Ramadhan (ISW)

Seri Ngaji Penulisan Artikel, Pertemuan Kedua dengan Pokok Bahasan Terkait Artikel di Jurnal Scopus

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen di kancah internasional terus dipacu melalui kolaborasi lintas institusi. Memasuki pekan kedua, program “Seri Ngaji Penulisan Artikel” kembali digelar pada Jumat siang dengan fokus utama membedah teknik menembus jurnal bereputasi global yang terindeks Scopus. “Kita melaksanakan selama Ramadhan, sebagai jtihad dalam mengisi amaliyah Ramadhan,” papar Ismail di Andolo, Jumat 27 Februari 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring setiap Jumat selepas salat Jumat ini merupakan hasil sinergi strategis antara 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Rumah Jurnal UIN Ponorogo. Pertemuan kedua ini menjadi momentum krusial bagi para akademisi untuk memahami standar ketat dan pola penulisan yang diinginkan oleh pengelola jurnal internasional.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menekankan bahwa publikasi di jurnal Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan bentuk kontribusi nyata ilmuwan Indonesia di level dunia. Menurutnya, dosen harus memiliki ketekunan ekstra dalam menghadapi proses penelaahan atau review yang seringkali memakan waktu lama dan melelahkan secara mental. 

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi seperti ini merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem riset yang sehat dan berkelanjutan di tanah air. “Kita berupaya melaksanakan kegiatan Ngaji Penulisan Artikel selama Ramadhan sebagai upaya berjamaah,” kata Ismail Suardi Wekke yang didaulat menjadi pemateri pada pertemuan Jumat pertama. 

Dalam sesi penyampaian materi, Ismail megajak para peserta untuk mengenal spirit yang dapat mendorong dalam penulisan artikel. “Artikel yang layak masuk Scopus harus memiliki kebaruan atau novelty yang jelas serta metodologi yang mampu dipertanggungjawabkan secara universal,” tegas Ismail di hadapan ratusan peserta virtual. 

Ia juga mengingatkan agar penulis tidak mudah menyerah saat menerima penolakan dari editor jurnal. “Jangan menganggap penolakan sebagai akhir, tetapi jadikan catatan dari reviewer sebagai kompas untuk memperbaiki kualitas naskah Anda agar lebih tajam,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integritas dalam menulis dengan menyatakan bahwa sitasi yang relevan dan penggunaan rujukan primer yang mutakhir adalah fondasi utama dari sebuah artikel berkualitas tinggi.

Program Seri Ngaji Penulisan ini direncanakan akan terus berlanjut dengan berbagai topik spesifik lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kualitas publikasi antarperguruan tinggi di Indonesia dan meningkatkan visibilitas riset nasional di mata dunia.

“Dengan kegiatan, kita berupaya untuk berjamaah. Sehingga bisa maju bersama-sama untuk pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia,” pungkas Ismail Suardi Wekke di sela-sela bersama dengan tim Safari Dakwah Ramadhan kolaborasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara.

Screenshot_2026_0226_185410

Kolaborasi Strategis IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah dalam Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menerima kunjungan Tim Safari Dakwah Ramadhan dari organisasi Al Washliyah, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan program dakwah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaborasi ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran lembaga keagamaan dalam menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Turut hadir dekan di jajaran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, begitu pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Hadir pula dosen dan ketua program studi.

“Kami memandang kehadiran Tim Safari Dakwah Al Washliyah sebagai berkah bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar, terutama dalam menyemarakkan syiar Islam di bulan yang suci ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penyambutan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi dakwah merupakan kunci untuk memberikan solusi atas tantangan umat saat ini. “Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin strategis terkait pengembangan institusi. Beliau menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap gerakan dakwah yang berorientasi pada moderasi beragama dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, peran perguruan tinggi adalah menjadi jembatan ilmu yang mendukung gerakan sosial keagamaan seperti yang dilakukan oleh Al Washliyah. Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi titik awal bagi pertukaran sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengembangan dai-dai muda di lingkungan kampus.

Kegiatan Safari Dakwah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan nilai-nilai religiusitas di Konawe Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh dari Al Washliyah diharapkan memberikan warna baru dalam diskusi keagamaan yang inklusif dan mencerahkan.

FGD (ISW)

Laksanakan FGD Bersama Panitia Pelaksana, IAI Rawa Aopa Siapkan Seminar di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mulai mematangkan persiapan amaliyah Ramadhan dalam bulan suci melalui agenda akademik. Hal ini terlihat saat jajaran pimpinan rektorat bersama panitia pelaksana menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna merancang seminar yang rencananya akan dilaksanakan pekan depan (Rabu, 25 Februari 2026).

Kegiatan FGD ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa seminar ini selain sebagai agenda rutin, juga upaya institusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan khazanah keilmuan kontemporer. 

Beliau menjelaskan bahwa pemilihan tema dan narasumber telah dilakukan secara cermat agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kita mendapatkan konfirmasi dari Tokyo City University, Jepang sebagai salah satu pembicara,” papar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesiapan manajerial dalam pelaksanaan kegiatan ini sudah mulai dipetakan agar seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus untuk memastikan syiar Islam melalui jalur pendidikan ini mencapai target audiens yang lebih luas, baik secara luring maupun daring.

“Seminar di bulan Ramadhan nanti dapat menjadi oase intelektual bagi mahasiswa dan masyarakat umum di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan dalam FGD tersebut. Beliau juga menambahkan diskusi khusus kepada panitia dengan menyatakan bahwa pihaknya ingin memastikan setiap sesi diskusi memiliki dampak nyata bagi pengembangan karakter mahasiswa. 

Selain itu, terkait aspek teknis, beliau berpesan agar panitia bekerja dengan semangat pengabdian mengingat momentum ini adalah bagian dari dakwah kampus di bulan mulia. Panitia pelaksana sendiri menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk menyusun jadwal yang proporsional agar tidak mengganggu ibadah puasa para peserta. 

Dengan koordinasi yang intensif melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa optimis seminar Ramadhan tahun ini akan menjadi salah satu program unggulan yang memperkuat posisi kampus sebagai pusat literasi keislaman di Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan mengajak elemen mahasiswa dan pemuda, baik regional maupun nasional untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Community Service (ISW)

Usai Pertemuan Awal, IAI Rawa Aopa Memastikan Keikutsertaan dalam Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional di UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam agenda Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional yang akan dipusatkan di kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Kepastian ini diambil setelah perwakilan pimpinan melakukan pertemuan awal guna mematangkan teknis keterlibatan kampus dalam pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi dan pariwisata berkelanjutan tersebut, Maros, 23 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi kampus menuju Universitas Islam dengan mempertahankan kemitraan global. “Keikutsertaan kami dalam kolaborasi di Maros-Pangkep adalah wujud nyata dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang melampaui batas-batas administratif wilayah,” ujar Ismail saat memberikan keterangan setelah pertemuan di Darul Ulum Ammesangeng, Maros. 

Ia menambahkan bahwa keterlibatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk menempatkan dosen dan mahasiswa dalam ekosistem riset serta pengabdian yang diakui secara internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang dikirim memiliki output yang jelas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun dampak langsung bagi masyarakat lokal di kawasan Geopark,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan duduk perkara mengenai kesiapan aspek sumber daya manusia dan pendanaan. Ia menyampaikan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap kepakaran dosen yang paling relevan dengan kebutuhan pengembangan masyarakat. “Termasuk bagaimana dosen-dosen dapat berpartisipasi dalam agenda-agenda lingkungan,” kata Ismail Suardi Wekke yang merupakan Komite Saintifik kegiatan ini. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali kunjungan saja. Ia juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini mampu memperkuat jejaring IAI Rawa Aopa dengan berbagai mitra internasional yang juga berfokus pada pelestarian warisan dunia UNESCO.

Program pengabdian kolaboratif ini diharapkan menjadi jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk memperkenalkan potensi lokal Konawe Selatan ke kancah global melalui pertukaran gagasan di Maros-Pangkep. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi lingkungan yang menjadi pilar utama dalam pengelolaan sebuah UNESCO Geopark.

Darul Ulum (ISW)

Announcement of International Community Service, @Darul Ulum Ammesangeng Home of UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Ammesangeng – We are thrilled to announce the upcoming International Community Service program, hosted at the prestigious Darul Ulum Ammesangeng, located within the heart of the UNESCO Geopark Maros-Pangkep. This initiative brings together students, educators, and community leaders from across the globe to engage in meaningful cultural exchange and sustainable development. Tuesday, 28 April 2026.

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam, Branch of East Makassar will serve the organizing committee. The collaborative community service will come together with IBK NITRO, BOLT, and Universiti Kebangsaan Malaysia. 

The collaboration reaches new heights with the official participation of the Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, which joins as a partner for this international program. Their involvement is instrumental, as it brings a dedicated focus to the social-religious pillar, ensuring that the community service efforts are grounded in spiritual values and social ethics. By integrating their expertise in Islamic studies and community development, IAI Rawa Aopa will play a role in facilitating interfaith dialogue and moral guidance, truly enriching the program’s holistic approach to serving the local population within the UNESCO Geopark.

Set against the backdrop of world-class karst landscapes, this program aims to bridge the gap between academic theory and real-world application while honoring the rich traditions of the South Sulawesi region. The core mission of this year’s service project is to foster environmental stewardship and educational empowerment. Participants will work side-by-side with local residents on various initiatives, ranging from ecological preservation workshops to English literacy programs for youth. 

By integrating global perspectives with local wisdom, we aim to create a lasting impact that preserves the unique biodiversity of the Geopark while providing the community at Darul Ulum Ammesangeng with new tools for a prosperous, interconnected future. Beyond the work itself, this program offers an unparalleled opportunity for cultural immersion. 

Darul Ulum Ammesangeng serves as a vibrant cultural hub where visitors can experience the profound hospitality and spiritual heritage of the local community. From exploring the ancient caves and towering limestone peaks of the Pangkep region to participating in traditional ceremonies, volunteers will gain a deep appreciation for the symbiotic relationship between the people and their majestic natural environment.

Collaboration is the heartbeat of this international endeavor. By partnering with local stakeholders and international organizations, we are building a network of global citizens dedicated to the UN Sustainable Development Goals. This program is not just a short-term visit; it is a commitment to a long-term partnership that values mutual respect and shared growth. We believe that through collective effort, we can protect our world’s natural wonders while uplifting the communities that call them home.

We invite all passionate individuals and institutional partners to join us in this transformative journey. Whether you are contributing your expertise in conservation, education, or social entrepreneurship, your presence will help make this International Community Service a landmark success. Together, we will leave steps of friendship and progress beneath the shadows of the Maros-Pangkep towers. Join us at Darul Ulum Ammesangeng, where global service meets timeless heritage.

Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Belajar Bersama terkait Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Kegiatan bertajuk “Ngabuburit with Turnitin” merupakan ikhitar dengan belajar bersama terkait “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan” merupakan sebuah inisiatif akademik untuk mengisi waktu sebagai bagian amaliyah Ramadhan menjelang berbuka puasa dengan penguatan kapasitas intelektual. 

Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai spiritualitas Ramadhan, seperti kejujuran dan disiplin, dengan prinsip-prinsip etika ilmiah yang fundamental. Melalui forum ini, para akademisi dan peneliti diajak untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga orisinalitas karya sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam ekosistem pendidikan tinggi.

Dalam implementasinya, fokus utama diskusi diarahkan pada pemanfaatan teknologi Turnitin bukan sekadar sebagai alat pendeteksi kesamaan teks (similarity check), melainkan sebagai instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah. Peserta akan mengeksplorasi mengenai teknik parafrasa yang benar, manajemen sitasi yang akurat, serta cara menginterpretasi laporan hasil pemindaian secara bijak. 

Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja sekaligus memperkuat standar integritas riset yang berlaku di tingkat internasional. Sinergi antara kegiatan rutin di bulan suci dan pengembangan profesionalisme ini diharapkan mampu melahirkan budaya akademik yang lebih sehat dan transparan. Dengan dukungan teknologi terkini, institusi dapat memastikan bahwa setiap publikasi yang dihasilkan memiliki kredibilitas yang tinggi dan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. 

Pada akhirnya, semangat belajar bersama ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi institusi untuk mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh.

Kegiatan sesi #1 akan dilaksanakan di Bulan Ramadhan pada tanggal 7 Ramadhan bertepatan dengan 24 Februari 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) 15.00 (Makassar/Maros), 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Kegiatan dilaksanakan bersama Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, Institut Bisnis dan Keuangan NITRO (Makassar), IUCSRS – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, NR Institute dan LTMI HMI Cabang Makassar Timur.

Halal (ISW)

Pelatihan Pendamping PPH, Halal Center Politeknik AKA Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang diselenggarakan oleh Halal Center Politeknik AKA Bogor merupakan program yang dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Program ini bertujuan membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta teknik verifikasi dan validasi lapangan.

Sebagai lembaga di bawah naungan institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada analisis kimia dan industri, pelatihan ini menjamin kualitas kurikulum yang selaras dengan standar teknis dan hukum yang berlaku. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup kebijakan pemerintah terkait sertifikasi halal jalur Self Declare bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Fokus utama instruksi meliputi tata cara pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, hingga penggunaan sistem informasi Sihalal. Dengan pendekatan praktis, Halal Center Politeknik AKA Bogor memastikan setiap calon Pendamping PPH tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga mampu melakukan pendampingan secara presisi agar produk yang dihasilkan pelaku usaha benar-benar memenuhi kriteria kehalalan yang mutlak.

Melalui inisiatif ini, Halal Center Politeknik AKA Bogor berperan aktif dalam membangun ekosistem halal nasional yang kuat dan terpercaya. Lulusan pelatihan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu UMKM memperoleh sertifikat halal, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Sinergi antara keahlian teknis laboratorium yang dimiliki Politeknik AKA dengan integritas proses sertifikasi menjadikan pelatihan ini sebagai salah satu rujukan utama bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam industri halal di Indonesia.

Silahkan mendaftar dengan mengisi link pendaftaran melalui tautan: https://bit.ly/Pendaftaran_P3H_24

Ramadhan (ISW)

IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima Perkuat Sinergi Lewat Program Kolaboratif Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Kedua institusi pendidikan tinggi Islam ini sepakat untuk meluncurkan serangkaian program kolaboratif yang fokus pada pengembangan pengabdian masyarakat dan penguatan literasi keagamaan.

“Kita bertemu di Jakarta, dan mendiskusikan sebuah program untuk belajar bersama sepanjang Ramadhan dengan kegiatan intensif bagi penelitian dan publikasi,” papar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan syiar akademik di luar batas wilayah masing-masing kampus. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih bermakna.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi sarana dalam penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Beliau juga menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi menara gading, melainkan harus hadir dimulai dari soliditas internal. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa luaran dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menuliskan program riset yang telah dijalankan melalui program-program yang inovatif dan relevan.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail menegaskan komitmen institusinya terhadap keberlanjutan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, Dalam kesempatan selama Ramadhan justru kita bisa terus belajar,” ujar Ismail yang bersiap berangkat ke Kuala Lumpur.

Ia juga menambahkan mengenai aspek teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. “Kerja sama ini telah berjalan dan justru meomentum Ramadhan menjadi kesempatan mempertahankan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini,” tegasnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan pesan mengenai visi jangka panjang dari kemitraan ini. “Momentum ini adalah awal dari kolaborasi lintas provinsi yang akan menjadi pola kerja dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Program kolaboratif ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, dan tidak terbatas pada dua kampus. “Kita sebagai pelaksana teknis saja, namun justru menjadi platform kerjasama lintas kampus,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pengumuman Pelaksanaan SEASIHE 2026, Menerima Kesediaan Cohost

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, kami umumkan bahwa persiapan konferensi Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 telah mencapai tahapan awal dalam persiapan pelaksanaan. Melalui kolaborasi, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) telah memulai untuk menyelenggarakan forum kolaboratif SEASIHE yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Kemitraan ini menandai sinergi yang kuat antara inisiatif konservasi lingkungan, institusi akademik prestisius, dan jaringan luas perguruan tinggi Islam swasta, yang menjamin pendekatan multifaset dalam menghadapi tantangan inovasi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen strategis terhadap keberagaman pemikiran dan keahlian. 

UniSZA, yang dikenal dengan keunggulan akademik dan kurikulum berbasis riset, menyediakan fondasi intelektual yang diperlukan untuk diskusi tingkat tinggi. Sementara itu, BKSPTIS menghadirkan jaringan institusi swasta yang memastikan hasil konferensi ini beresonansi di seluruh demografi pendidik dan mahasiswa. Melengkapi kekuatan tersebut, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan memberikan perspektif unik yang menekankan pada titik temu kritis antara pelestarian ekologi dan kerangka pendidikan di wilayah Taman Nasional Rawa Aopa.

Di tengah transisi dunia menuju teknologi hijau dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang etis, SEASIHE 2026 bertujuan untuk menjadi forum utama dalam menampilkan ide-ide transformatif. Para penyelenggara akan bekerja secara terpadu untuk menyusun program yang menonjolkan riset terobosan dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan kampus berkelanjutan, serta literasi digital. Dengan menyatukan sumber daya yang ada, UniSZA, BKSPTIS, dan IAI Rawa Aopa menciptakan sebuah platform di mana kearifan lokal bertemu dengan inovasi global, sekaligus menumbuhkan dialog yang berakar pada budaya dan berpandangan maju dalam kerangka keislaman.

Persiapan saat ini telah berjalan untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi para delegasi dari berbagai lokasi di Asia Tenggara. Kemitraan ini mewakili lebih dari sekadar pengaturan teknis; ia merupakan visi bersama bagi masa depan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Melalui sesi pleno gabungan, lokakarya, dan pameran, para tuan rumah bersama bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberikan wawasan nyata kepada para peserta yang dapat diimplementasikan di institusi masing-masing guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kami mengundang para peneliti, akademisi, dan pemimpin industri untuk mencatat tanggal agenda bergengsi ini dalam kalender kegiatan mereka. Termasuk bagi institusi yang bersedia menjadi cohost pelaksanaan simposium. Formalisasi kesepakatan tuan rumah bersama ini merupakan aksi nyata dari tekad kolektif para mitra kami untuk memimpin gerakan inovasi berkelanjutan. Kami menantikan kehadiran Anda dalam lingkungan pertukaran akademik yang ketat dan semangat kolaboratif, selagi kita bekerja bersama untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi yang tangguh dan inovatif di kawasan kita.