SEASIHE (ISW)

IAI Rawa Aopa dan UniSZA Bersiap Menggelar SEASIHE, Kendari 6-10 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 6-10 Mei 2026 mendatang. Pertemuan ilmiah berskala regional ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempererat sinergi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara didahului dengan rapat dari kedua belah pihak (Rabu, 4 Februari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan telah mulai berjalan sesuai target. Menurutnya, pelaksanaan SEASIHE 2026 sebagai sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kompetitif di level global. 

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kegiatan SEASIHE ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menginternasionalisasi institusi sekaligus menyediakan panggung bagi para akademisi untuk bertukar gagasan strategis,” ujar Ismail Suardi Wekke usai pertemuan dari dari Bandung. 

Beliau menambahkan bahwa pemilihan Kendari sebagai tuan rumah bertujuan untuk memperkenalkan potensi intelektual lokal ke kancah mancanegara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sesi dalam simposium ini mampu menghasilkan rencana kerja dan rencana aksi yang berdampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa sinergi dengan UniSZA merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama, sehingga koordinasi antar-kedua pihak berjalan sangat efektif. Ia juga menyampaikan bahwa panitia sedang mengupayakan kehadiran para pakar terkemuka dari berbagai negara tetangga guna memperkaya perspektif dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. Selain itu, Ismail optimis bahwa dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika akan menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di peta pendidikan internasional.

Penyelenggaraan simposium ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi budaya bagi Sulawesi Tenggara. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas di Asia Tenggara diprediksi akan memperluas jejaring penelitian dan publikasi bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu serta akreditasi lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.

Kuliah Umum (ISW)

Persiapan Kuliah Umum dan Lokakarya Penyusunan Proposal Penelitian

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merencanakan sebuah kegiatan di awal semester dihelat dengan bentuk Kuliah Umum dan Lokakarya Nasional Penyusunan Proposal Penelitian yang dijadwalkan berlangsung pekan depan (Sabtu, 14 Februari 2026). Agenda ini dirancang untuk menyelaraskan produktivitas sivitas akademika, khususnya dalam menghasilkan rancangan penelitian yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai awal semester seiring dengan agenda enam bulanan. Ini juga dirancang menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. 

Beliau menyampaikan bahwa persiapan teknis maupun substantif telah memasuki tahap akhir guna memastikan setiap peserta mendapatkan manfaat maksimal dari kegiatan ini. “Kita mengundang Prof Dwi Cahyono, sebagai kesempatan belajar bersama,” tutur Ismail Suardi Wekke di Bandung (Rabu, 4 Februari 2026) di sela-sela pertemuan dengan komite saintifik ICOSBE 2025.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada kualitas luaran penelitian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap proposal yang lahir dari lokakarya ini memiliki inovasi dan mampu menjawab persoalan riil di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Paskal, Bandung. 

Beliau juga menambahkan komitmen institusi dalam mendukung penuh langkah ini dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menyediakan ekosistem yang mendukung bagi tumbuhnya tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan menegaskan bahwa sinergi antarpeneliti adalah bagian untuk menembus hibah penelitian di masa depan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memperluas jaringan publikasi hasil penelitian nantinya. 

Ismail juga mengungkapkan harapan besar agar kegiatan ini mampu menjadi katalisator bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan pilar penelitian. Terakhir, Ismail memastikan bahwa manajemen kampus telah mengalokasikan sumber daya yang optimal agar seluruh rangkaian acara, mulai dari kuliah umum hingga sesi lokakarya, dapat berjalan dengan standar operasional yang tinggi.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan draf proposal penelitian yang siap diajukan ke berbagai lembaga pemberi hibah, sekaligus mempertegas posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara. Panitia pelaksana kini tengah melakukan sinkronisasi jadwal dengan para pakar yang akan hadir sebagai mentor dalam sesi pendampingan penulisan proposal tersebut.

“Kita juga mengajukan permohonan, sehingga ada dukungan dari BRIDA Konawe Selatan untuk turut memberikan pengantar terkait dengan orientasi riset dan inovasi daerah sebagai bagian dari RPJMD Kabupaten Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ruko (ISW)

Bertamu ke Rumah Kolaborasi, IAI Rawa Aopa Diskusi Terkait Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Tidak saja dengan institusi perguruan tinggi, tetapi juga lembaga pengembangan semisal The Local Enabler (TLE).  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring kemitraan strategis guna mengembangan kapasitas kelembagaan.

Termasuk dalam kaitan meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. Terbaru, pimpinan perguruan tinggi tersebut bersiap untuk mengadakan kunjungan ke Rumah Kolaborasi untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat (Rabu, 4 Februari 2026).

Pertemuan ini akan berfokus pada penyelarasan visi antara akademisi dan praktisi di Rumah Kolaborasi. Kedua belah pihak mengeksplorasi peluang integrasi program, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi untuk menjadi lebih terbuka dan adaptif. Ismail menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Rumah Kolaborasi sebagai silaturahmi. Juga merupakan upaya serius untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. 

Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor saat ini menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap kesepakatan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat luas. 

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru dalam pengelolaan institusi, terutama dalam aspek perencanaan dan pengembangan kepegawaian yang berbasis pada semangat kebersamaan. Ia juga menambahkan bahwa ruang-ruang diskusi seperti ini sangat diperlukan untuk memetakan tantangan sekaligus peluang yang tersedia di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan pernyataan secara gamblang mengenai arah kebijakan kampus ke depan. “Kami memandang Rumah Kolaborasi sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mendorong kemajuan daerah melalui jalur edukasi dan pemberdayaan,” ujar Ismail usai mengikuti diskusi di Universitas Pasundan, Bandung (Selasa, 3 Februari 2026).

Ia juga menekankan perluasan kerjasama yang dibangun agar memiliki jejaring yang bertahan dan berkelanjutan. “Kerja sama ini harus melampaui aktivitas; kita butuh program untuk memperkuat daya inovasi,” tegasnya. 

Kunjungan ini diharapkan menjadi kesempatan dalam meneruskan program-program kolaboratif lainnya di masa depan. Sekaligus, memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kemitraan yang inklusif dan inovatif.

Menutup pembicaraan, Ismail memberikan catatan mengenai pentingnya keberlanjutan dari rencana pertemuan tersebut. “Diskusi hari ini adalah fondasi awal, dan kami akan segera merumuskan langkah teknis agar potensi kolaborasi ini dapat segera kita eksekusi bersama,” pungkasnya.

Kerjasama dengan UniSZA (ISW)

Bersiap Menggelar SEASIHE 2026, IAI Rawa Aopa Jadwalkan FGD dengan UniSZA

Rawaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mematangkan langkah strategis untuk menjadi tuan rumah perhelatan internasional Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Sebagai bagian dari persiapan intensif tersebut, IAI Rawa Aopa menjadwalkan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) khusus bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia guna menyelaraskan persiapan teknis penyelenggaraan.

FGD tersebut dijadwalkan berlangsung daring pada Rabu, 4 Februari 2026. “Kita mulai menyiapkan acara, selain dengan UniSZA, kami telah berkomunikasi awal dengan perguruan tinggi lain semisal UNISBA Bandung, dan juga UII Yogyakarta,” kata Ismail.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan di Bandung (Selasa, 3 Februari 2026) bahwa kolaborasi dengan UniSZA merupakan langkah untuk memastikan kesuksesan kegiatan. Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini juga untuk meneruskan dengan dokumentasi LoI. Sekaligus sebagai upaya serius untuk membangun ekosistem akademik yang relevan di tingkat regional. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara guna menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa pemilihan UniSZA sebagai mitra diskusi didasari oleh reputasi kampus tersebut dalam menyelenggarakan forum internasional yang berbobot.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan komitmen institusi melalui pernyataan yang lebih mendalam. “Kami memandang FGD dengan UniSZA ini sebagai fondasi utama dalam merancang persiapan konferensi SEASIHE 2026 agar memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Ismail. 

Ia melanjutkan dengan visi yang lebih luas mengenai peran kampus di kancah global. “Melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa setiap detail teknis, mulai dari publikasi ilmiah hingga jejaring riset, telah siap menyambut delegasi dari berbagai negara,” ujarnya. 

Sebagai penutup, ia menegaskan posisi momentum ini bagi daerah. “Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah panggung bagi Konawe Selatan melalui ibukota Andoolo untuk mengenalkan secara global bahwa institusi di daerah dapat menjadi bagian diskusi intelektual Islam di tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Persiapan ini diharapkan dapat memperkuat posisi IAI Rawa Aopa tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi internasional. Agenda FGD mendatang akan fokus pada pematangan tema besar konferensi, mekanisme seleksi karya ilmiah, serta skema publikasi yang berafiliasi dengan jurnal-jurnal bereputasi global. 

Dengan dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan mitra strategis seperti UniSZA, IAI Rawa Aopa optimis SEASIHE 2026 akan menjadi bagian dalam membawa transformasi dalam perjalanan akademik kampus tersebut. “Kita senantiasa bersedia untuk membawa IAI Rawa Aopa tidak sampai di institut saja, tetapi juga sampai ke universitas,” pungkas Ismail.

PKBM Maju Jaya (ISW)

IAI Rawa Aopa Rencanakan Kerjasama Dengan PKBM Maju Jaya di Lalembu

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan perluasan jejaring pengabdian dan pengembangan pendidikan di wilayah Konawe Selatan. Terbaru, IAI Rawa Aopa merencanakan kolaborasi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Jaya yang berlokasi di Kecamatan Lalembuu. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata perguruan tinggi dalam menyentuh akar rumput pendidikan nonformal.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke yang saat ini berada di Bandung, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat, melainkan harus hadir memberikan solusi bagi tantangan pendidikan lokal. 

Ia juga menjelaskan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis lokal serta pendampingan manajerial bagi PKBM agar kualitas lulusan kesetaraan semakin kompetitif. “Saatnya bergerak dengan konsep Menara Air,” tutur Ismail di Bandung (Selsa, 3 Februari 2026) mengawali perencanaan terkait dengan penyediaan sarana PKBM bagi anak yang putus sekolah atau ATS (anak tidak sekolah).

“Kami melihat potensi besar di PKBM Maju Jaya untuk menjadi mitra strategis dalam meningkatkan angka literasi dan akses pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait rencana tersebut. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di wilayah manapun, termasuk di daerah pedalaman. “Kerjasama ini bagian komitmen moral kami untuk memastikan masyarakat di pedesaan mendapatkan hak pendidikan. Sehingga program Konawe Selatan SETARA, juga dapat tercakup di pendidikan non formal,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan bahwa pihak kampus akan melihat potensi pengembangan, termasuk dalam kaitan kapasitas pengajar di sana. “IAI Rawa Aopa akan berjalan berdampingan dengan pola berkelanjutan agar tata kelola pendidikan nonformal di sini bisa mencapai standar nasional yang lebih baik,” pungkasnya.

Ismail Suardi Wekke pun memaparkan bahwa rencana ini akan segera diimplementasikan melalui program-program yang lebih teknis, termasuk pengabdian dosen dan mahasiswa di lingkungan PKBM. Beliau berharap keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Lalembuu, khususnya dalam mendorong minat belajar sepanjang hayat melalui jalur formal maupun nonformal.

 

Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Raker (ISW)

Usai Rapat Kerja, Saatnya Merencanakan Riset dan Inovasi 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara parallel juga menyusun fokus kerja ke arah pengembangan akademik fundamental usai merampungkan agenda Rapat Kerja tahunan. Dalam langkah strategis menuju tahun 2026, institusi ini memprioritaskan transformasi bidang riset dan inovasi sebagai motor penggerak utama kualitas perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum pasca-Rapat Kerja harus segera diikuti dengan tindak lanjut di lapangan. Menurutnya, perencanaan riset tidak bisa ditunda karena merupakan pilar utama dalam mencapai visi kampus.

“Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan tahun 2026 berorientasi pada hasil riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ismail saat menyampaikan catatan usai rapat kerja di kampus Andoolo (2 Februari 2026). Ia menambahkan bahwa transformasi ini memerlukan komitmen kolektif dari seluruh sivitas akademika agar target inovasi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara presisi. 

Ismail juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam setiap tahapan penelitian guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dengan menyatakan bahwa inovasi bukan lagi sebuah pilihan. Bahkan riset dan inovasi sebuah kebutuhan mutlak bagi IAI Rawa Aopa untuk terus bersaing di level nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihak rektorat kini tengah menyusun skema yang lebih kompetitif guna memicu produktivitas para dosen dalam menghasilkan jurnal-jurnal bereputasi. Beliau juga memaparkan rencana mengenai pembentukan unit inkubasi inovasi yang akan berfungsi untuk menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk kebijakan atau teknologi tepat guna bagi daerah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar seluruh program studi dapat menyinergikan rencana operasional mereka dengan arah besar pengembangan riset nasional yang berbasis pada potensi lokal Indonesia Timur. Fokus pada tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi pusat unggulan dalam kajian keagamaan dan sains yang inovatif dalam kerangka keislaman. Dengan sinkronisasi antara perencanaan keuangan dan target riset, kampus optimis dapat melahirkan berbagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan desa secara berkelanjutan.

PKBM (ISW)

Fasilitasi ATS, IAI Rawa Aopa Siap Jalin Kerjasama Dengan PKBM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Konawe Selatan. Sebagai langkah taktis, kampus ini bersiap menjalin sinergi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) guna memfasilitasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui jalur pendidikan nonformal.

“Kita siap menjalin kerjasama dengan PKBM,” kata Ismail Suardi Wekke jelang pelaksanaan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Ahad, 1 Februari 2026). Ismail yang sementara ini berada di Jakarta menyampaikan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan dengan mendapatkan dukungan PKBM. “Sehingga anak-anak kita yang tidak memiliki ijazah, dapat menempuh pendidikan melalui jalur paket,” tutur Ismail yang juga pakar pendidikan.

Langkah ini dipicu oleh temuan lapangan saat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turun langsung ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi program SETARA. Program SETARA sendiri merupakan inisiatif unggulan yang telah berjalan secara konsisten di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan. 

Namun, dalam kesempatan tersebut, Ismail menemukan fakta bahwa masih terdapat anak-anak yang belum tersentuh layanan pendidikan formal, sehingga diperlukan solusi cepat dan tepat sasaran. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan program pemerintah daerah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga tanpa terkecuali. 

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan PKBM menjadi salah satu aktivitas karena institusi tersebut memiliki otoritas dalam mengelola program Paket A, Paket B, dan Paket C. Melalui kerja sama ini, anak-anak yang selama ini putus sekolah diharapkan memiliki jalan kembali untuk meraih ijazah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkait upaya penuntasan masalah pendidikan ini, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan mengenai urgensi kemitraan tersebut. “Kami melihat PKBM memiliki peran vital sebagai jembatan bagi anak-anak kita yang kehilangan akses pendidikan formal untuk mendapatkan kesetaraan melalui Paket A, B, dan C,” ujar Ismail saat ditemui di sela kegiatannya. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa tidak ingin sekadar menjadi menara gading, melainkan harus hadir memberikan solusi nyata. “Kerja sama ini adalah ikhtiar kolektif agar tidak ada lagi anak di Konawe Selatan yang tertinggal dalam hal literasi dan pendidikan dasar,” tegasnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dengan menyatakan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah adalah tanggung jawab moral yang harus segera dieksekusi melalui aksi nyata bersama PKBM.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan beberapa poin penting secara mendalam mengenai visi institusi ke depan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun skema pendampingan bagi PKBM agar mutu lulusan pendidikan kesetaraan tetap terjaga dan kompetitif di dunia kerja maupun akademik. 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengawal proses identifikasi ATS di tingkat desa agar mereka mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan hingga tuntas. Ismail pun menekankan bahwa optimalisasi program SETARA akan jauh lebih efektif jika didukung oleh jaringan pendidikan nonformal yang kuat dan terorganisir dengan baik.

Dengan adanya inisiasi kerja sama ini, IAI Rawa Aopa berharap angka putus sekolah di Konawe Selatan dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara akademisi dan pengelola kegiatan belajar masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga visi besar pembangunan manusia yang dicanangkan oleh pemerintah daerah dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa.

ICON FiBANK (ISW)

Announcement ICON FiBANK 2026, Fostering Collaboration on Interdisciplinary in Finance and Banking

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Welcome to the ICON FiBANK 2026…

A two-day academic program explores interdisciplinary on finance and banking through expert dialogues and interactive round table discussions. The venue of ICON FiBANK 2026 will provide side events: International Postgraduate research Conference (IPRC); visit to Rammang-rammang, and young session of interdisciplinary in technology to finance and banking.

One more opportunity, this conference will foster collaboration with Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). If you have attention to regional engagement in Southeast Asia and Asia at large, this is the right time to see you in person.

Join us on April 27-28, 2026 for an engaging and inspiring event where young leaders and senior academicians come together to discuss topics and share their ideas.

ICON (ISW)
ICON (ISW)

This event will take place at Makassar (the home of South Sulawesi). Don’t miss this opportunity to connect with like-minded individuals and be part of a conversation that can make a difference in our community.

Seats are limited! The registration is available at IBK NITRO website.

See you there!