Seminar Proposal (ISW)

Sebelum Semester Ganjil Berakhir, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Laksanakan Seminar Proposal Skripsi Terintegrasi

BOMBANA – Menjelang penghujung semester ganjil tahun akademik ini, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan Seminar Proposal Skripsi Terintegrasi. Berbeda dari format akademik konvensional, kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi pengabdian masyarakat di Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana (Kamis, 15 Januari 2026).

Langkah inovatif ini diambil untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas sosial di lapangan. Melalui integrasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memaparkan rencana penelitian secara teoretis, tetapi juga mampu memotret permasalahan nyata yang ada di tengah masyarakat Poleang Timur.

Seminar ini diikuti oleh jajaran dosen penguji dan mahasiswa tingkat akhir yang tengah mempersiapkan tugas akhir mereka. Integrasi antara seminar proposal dan pengabdian masyarakat bertujuan agar hasil penelitian mahasiswa nantinya memiliki relevansi tinggi dan memberikan solusi konkret bagi daerah setempat.

Wakil Rektor Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya model integrasi ini dalam mencetak lulusan yang peka terhadap kondisi sosial.

“Pelaksanaan seminar proposal di lokasi pengabdian ini merupakan wujud nyata dari komitmen kampus untuk menyatukan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin memastikan bahwa riset yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tumpukan kertas di perpustakaan, tetapi diawali dengan sentuhan langsung pada kemaslahatan umat di Poleang Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Penyelesaian seminar proposal sebelum berakhirnya semester ganjil ini merupakan strategi institusi untuk mempercepat masa studi mahasiswa. Dengan tuntasnya tahapan ini, mahasiswa diharapkan dapat segera memulai penelitian lapangan pada semester genap mendatang tanpa kendala administratif yang menumpuk.

Masyarakat dan tokoh setempat di Poleang Timur menyambut baik kehadiran para akademisi ini. Mereka berharap hasil penelitian mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat membantu pengembangan potensi desa, baik dari sisi keagamaan, pendidikan, maupun sosial ekonomi.

IMG-20260115-WA0018

IAI Rawa Aopa Siapkan Desa Binaan Kolaboratif di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengumumkan persiapan program rintisan Desa Binaan yang berlokasi di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi visi kampus dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan lokal dan nilai-nilai keislaman, Rabu ( 14/1/2026).

Program rintisan ini dipandang sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori akademis di dalam ruang kuliah dengan realitas dinamika sosial di pedesaan. Melalui inisiatif ini, IAI Rawa Aopa berupaya menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi, maupun penguatan karakter keagamaan masyarakat.

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, Al Asri, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan misi ideologis yayasan.

“Kami memandang bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa harus memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat sekitar, terutama di wilayah Konawe Selatan. Desa Aosole memiliki potensi yang besar, dan kami hadir di sini sebagai bentuk tanggung jawab moral yayasan untuk memastikan institusi pendidikan menjadi obor penerang serta motor penggerak perubahan yang positif demi kesejahteraan umat di akar rumput,” tegas Al Asri.

Senada dengan visi tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa dari sisi manajerial, program Desa Binaan ini dirancang dengan skema kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menggarisbawahi bahwa kunci utama pembangunan desa adalah kolaborasi yang sistematis dan tidak bersifat instan.

“Rintisan desa binaan di Desa Aosole ini adalah bagian dari roadmap besar kami dalam memperkuat jejaring kemitraan strategis. Kami tidak hanya datang untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi kami berkomitmen untuk menyediakan dukungan administratif, pendampingan manajerial, hingga membuka akses kerja sama yang lebih luas. Tujuannya jelas, yakni memastikan program literasi keuangan syariah dan penguatan kapasitas SDM di desa ini dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Program pembinaan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek religiusitas hingga kemandirian ekonomi. Di bidang keagamaan, IAI Rawa Aopa menerjunkan tenaga ahli untuk mendampingi Majelis Taklim dan menata tata kelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) agar lebih profesional. Sementara di sektor ekonomi, para akademisi fokus pada edukasi pengelolaan keuangan berbasis syariah bagi pelaku UMKM desa serta fasilitasi pemahaman pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk lokal.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi fokus utama guna memutus rantai ketimpangan akses informasi. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan bimbingan bagi pemuda desa dalam mengakses berbagai program beasiswa pendidikan tinggi serta membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi agar siap menghadapi tantangan era digital tanpa harus meninggalkan kearifan lokal desa mereka.

Menariknya, program ini juga memperkuat pilar komunikasi dengan menggandeng beberapa media lokal ternama, yakni Kata Andoolo dan Kabar Panrita. Kolaborasi dengan media ini dimaksudkan agar setiap proses pembangunan dan praktik baik yang dihasilkan di Desa Aosole dapat terpublikasi secara luas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mereplikasi model kolaborasi serupa.

Sinergi yang solid antara pihak Yayasan Al Asri, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Aosole, serta dukungan publikasi dari media massa, diharapkan mampu mentransformasi Desa Aosole menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan religius. Dengan pengawalan ketat dari para akademisi, rintisan ini diproyeksikan akan menjadi model percontohan nasional dalam hal kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media dalam satu visi pembangunan daerah yang terpadu.

Papua Baik Sorong (ISW)

Akselerasi Pengembangan SDM di Tanah Papua, Yayasan SMILE Tanah Papua Bersinergi dengan IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Timur Indonesia terus mendapat perhatian serius. Sebagai langkah nyata, Yayasan SMILE Tanah Papua mulai menjalin sinergi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara. Kerjasama ini difokuskan pada program akselerasi pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penguatan literasi bagi generasi muda Papua.

Sinergi ini lahir dari kesadaran bersama bahwa tantangan geografis dan aksesibilitas pendidikan di Tanah Papua memerlukan kolaborasi lintas lembaga dan lintas wilayah. Dengan menggandeng institusi akademis seperti IAI Rawa Aopa, diharapkan terjadi pertukaran gagasan serta implementasi program yang lebih terukur.

Beberapa poin utama dalam kerjasama ini meliputi diantaranya pemberian beasiswa: skema bantuan pendidikan bagi putra-putri Papua untuk menempuh studi lanjut. Bergitu pula, Peningkatan Kompetensi Guru: Pelatihan metode pengajaran inovatif bagi tenaga pendidik di daerah terpencil. Terakhir, Literasi Digital: Pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk ekonomi kreatif.

Akademisi sekaligus praktisi pendidikan yang mengawal inisiatif ini, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini sebagai langkah awal, juga akan menjadi langkah konkret untuk menjemput masa depan Papua yang lebih cerah.

“Pengembangan SDM di Tanah Papua tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita memerlukan ekosistem yang saling mendukung. Sinergi antara Yayasan SMILE dan IAI Rawa Aopa adalah jembatan ilmu pengetahuan yang menghubungkan potensi lokal dengan standar akademik yang mumpuni. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas demi kemajuan bangsa,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Sementara itu, Yayasan SMILE Tanah Papua yang baru saja didirikan pada desember yang lalu menyampaikan bahwa kerjasama ini dapat menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk bersama-sama turut berkontribusi. Dengan SDM yang unggul, pengelolaan potensi alam Papua diharapkan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat Papua.

Implementasi program perdana dari sinergi ini dimulai pada awal semester ini, dengan fokus awal pada pemetaan kebutuhan pendidikan di wilayah pesisir dan pegunungan. Kemudian menawarkan bagi alumnus sekolah menengah untuk menempuh pendidikan sarjana dengan metode belajar hybrid pada program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan juga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) pada Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Kelas Pemikir (ISW)

Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5, Dibuka Pendaftaran

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta, Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina akan mengadakan kegiatan Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5. Salah satu pendukung KPII Angkatan 5 – 2026, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan ke internal civitas akademika IAI Rawa Aopa untuk mulai mendaftar.

Kegiatan KPII ini sebagai bagian dari pengayaan wawasan materi yang telah ada sebelumya dalam ruang-ruang perkuliahan. Baik yang terlaksana dalam bentuk pertemuan tatap muka, maupun kegiatan daring.

Untuk kegiatan KPII akan berlangsung setiap Jumat, pukul 19.00-21.00 WIB | 20.00- 22.00 WITA (Andoolo), dengan pelaksanaan 23 Januari s.d. 27 Februari 2026 yang akan berlansgung selama 6 kali pertemuan (daring).

Pendaftaran dapat melalui tautan berikut ini:🔖LINK PENDAFTARAN: https://bit.ly/DAFTAR-KPII5.

Sinopsis Kelas

Kajian ini mengeksplorasi krisis ekologis sebagai persoalan teologis, etis, dan struktural melalui perspektif Islam yang dialogis dengan tradisi agama lain dan ilmu-ilmu kontemporer. Anda akan diajak bergerak dari refleksi teologis ke kritik struktural sampai praksis lintas iman.

Di atas dalam flyer, rancangan 6 tema kursus Ekoteologi Islam yang antar-disiplin dan antar-agama, sehingga cocok untuk dialog lintas iman dan konteks global–lokal.

Keenam pertemuan ini akan menggali ekoteologi Islam sebagai proyek teologis, etis, dan praksis yang utuh, yang mengintegrasikan: Diagnosis krisis spiritual, Kritik antroposentrisme, Visi tauhid kosmik, Norma syariah dan keadilan, Kritik ekonomi struktural, dan Spiritualitas dan aksi lintas iman. Ekoteologi Islam menegaskan satu pesan kunci: merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari penghambaan kepada Tuhan Yang Esa.

IMG-20260114-WA0003

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperingati Dies Natalis ke-IX dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis sekaligus penegasan komitmen institusi dalam memperluas jejaring dan wawasan keilmuan di tingkat global.

Peringatan Dies Natalis IX berlangsung khidmat di Kampus IAI Rawa Aopa, Andoolo, Senin (11/11/2025), dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra strategis institusi.

Dalam sambutannya, Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa usia sembilan tahun merupakan momentum refleksi dan penguatan komitmen institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Sembilan tahun hanyalah sebuah angka. Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T. Setiap capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Al Asri.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, IAI Rawa Aopa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan menyelenggarakan Dialog Publik Internasional. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium Al Asri, Hotel Zam Zam, Andoolo, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber dan peserta lintas negara.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk mitra perguruan tinggi luar negeri IAI Rawa Aopa, seperti Fatoni University (Thailand) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya integrasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pengembangan teknologi digital, strategi kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa dan riset bersama, serta penguatan literasi lintas budaya dan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan global.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia pendidikan tinggi.

“Kolaborasi pendidikan tinggi antar negara adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tinggi. IAI Rawa Aopa telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam membuka ruang diskusi global ini,” kata Ismail.

Menurut Ismail, peringatan Dies Natalis IX ini juga menjadi momentum strategis bagi IAI Rawa Aopa untuk menegaskan visi jangka panjangnya, yakni bertransformasi dari institut menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

“Tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dinilai menjadi indikator kesiapan IAI Rawa Aopa berkontribusi dalam kancah akademik global.

Acara Dies Natalis IX dan Dialog Publik Internasional ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili Asisten II. Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memperkenalkan sejumlah program akademik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penelitian berbasis isu lokal dan global.

Peringatan Dies Natalis IX ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

SEAAM dan IAI Rawa Aopa Bersama Mitra Perguruan Tinggi Mengadakan Diskusi Terpumpun, Mempersiapkan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra perguruan tinggi, SEAAM menggelar Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang digelar daring guna mematangkan persiapan perhelatan akbar ASEAN Symposium on Higher Education.

Pagi ini, Selasa (13/1/2026), mengadakan diskusi terpumpun. Pertemuan ini dihadiri calon mitra jajaran pimpinan perguruan tinggi yang berfokus akan menjadi panitia pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui skema kerja sama lintas negara. Diskusi ini bertujuan untuk memetakan persiapan teknis untuk kegiatan.

Termasuk, tantangan terkini serta peluang kolaborasi riset dan mobilitas mahasiswa di lingkungan ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, yang merupakan Komite Saintifik dalam jaringan akademik ini, menekankan pentingnya sinergi yang konkret antar-institusi pendidikan di Asia Tenggara.

“Simposium ini merupakan pertemuan awal, juga akan menjadi sebuah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa perguruan tinggi di ASEAN mampu menjadi episentrum kemajuan ilmu pengetahuan. Kita perlu menciptakan ekosistem di mana pertukaran ide, publikasi bersama, dan mobilitas akademik dapat berjalan tanpa sekat yang berarti,” ujar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan Research Fellow di INTI Internasional University (Malaysia).

Beliau juga menambahkan bahwa melalui ASEAN Symposium on Higher Education, diharapkan akan menjadi paltform strategis yang dapat diimplementasikan oleh pemangku kebijakan pendidikan di masing-masing negara anggota.
Beberapa poin krusial yang akan menjadi bahasan utama dalam simposium mendatang meliputi: Digitalisasi Pendidikan: Adaptasi kurikulum berbasis teknologi di era transformasi digital. Berikutnya, Mobilitas Akademik: Mempermudah pertukaran dosen dan mahasiswa antar-negara ASEAN.

Demikian pula, Riset Kolaboratif: Mendorong pendanaan dan publikasi riset bersama yang berdampak pada masyarakat regional. Selanjutnya, Standarisasi Mutu: Penyetaraan standar kualitas lulusan agar kompetitif di pasar kerja global.

Kegiatan diskusi terpumpun ini ditutup dengan diskusi jadwal pelaksanaan simposium dan pembentukan tim teknis yang melibatkan mitra perguruan tinggi. Semangat kolaborasi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di kawasan ASEAN. Kegiatan simposium akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret s.d. 3 April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

“Kita akan mengumumkan segera, perguruan tinggi yang akan berpartisipasi saat sudah mendapatkan surat resmi. Hari ini, masih dalam status FGD untuk mendapatkan maklumat terkait dengan kegiatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang merupakan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

Sesi Diskusi (ISW)

Pemkab Konawe Salurkan Beasiswa Konawe Cerdas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Salah Satu Mitra Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa Konawe Cerdas (Jumat, 9 Januari 2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan studi putra-putri daerah. Sebanyak 60 mahasiswa yang terdaftar di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang merupakan warga Kabupaten Konawe hadir langsung untuk menerima hak mereka.

Sesi Dokumentasi (ISW)
Sesi Dokumentasi (Dok: Ipri Yanti)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Konawe, Fitriani Sunggu, S.IP., mewakili pihak pemerintah daerah. Beliau memastikan bahwa seluruh proses verifikasi hingga penyaluran telah mengikuti prosedur yang ditetapkan. Penyaluran ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Pihak IAI Rawa Aopa juga turut mengawal jalannya acara melalui kehadiran Wakil Rektor III, Sardin, S.Pd.I, M.Pd. Beliau hadir dalam kapasitasnya sebagai pengelola, dosen, sekaligus mendukung aktif dalam Beasiswa Konawe Cerdas. Didampingi oleh dosen pengelola, Ipri Yanti, M.Pd., Sinergi antara birokrasi dan akademisi ini bertujuan agar program beasiswa tepat sasaran dan memberikan dampak akademik yang signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Warek III IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Sardin, memberikan motivasi mendalam kepada para mahasiswa penerima manfaat. Ia menyampaikan bahwa pemberian bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) ini adalah bentuk kepedulian besar Pemda Konawe terhadap pembangunan SDM. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah jalan satu-satunya bagi daerah untuk keluar dari belenggu ketertinggalan di berbagai sektor.

Sejalan dengan hal itu, pihak Kesra Kabupaten Konawe menekankan bahwa komitmen Pemda terhadap sektor pendidikan tidak akan luntur. Kabid Kesra yang hadir mewakili Pemda menyatakan bahwa pelayanan pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama dalam masa pemerintahan saat ini. Pemerintah daerah meyakini bahwa pondasi kemajuan sebuah daerah terletak pada seberapa baik kualitas intelektual masyarakatnya.

Lebih lanjut, Kabid Kesra menyampaikan bahwa pembangunan daerah yang sesungguhnya bukanlah sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata. Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan yang paling hakiki adalah terjadinya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara merata. Oleh karena itu, anggaran beasiswa terus dialokasikan guna memastikan setiap mahasiswa berbakat memiliki kesempatan yang sama untuk sarjana.

Para penerima beasiswa Konawe Cerdas tampak mengikuti arahan dengan saksama sepanjang pertemuan berlangsung. Program ini tidak hanya memberikan bantuan dana, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral bagi para mahasiswa untuk berprestasi. Pihak pengelola beasiswa akan terus memantau perkembangan akademik setiap penerima agar bantuan ini benar-benar memberikan output yang produktif bagi daerah.

Acara yang berlangsung lancar ini ditutup dengan koordinasi teknis mengenai administrasi lanjutan untuk periode semester berjalan. Penyaluran Beasiswa Konawe Cerdas ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam mendukung cita-cita anak muda di Kabupaten Konawe. Semua pihak berharap agar para penerima manfaat dapat segera merampungkan studi dan kembali untuk membangun tanah kelahiran mereka.