IMG-20260228-WA0004

Langkah Nyata IAI Rawa Aopa Bangun Pusat Halal di Bawah Koordinasi LPPM

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa beriktiar untuk turut mendukung penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai langkah nyata dalam berpartisipasi aktif pada ekosistem halal nasional, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan pembentukan Pusat Halal (Halal Center).

Kehadiran lembaga ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha, khususnya di wilayah Konawe Selatan, untuk mendapatkan pendampingan dan sertifikasi produk halal secara kredibel.

“Siang ini, kami mengikuti remedial dalam kaitan pelatihan penyelia halal yang dilaksanakan Universitas Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke (Jumat, 28 Februari 2026).

Pusat Halal IAI Rawa Aopa untuk saat ini dikoordinir langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap proses inisiasi berjalan selaras dengan kaidah akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi LPPM, perguruan tinggi berupaya melakukan pemetaan potensi produk lokal yang membutuhkan legalitas halal agar dapat bersaing di pasar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjawab kebutuhan zaman. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan Pusat Halal sebagai bagian dari partisipasi masyarakat. Juga sebuah ikhtiar besar untuk mengawal kualitas konsumsi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi umat.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah dalam memahami regulasi serta standar halal yang berlaku. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesadaran akan pentingnya ekosistem halal harus dimulai dari institusi pendidikan yang memiliki akses terhadap riset dan edukasi.

Beliau menyatakan, “Kami memandang bahwa Pusat Halal ini adalah instrumen strategis untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya hadir dalam ruang kelas, tetapi juga hadir dalam solusi ekonomi masyarakat”.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dengan berujar, “Kehadiran pusat ini akan menjadi laboratorium pengabdian yang nyata, di mana dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam proses standardisasi produk.”

Ismail juga menambahkan mengenai visi jangka panjang lembaga ini dengan mengatakan, “Pusat Halal ini kami siapkan untuk menjadi pionir di Sulawesi Tenggara dalam mendukung percepatan wajib sertifikasi halal yang dicanangkan pemerintah.”

Selain itu, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk mendukung operasional awal lembaga tersebut di bawah naungan LPPM. Beliau juga memaparkan bahwa rencana pengembangan Pusat Halal ini mencakup pelatihan bagi para pendamping proses produk halal (P3H) agar memiliki kompetensi yang mumpuni.

Di akhir keterangannya, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa target utama dari inisiasi ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui jaminan kualitas produk yang telah terstandarisasi secara halal.

“Kita sementara menunggu surat keputusan izin pembukaan program studi ekonomi syariah. Sehingga dengan adanya prodi baru ini, menjadi kesempatan untuk membentuk ekosistem ekonomi syariah yang komprehensif,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Acara Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Pertemuan Terakhir: Ngabuburit Produktif dan Berintegritas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sore hari menjelang berbuka adalah waktu yang begitu membahagiakan. Energi mulai menurun namun semangat harus tetap terjaga. Mahasiswa, dosen, dan juga peneliti dapat berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kita dapat memilih untuk belajar bersama terkait orisinalitas karya tulis ilmiah. Momen ini menjadi ajang belajar sekaligus menunggu azan magrib tiba. Turnitin menjadi perangkat utama dalam sesi ngabuburit khusus ini.

Sesi terakhir dari dua sesi, akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) – 15.00 WITA (Andoolo/Makassar) – 16.00 WIT (Papua/Wamena). Melalui aplikasi pertemuan zoom.

Ngabuburit with Turnitin adalah sebuah konsep kegiatan kolektif yang memadukan tradisi menunggu berbuka puasa dengan penguatan integritas akademik. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk meninjau orisinalitas karya tulis mereka secara santai.

Fokus utamanya adalah mengubah waktu tunggu yang biasanya pasif menjadi sesi konsultasi naskah yang produktif. Melalui kegiatan ini, budaya jujur dalam menulis ditekankan sebagai bagian dari nilai-nilai kejujuran di bulan suci.

Salah satu tujuan agar peserta mengetahui letak kesalahan sitasi sebelum naskah tersebut dikumpulkan secara resmi. Teknologi digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri yang objektif dan transparan.

Kegiatan ini sesi diskusi terkait dengan “Parafrase” yang interaktif. Kegiatan ini juga mengusung konsep pendampingan sebaya (peer-review) dalam membaca laporan hasil Turnitin. Peserta dapat saling memberikan masukan mengenai bagian tulisan yang perlu diperbaiki atau diperjelas sumbernya.

Pemahaman bahwa skor tinggi tidak selalu berarti plagiarisme akan dijelaskan secara mendalam dan mendetail. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terhadap perangkat lunak pendeteksi kemiripan tersebut. Kerjasama antarpeserta diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang saling mendukung dan kompetitif.

Unsur spiritual tetap diintegrasikan ke dalam konsep ini melalui refleksi tentang integritas diri. Menjaga orisinalitas tulisan dimaknai sebagai bentuk kejujuran yang selaras dengan nilai-nilai ibadah puasa.

Peserta diajak menyadari bahwa karya yang berkah adalah karya yang dihasilkan dari pemikiran sendiri. Integritas akademik bukan sekadar aturan formal, melainkan prinsip moral yang harus dijaga selamanya. Konsep ini membangun karakter peneliti yang bertanggung jawab atas setiap kata yang ditulisnya.

Acara dirancang untuk menjadi bagian amaliah ramadhan. Konsep “Ngabuburit with Turnitin” ini diharapkan menjadi rangkaian kegiatan selama Ramadhan. Sebuah cara mengisi waktu-waktu Ramadhan untuk meraih kesuksesan akademik sekaligus keberkahan di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Turnitin Indonesia”

Screenshot_2026_0226_233032

Momentum Ramadhan, IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah Sulawesi Tenggara Pererat Ukhuwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat jejaring sosial dan keagamaan melalui kolaborasi strategis. Kali ini, IAI Rawa Aopa bersama-sama dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara dalam agenda Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini selain Ketua Program Studi HTN, Suriansyah, M.H., juga turut hadir hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan spiritualitas di tengah masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan sebagai upaya menyemarakkan Ramadhan. Juga menjadi jembatan untuk mendengar langsung aspirasi warga serta memperkokoh ukhuwah islamiyah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan syiar Islam yang berdampingan dengan pengembangan keilmuan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Prodi HTN di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hukum tata negara juga memiliki peran penting dalam mengatur tatanan sosial yang harmonis dan religius. Ia berharap melalui momentum Ramadhan ini, kerjasama dengan Al Washliyah dapat terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan umat lainnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan “Kegiatan Safari Ramadhan ini adalah wujud implementasi pengabdian masyarakat yang menjadi pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Rawa Aopa,” tegasnya di hadapan jamaah yang juga dihadiri Kepala Kelurahan Potoro.

Ia juga menambahkan, “Kami memilih berkolaborasi dengan Al Washliyah karena memiliki visi yang sama dalam merawat tradisi keislaman dan mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan optimisme, “Semoga kehadiran kami di Masjid Al Hidayah ini mampu mempererat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kemajuan Konawe Selatan.”

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara delegasi kampus, pengurus Al Washliyah, dan pengurus Masjid Al Hidayah mengenai rencana pengembangan dakwah dan pendidikan di wilayah Potoro dan sekitarnya.

Screenshot_2026_0226_233032

Kunjungan Pimpinan IAI Rawa Aopa di Potoro: Membawa Pesan Akademik dan Religi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, saat rombongan Safari Dakwah Ramadhan tiba untuk melangsungkan agenda syiar Islam dan penguatan ukhuwah.

Kehadiran Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara bersama jajaran Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan disambut hangat oleh Lurah Potoro beserta tokoh masyarakat dan warga setempat, Kamis (26/2/2026).

Momentum ini menjadi jembatan komunikasi antara akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah di tingkat kelurahan. Lurah Potoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Masjid Al Hidayah sebagai titik kunjungan. Menurutnya, kehadiran para tokoh pendidikan dan agama ini memberikan suntikan semangat spiritual bagi warga dalam menjalani ibadah di bulan suci.

Sinergi antara lembaga pendidikan seperti IAI Rawa Aopa dengan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem sosial yang religius dan edukatif.

“Terima kasih Al Washliyah atas kesediaan bergandengan tangan dengan kami,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang turut hadir dalam rombongan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat luas.

“Kami datang ke Masjid Al Hidayah sebagai kunjungan, juga dalam kaitan untuk memastikan bahwa nilai-nilai akademik dan religiusitas dapat berdenyut langsung di tengah-tengah warga,” tegas Ismail di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan kampus dalam Safari Dakwah adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk memberikan pencerahan di luar ruang kelas. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum emas untuk memperkuat simpul kebangsaan melalui jalur dakwah yang menyejukkan.

“Safari ini menjadi laboratorium sosial bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyebarkan pesan damai Ramadhan,” ujarnya menambahkan.

Terkait pengembangan institusi, Ismail juga menyoroti bagaimana peran masyarakat sangat vital dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di daerah tersebut. Ia menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus terbuka terhadap kerja sama yang berdampak pada kesejahteraan umat.

“Keberadaan IAI Rawa Aopa harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Kelurahan Potoro ini, melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal,” kata Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus menyinkronkan program perencanaan kampus agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial di Sulawesi Tenggara.

Beliau juga menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia di internal IAI Rawa Aopa bertujuan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa manajemen keuangan dan kepegawaian yang transparan di kampus menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik, sehingga institusi dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah kelurahan dalam berbagai program pemberdayaan di masa depan.

Ramadhan (ISW)

Seri Ngaji Penulisan Artikel, Pertemuan Kedua dengan Pokok Bahasan Terkait Artikel di Jurnal Scopus

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen di kancah internasional terus dipacu melalui kolaborasi lintas institusi. Memasuki pekan kedua, program “Seri Ngaji Penulisan Artikel” kembali digelar pada Jumat siang dengan fokus utama membedah teknik menembus jurnal bereputasi global yang terindeks Scopus. “Kita melaksanakan selama Ramadhan, sebagai jtihad dalam mengisi amaliyah Ramadhan,” papar Ismail di Andolo, Jumat 27 Februari 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring setiap Jumat selepas salat Jumat ini merupakan hasil sinergi strategis antara 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Rumah Jurnal UIN Ponorogo. Pertemuan kedua ini menjadi momentum krusial bagi para akademisi untuk memahami standar ketat dan pola penulisan yang diinginkan oleh pengelola jurnal internasional.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menekankan bahwa publikasi di jurnal Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan bentuk kontribusi nyata ilmuwan Indonesia di level dunia. Menurutnya, dosen harus memiliki ketekunan ekstra dalam menghadapi proses penelaahan atau review yang seringkali memakan waktu lama dan melelahkan secara mental. 

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi seperti ini merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem riset yang sehat dan berkelanjutan di tanah air. “Kita berupaya melaksanakan kegiatan Ngaji Penulisan Artikel selama Ramadhan sebagai upaya berjamaah,” kata Ismail Suardi Wekke yang didaulat menjadi pemateri pada pertemuan Jumat pertama. 

Dalam sesi penyampaian materi, Ismail megajak para peserta untuk mengenal spirit yang dapat mendorong dalam penulisan artikel. “Artikel yang layak masuk Scopus harus memiliki kebaruan atau novelty yang jelas serta metodologi yang mampu dipertanggungjawabkan secara universal,” tegas Ismail di hadapan ratusan peserta virtual. 

Ia juga mengingatkan agar penulis tidak mudah menyerah saat menerima penolakan dari editor jurnal. “Jangan menganggap penolakan sebagai akhir, tetapi jadikan catatan dari reviewer sebagai kompas untuk memperbaiki kualitas naskah Anda agar lebih tajam,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integritas dalam menulis dengan menyatakan bahwa sitasi yang relevan dan penggunaan rujukan primer yang mutakhir adalah fondasi utama dari sebuah artikel berkualitas tinggi.

Program Seri Ngaji Penulisan ini direncanakan akan terus berlanjut dengan berbagai topik spesifik lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kualitas publikasi antarperguruan tinggi di Indonesia dan meningkatkan visibilitas riset nasional di mata dunia.

“Dengan kegiatan, kita berupaya untuk berjamaah. Sehingga bisa maju bersama-sama untuk pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia,” pungkas Ismail Suardi Wekke di sela-sela bersama dengan tim Safari Dakwah Ramadhan kolaborasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara.

Screenshot_2026_0226_185410

Kolaborasi Strategis IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah dalam Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menerima kunjungan Tim Safari Dakwah Ramadhan dari organisasi Al Washliyah, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan program dakwah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaborasi ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran lembaga keagamaan dalam menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Turut hadir dekan di jajaran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, begitu pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Hadir pula dosen dan ketua program studi.

“Kami memandang kehadiran Tim Safari Dakwah Al Washliyah sebagai berkah bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar, terutama dalam menyemarakkan syiar Islam di bulan yang suci ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penyambutan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi dakwah merupakan kunci untuk memberikan solusi atas tantangan umat saat ini. “Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin strategis terkait pengembangan institusi. Beliau menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap gerakan dakwah yang berorientasi pada moderasi beragama dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, peran perguruan tinggi adalah menjadi jembatan ilmu yang mendukung gerakan sosial keagamaan seperti yang dilakukan oleh Al Washliyah. Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi titik awal bagi pertukaran sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengembangan dai-dai muda di lingkungan kampus.

Kegiatan Safari Dakwah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan nilai-nilai religiusitas di Konawe Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh dari Al Washliyah diharapkan memberikan warna baru dalam diskusi keagamaan yang inklusif dan mencerahkan.

FGD (ISW)

Laksanakan FGD Bersama Panitia Pelaksana, IAI Rawa Aopa Siapkan Seminar di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mulai mematangkan persiapan amaliyah Ramadhan dalam bulan suci melalui agenda akademik. Hal ini terlihat saat jajaran pimpinan rektorat bersama panitia pelaksana menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna merancang seminar yang rencananya akan dilaksanakan pekan depan (Rabu, 25 Februari 2026).

Kegiatan FGD ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa seminar ini selain sebagai agenda rutin, juga upaya institusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan khazanah keilmuan kontemporer. 

Beliau menjelaskan bahwa pemilihan tema dan narasumber telah dilakukan secara cermat agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kita mendapatkan konfirmasi dari Tokyo City University, Jepang sebagai salah satu pembicara,” papar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesiapan manajerial dalam pelaksanaan kegiatan ini sudah mulai dipetakan agar seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus untuk memastikan syiar Islam melalui jalur pendidikan ini mencapai target audiens yang lebih luas, baik secara luring maupun daring.

“Seminar di bulan Ramadhan nanti dapat menjadi oase intelektual bagi mahasiswa dan masyarakat umum di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan dalam FGD tersebut. Beliau juga menambahkan diskusi khusus kepada panitia dengan menyatakan bahwa pihaknya ingin memastikan setiap sesi diskusi memiliki dampak nyata bagi pengembangan karakter mahasiswa. 

Selain itu, terkait aspek teknis, beliau berpesan agar panitia bekerja dengan semangat pengabdian mengingat momentum ini adalah bagian dari dakwah kampus di bulan mulia. Panitia pelaksana sendiri menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk menyusun jadwal yang proporsional agar tidak mengganggu ibadah puasa para peserta. 

Dengan koordinasi yang intensif melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa optimis seminar Ramadhan tahun ini akan menjadi salah satu program unggulan yang memperkuat posisi kampus sebagai pusat literasi keislaman di Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan mengajak elemen mahasiswa dan pemuda, baik regional maupun nasional untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260304-WA0001

Pemkab Konawe Selatan dan 13 Perguruan Tinggi Teken Kerja Sama Bantuan UKT Anggaran 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi warganya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (24/2/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, hadir mewakili pemerintah daerah dalam prosesi penandatanganan tersebut. Beliau didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Marwiyah Tombili. Agenda strategis ini melibatkan perwakilan dari 13 universitas serta sekolah tinggi mitra, termasuk Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut memperkuat sinergi pendidikan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Konsel dalam merealisasikan program UKT Setara. Program ini merupakan salah satu pilar prioritas dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menegaskan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab aspirasi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus terbebani oleh tingginya biaya perkuliahan. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk membangun generasi yang unggul dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Lebih lanjut, Ichsan berharap addendum kerja sama ini mampu mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Konawe Selatan yang cerdas dan kompeten. Dengan resminya kesepakatan ini, Pemkab Konsel optimistis kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di daerah akan terus meningkat secara signifikan.

Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi salah satu dari 13 perguruan tinggi yang menandatangani MoU tersebut. Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Konawe Selatan atas dukungan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di daerah.

“Terima kasih, sebuah apresiasi kami kepada Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan, dan semua jajaran OPD yang telah menjadikan program bantuan UKT ini sebagai bagian dari program daerah,” pungkas Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian  IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

IMG-20260224-WA0050

IAI Rawa Aopa Ajukan Kolaborasi Dengan Dewan Sengketa Indonesia Perkuat Ekosistem Pendidikan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memperluas jejaring kerja sama strategis. Kali ini, kampus hijau di Konawe Selatan tersebut tengah mematangkan rencana kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan, khususnya dalam bidang hukum, mediasi, dan penyelesaian sengketa di lingkungan akademik maupun pengabdian masyarakat. “Kita sementara berkomunikasi dengan DSI dalam penguatan program Studi Hukum Tata Negara,” papar Ismail di Kendari, Selasa (24/2/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, keberadaan Dewan Sengketa Indonesia akan memberikan warna baru bagi pengembangan sumber daya manusia di kampus, terutama dalam melahirkan mediator-mediator profesional dari kalangan akademisi.

“Kami memandang kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia sebuah ikhtiar untuk membumikan budaya perdamaian melalui jalur mediasi di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa melalui kemitraan ini, IAI Rawa Aopa berencana membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi di bidang penyelesaian sengketa. Ia meyakini bahwa penguatan aspek hukum non-litigasi akan menjadi nilai tambah bagi lulusan IAI Rawa Aopa sehingga mereka tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kecakapan praktis dalam resolusi konflik.

Selain fokus pada pendidikan, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya riset kolaboratif yang mengangkat kearifan lokal dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin mengintegrasikan nilai-nilai lokalitas Sulawesi Tenggara dengan standar profesionalisme yang dimiliki oleh DSI.

Ismail Suardi Wekke mengatakan bahwa tujuan utama dari rencana ini adalah menciptakan ekosistem kampus yang sadar hukum dan mampu menjadi pelopor dalam penyelesaian sengketa secara mandiri. Ia menambahkan bahwa institusi sedang menyiapkan regulasi internal dan fasilitas pendukung agar pusat mediasi yang direncanakan dapat segera beroperasi di bawah payung kerja sama tersebut.

“Harapan kami, sinergi ini akan melahirkan pusat studi mediasi yang kuat, di mana kampus menjadi rujukan utama bagi masyarakat Konawe Selatan dalam mencari keadilan melalui jalur alternatif yang bermartabat,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup penjelasannya.

Al Washliyah (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Bertemu PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Gagas Kolaborasi Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momentum penerimaan mahasiswa baru, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring strategisnya dalam upaya pengembangan institusi dan pengabdian masyarakat. Di rangkaian buka puasa bersama, pimpinan IAI Rawa Aopa bertemu dalam silaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara guna menggagas kolaborasi berskala nasional (Kendari, 24 Februari 2026). 

Pertemuan ini yang berlangsung di sekretariat Pengurus Wilayah Al Washliyah menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyinergikan potensi pendidikan tinggi dengan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi. Juga menjadi langkah lanjutan untuk merajut kerja sama yang lebih luas dalam bingkai pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. 

Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan organisasi massa Islam untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu bagi setiap inisiatif yang dapat mempercepat akselerasi kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat melalui kemitraan strategis ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara eksplisit mengutarakan visi kolaboratifnya kepada awak media. “Kami melihat Al Washliyah sebagai mitra strategis yang memiliki akar sejarah kuat dalam pendidikan dan dakwah, sehingga sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang berdampak nasional,” ujar Ismail. 

Ia juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa siap memberikan dukungan penuh, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi ini harus menjadi mesin penggerak bagi kemajuan bersama, di mana kampus dan organisasi saling mengisi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif,” pungkasnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian buka puasa ini hangat di Kendari ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengukuhkan program kerja nyata di masa mendatang. Rencana penandatanganan MoU akan dilaksanakan di IAI Rawa Aopa Kampus Lamooso pada awal bulan Mei mendatang.