetapi juga memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab interaktif, memungkinkan audiens untuk berdialog langsung dengan sang peneliti. 

Kami mengundang Anda semua untuk menjadi bagian dari kegiatan kuliah umum ini, yang diharapkan dapat membuka cakrawala dan memicu kolaborasi ilmiah di masa depan.

ICSHAIS (Rawa Aopa)

Announcement: International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) 2025 (3-5 December)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – STAI DDI Makassar is once again preparing to host the International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) in 2025. This significant academic event will be held in collaboration with IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, marking a continued commitment to fostering intellectual discourse and scholarly collaboration in the field. The partnership between these esteemed institutions aims to create a robust platform for the exchange of ideas and research findings.

ICSHAIS (3-5 December) 2025 is designed to bring together academics, researchers, and practitioners from diverse backgrounds to explore critical issues and innovative perspectives within social sciences and humanities, particularly as they relate to Islamic studies. While the specific theme and sub-themes for the 2025 conference are yet to be unveiled, the event promises to uphold its tradition of stimulating meaningful discussions and contributing to advancements in the academic sphere.

All researchers and academics actively engaged in related fields are cordially invited to participate in ICSHAIS 2025. This conference offers a unique opportunity to present cutting-edge research, engage in vibrant debates, and network with peers from various national and international institutions. Participants are encouraged to prepare their scholarly contributions as the conference will provide a valuable forum for intellectual growth and collaboration.

Further essential information, including the official theme of ICSHAIS 2025, detailed sub-themes, and the complete registration schedule, will be announced in due course. Prospective attendees and presenters are advised to regularly check official channels for these crucial updates to ensure they do not miss any key deadlines or important information regarding the conference proceedings.

The organizing committees from STAI DDI Makassar and IAI Rawa Aopa Konawe Selatan eagerly anticipate the active participation of scholars and researchers. ICSHAIS 2025 is set to be another successful endeavor in advancing knowledge and fostering academic excellence within the realm of social sciences and humanities with an Islamic focus. Stay tuned for forthcoming announcements and prepare to be a part of this enriching academic experience.

ICSHAIS 2025 (Rawa Aopa)

STAI DDI Makassar Kembali Selenggarakan Konferensi Internasional ICSHAIS 2025 bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Kota Makassar akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) pada November 2025 mendatang. Kali ini, STAI DDI Makassar menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra kolaborasi utama (Selasa, 22 Juli 2025).

ICSHAIS sendiri bukanlah nama baru dalam kancah konferensi internasional di bidang studi Islam. Ajang ini telah menunjukkan konsistensinya sejak pertama kali diadakan. Pada tahun 2020, ICSHAIS memulai debutnya dengan kolaborasi antara IAIN Gorontalo (sekarang IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan STAI DDI Makassar, sebagaimana diberitakan sebelumnya di situs IAIN Gorontalo.

Kemudian, ICSHAIS 2022 melangkah lebih jauh secara internasional. Konferensi ini sukses diselenggarakan di Hatyai, Thailand, melalui kerja sama strategis antara STAI DDI Makassar, Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM), dan Andaman Anatolian Technology College (Thailand).

Kini, di tahun 2025, ICSHAIS kembali ke tanah air dengan mitra dengan melangkah bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas jangkauan keilmuan dalam bidang studi Islam, sosial, dan humaniora.

“Insya Allah, ICSHAIS 2025 akan berlangsung pada November mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu dengan pihak STAI DDI Makassar di Hotel Claro. “Kami optimis konferensi ini akan menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan, temuan, serta inovasi terbaru dalam studi Islam di era kontemporer.”

Informasi lebih lanjut mengenai tema, sub-tema, dan jadwal pendaftaran ICSHAIS 2025 akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para peneliti dan akademisi di bidang terkait diundang untuk turut serta dalam agenda ilmiah yang prestisius ini.

FGD Mahasiswa Baru (Rawa Aopa)

FGD Pendaftaran Mahasiswa Baru

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami mengundang seluruh dosen, staf akademik, dan tenaga kependidikan (administrasi) untuk berpartisipasi dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) mengenai proses Pendaftaran Mahasiswa Baru (Jumat, 25 Juli 2025, Pukul 16.00 wita Andoolo). FGD ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk bersama-sama mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan merumuskan inovasi demi mempertahankan pendaftaran dan kualitatif mahasiswa baru.

Masukan dan informasi Anda akan sangat berarti dalam membantu kita memahami tantangan yang dihadapi dan harapan terhadap sistem pendaftaran. Dari diskusi ini, kami akan mendapatkan wawasan mendalam yang akan menjadi dasar untuk menciptakan proses pendaftaran yang lebih transparan, efisien, dan ramah pengguna di masa depan. Mari bersama-sama wujudkan sistem pendaftaran yang optimal bagi semua pihak.

Agenda Diskusi:

  • Sesi Pembukaan: Sambutan dan pengantar mengenai tujuan FGD.
  • Diskusi Kelompok: Berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan terkait proses pendaftaran.
  • Identifikasi Solusi: Merumuskan ide-ide perbaikan dan inovasi.
  • Sesi Rekomendasi: Presentasi singkat hasil diskusi dan kesimpulan.

Kami menantikan partisipasi aktif Anda dalam FGD ini. Untuk memastikan kelancaran acara, mohon konfirmasi kehadiran Anda melalui rawaaopaunggul at gmai dot com, dan tautan pendaftaran selambat-lambatnya pada tanggal 20 Juli 2025.

Terima kasih atas perhatian dan kontribusi Anda.

Rapat Kerja (Rawa Aopa)

Undangan Rapat Kerja Tahun Akademik 2025/2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan segera menyelenggarakan rapat kerja tahunan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun akademik 2025/2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, hingga staf, untuk bersama-sama merumuskan arah dan kebijakan institusi. Sabtu, 26 Juli 2025, Pukul 08.00 – 18.00 wita (Andoolo) bertempat di kampus 2, Andoolo.

Fokus utama rapat kerja ini adalah mengevaluasi capaian dan tantangan di tahun sebelumnya, serta menyusun program kerja inovatif yang sejalan dengan visi dan misi IAI Rawa Aopa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi momentum refleksi mendalam mengenai berbagai aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Di bidang pendidikan, pembahasan akan meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan peningkatan kualitas dosen agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. 

Untuk penelitian, akan digali potensi riset kolaboratif yang relevan dengan isu-isu lokal maupun nasional, serta mendorong publikasi ilmiah yang berkualitas. Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, IAI Rawa Aopa akan merumuskan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi di Konawe Selatan dan sekitarnya.

Salah satu agenda dalam rapat kerja ini adalah penentuan prioritas pengembangan institusi untuk tahun akademik mendatang. Ini mencakup perencanaan anggaran yang efektif, optimalisasi pemanfaatan fasilitas kampus, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Diskusi juga akan diarahkan pada upaya penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat, guna memperluas jaringan dan kesempatan bagi mahasiswa. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam rapat kerja ini akan menjadi landasan bagi operasional IAI Rawa Aopa sepanjang tahun akademik 2025/2026.

Partisipasi aktif dari seluruh peserta rapat kerja sangat diharapkan untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Ide-ide segar, masukan konstruktif, dan komitmen bersama dari setiap elemen IAI Rawa Aopa akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap institusi ini akan mendorong lahirnya program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat peran IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dengan berakhirnya rapat kerja ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan memiliki peta jalan yang jelas dan terarah untuk menyongsong tahun akademik 2025/2026. Hasil dari rapat kerja ini tidak hanya akan membentuk masa depan institusi, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.