Doa Syukur (ISW)

Usai Wisuda 2026, Dewan Pembina Adakan Doa Bersama dan Syukuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Begitu pula dengan kehadiran para karyawan badan usaha. Acara doa bersama dan syukuran dengan selesainya wisuda 2026, diadakan di kampus Andoolo, Jumat, 12 Juni 2026.

Menandai rasa syukur atas suksesnya gelaran Wisuda Tahun 2026, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I, M.Si., menggelar acara doa bersama dan syukuran.

Suasana kebersamaan begitu kental terasa sejak bakda maghrib. Tidak hanya dihadiri oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran para karyawan dari berbagai badan usaha yang selama ini menjadi badan usaha kampus. Dari lini perwakilan mahasiswa, tampak hadir pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga soliditas internal. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kekuatan fondasi kebersamaan seluruh elemen di dalamnya.

“Wisuda yang baru saja kita lalui bukan sekadar akhir dari proses akademik, melainkan bukti nyata dari kerja keras kolektif kita. Di tengah dinamika tantangan eksternal yang makin kompleks, soliditas adalah harga mati yang harus kita pertahankan demi menjaga tegaknya lembaga pendidikan ini,” ujar Al Asri di hadapan hadirin dan hadirat.

Lebih lanjut, Al Asri juga menyatakan secara tidak langsung bahwa yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi antara pihak kampus dan badan usaha penggerak ekonomi di sekitarnya. Menurutnya, integrasi antara dunia akademik, mahasiswa melalui wadah DEMA dan HMJ, serta sektor industri akan menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam menghadapi kompetisi global, sekaligus memastikan institusi tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat Konawe Selatan.

Acara syukuran ini kemudian ditutup dengan pemotongan makan malam bersama yang sebelumnya diawali dengan doa dipimpin dengan khusyuk oleh Ketua Dewan Pembina yayasan. Sekaligus memohon keberkahan untuk para alumni baru yang akan terjun ke masyarakat serta keberlanjutan kejayaan kampus ke depan.

Wisuda 2026 (ISW)

Menyongsong Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Telah Awali dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Menyambut momentum bersejarah satu dekade berdirinya kampus, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian perayaan Dies Natalis X. Mengawali momentum sakral ini, civitas akademika menggelar Istigasah Akbar yang berlangsung khusyuk di Kampus Lamooso. Kegiatan doa bersama ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda strategis kampus, yang puncaknya disinergikan dengan pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026).

Rangkaian Dies Natalis X ini dirancang bukan sekadar sebagai selebrasi, melainkan sebagai refleksi mendalam atas capaian institusi selama sepuluh tahun terakhir. Istigasah Akbar di Kampus Lamooso sengaja dipilih sebagai pembuka untuk meletakkan fondasi spiritual sebelum memasuki rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat lainnya. Pihak rektorat menegaskan bahwa usia dua digit ini menjadi titik balik bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara.

“Rangkaian Dies Natalis X dan Wisuda VII Angkatan I ini adalah bukti keteguhan kita semua dalam menjaga mutu pendidikan Islam di Konawe Selatan. Hari ini, para wisudawan bukan hanya menerima ijazah, melainkan juga menerima tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan kemajuan di lingkungan tempat mereka mengabdi nanti,” ujar Ismail Suardi Wekke di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Di tengah atmosfer khidmat pelaksanaan wisuda yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan orasi yang membakar semangat para lulusan. Beliau menggarisbawahi pentingnya peran alumni baru dalam menjaga nama baik almamater serta kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat setelah menyelesaikan proses pembelajaran di Kampus Lamooso.

“Kita memulai seluruh rangkaian ini dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso karena kita sadar, perjalanan sepuluh tahun ke depan akan jauh lebih menantang. Oleh karena itu, kekuatan spiritual harus berjalan beriringan dengan keunggulan intelektual agar institusi ini terus melahirkan generasi yang berkarakter mulia dan berdaya saing global,” lanjut Ismail dengan nada optimis.

Ismail juga menambahkan, “Saya berpesan kepada seluruh alumni Angkatan I Wisuda VII ini, jadikan momentum satu dekade kampus kita sebagai motivasi tambahan. Jangan pernah berhenti belajar, jagalah integritas keilmuan kalian, dan buktikan bahwa lulusan IAI Rawa Aopa mampu menjadi solusi atas berbagai dinamika sosial keagamaan yang ada di masyarakat saat ini.”

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, juga memaparkan visi strategis kampus ke depan, di mana beliau menyatakan bahwa momentum satu dekade ini harus dijadikan pijakan utama bagi seluruh civitas akademika untuk meningkatkan akreditasi dan kualitas riset. Menurutnya, sinergi antara alumni, dosen, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi kelembagaan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis X ini merupakan tonggak sejarah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Konawe Selatan. Beliau menegaskan bahwa pencapaian sejauh ini tidak terlepas dari dukungan penuh orang tua mahasiswa dan dedikasi tanpa pamrih dari para staf pengajar di Kampus Lamooso.

Menutup penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya para lulusan baru untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman. Beliau berharap agar para alumni tidak hanya fokus mencari lapangan kerja, melainkan juga mampu menciptakan inovasi dan peluang baru yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Wisuda (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat dan Sukses Kepada Wisudawan dan Wisudawati

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dalam sidang senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang berlangsung khidmat tersebut menandai lahirnya generasi baru intelektual muslim yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyatakan kesyukuran setinggi-tingginya atas dedikasi para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan masa studinya. Beliau menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian luar biasa ini. Perjalanan akademik yang kalian lalui dengan penuh ketekunan kini telah membuahkan hasil, dan hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras serta doa yang tidak pernah putus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyapa para wisudawan dan tamu undangan usai Wisuda VII.

“Tantangan di luar sana tidak lagi sama dengan apa yang kalian hadapi di dalam ruang kuliah, sebab dunia nyata menuntut adaptasi dan inovasi yang cepat. Oleh karena itu, jadikan ilmu yang telah diperoleh di kampus ini sebagai fondasi utama untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” lanjut Ismail dengan nada penuh optimisme.

“Jangan pernah melupakan peran dan pengorbanan orang tua serta keluarga yang telah menjadi pilar pendukung utama hingga kalian bisa berdiri di podium kelulusan ini. Bawalah nama baik almamater IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh integritas, dan buktikan bahwa lulusan institusi ini mampu bersaing serta memberikan warna positif di berbagai sektor kehidupan,” tegas Wakil Rektor dalam menutup pertemuan dalam acara wisuda tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak rektorat menaruh harapan besar agar para lulusan Angkatan I ini tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang kerja baru yang inovatif. Beliau menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan pemahaman keagamaan yang moderat sebagai modal utama dalam menghadapi era disrupsi global saat ini.

Lebih lanjut, Wakil Rektor menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Wisuda VII ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perkembangan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kurikulum agar selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika sosial masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Ismail mengingatkan para wisudawan akan pentingnya menjaga jaringan alumni yang kuat demi saling mendukung dalam pengembangan karier ke depan. Beliau menambahkan bahwa kontribusi nyata di masyarakat adalah indikator utama keberhasilan dari sebuah proses pendidikan yang sesungguhnya di kampus IAI Rawa Aopa.

Pengambilan Ijazah (ISW)

Panduan Pengambilan Ijazah, Pasca Wisuda IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Prosesi wisuda sering kali dianggap sebagai titik akhir dari sebuah perjalanan akademis. Namun, secara administratif, status kelulusan seorang sarjana baru benar-benar paripurna ketika selembar ijazah telah berada di tangan. Ijazah bukan sekadar kertas biasa; ia merupakan dokumen hukum yang memvalidasi kepakaran, kompetensi, dan kerja keras selama bertahun-tahun di bangku kuliah.

Untuk memastikan transisi dari status mahasiswa menjadi alumni berjalan lancar, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan telah menetapkan sebuah mekanisme penyerahan dokumen yang sistematis. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga validitas data sekaligus memastikan seluruh kewajiban institusional telah terpenuhi.

Bagi para wisudawan, berikut adalah panduan taktis dan ilmiah dalam menempuh empat tahapan penting pengambilan ijazah pasca-wisuda:

Tahap 1: Menyelesaikan Prosesi Wisuda dan Administrasi Dokumentasi

Fase pertama dalam siklus ini adalah partisipasi penuh dalam sidang senat terbuka atau seremonial wisuda. Di balik kekhidmatan prosesi pemindahan kuncir toga, terdapat aspek manajemen logistik dan dokumentasi yang harus diselesaikan.

Setiap wisudawan diwajibkan menyelesaikan segala hal yang berkaitan dengan prosesi tersebut, termasuk biaya dokumentasi wisuda. Secara populer, tahapan ini bisa disebut sebagai fase konklusi ritualistis. Biaya dokumentasi ini berfungsi untuk memfasilitasi pencatatan momen bersejarah Anda, baik dalam bentuk foto, video, maupun atribut kelulusan resmi yang dikelola oleh panitia institusi.

Tahap 2: Verifikasi Finansial dan Administrasi Dokumen Ijazah

Setelah prosesi seremonial usai, langkah berikutnya berpindah ke ranah birokrasi keuangan dan data. Wisudawan wajib melakukan konfirmasi pembayaran dan administrasi dokumen ijazah pada bagian keuangan an. Ibu Fitri Tahang, S.Pd., Gr.,  (Biro Akademik dan Kemahasiswaan) dan pemutakhiran data akademik.

Mengapa proses ini krusial? Dalam manajemen perguruan tinggi, akurasi data pada ijazah harus selaras dengan PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). Pada tahap ini, petugas akan memastikan:

  • Seluruh tagihan akademik (UKT/SPP) dari semester awal hingga akhir telah lunas.
  • Data personal (nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua) sudah terverifikasi bebas dari kesalahan ketik (typo). Pastikan tanggal lahir di PDDIKTI sesuai dengan dokumen yang sudah ada sebelumnya.

Pastikan Anda membawa seluruh bukti slip pembayaran asli guna mempercepat proses audit finansial internal ini.

Tahap 3: Konfirmasi Bebas Pustaka dan Kontribusi Pengembangan Bahan Pustaka (Sumbangan Alumni)

Sebuah perguruan tinggi tegak berdiri di atas pilar-pilar pustaka dan secara umum literasi. Oleh karena itu, hubungan hukum dan akademis antara mahasiswa dengan perpustakaan kampus harus diselesaikan secara resmi. Pada tahap ketiga, wisudawan diwajibkan mengantongi Surat Konfirmasi dari Kepala Perpustakaan terkait Bebas Pustaka dan Sumbangan Buku.

Tahapan ini memiliki dua fungsi utama:

  1. Bebas Pustaka: Memastikan bahwa wisudawan tidak lagi memiliki pinjaman buku perpustakaan atau denda terutang.
  2. Sumbangan Buku: Merupakan bentuk sirkulasi pengetahuan (knowledge sharing). Buku yang disumbangkan oleh alumni akan menjadi modal literasi bagi generasi mahasiswa berikutnya, sekaligus membantu meningkatkan instrumen akreditasi institusi dalam aspek kecukupan koleksi pustaka.

Tahap 4: Dokumen Akademik (Menerima Ijazah dan Dokumentasi Wisuda)

Setelah melewati tiga tahapan verifikasi di atas — mulai dari seremonial, finansial, hingga kontribusi alumni — maka wisudawan berhak menuju tahap akhir: Menerima Ijazah dan Dokumentasi Wisuda. (Pengambilan ijazah wajib mengkonfirmasi kepada Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (atas nama Akbar Amina, S.H., M.Pd.), bersama-sama dengan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (atas nama Ismail Suardi Wekke, Ph.D.). 

Pada fase akhir ini, Anda akan menerima dokumen asli berupa:

  • Ijazah Resmi lengkap dengan nomor seri nasional.
  • Transkrip Nilai Akademik kumulatif.
  • Paket Dokumentasi Wisuda (Foto sebanyak 2 lembar dengan ukuran 10R dan juga file photo).

Catatan Penting saat Menerima Dokumen:

Sebelum meninggalkan loket penyerahan, lakukan self-check secara teliti. Periksa kembali kesesuaian penulisan nama dan gelar, tanda tangan rektor/dekan, serta stempel institusi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera laporkan hari itu juga untuk dilakukan perbaikan.

Penutup

Mengurus pengambilan ijazah di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi latihan manajerial bagi alumni sebelum terjun ke dunia profesional. Dengan mengikuti alur yang terstruktur ini secara disiplin — menyelesaikan wisuda, verifikasi keuangan, penuntasan bebas pustaka (termasuk sumbangan alumni), hingga serah terima dokumen — para alumni baru dipastikan siap melangkah ke fase berikutnya dengan modal administrasi yang legal dan solid. Selamat atas kelulusan Anda!

Poski (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menjadi Tuan Rumah POSKI, Tegas Dewan Pembina di Acara Wisuda

Kendari – Perhelatan Pekan Olahraga, Seni, dan Karya Ilmiah (POSKI) II tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan. Momentum tersebut direspons cepat oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang menyatakan kesiapannya untuk mengambil tongkat estafet sebagai penanggung jawab pelaksanaan POSKI berikutnya.

Kesiapan strategis ini disampaikan langsung oleh Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri yang merupakan pengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Di hadapan para wisudawan, orang tua, dan jajaran senat akademik, ia menegaskan bahwa pihak yayasan telah melakukan konsolidasi internal guna memastikan seluruh fasilitas penunjang siap menyambut gelaran akbar regional tersebut.

Dalam sambutannya, Al Asri menjelaskan bahwa penunjukan sebagai lokasi penyelenggaraan POSKI bukan sekadar kehormatan bagi kampus, melainkan sebuah peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah. Ia menilai kehadiran ratusan kontingen dari berbagai provinsi tidak hanya akan menjadi panggung unjuk bakat bagi mahasiswa, tetapi juga diyakini mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal di wilayah Konawe Selatan.

“Dalam momentum khidmat Wisuda VII Angkatan I ini, saya selaku Dewan Pembina secara resmi menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan POSKI berikutnya. Terlaksanaya POSKI dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjadi sinyal bagi kami untuk mengambil peran dan tanggung jawab besar ini demi bersama-sama memajukan mutiara akademik di Indonesia Timur,” ujar Al Asri di atas podium.

Di tengah riuh tepuk tangan wisudawan, ia menambahkan bahwa persiapan sarana dan prasarana akan segera digenjot agar mampu menyambut seluruh kontingen dari Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan representatif. “Kami tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara formalitas. Melalui mimbar akademik ini, saya instruksikan jajaran rektorat untuk segera membuka koordinasi intensif dengan Kopertais Wilayah VIII dan pemerintah daerah,” tegasnya.

“Hari kelulusan ini menjadi saksi komitmen kita bersama bahwa IAI Rawa Aopa siap naik kelas. Kita tidak hanya fokus pada penguatan mutu alumni, tetapi juga siap menjadi episentrum kegiatan kemahasiswaan skala regional. Saya optimistis, dengan dukungan seluruh civitas akademika yang hadir di ruangan ini, kita mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan berkesan,” pungkas Al Asri menutup sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, IAI Rawa Aopa mewisuda 438 alumni dari tiga program studi di fakultas tarbiyah. “Sementara ini dengan 5 prodi, kita sudah meluluskan di tiga program studi,” papar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, dalam kesempatan usai kegiatan wisuda.

Pasca Sarjana (ISW)

Dalam Momen Wisuda IAI Rawa Aopa, Sampaikan Kerjasama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar dalam Fasilitasi Alumni Studi Lanjut

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar. 

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa.”

Wisuda 2026 (ISW)

Ikhtiar Menjadi Perguruan Tinggi Inklusif dan Bekerja Untuk Kemanusiaan, IAI Rawa Aopa Luluskan Alumni Dari Pemeluk Kristen dan Hindu

Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan humanis. Hal ini dibuktikan secara nyata dalam rapat senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026), di mana perguruan tinggi Islam tersebut turut meluluskan 4 wisudawan non-Muslim, yakni dari pemeluk agama Kristen dan Hindu.

“4 Wisudawan tersebut menjadi bagian 438 lulusan yang dikukuhkan pada kesempatan hari ini,” papar Ismail memulai penjelasannya.

Langkah ini menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti konkrit dari visi kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan internal, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi keberagaman dan kemanusiaan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kelulusan mahasiswa dari latar belakang agama yang berbeda ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang kampus untuk menjadi menara suar yang inklusif serta tidak lagi menjadi menara gading tetapi menjadi menara air.

“Hari ini kami membuktikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya bekerja untuk satu golongan, melainkan bekerja untuk kemanusiaan. Kelulusan alumni dari saudara-saudara kita yang beragama Kristen dan Hindu adalah wujud nyata dari ikhtiar kami menjadi perguruan tinggi yang inklusif,” ujar Ismail Suardi Wekke usai kegiatan wisuda yang bertempat di Hotel Claro, Kendari.

Ismail menambahkan, keberadaan mahasiswa non-Muslim di kampus berbasis Islam ini tidak mengurangi nilai-nilai akademik maupun spiritual masing-masing. Sebaliknya, hal tersebut justru memperkaya ruang dialektika dan menumbuhkan toleransi yang otentik di lingkungan akademik. Kampus, menurutnya, harus menjadi laboratorium sosial yang sehat bagi generasi muda.

Wisuda VII Angkatan I ini selain ritual pengukuhan gelar akademik, juga menjadi pesan kuat dari Sulawesi Tenggara kepada Indonesia tentang indahnya merawat kebhinekaan. Pihak rektorat berharap, para alumni—tanpa memandang latar belakang suku dan agama—dapat kembali ke masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa misi kemanusiaan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.

Dengan kelulusan angkatan ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis dapat terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan tinggi nasional yang ramah terhadap keberagaman, sekaligus mencetak sarjana yang siap mengabdi demi kemaslahatan masyarakat luas.

“Kami berutang budi kepada masyarakat khususnya Konawe Selatan, dan secar aluas masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. Pelaksanaan wisuda ini, tidka lepas dari dukungan dan bantuan masyarakat. Sekaligus merupakan kepercayaan mereka dalam mendaftarkan keluarganya di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Al Asri (ISW)

Pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Dalam Momen Wisuda 2026: Ilmu untuk Kemaslahatan Kemanusiaan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momen sakral ini menjadi panggung penegasan komitmen moral bagi para lulusan. Ketua Dewan Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan Al Asri yang menaungi IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian monumental ini.

Dalam sambutannya, Al Asri menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari kolaborasi epik antara kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan tanpa henti dari orang tua. Secara khusus, ia menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak terjebak pada kebanggaan gelar semata.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan kemanusiaan. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” tegas Al Asri.

Senada dengan pesan yayasan, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan bahwa gelar akademik melekat dengan tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di mana pun berada.

Kehadiran Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyemarakkan acara ini. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hamdan memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII.

“Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 2.000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Ia juga menantang para lulusan untuk menjadi “sarjana organik” yang adaptif di era transformasi digital. “Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan turut memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag., jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini juga melangsungkan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing prodi, didampingi oleh orang tua mereka dalam suasana haru.

Usai acara, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang menyukseskan jalannya institusi hingga mencapai titik ini.

“Momen wisuda dan proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak. Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail yang juga anggota senat institut tersebut.

Wisuda 2026 (ISW)

Wisuda VII Angkatan I 2026, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Meluluskan 438 Alumni

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Hari ini, sebagai momentum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengukuhkan 438 sarjana dalam kegiatan rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. yang juga menyampaikan Orasi Ilmiah; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang menyebutnya dengan sarjana organik.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda juga menyampaikan apresiasi kepada wisudawan terbaik masing-masing program studi. Wisudawan terbaik masing-masing didampingi oleh orang tua ataupun pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan bahwa dalam momen wisuda dan begitu pula proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak.

“Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga anggota senat Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wisuda 2026 (ISW)

Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah VIII, Mengapresiasi IAI Rawa Aopa Sebagai Salah Satu Perguruan Tinggi Tersehat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.