Screenshot_2026_0226_233032

Kunjungan Pimpinan IAI Rawa Aopa di Potoro: Membawa Pesan Akademik dan Religi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, saat rombongan Safari Dakwah Ramadhan tiba untuk melangsungkan agenda syiar Islam dan penguatan ukhuwah.

Kehadiran Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara bersama jajaran Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan disambut hangat oleh Lurah Potoro beserta tokoh masyarakat dan warga setempat, Kamis (26/2/2026).

Momentum ini menjadi jembatan komunikasi antara akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah di tingkat kelurahan. Lurah Potoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Masjid Al Hidayah sebagai titik kunjungan. Menurutnya, kehadiran para tokoh pendidikan dan agama ini memberikan suntikan semangat spiritual bagi warga dalam menjalani ibadah di bulan suci.

Sinergi antara lembaga pendidikan seperti IAI Rawa Aopa dengan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem sosial yang religius dan edukatif.

“Terima kasih Al Washliyah atas kesediaan bergandengan tangan dengan kami,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang turut hadir dalam rombongan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat luas.

“Kami datang ke Masjid Al Hidayah sebagai kunjungan, juga dalam kaitan untuk memastikan bahwa nilai-nilai akademik dan religiusitas dapat berdenyut langsung di tengah-tengah warga,” tegas Ismail di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan kampus dalam Safari Dakwah adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk memberikan pencerahan di luar ruang kelas. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum emas untuk memperkuat simpul kebangsaan melalui jalur dakwah yang menyejukkan.

“Safari ini menjadi laboratorium sosial bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyebarkan pesan damai Ramadhan,” ujarnya menambahkan.

Terkait pengembangan institusi, Ismail juga menyoroti bagaimana peran masyarakat sangat vital dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di daerah tersebut. Ia menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus terbuka terhadap kerja sama yang berdampak pada kesejahteraan umat.

“Keberadaan IAI Rawa Aopa harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Kelurahan Potoro ini, melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal,” kata Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus menyinkronkan program perencanaan kampus agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial di Sulawesi Tenggara.

Beliau juga menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia di internal IAI Rawa Aopa bertujuan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa manajemen keuangan dan kepegawaian yang transparan di kampus menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik, sehingga institusi dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah kelurahan dalam berbagai program pemberdayaan di masa depan.

Screenshot_2026_0226_185410

Kolaborasi Strategis IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah dalam Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menerima kunjungan Tim Safari Dakwah Ramadhan dari organisasi Al Washliyah, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan program dakwah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaborasi ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran lembaga keagamaan dalam menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Turut hadir dekan di jajaran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, begitu pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Hadir pula dosen dan ketua program studi.

“Kami memandang kehadiran Tim Safari Dakwah Al Washliyah sebagai berkah bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar, terutama dalam menyemarakkan syiar Islam di bulan yang suci ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penyambutan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi dakwah merupakan kunci untuk memberikan solusi atas tantangan umat saat ini. “Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin strategis terkait pengembangan institusi. Beliau menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap gerakan dakwah yang berorientasi pada moderasi beragama dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, peran perguruan tinggi adalah menjadi jembatan ilmu yang mendukung gerakan sosial keagamaan seperti yang dilakukan oleh Al Washliyah. Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi titik awal bagi pertukaran sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengembangan dai-dai muda di lingkungan kampus.

Kegiatan Safari Dakwah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan nilai-nilai religiusitas di Konawe Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh dari Al Washliyah diharapkan memberikan warna baru dalam diskusi keagamaan yang inklusif dan mencerahkan.

IMG-20260304-WA0001

Pemkab Konawe Selatan dan 13 Perguruan Tinggi Teken Kerja Sama Bantuan UKT Anggaran 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi warganya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (24/2/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, hadir mewakili pemerintah daerah dalam prosesi penandatanganan tersebut. Beliau didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Marwiyah Tombili. Agenda strategis ini melibatkan perwakilan dari 13 universitas serta sekolah tinggi mitra, termasuk Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut memperkuat sinergi pendidikan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Konsel dalam merealisasikan program UKT Setara. Program ini merupakan salah satu pilar prioritas dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menegaskan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab aspirasi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus terbebani oleh tingginya biaya perkuliahan. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk membangun generasi yang unggul dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Lebih lanjut, Ichsan berharap addendum kerja sama ini mampu mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Konawe Selatan yang cerdas dan kompeten. Dengan resminya kesepakatan ini, Pemkab Konsel optimistis kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di daerah akan terus meningkat secara signifikan.

Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi salah satu dari 13 perguruan tinggi yang menandatangani MoU tersebut. Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Konawe Selatan atas dukungan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di daerah.

“Terima kasih, sebuah apresiasi kami kepada Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan, dan semua jajaran OPD yang telah menjadikan program bantuan UKT ini sebagai bagian dari program daerah,” pungkas Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian  IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

IMG-20260224-WA0013

Amaliah Ramadhan IAI Rawa Aopa Fokus pada Dimensi, Akademik, Spiritual, dan Pengabdian Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meluncurkan rangkaian program “Amaliah Ramadhan” guna mengisi bulan suci dengan aktivitas edukatif dan religius. Program yang dirancang secara komprehensif ini mencakup berbagai kegiatan unggulan, mulai dari kursus intensif bahasa asing bagi mahasiswa hingga pelaksanaan Safari Ramadhan yang menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus upaya peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan amaliah tahun ini sengaja dikonsep secara variatif agar menyentuh aspek akademik dan spiritual secara bersamaan.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempererat silaturahmi dengan warga di sekitar Kabupaten Konawe Selatan.

“Terima kasih kepada semua pihak, dalam Ramadhan kali ini, sudah hampir sepekan, IAI Rawa Aopa menggelar pelbagai rangkaian kegiatan,” papar Ismail.

Lanjut “Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini selain sebagai rutinitas ibadah, juga laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu pimpinan Pesantren Darul Ulum Ammesangeng, Senin (23/2/2026).

Beliau menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terutama pada kelas bahasa yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing global mereka.

“Melalui Safari Ramadhan, kami juga berkomitmen untuk menghadirkan pesan-pesan kesejukan dan moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain memperkuat fondasi keagamaan, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan dukungan sumber daya yang maksimal agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tepat sasaran. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda-agenda dakwah yang bersifat transformatif.

Terakhir, Ismail berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya sehingga kehadiran IAI Rawa Aopa semakin dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” pungkas Ismail Suardi Wekke setiba di Kendari.

Screenshot_2026_0221_221105

Lintas Kampus: Tingkatkan Kualitas Penulisan Ilmiah Sambil Tunggu Buka Puasa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa dengan kegiatan intelektual, sejumlah institusi pendidikan tinggi berkolaborasi menggelar program bertajuk “Ngabuburit with Turnitin”. Mengangkat tema “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan”, inisiatif ini bertujuan menyelaraskan nilai spiritualitas kejujuran dengan etika ilmiah yang fundamental.

Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar akademik untuk memperkuat kapasitas intelektual para peneliti dan akademisi. Fokus utamanya adalah menggeser paradigma penggunaan teknologi Turnitin; dari yang semula dianggap sekadar alat “pendeteksi plagiarisme” menjadi instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah.

Melalui forum ini, peserta diajak mengeksplorasi teknik parafrasa yang benar dan manajemen sitasi yang akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja serta memastikan setiap publikasi memiliki kredibilitas tinggi di tingkat internasional.

“Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai Ramadhan, seperti disiplin dan kejujuran, ke dalam ekosistem pendidikan tinggi guna melahirkan budaya akademik yang sehat dan transparan,” kata Ismail Suardi Wekke, Komite Saintifik kegiatan ini, Sabtu (21/2/2026).

Dengan kolaborasi ini, institusi berharap dapat mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Sesi perdana dari rangkaian kegiatan edukatif ini dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 24 Februari 2026, yang bertepatan dengan momentum 7 Ramadhan 1447 H. Mengingat jangkauan pesertanya yang luas, panitia telah menetapkan waktu pelaksanaan serentak di tiga zona waktu Indonesia, yakni pukul 14.00 WIB (Jakarta), 15.00 WITA (Makassar/Maros), dan 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Selain itu, program ini didukung penuh oleh konsorsium institusi pendidikan dan organisasi profesi yang berkomitmen pada penguatan literasi digital, di antaranya:
Kolaborasi Turnitin Indonesea dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan juga menggandeng Sektor Akademik: STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, serta Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar.

Kemudian juga, turut bergabung, Lembaga Kajian & Pendidikan: International Universities Community Service and Research Synergy (IUCSRS) – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros. Begitu pula dengan Organisasi Strategis: NR Institute dan Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur.

Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan efek domino dalam peningkatan standar publikasi ilmiah di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai bulan produktivitas intelektual.

Ngaji (ISW)

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 PT dan Institusi Penerbit

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Menjadikan suasana Ramadhan menjadi momentum intelektual, Rumah Jurnal UIN Ponorogo resmi menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Program kolaboratif ini menggandeng 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit di seluruh Indonesia untuk mencetak karya ilmiah berkualitas sepanjang bulan suci 1447 H.

Sesi perdana sukses diselenggarakan secara daring pada Jumat 20 Februari 2026, menandai dimulainya rangkaian transformasi Rumah Jurnal dari sekadar pusat administrasi menjadi inkubator riset yang dinamis bagi akademisi.

Koordinator Rumah Jurnal UIN Ponorogo, Dr. Muhammad Hariri, menegaskan bahwa semangat utama dari agenda ini adalah sinergi.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju sendiri, tetapi juga melangkah maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Melalui program ini, Rumah Jurnal bertindak sebagai ruang diskusi dua arah. Para peserta—yang terdiri dari dosen hingga mahasiswa tingkat akhir—diajak membedah “anatomi” artikel ilmiah secara mendalam, mulai dari perumusan abstrak yang tajam hingga teknik sitasi referensi mutakhir agar layak menembus jurnal bereputasi internasional.

Hadir sebagai narasumber sesi pertama, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan literasi produktif ini. Menurutnya, menulis adalah bentuk syiar ilmu yang tidak boleh terhenti oleh rasa lapar atau dahaga saat berpuasa.

Program “Ngaji Menulis Artikel” ini direncanakan berlangsung dalam empat sesi selama bulan Ramadhan. Harapannya, tradisi menulis ini akan terus terjaga dan menjadi budaya akademik yang melekat bahkan setelah bulan suci berakhir.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi yang melibatkan 20 lembaga ini bukan sekadar angka seremonial. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan menyatukan sumber daya dan perspektif dari berbagai kampus, hambatan-hambatan teknis dalam penulisan diharapkan dapat teratasi melalui transfer pengetahuan antarlembaga.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan para peserta bahwa esensi dari sebuah karya ilmiah tidak hanya terletak pada struktur teknis yang rapi, tetapi juga pada bobot manfaatnya. Ia menegaskan bahwa artikel yang dihasilkan dari program ini harus mampu memberikan dampak nyata dan menjadi solusi bagi persoalan di tengah masyarakat luas, bukan sekadar menjadi tumpukan teks di portal jurnal.

Momentum Ramadhan pun dinilai sebagai waktu yang sangat tepat atau “momentum emas” bagi para peneliti. Di tengah suasana puasa yang menuntut ketenangan, para dosen dan peneliti diajak untuk lebih fokus dalam memoles draf penelitian mereka. Ismail berharap program ini menjadi pemantik agar tradisi menulis tetap mengakar kuat dan terjaga konsistensinya, meski bulan suci telah berlalu.

Screenshot_20260219_173034

Pimpinan IAI Rawa Tekankan Pentingnya Modernisasi Kampus di IKAPIM Outlook

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri agenda IKAPIM Outlook yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Kehadiran dalam acara ini bertujuan untuk menyerap praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi di Negeri Jiran guna diimplementasikan dalam konteks pengembangan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara melalui IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa partisipasi dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas cakrawala akademik institusi.

“Kehadiran kami di IKAPIM Outlook adalah upaya nyata untuk melihat secara langsung bagaimana tata kelola universitas di Malaysia mampu beradaptasi dengan standar global,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berkomitmen untuk mengadopsi sistem manajemen keuangan dan perencanaan yang lebih modern.

Ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi internasional ini, kampus berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan akuntabel di masa depan.

Lebih lanjut, Ismail menambahkan,
“Kita tidak hanya bertemu, tetapi membawa pulang kerangka kerja yang aplikatif untuk memperkuat struktur kepegawaian dan efisiensi anggaran di IAI Rawa Aopa,” ungkap Ismail yang beberapa waktu lalu dilantik sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia)
Ismail menyampaikan beberapa poin penting terkait visi pengembangan kampus.

Ia juga mengungkapkan bahwa studi banding ini memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam layanan administrasi kampus agar lebih transparan.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa penguatan kapasitas dosen melalui riset kolaboratif dengan mitra di Malaysia akan menjadi prioritas dalam rencana kerja tahun depan. Terakhir, ia berharap agar hubungan baik yang terjalin dalam forum ini dapat berlanjut menjadi kerja sama formal yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pertemuan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kelanjutan bagi IAI Rawa Aopa dalam melakukan transformasi internal, terutama dalam menyongsong tantangan pendidikan tinggi di era digital yang semakin dinamis.

“Terima kasih kepada IKAPIM yang telah menyediakan platform diskusi dan pertemuan ini, sehingga kita bisa silaturahmi,” pungkas Ismail yang juga alumni Universiti Kebangsaan Malaysia.

IMG-20260218-WA0023

Bawa Nama Sultra ke Level Dunia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambangi Mentri Pendidikan Tinggi Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan melakukan kunjungan strategis ke Malaysia.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam makan malam alumni Malaysia di Indonesia (Jakarta, 15 Februari 2026), pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus mengenalkan potensi pendidikan tinggi dari Sulawesi Tenggara langsung kepada Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya akselerasi kampus menuju rekognisi global dan penguatan kolaborasi akademik di tingkat Asia Tenggara.

Sebagaimana diketahui EMGS (Education Malaysia Global Services) yang merupakan agensi Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia melaksanakan gala dinner untuk memperkukuh jalinan komunikasi antara alumni Malaysia di Indonesia. Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam acara tersebut yang dilaksanakan bersama antara EMSG dan juga IKAPIM (Ikatan Alumni Pelajar Indonesia se-Malaysia) dengan dukungan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan momentum bagi institusi untuk memperluas cakrawala kerja sama lintas negara. Menurutnya, memperkenalkan identitas kampus dari daerah ke level internasional akan membuka peluang besar bagi pertukaran mahasiswa dan riset kolaboratif.

Ia menegaskan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di Malaysia adalah wujud nyata dari komitmen kampus dalam membawa nama baik Sulawesi Tenggara ke panggung dunia. Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa fokus utama dari penjajakan ini adalah membangun jembatan intelektual yang kokoh antara Indonesia Timur dan Malaysia.

Beliau berharap sinergi ini nantinya dapat diwujudkan dalam program-program konkret yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kedua negara. Terkait visi jangka panjang, Ismail menyampaikan bahwa langkah diplomasi pendidikan ini akan terus ditingkatkan guna memastikan IAI Rawa Aopa tetap relevan dalam perkembangan pendidikan global.

Saat memberikan keterangan resmi, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini dengan menyatakan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menempatkan IAI Rawa Aopa dalam ekosistem pendidikan tinggi di Asia Tenggara.

“Kami datang membawa semangat dari Sulawesi Tenggara untuk belajar sekaligus berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif,” ujar Ismail saat menyapa Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia dalam acara tersebut.

Menutup pernyataannya, ia menambahkan bahwa sambutan hangat dari pihak Malaysia menjadi sinyal positif bagi masa depan kerja sama kedua belah pihak.

“Interaksi langsung dengan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia memberikan optimisme baru bagi kami bahwa perguruan tinggi di daerah memiliki ruang yang sama luasnya untuk bersaing di level internasional,” tegas Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni Universiti Kebangsaan Malaysia.

Terakhir, Ismail menggarisbawahi komitmen institusi dengan berujar bahwa IAI Rawa Aopa siap menjadi mitra strategis dalam berbagai inisiatif akademik yang melibatkan universitas-universitas ternama di Malaysia.

“Kita bersiap melaksanakan kegiatan SEASIHE yang merupakan kerjasama antara perguruan tinggi Indonesia-Malaysia,” pungkas Ismail.

IMG-20260213-WA0005

Sains dan Keadilan: Menilik Visi IAI Rawa Aopa dalam Forum Kepemimpinan Pemuda di UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi – Forum Youth Leadership Dialogue 2026 yang diselenggarakan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Rabu (11/2/2026), menjadi panggung bagi diskusi kepemimpinan pemuda strategis masa depan.

Dalam kegiatan bertajuk AI Future Readiness: Empowering Malaysia’s Next Generation for an AI-Driven Economy tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan pentingnya integrasi sains dan nilai agama dalam merumuskan kebijakan publik.

Di hadapan para mahasiswa dan calon pemimpin dari Neo G5 (UKM-GSB) serta MINDA-UKM, Ismail memaparkan gagasan inovatif mengenai pendekatan harm reduction atau pengurangan bahaya sebagai jalan tengah strategis bagi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Menurutnya, kebijakan kesehatan tidak boleh hanya kaku pada angka medis, tetapi harus berpijak pada nilai Maslahah untuk kebaikan bersama dan Hifz al-Nafs demi perlindungan jiwa.

Pendekatan ini dinilai sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki ketergantungan kuat pada industri tembakau dan cengkeh. Ismail menegaskan bahwa transisi menuju kesehatan publik yang lebih baik harus dilakukan secara adil tanpa mengabaikan kesejahteraan jutaan petani.

Penggunaan inovasi teknologi, seperti produk tembakau yang dipanaskan (HTP), disebut sebagai solusi nyata karena secara ilmiah mampu mengurangi paparan zat berbahaya hingga 90-95 persen dibandingkan rokok konvensional.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan pandangannya secara lugas mengenai arah kepemimpinan masa depan.

“Kita memerlukan kebijakan berbasis bukti yang berani menyatukan antara kemajuan sains dengan kearifan lokal agar perlindungan jiwa dan keadilan ekonomi dapat berjalan beriringan,” ujar Ismail saat menanggapi pemaparan materi.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan moderat ini merupakan manifestasi dari nilai Islam dalam menjawab tantangan zaman. “Inovasi produk tembakau yang dipanaskan adalah bukti nyata bahwa tantangan kesehatan global dapat dimitigasi melalui teknologi tanpa harus menghancurkan struktur ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Ismail juga menekankan bahwa transisi kebijakan yang drastis melalui pelarangan total sering kali mengabaikan akar budaya dan dampak ekonomi yang luas. Beliau menyatakan bahwa prinsip-prinsip fundamental Islam harus menjadi kerangka filosofis dalam merumuskan regulasi yang seimbang.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi mutakhir merupakan kunci utama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat secara efektif di abad ke-21. Ismail turut menyoroti bahwa di era ekonomi digital dan kecerdasan buatan, kepemimpinan tidak lagi bisa bersifat linear.

Ia berpendapat bahwa pemimpin masa kini dituntut untuk memiliki ketangkasan dalam menyeimbangkan antara regulasi yang ketat dan ruang inovasi yang inklusif. Menurutnya, kegagalan dalam mengadopsi teknologi yang lebih aman bukan hanya kerugian dari sisi kesehatan, melainkan juga kegagalan dalam menjalankan amanah kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada kemanusiaan.

Lebih dalam lagi, paparan ini menyentuh aspek diplomasi internasional di mana Indonesia dan Malaysia memiliki posisi strategis sebagai negara Muslim yang sedang bertransformasi secara ekonomi.

Ismail meyakini bahwa keberanian untuk mengambil posisi sebagai pionir dalam kebijakan pengurangan bahaya akan memperkuat tawar-menawar kedua negara di forum global.

Hal ini menunjukkan bahwa bangsa serumpun mampu merumuskan standar kesehatan modern yang tetap menghormati kedaulatan ekonomi dan tradisi lokal secara harmoni.
Forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk memberdayakan pemimpin muda dengan wawasan yang dapat segera diimplementasikan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para peserta mampu membangun jejaring lintas disiplin dan menumbuhkan warisan keunggulan serta tanggung jawab sosial.

Dengan menajamkan sisi kepemimpinan di tengah ekonomi yang didorong oleh kecerdasan buatan, generasi muda diajak untuk mendefinisikan kembali arti kepemimpinan yang transformatif dan responsif terhadap inovasi global demi kemaslahatan umat manusia secara luas.

Terakhir, ia menyampaikan kepada peserta, “Pemuda sebagai intelektual masa depan harus mampu memimpin dengan diplomasi kebijakan yang berbasis data di panggung internasional”.