Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menjadi bagian pertemuan akademisi regional dengan rencana penyelenggaraan Simposium Perguruan Tinggi Islam se-Asia Tenggara. Perhelatan akbar ini dirancang untuk memperkuat jejaring intelektual serta merumuskan arah pendidikan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini selain sebagai sebuah wadah silaturahmi, juga sebuah ikhtiar besar untuk memposisikan institusi di kancah internasional. Beliau menegaskan bahwa simposium ini akan menjadi momentum bersejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk menunjukkan dedikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
“Kami berkomitmen menjadikan simposium ini sebagai jembatan kolaborasi bagi seluruh perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di Jakarta (Selasa, 10 Maret 2026). Ia menambahkan bahwa sinergi antarlembaga pendidikan sangat krusial untuk menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif. “Ini adalah langkah nyata kami dalam mendorong internasionalisasi kampus serta memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa persiapan teknis dan substansi materi sedang dimatangkan oleh tim internal agar acara dapat berjalan maksimal. Ia menyebutkan bahwa topik yang akan diangkat bakal menyentuh isu-isu kontemporer, mulai dari digitalisasi pendidikan hingga moderasi beragama di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, output dari pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang berdampak luas bagi kebijakan pendidikan Islam di masa depan.
Dalam pernyataan penutup, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh elemen akademis untuk menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang emas bagi daerah. “Kita ingin berpartisipasi bahwa dari Konawe Selatan, kita bisa memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan bagi dunia Islam di Asia Tenggara,” pungkasnya penuh optimisme.





