IMG-20260126-WA0030

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam Pembangunan Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah terus digalakkan di Kabupaten Konawe Selatan. Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan guna mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi strategis dalam pengembangan daerah berbasis data dan riset, Senin, 26/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk menyelaraskan visi. IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan tinggi di Konawe Selatan memandang bahwa riset tidak boleh hanya berhenti di perpustakaan kampus, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi nyata bagi kebijakan publik.

Delegasi IAI Rawa Aopa dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan di Konawe Selatan didukung oleh kajian akademik yang kuat.

“Turut bersama-sama dalam delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dekan Fakultas Syariah, dan juga Ketua Program (prodi) Studi PAI dan prodi PGMI,” tutur Ismail Suardi Wekke mengawali pertemuan yang berlangsung di auditorium BRIDA Konawe Selatan.

“Kami datang dengan semangat bahwa kampus dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan budaya riset,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menyelaraskan visi dan misi kedua lembaga sehingga bisa berjalan seiring. Menurutnya, potensi Konawe Selatan sangat besar, namun memerlukan sentuhan riset yang tepat agar pengembangannya lebih terukur dan berkelanjutan.

“Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan BRIDA akan menjadi jembatan bagi para akademisi untuk dapat memperkaya keilmuan mereka dalam bentuk belajar pada program yang dijalankan BRIDA,” tegasnya kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail juga menyoroti kemungkinan keterlibatan mahasiswa yang menerima bantuan dalam program SETARA Konawe Selatan dalam program-program riset daerah. Beliau mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia di tingkat lokal menjadi kunci utama agar inovasi daerah tidak stagnan dan terus berkembang mengikuti zaman.

“Fokus kami bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan aksi nyata di mana hasil penelitian dosen dan mahasiswa kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dalam mengambil keputusan,” pungkas Ismail.

Sementara itu, pihak BRIDA Konawe Selatan menyambut positif inisiatif ini dan berencana menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan penyusunan nota kesepahaman yang lebih teknis. Kepala BRIDA Konawe Selatan beserta jajaran Kepala Bidang, Sekretaris, dan juga staf, bersama-sama dalam diskusi tersebut.

Kolaborasi ini diproyeksikan untuk menjadi instrumen motor penggerak bagi ekosistem riset dan inovasi di wilayah Konawe Selatan ke depan.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala BRIDA Konawe Selatan dan seluruh tim kerja yang telah bersedia menerima kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke usai kegiatan yang diakhiri dengan photo bersama.

Anti Korupsi (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Integrasi Pembelajaran Anti Korupsi, Didukung oleh Pegiat Anti Korupsi Melalui IMprove Foundation

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan dan juga penguatan kapasitas dosen, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah dalam memperkuat integritas akademik melalui rintisan integrasi pembelajaran anti korupsi. Program inovatif ini mendapat dukungan penuh dari para pegiat anti korupsi yang tergabung dalam IMprove Foundation, sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih dan transparan di Sulawesi Tenggara.

Diskusi antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan IMprove Foundation telah dilaksanakan dalam satu kesempatan FGD, dan juga satu kali dalam partisipasi IMprove Foundation pada seminar internasional. Ahad malam, dilaksanakan kembali FGD (daring) untuk mematangkan persiapan kegiatan (Andoolo, 25 Januari 2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons institusi terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai kejujuran sejak dini di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, kurikulum pembelajaran di IAI Rawa Aopa akan diperkaya dengan muatan edukasi anti korupsi yang disusun bersama para pakar dan praktisi dari IMprove Foundation.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini sebagai bagian program untuk penyiapan rencana reakreditasi. Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi ini merupakan komitmen institusi untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memegang teguh integritas moral yang tinggi. 

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan IMprove Foundation akan memberikan dimensi praktis bagi mahasiswa dalam memahami risiko dan dampak destruktif korupsi bagi pembangunan bangsa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan tata kelola keuangan dan kepegawaian di internal kampus juga menjadi prioritas utama seiring dengan peluncuran program pembelajaran ini.

Komitmen tersebut dipertegas oleh Ismail Suardi Wekke melalui pernyataan langsungnya di sela-sela diskusi program. “Kami ingin menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai bagian dalam melahirkan generasi yang memiliki imunitas kuat terhadap perilaku koruptif di Sulawesi Tenggara,” tegas Ismail. 

Ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program tersebut dengan menyatakan bahwa pembelajaran ini tidak akan berdiri sebagai mata kuliah tunggal yang kaku, melainkan diintegrasikan ke dalam berbagai rumpun ilmu agar nilai-nilai kejujuran menjadi ruh dalam setiap nafas pendidikan. 

Menutup keterangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi eksternal dengan mengatakan bahwa kehadiran IMprove Foundation sangat vital untuk menjaga standar objektivitas dan kualitas materi anti korupsi yang disampaikan kepada para mahasiswa.

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain di wilayah tersebut untuk mengadopsi langkah serupa. Dengan adanya dukungan dari pegiat anti korupsi, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan lingkungan kampus yang akuntabel serta menghasilkan kader bangsa yang berintegritas tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat.

dari Gontor ke Rawa Aopa (ISW)

Dari Gontor ke Rawa Aopa: Mengadaptasi Arsitektur Kelembagaan Gontor untuk Akselerasi Menara Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ini merupakan catatan, dalam kaitan untuk eksplorasi kerjasama antara Universitas Darussalam Gontor dan Gontor Kampus 6 (Pudahoa, Konawe Selatan) dengan Institut Agama Islam Rawa Konawe Selatan.

Dalam peta pendidikan Islam di Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah bertransformasi menjadi “Menara Pendidikan”. Keberhasilannya dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan modernitas menjadi role model bagi institusi baru. 

Bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyerap energi dan metodologi dari Gontor bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan langkah strategis untuk melakukan lompatan kualitas (quantum leap) dalam penguatan kapasitas internal. Berikut adalah pilar-pilar penguatan yang dapat diadaptasi melalui kolaborasi strategis tersebut:

Pertama: Standarisasi Manajemen Tata Kelola (Total Quality Management)

Gontor memiliki sistem tata kelola yang mandiri, disiplin, dan berkelanjutan. IAI Rawa Aopa dapat belajar mengenai sistem administrasi dan manajemen organisasi yang berbasis pada nilai keikhlasan namun dijalankan dengan profesionalisme tinggi. Pendampingan dari UNIDA Gontor dalam hal penjaminan mutu internal akan membantu IAI Rawa Aopa membangun sistem kelembagaan yang kokoh, transparan, dan akuntabel sejak dini.

Kedua: Pengembangan Kapasitas SDM melalui “Kaderisasi” Akademik

Salah satu kekuatan utama Gontor adalah sistem kaderisasinya yang tak pernah putus. Melalui kolaborasi ini, dosen dan staf IAI Rawa Aopa dapat mengikuti program short course atau magang manajerial di UNIDA Gontor. Tujuannya adalah untuk mentransfer etos kerja, kedisiplinan, dan pola pikir pengabdian yang menjadi ciri khas tenaga pendidik di Gontor, sehingga tercipta SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi institusi.

Ketiga: Internalisasi “Panca Jiwa” dalam Budaya Kampus

Pendidikan Islam bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. IAI Rawa Aopa dapat mengadopsi nilai-nilai “Panca Jiwa” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) ke dalam budaya kampus. Dengan belajar dari Gontor, IAI Rawa Aopa dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk integritas moral mahasiswa di Konawe Selatan.

Keempat: Pendampingan Akreditasi dan Publikasi Ilmiah

Sebagai institusi yang telah mapan, UNIDA Gontor memiliki pengalaman luas dalam menavigasi regulasi pendidikan tinggi dan standar akreditasi nasional maupun internasional. Gontor dapat memberikan asistensi teknis bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan borang akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga strategi peningkatan jabatan fungsional dosen, sehingga proses penguatan status kelembagaan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kelima: Pemanfaatan Jaringan Global Gontor untuk Aksesibilitas

Gontor memiliki jejaring alumni dan kemitraan internasional yang sangat luas di Timur Tengah maupun Barat. Dengan bernaung di bawah bimbingan “Menara” ini, IAI Rawa Aopa mendapatkan akses untuk terhubung dengan mitra-mitra internasional tersebut. Hal ini membuka peluang bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat dalam forum-forum ilmiah dunia, program beasiswa, dan kolaborasi global yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.

Penutup

Belajar dari Gontor berarti belajar tentang ketahanan dan visi jangka panjang. Dengan memposisikan Gontor sebagai mentor kelembagaan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak perlu memulai semuanya dari nol. 

Melalui bimbingan dari UNIDA Gontor dan dukungan kewilayahan dari Gontor Kampus 6, IAI Rawa Aopa siap bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang berakar kuat pada tradisi dan menjulang tinggi dalam prestasi.

 

Kick Off Meeting (ISW)

Kick Off Meeting dan FGD untuk Pelaksanaan International Conference of NITRO, bersama IBK NITRO yang Direncanakan April

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar bersama mitra, diantaranya Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian persiapan konferensi internasional melalui agenda Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang berlangsung daring ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan institut, para dekan, serta panitia pelaksana guna mematangkan teknis pelaksanaan International Conference of NITRO yang dijadwalkan akan berlangsung pada April mendatang (Senin, 26 Januari 2026).

Dalam kesempatan tersebut, selaku moderator Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang juga didapuk sebagai Co-Chair International Conference (ICON) 2026. Kehadirannya mempertegas rintisan sinergi antarperguruan tinggi dalam skala global. “Ini kesempatan bagi IAI Rawa Aopa dalam kaitan mempersiapan prodi Ekonomi Syariah yang dalam proses menunggu SK dari Kementerian Agama RI,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar bagi kedua institusi. “Kami menyampaikan apresiasi dan sangat menghargai kesediaan IBK NITRO untuk menjadikan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan konferensi internasional ini,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi. 

Menurutnya, kolaborasi lintas institusi seperti ini akan memperkuat posisi akademik kedua kampus di tingkat internasional. Selain itu, Ismail menekankan pentingnya persiapan yang matang agar luaran dari konferensi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia menegaskan bahwa forum internasional ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan untuk inovasi yang berkelanjutan. “Melalui Kick Off Meeting ini, kita sedang meletakkan fondasi kuat untuk sebuah forum yang akan mempertemukan berbagai pemikiran brilian dari berbagai negara pada April nanti,” tambahnya dengan optimis.

Ismail juga menyoroti relevansi tema yang diangkat oleh NITRO dengan kebutuhan industri dan akademik saat ini. Ia menilai bahwa sinergi ini akan membuka peluang riset yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. “Sinergi ini harus menjadi energi baru bagi kita untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperluas jaringan riset di kancah global,” tegas Ismail yang dua pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Lebih lanjut, dalam pemaparannya, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus aktif dalam kegiatan akademik internasional meskipun berada di wilayah kabupaten. Ia menjelaskan pula bahwa keterlibatan pihaknya sebagai mitra strategis akan membawa perspektif baru dalam pengelolaan konferensi tersebut. 

Terakhir, ia menuturkan bahwa agenda FGD ini sangat krusial untuk memetakan tantangan teknis serta memastikan seluruh pimpinan dan panitia memiliki visi yang selaras menuju pelaksanaan di bulan April. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak IBK NITRO dan panitia pelaksana untuk segera menindaklanjuti poin-poin teknis hasil FGD.