Desa Wisata (ISW)

Inisiasi Desa Wisata: Program Pengabdian Masyarakat Dorong Optimalisasi Potensi Sawah Andoolo

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Ruas jalan aspal yang membelah hamparan sawah di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini berikhtiar melangkah lebih jauh. Kawasan persawahan yang mulanya hanya menjadi jujugan warga untuk berolahraga ringan dan menikmati senja tersebut mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata berbasis agrowisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, fenomena tingginya kunjungan masyarakat terjadi secara konsisten pada sore hingga menjelang malam hari. Pengunjung dari berbagai usia memanfaatkan infrastruktur jalan yang mulus untuk berjalan santai, berswafoto, hingga bermain sepatu roda dengan latar lanskap persawahan yang asri. Geliat keramaian ini turut memicu kebangkitan ekonomi mikro di sepanjang bahu jalan, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jajanan dan minuman ringan untuk memanfaatkan tingginya perputaran interaksi warga.

Melihat dinamika sosial dan potensi ekonomi yang tumbuh secara spontan ini, akademisi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi langkah pendampingan terstruktur guna mentransformasi kawasan Potoro menjadi destinasi wisata pedesaan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, inisiasi pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Potoro memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama. Pertama, penataan ruang dan zonasi eco-tourism dilakukan untuk mengatur tata letak aktivitas wisata agar tidak mengganggu fungsi utama lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga keselamatan para pejalan kaki dan pengguna jalan.

Selanjutnya, pembinaan UMKM kuliner lokal diarahkan untuk mengorganisasi para pedagang agar memiliki standar higienitas dan penataan tempat usaha yang rapi, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Terakhir, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi prioritas guna mendorong kapasitas kelembagaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi lanskap alam secara mandiri dan profesional.

Integrasi antara ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, keasrian alam pedesaan, serta pendampingan berbasis perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan sawah Andoolo sebagai salah satu model penataan agrowisata berbasis komunitas di Kabupaten Konawe Selatan.