ICOBAR (ISW)

Hadir di ICOBAR 2026, IAI Rawa Aopa Sampaikan Apresiasi Kepada BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menghadiri perhelatan International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS University (Kamis, 5 Februari 2026) di Kampus Anggrek, Jakarta Barat. Dalam forum berskala internasional tersebut, IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan BINUS dalam kolaborasi riset.

Hadir, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah bagi perguruan tinggi di daerah untuk meningkatkan daya sanding di kancah global. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa partisipasi dalam ICOBAR merupakan komitmen lembaga untuk terus belajar dari ekosistem akademik yang telah mapan seperti BINUS University.

“Kami sangat mengapresiasi ruang yang diberikan oleh BINUS University melalui ICOBAR 2026 ini sebagai jembatan bagi akademisi daerah untuk bertukar gagasan di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan visi riset lokal dengan standar global yang diusung oleh BINUS,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan ini dengan menyatakan bahwa ICOBAR bukan sekadar konferensi, melainkan laboratorium ide yang inklusif. “Selain kepada panitia, kami juga mengapresiasi faculty member Binus yang telah bersedia bekerja bersama sehingga dua artikel kami diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi ini,” tutur Ismail Suardi Wekke dalam jamuan makan malam yang berlangsung di tempat yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak IAI Rawa Aopa mendapatkan kehormatan sehingga dapat dilibatkan dalam agenda sebesar ini. Ia menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatkan selama konferensi akan menjadi bahan referensi dan pengembangan penting bagi pengelolaan riset di internal kampusnya ke depan. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan BINUS University dapat berlanjut pada program-program penguatan sumber daya manusia yang lebih teknis. “Sampai pada titik ini, kita tetap berterima kasih. Semoga di masa dan kesempatan mendatang, BINUS tetap bersedia membuka ruang kerjasama kepada kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang dalam beberapa kesempatan sebelum menjadi komite saintifik konferensi di BINUS.

Konferensi ICOBAR 2026 sendiri dihadiri oleh ratusan peneliti dari berbagai negara. Kehadiran delegasi dari IAI Rawa Aopa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, khususnya terkait kearifan lokal dalam menjaga ekosistem biosfer di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya pernyataan dukungan dari pimpinan IAI Rawa Aopa, diharapkan hubungan kerja sama antara kedua institusi ini semakin solid dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan, terkhusus bagi IAI Rawa Aopa.

ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.

Seminar (ISW)

Introducing SEASIHE 2026, The Collaboration Platform of Southeast Asia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – SEASIHE 2026, or the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education, marks a landmark moment for regional academic synergy. Scheduled to take place in Kendari and Andoolo from May 6 to 10, 2026, this symposium is a collaborative effort initiated by Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan of Indonesia. 

By bringing together these two prominent institutions, the event establishes a dedicated space for scholars and educators to bridge the gap between national borders and academic disciplines. The primary mission of SEASIHE 2026 is to serve as a dynamic collaboration platform that addresses the evolving challenges of the 21st century. In an era where digital transformation, ethical governance, and social stability are paramount, the symposium provides a forum to harmonize Islamic educational values with modern research methodologies. 

This gathering is designed not just for passive listening, but for active engagement through Focus Group Discussions (FGDs) and workshops that aim to produce tangible research outputs and policy recommendations. Furthermore, sessions will run workshop, FGD, mini exhibition, and competition.

A key highlight of the symposium is its focus on inclusive growth and regional identity. By centering the discussion in Southeast Asia, the platform highlights the unique cultural and intellectual landscape of the region. It seeks to empower local institutions—often far from traditional urban centers—to take their place on the global stage. This “Menara Air” (Water Tower) approach ensures that high-level academic discussions flow down to benefit local communities, fostering an environment where knowledge is shared rather than hoarded.

The event’s structured pathways for collaboration include joint research initiatives, student mobility programs, and the publication of findings in globally reputable journals. By aligning technical expertise from Malaysia with the rich social fabric of Indonesia, SEASIHE 2026 facilitates a cross-pollination of ideas that is vital for the region’s intellectual resilience. It is an invitation to educators, technologists, and practitioners to participate in a “connected intelligence” that spans the diverse markets and cultures of ASEAN.

As we look toward the future, SEASIHE 2026 stands as a testament to the power of inter-institutional partnership. It is more than a conference; it is a catalyst for long-term strategic alliances that will shape the trajectory of Islamic higher education for years to come. By fostering a spirit of unity and shared purpose, the symposium ensures that Southeast Asia remains at the forefront of global intellectual and ethical discourse.