Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Karya pengabdian tak lagi hanya berujung menjadi tumpukan laporan di meja kampus. Hasil Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa tahun 2026 bersiap merambah panggung internasional. Deretan inovasi dan program pemberdayaan mahasiswa ini akan dideseminasikan melalui sebuah ekspo di ajang bergengsi Asian Tourism Village Competition 2026 di Malaysia.
Langkah ini menjadi babak baru bagi sivitas akademika IAI Rawa. Alih-alih berhenti di tingkat desa sasaran, hasil keringat mahasiswa selama masa KKA akan dipamerkan langsung di hadapan para delegasi dari berbagai negara Asia.
Melalui format ekspo, pengunjung maupun juri kompetisi dapat melihat wujud nyata bagaimana inovasi dari akar rumput berpotensi dikembangkan menjadi magnet pariwisata bertaraf internasional. Arena ini dinilai menjadi wadah yang tepat, mengingat Asian Tourism Village Competition berfokus pada pengembangan desa wisata berkelanjutan di kawasan regional.
Kehadiran IAI Rawa di negeri jiran membawa misi ganda. Selain mempertanggungjawabkan hasil kerja sosial kemasyarakatan kepada publik yang lebih luas, ekspo ini juga menjadi strategi jitu untuk mempromosikan potensi lokal yang telah disentuh oleh program KKA. Ini adalah etalase pembuktian bahwa gagasan mahasiswa berbasis kearifan lokal mampu berbicara, bahkan bersaing, di level global.
Kini, panggung di Malaysia telah menanti. Langkah diseminasi hasil KKA IAI Rawa melalui kompetisi desa wisata Asia ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan pembuka jalan bagi kolaborasi lintas negara di masa depan.